Dendam Salah Alamat

Dendam Salah Alamat
Remuk redam semuanya season2


__ADS_3

Selepas itu, mereka tertidur sangat pulas, Clara terbangun. Melihat jam di ponselnya menunjukan pukul setengah empat dini hari.


Ia bergegas memakai baju dan langsung keluar untuk mandi wajib, Surya membuka matanya, ia meraba-raba ternyata istrinya sudah tidak ada di sampingnya.


Senyuman manis ia keluarkan, mengingat semalam sudah bertempur, membuat semua tubuhnya lemah tak berdaya. Ia mengerjap-rejapkan matanya yang masih ngantuk, Semuanya sangat indah bila di bayangkan.


"Aku ketagihan, sayang banget semalam perang panas dinginnya cuma sekali, pokoknya setelah di Jakarta aku mau minta 3x semalam, mantap banget. Sabar yah burung gagah, nanti kita masuk lagi mengontrol mahkota suci." Ucap surya sambil bergelut di bawah selimut.


Setengah jam kemudian


Clara sudah mandi, terlihat sekali wajah segar dan juga gulungan handuk melilit di kepalanya. Surya tersenyum ke arah istrinya.


"Aku ketagihan, kamu sungguh luar biasa sekali" seru Surya mendekat dan memeluk sang istri.


"Mandi dulu sana, sebelum ibu dan bibi bangun" ujar Clara sambil mengelus kepala suaminya yang kini sedang tiduran di atas bantal.


"Baiklah, pastinya kita akan berperang lagi nanti" seru Surya mengecup bibir sexsi istrinya.


"Dasar mesum, sana pergi" Clara langsung tersenyum melihat suaminya turun dari tempat tidur.


Tiga jam kemudian, semua sudah selesai sarapan pagi, bibi yati memang jago masak, ibu farah sampai ketagihan sama masakannya.


"Masakanmu enak sekali bi, biasanya saya selalu malas buat makan, tapi di sini sangat nikmat. Perpaduan sama cuaca juga ngaruh banget yah, lapar terus. Maafkan bi saya jadi rakus banget hehehe." Ujar Bu Farah tersenyum ke arah Bi yati.


"Alhamdulillah kalau ibu suka sama masakannya, silahkan nambah lagi Bu makannya." Seru bi yati.


"Duh sudah sangat begah begini perutku bi, takut nanti tidak bisa jalan hehehee." Seru Bu farah terkekeh.


Semuanya sudah selesai sarapan pagi, mereka bersiap untuk ziarah ke makam ibu, ayah, nenek, dan juga Abah. Bu Farah merasa senang berada di kampung Clara, orang-orang pada baik sekali menyapa dan tersenyum kepada mereka.


🌾🌾🌾


Di rumah mamah shiren


Mereka lagi menunggu kedatangan Rey dan Clery. Terlihat sekali nenek Sukma sangat senang mendengar cucu kesayangannya sudah pulang dari masa liburannya.


"Sudah tidak sabar menantikan cucucku, pokoknya mereka harus membawa kabar baik, seperti kehamilan Clery." Ujar nenek Sukma.


"Mah, Clery baru dua Minggu liburan masa sudah bawa bayi saja." Celetuk mamah shiren.

__ADS_1


"Mereka bulan madu, masa pulang tidak membawa kabar baik dari cucuku." Sewot nenek Sukma, mamah shiren hanya bisa diam mengalah.


Clery dan Rey sudah tiba di rumahnya, mereka langsung di sambut oleh nenek Sukma dan juga mamah shiren. Raut wajah Clery begitu bahagia.


"Cucucku yang cantik ini, syukur kalian sudah pulang nenek sangat kangen sama kamu" ucap nenek Sukma memeluk Clery.


"Kamu sehat sayang?" tanya mamah shiren.


"Sehat dong mah, oh iya, papah kemana?" tanya Clery.


"Kerja sayang masa kamu lupa" jawab mamah shiren.


"Aku lupa mah" Clery tersenyum


Rey hanya bisa tersenyum dan bersalaman sama mertuanya. Ia sangat senang di sambut dengan baik kedatangannya. Tapi di hatinya masih tetap memikirkan Clara yang kini sudah menjadi milik Surya seutuhnya.


"Rey, istirahatlah, nanti mamah buatkan kamu teh manis" ucap mamah shiren.


"Baiklah mah, Rey ke kamar dulu" jawab Rey tersenyum. Clery melihat Rey menaiki tangga untuk pergi ke kamar.


"Nek, Clery istirahat dulu yah" ucap Clery mencium tangan nenek Sukma.


"Silahkan sayang, istirahatlah pasti kamu cape" ucap nenek Sukma tersenyum.


"Pokoknya cucuku ini harus segera hamil, dia tidak boleh keduluan sama perempuan brengsek itu. Enak saja kalau dia sampai sudah mengandung, akanku renggut bayi itu dari perutnya nanti." Geram nenek Sukma memasang wajah menyeramkan.


Mungkin bisa di sebut psikopat yang sangat amat dalam di hatinya. Tapi itu sangat tidak baik, apalagi kepada cucunya sendiri, ini tidak benar dan tidak amat adil buat kedua cucunya.


Nenek Sukma merencanakan sesuatu, ia takut sekali Clara hamil duluan di banding Clery, Ia akan melancarkan mulus jahatnya dan akan mendekati Clara terlebih dahulu, atau pura-pura baik di hadapannya. Namun sayang Surya sudah mengetahui akal busuk nenek Sukma.


Surya akan melindungi setiap langkah kaki istrinya, ia tidak akan membiarkan siapa pun mencelaki istrinya.


🌾🌾🌾


Di kampung halaman


Clara merasakan sakit di bagian mahkota sucinya, jalan ia paksakan normal. Padahal perih yang amat ia rasakan.


"Badanku remuk redam honey, ini semua salahmu, kau harus hati-hati menjalankan misimu." Desis Clara pelan

__ADS_1


"Hihihi, maafkan aku sayang, aku terlalu nafsu melihat tubuhku yang aduhai menggairahkan hasratku." Seru Surya di telinga istrinya.


"Kau ini, awas saja nanti" ujar Clara sambil menyiku lengan tangan suaminya.


"Kalian ini lagi ngapain dari tadi bisik-bisik terus" ucap ibu Farah.


"Tidak Bu, hehhehe, eh Bi, kita jadikan pergi ke kebun?" tanya Clara mengalihkan obrolan mertuanya.


"Jadi dong sayang, tapi maaf ya Bu Farah, bukannya kita mengajak mu liburan yang bagus dan menyenangkan, malah di ajak pergi ke kebun yang banyak nyamuknya hehehe." Ujar bi yati.


"Tidak masalah, lagian ibu juga belum merasakan sensasi kebun itu bagaimana" ucap Bu Farah sambil menggendong tangan bi yati.


Mereka pergi berkebun untuk panen sayuran dan juga ubi-ubian, Surya sangat senang suasana yang sangat adem jauh dari kebisingan. Membuat dirinya tambah betah di kampung Clara.


🌾🌾🌾


Di rumah mamah shiren


Rey membaringkan tubuhnya, ia mengingat momen bersama Clery di luar negri. Dirinya tersenyum sekilas. Clery langsung menghampiri Rey yang sedang asyik tiduran di tempat tidur.


"Kamu pasti cape ya, Rey, tubuhku terasa remuk." Ujar Clery


"Lebih baik kamu istirahat dulu saja, perjalanan kita memang sangat melelahkan." Ucap Rey bangun dari tempat tidurnya.


"Kau sangat tampan, aku sangat mencintaimu Rey" ucap Clery memeluk tubuh Rey.


Pelukannya di balas lembut Rey.


"Maafkan aku Clery, mungkin aku akan lebih fokus sama kamu hingga aku bisa melupakan Clara dalam ingatanku." Ucap Rey dalam hatinya sambil memeluk erat tubuh istrinya.


Di kamar nenek Sukma


Ia berdiam memandang photo suaminya yang terpang-pang sangat jelas dan besar. Ia mengusap dan menciumnya.


"Aku sangat mencintaimu suamiku, sebentar lagi Clery bakalan punya bayi yang sangat yang sangat menyenangkan. Aku sudah tidak sabar ingin menggendongnya." Seru nenek Sukma.


Di dalam hatinya hanya clery lah yang pantas ia banggakan, tapi tidak untuk Clara.


Dirinya menatap tajam photo masa kecil Clara, lalu menusuknya dengan sebilah pisau.

__ADS_1


"Kau tidak berhak bahagia, yang pantas bahagia hanyalah Clery, dasar perempuan pembawa sial, dendamku masih sangat banyak padamu. Kau harus membayarnya." Geram nenek Sukma di dalam kamar sambil merobek-robek photo masa kecil Clara.



__ADS_2