
meeting telah selesai, Kini Surya merentangkan badannya karena memang sangat pegal dan juga lelah, Kepalanya terasa sakit dan juga ngantuk. Mungkin efek kurang tidur semalam, ia mencoba duduk di kursi kerjanya sambil memejamkan matanya.
Di tempat lain Clara sudah bersiap, untuk mengantar makan siang buat suaminya, seperti biasa Clara berdan-dan natural namun terkesan sangat cantik.
Pakaian berwarna orange rambut di uray dan sedikit di Curly ujungnya terkesan sangat menawan. Siapapun orang yang melihatnya pasti menyangka-nya masih gadis.
Bodyguard Clara sudah menunggunya di luar rumah, ibu farah tersenyum ke arah menantunya setelah menyalami tangannya.
Di luar sudah ada bodyguard Izal yang sedang menunggu Clara keluar rumah, dan yang satu ada di mobil namanya Roby. Mereka di perintahkan untuk tetap menjaga ketat Clara.
Setelah itu Clara masuk ke dalam mobil, mereka langsung tancap gas, di perjalanan terasa biasa saja tidak ada hal aneh yang menimpa mereka.
Tiba-tiba ban mobil yang mereka kendarai terhenti, Izal memeriksa mobilnya dan turun ke luar, terlihat wajah kesal kedua bodyguard Clara.
"Non, ban mobilnya kempes, saya akan ganti dulu maaf ya non" ucap Roby, Izal pun langsung mengganti ban yang mendadak bocor, dengan mengeluarkan ban ganti dan alat-alatnya.
Clara duduk santai di dalam mobil, karena merasa bosan ia pun keluar untuk melihat bodyguardnya mengganti ban mobil.
"Apa ini masih lama" tanya Clara.
"Sebentar lagi, maaf ya non" ucap Izal.
"Tidak masalah, kalian lanjutkan saja" balas Clara.
Tak di sangka mobil merah menghadang mobil yang sedang parkir di tepi jalan, tiga orang keluar dari mobil, mereka menodongkan pistol dan juga perkakas, Clara kaget begitu juga kedua bodyguardnya.
Ketiga orang itu pakai topeng dan masker, mereka langsung menodongkan pisau yang amat besar ke arah bodyguard, Clara ketakutan ia melangkah mundur tapi langsung saja tangannya di tarik oleh salah satu dari ketiga orang itu.
Mereka berhasil membawa Clara kabur dari mobil, bodyguardnya panik karena ini mendadak kejadiannya begitu saja mereka di hajar oleh ketiga penculik itu.
Tak di sangka Clara pingsan karena di bius oleh mereka, bodyguardnya panik dan langsung menghubungi bosnya yaitu Surya. Badannya babak belur kena pukulan keras dan di ancam menodongkan pistol.
Walaupun mereka panik dan takut tapi tidak ada jalan lain selain menghubungi bosnya.
Semua serba mendadak pistol yang selalu mereka bawa pun ada di dalam mobil jadi tidak ada persiapan apapun, semua begitu tidak di sangka dengan kedatangan para penculik itu.
__ADS_1
Clara di bawa orang itu, terlihat wajah sumringah dan tertawa menyeramkan, tatapannya itu sangat tajam menembus cermin yang ada di depannya. Ia langsung meletakan ponselnya kembali setelah anak buahnya berhasil menculik Clara.
Ia bertepuk tangan karena telah lolos dari penjagaan ketat Clara.
"Anak buah yang cukup bodoh, menjaga satu orang dengan dua pengawal pun mereka bisa kecolongan hahahaha, mereka tidak akan ada yang tau Clara di mana sekarang hahahah" ucapannya sungguh menyeramkan, nenek Sukma langsung keluar kamarnya bergegas untuk menemui Clara yang berhasil ia culik.
Clara masih dalam pingsannya, ia di bopong ke rumah kosong, mulutnya ia bekap dan juga kedua tangan dan kaki mereka iket dengan sangat kuat.
Clara dudukan di kursi kayu, mereka membuka topeng dan maskernya. Sambil menunggu nenek Sukma mereka istirahat terlebih dahulu.
Surya yang mendengar kabar itu langsung panik tidak karuan.
"Kalian ini bagaimana kenapa bisa terjadi, gue menyuruh kalian untuk menjaga ketat istriku dan sekarang kalian kecolongan. Sungguh ini di luar dugaan, sebaiknya kalian ke kantor" ucap Surya menahan emosinya.
Sulut matanya tajam, kepalan tangan menggebrak meja kerjanya, ia memukul tembok lalu berteriak, ini sungguh di luar dugaannya, Clara di culik dan dia tidak tau harus kemana mencarinya.
"Dasar anak buah sialan, ini tidak bisa di biarkan aku harus mencarinya sekarang juga" ucap Surya langsung keluar kantor membawa sulut emosi, dia tau siapa yang harus di datangi saat ini.
Di rumah kosong, Clara tersadar dari pingsannya, ia melihat ke arah sekitarnya, terlihat rumah yang sudah sangat tua dan juga kotor.
Clara bergerak namun kaki dan tangannya di iket, ia berteriak ketakutan, keringat dingin keluar dari badannya, ia terus memanggil nama suaminya.
"Aku di mana, Surya tolong aku?" rintih Clara menangis.
"HAHAHAHAHA..., SEKARANG KAMU SUDAH TIDAK BISA BERBUAT APA-APA LAGI CLARA"
nenek Sukma menghampiri Clara sambil bertepuk tangan.
Clara syok yang menculiknya ternyata neneknya sendiri, ia menangis dan merintih, tangannya terasa sakit efek di iket terlalu kencang.
"Tidak nek, ini salah, tolong lepaskan aku" Clara memohon pada nenek Sukma.
Tangannya nenek Sukma memegang pisau yang amat tajam membuat Clara ketakutan. Ia berjalan menghampirinya, Clara menggelengkan kepalanya ia takut dan terus memenggil nama suaminya.
"Aku sangat membencimu Clara, kamu bukan cucuku, kamu harus mati dari dunia ini, aku sudah muak sama kamu Clara, kamu tidak berhak bahagia, sebentar lagi suamimu dan juga keluarga mu menangis melihat jasadmu yang akan aku antarkan ke rumah suamimu hahahahah" ucapan nenek Sukma membuat Clara semakin takut, ia menangis memohon agar nenek Sukma tidak menyakitinya.
__ADS_1
"Ini tidak benar nek, Clara mohon, apa salah Clara sama nenek? tolong jangan sakiti aku" ucapan Clara di tepis oleh nenek Sukma.
Semua anak buahnya tertawa senang melihat Clara yang saat ini sedang ketakutan. Nenek Sukma memainkan pisau yang ada di tangannya, membuat Clara semakin ketakutan.
"Aku sudah muak melihat kamu ada di dunia ini, rasakan ini Clara" teriak nenek Sukma ia langsung menancapkan pisaunya ke dalam perut Clara sebanyak 5 kali tusukan.
"NENEK JANGAN BUNUH AKU" jerit Clara kemudian langsung terkapar
Bleeesss bleeess
Lima tusukan ia kenakan ke dalam perut Clara, terlihat cucuran air mata Clara yang mengalir dan menjerit, kemudian ia tidak sadarkan diri. Clara terjatuh darahnya mengucur dari perutnya sangat banyak, nenek Sukma terus tertawa menyaksikan Clara yang sudah terkujur kaku di hadapannya.
Pisau yang sudah menusuk Clara kemudian ia menyimpannya kembali, mungkin bisa untuk kenang-kenangan buat nenek Sukma karena telah berhasil menusuk dan membunuh Clara.
"Kalian kirim dia ke rumah suaminya, sudah cukup puas aku membunuhnya, sekarang pisau ini akan aku abadikan bersama darah yang segar ini ahahhaha" nenek Sukma meninggalkan jasad Clara ia kembali pulang agar orang tidak mencurigainya.
Jasad Clara mereka antarkan ke rumah Surya,
Sengaja mereka menggeletakan jasad Clara di depan gerbang rumah, dan di selimuti kain putih yang berlumuran darah, kemudian mereka langsung pergi begitu saja.
Beberapa saat kemudian, mobil Surya sudah tiba di depan rumahnya ia syok ada kain putih yang bercucuran darah di depan gerbangnya, Clara di tutupi kain putih agar menjadi kejutan untuk keluarganya. Perlahan Surya turun dari mobilnya, perasaannya campur aduk dan tidak menentu.
Langkahnya bergetar karena sudah ada pirasat yang tidak enak ketika melihat ada jasad orang yang berlumuran darah. Ia membukanya sedikit, niat hati ingin pulang untuk memastikan Clara ada di rumah, namun apa yang di dapat, ia menjerit histeris melihat istrinya sudah meninggal terkujur kaku dan hina di depan rumahnya.
Surya panik ia menangis meraung-raung, melihat istrinya sudah tidak ada lagi di dunia, darah menempel di badannya karena memeluk jasad istrinya.
"Tidak mungkin istriku meninggal, ini tidak benar" ucap Surya menangis histeris.
Surya Memanggil mamahnya namun tidak ada orang yang keluar dari rumahnya. Termasuk satpam pun tidak ada. Surya menangis sambil membopong jasad istrinya ke dalam rumah, darah masih mengalir deras dari tubuh sang istri, membuat Surya semakin panik.
Surya
__ADS_1
Reyyandra
#Hai readers kesayangan jangan pernah bosan sama karyaku yang amuradul ini, tetap setia saksikan mereka yaa jangan lupa like, komen, vote dan juga hadiah heheheh