
Pintu terbuka, Ternyata Clery, Kevin dan Clara telah kembali dari luar. Wajah Clara berubah ia tidak lagi bersikap kayak biasanya.
Rey mencoba menyapa Clara yang tengah duduk diam di dekatnya.
"Sayang, yang kamu lihat tadi itu...., hanya salah paham! aku bisa menjelaskan-nya padamu sekarang?" ucap Rey sambil meraih tangan Clara.
Clara masih tidak bergeming, sorot matanya menunjukan banyak pertanyaan. Ia masih bingung, mau percaya kepada siapa, yang jelas perempuan tadi membuat dirinya ketakutan.
"Sayang? ayo dong jangan ngambek, aku jelasin sekarang yah?" ucap Rey mencoba merayu Clara.
"Oke, kamu jelasin semuanya sama aku? siapa perempuan itu? dan apakah benar dia mau menikah dengan mu, karna dia lagi mengandung anak kamu?" ucap Clara sambil meneteskan air matanya.
Kevin dan Clery hanya bisa berdiam, dan langsung keluar ruangan meninggalkan Clara dan Rey.
"Huuuhhh....., Oke, jadi wanita itu, Dewi namanya, ia mengaku hamil anak aku! tapi aku gak berbuat hina seperti itu. dan asal kamu tau sayang? aku gak akan menikahi wanita itu, hanya kamu yang ada di dalam hatiku, hanya kamu cintaku dan kaaih sayangku?" ucap Rey meyakinkan Clara atas ucapannya.
Clara terdiam, mengusap air matanya. Andai ia bisa mengingat kembali, mungkin ini tidak akan membingungkan-nya.
"Oke, aku akan percaya sama kamu! jika ucapan mu itu memang benar adanya" jawab Clara sambil mengusap air matanya yang jatuh.
"Terima kasih sayang? kita sama-sama mengungkap Dewi ya? tolong bantu aku, agar bisa membongkar siapa, ayah dari anak Dewi itu?" ucap Rey sambil memegang dan menatap Clara.
"Baiklah aku terima, jangan kamu manfaatkan aku yang lagi hilang ingatan ini Rey, aku sudah percaya penuh sama kamu.?" ancam Clara membuat Rey agak terkejut sama ucapannya.
"Aku tidak, menafaatkan kamu, kamu mau kan percaya sama aku?" ucap Rey penuh keyakinan.
"Hmm..., semoga saja ucapan kamu bisa aku pegang, jika kamu berbohong! aku tidak akan memaafkan kamu Rey." merekapun langsung berpelukan satu sama lain.
Kecemasan Rey untuk meyakinkan Clara akhirnya berhasil, tinggal ia akan mengungkap dan mencari tau Dewi.
"I love you sayang, jangan pernah meninggalkan aku lagi?" ucap Rey sambil mencium kening Clara.
Clara hanya tersenyum, dan tidak menjawab ucapan Rey.
🌸🌸🌸
Satu minggu sudah berlalu, sekarang Rey bisa pulang dari rumah sakit. Wajah-nya Clara berseri, dan merasa senang mendengar Rey sudah bisa pulang.
"Aku, sudah kangen sama masakan kamu sayang?" ucap Rey membuat Pipi Clara merah merona.
"Nanti aku buatkan makanan yang spesial buat kamu?" jawab Clara sambil mendorong Rey dari kursi roda.
Mamah Rey hanya bisa tersenyum mendengar percakapan mereka. Ia sangat bahagia Clara tidak terpengaruh sama kehadiran Dewi saat itu.
Mamanya sangat khawatir akan hal itu, tapi ternyata Clara seseorang yang sangat baik, ia bisa percaya sama anaknya itu.
"Mudah-mudahan kalian bahagia selalu anak-anakku" ucap mamah Rey dalam hatinya.
__ADS_1
Mereka langsung masuk ke dalam mobil, Clara dan Rey duduk di belakang. Rey bermanja-manja di pelukan Clara. Ia terus mencium tangan Clara dan memeluknya.
"Rey, malu, ada mamah" ucap Clara sambil mencoba melepaskan tangan Rey yang melilit di tubuhnya.
"Aku gak malu kok, kamu kan istri aku, jadi wajar dong aku memeluk mu" ucapan Rey membuat Clara tidak bisa berbuat apa-apa lagi.
Akhirnya mereka tiba di depan rumah, Rey turun di bantu pak supir dan langsung duduk lagi di kursi roda. Clara mendorong Rey sampai dalam.
Sesampainya di ruang tengah, pak supir kembali membantu Rey menuju kamar atas. Clara merasa ngilu melihat Rey merebahkan badannya di tempat tidur.
"Apa kamu merasakan kesakitan pada luka mu sayang" tanya Clara sambil menyelimuti badan Rey.
Bukannya membalas ucapan Clara Rey malah menarik tangan Clara, hingga wajah mereka beradu pandang. Tak berselang lama, Rey langsung ******* bibir Clara cukup lama.
Clara hanya bisa berdiam, tidak bisa membalas, ia hanya syok apa yang di lakukan suaminya itu.
Rey tersenyum, ia menyingkirkan rambut Clara yang menjuntai ke wajahnya.
Membuat wajah Clara semakin merona merah.
"Maafkan aku sayang" ucap Rey sambil menyentuh bibir Clara yang terlihat sexsi yang berwarna pink itu.
"Tidak, Rey ini sudah kewajibanku sebagai istri mu" ucap Clara sambil menarik badannya dari pelukan Rey.
Clara akhirnya membereskan pakaian yang ia bawa dari rumah sakit.
"Apakah aku, dulu pernah ciuman sama Rey" ucap Clara dalam hati, sambil memegang bibir manisnya itu.
"Aku akan, membuatkan sesuatu buat kamu" ucap Clara sambil melangkah pergi meninggalkan Rey di kamar.
"Awwshiiitt...., Bibir Clara sangat manis membuatku ketagihan, sialan" ucap Rey sambil mengacak rambutnya
Clara merasa dirinya belum bisa memberikan hak-nya pada Rey, ia pengen mengingat dulu ingatan-nya. Clara Marasa malu pada dirinya sendiri, ia tidak bisa membalas kecupan Rey itu terus berada dalam pikirannya.
"Betapa bodohnya aku, mungkin bagi Rey, aku wanita katro yang tidak tau hal ciuman bersama pasangan." Clara menggerutu di dapur sambil mengaduk teh manis buat Rey.
🌸🌸🌸
Hembusan angin malam, membuat tubuh Clara merasa sangat dingin, ia langsung menutup jendela kamar, yang tadi Clara buka, untuk melihat pemandangan langit.
Clara bangkit dari tempat duduknya, ia melangkah ke arah tempat tidur Rey, ia melihat wajah suaminya. dan langsung menutup badannya dengan selimut.
Clara tersenyum, ia sangat bahagia mempunyai suami seperti Rey, wajah yang ganteng, tubuh tinggi dan tegap, membuat dirinya minder.
Clara langsung bangkit, dan melangkah-kan kakinya, untuk menutup jendela.
Ia terkejut tangan Rey, langsung meraihnya dan langsung memeluk Clara dalam dekapan tidurnya.
__ADS_1
Rey langsung ******* lagi bibir Clara yang membuat ia merasa ketagihan. Clara mencoba membalas ******* bibir Rey.
Akhirnya mereka melepaskan dekapan itu, terlihat wajah Clara sangat merah. Ia merasa malu saat ini.
Rey hanya bisa terkekeh kecil sambil mengusap bibir manis Clara.
"Jangan pernah bosen sayang" ucap Rey sambil memeluk lagi Clara.
"Rey, lepasin aku malu" ucap Clara sambil menundukan wajahnya.
"Malu sama siapa? aku kan suami kamu? masa malu sama suami sendiri sih?" ucapan Rey membuat Clara merasa tidak karuan di buatnya. Jantungnya berdebar kencang, Ia tidak bisa menahan debaran yang ada di dalam jantungnya itu.
"Aku mau menutup jendela dulu sayang, jadi tolong, lepaskan pelukan mu itu?" ucap Clara memberanikan dirinya. Ia merasa harus jaga jarak sama Rey, untuk menghindari debaran jantungnya yang semakin memuncak.
Rey melepaskan pelukannya, dan langsung saja Clara bangkit dan melangkahkan kakinya menuju jendela luar.
Tangannya mencoba meraih jendela, ia kaget, terlihat seorang laki-laki tinggi berpakaian serba hitam yang terus memperhatikan ke arah jendela.
Pria itu tersadar Clara sedang memperhatikan keberadaannya. Ia pun terlihat masuk ke dalam mobil dan langsung tancap gas.
Clara langsung buru-buru mengunci jendela, dan menutupnya dengan gorden. Ia merasa aneh dan kaget.
Rey yang melihat tingkah Clara merasa aneh dan bertanya-tanya.
"Kamu kenapa sayang? kok kayak ketakutan gitu?" ucap Rey sambil terus memperhatikan Clara yang telah duduk di sampingnya
Clara reflek memeluk Rey, ia langsung menangkupkan wajahnya ke dalam dekapan Rey.
Pelukannya erat membuat Rey merasa aneh.
Rey mencoba bertanya lagi pada Clara.
"Sayang hei, lihat aku suamimu? kamu kenapa sayang? tanya Rey sambil mengelus kepala Clara yang berada dalam dekapan-nya.
"Aku, tadi melihat seseorang yang sedang memperhatikan ke arah jendela, ia langsung masuk mobil dan pergi begitu saja, ketika aku melihatnya tadi" jawab Clara sambil terus memeluk Rey.
Ia merasa takut, karna laki-laki itu memakai baju serba hitam.
"Apa, jangan-jangan ia yang sudah menusuk, dan meneror aku?" ucapan Rey mengangetkan Clara. Ia langsung melepaskan pelukannya dan langsung melihat ke arah wajah Rey.
"Apa ia dia orangnya! kurasa kita harus mencari tau Rey, siapa orang itu? dan kenapa dia melakukan ini pada suamiku?" ucapan Clara sontak membuat Rey kaget, karena ucapan Clara sangat tegas.
"Hmm..., nanti kita selidiki, sekarang kita tidur ya? aku mau di peluk terus sama kamu sayang" ucap Rey menggoda Clara.
"Kalau, aku tidak mau gimana" ucap Clara sambil tersenyum ke arah Rey.
"Kamu gemesin banget sih sayang? aku maunya di peluk" jawab Rey dan Clara-pun langsung tidur dan memeluk Rey saat itu juga.
__ADS_1
Keheningan malam, membuat mereka hanyut dalam mimpinya. Hanya suara jam Beker berdetak di ruangan kamar tidur mereka. Hujan turun sangat deras membuat tidur mereka nyenyak, Rey tersadar, dan ia langsung mencium kepala Clara yang saat ini sedang memeluk dirinya.