Dendam Salah Alamat

Dendam Salah Alamat
Menerima Paket misterius


__ADS_3

Clara tidak tau mengapa, hatinya sekarang sangat gelisah. Ada sesuatu hal yang mengganjal di hatinya saat ini, namun sayang, Ia tidak bisa mengingat semua masalalu-nya.


Darren datang membuka pintu kamar Clara, nampak terlihat Clara sedang menangis sambil memeluk bantal di ranjangnya.


"Bolehkah aku masuk?" ucapnya sambil melangkah perlahan.


Clara sangat kaget atas kehadiran Darren yang secara tiba-tiba. Clara tersenyum dan langsung menjawab ucapan Darren.


"Eh, Kak, kapan pulang? Clara kira mau nginep" ucapnya langsung menghampiri Darren yang tengah berdiri di dekat pintu.


"Kakak ganggu ya?" tanya Darren merasa tidak enak hati meliht Clara.


"Enggak, kok kak, mana mungkin kak Darren ganggu Clara" ucapnya sambil tersenyum.


"Kok matanya bintitan habis nangis ya?" ucap Darren melekdek.


"Enggak kok, Clara cuma sedih, di hati Clara kayak ada sesuatu hal yang Clara tidak tau perasaan itu. Clara tiba-tiba sangat rindu sama seseorang, tapi Clara juga tidak tau seseorang itu siapa. Andai Clara mengingat semuanya" ucapnya sedih.


"Sabar ya, kamu berdoa saja semoga Allah mengabulkan permintaan Clara untuk secepatnya mengingat semuanya." ucap Darren tersenyum memberikan semangat.


"Terima kasih banget kak?" ucap Clara langsung memeluk Darren


Entah mengapa Clara tidak segan lagi pada Darren. Bagi Clara Darren adalah orang yang sangat baik, hatinya sangat mulia. Ia juga udah menganggap dirinya sebagai adik dan juga sudah menolong-nya.


Entah Clara tidak tau, seandainya bukan Darren yang menolongnya saat itu, mungkin Clara sudah tidak ada lagi di dunia ini.


*****


Rey, Kevin pergi ke sebuah cafe untuk menenangkan pikiran sambil menjernihkan otak mereka. Mereka telah tiba di sebuah cafe pavorite-nya. Langsung saja, mereka duduk sambil memilih makanan dan juga minuman buat menemani mereka ngobrol.


Seseorang di belakang mereka mengambil kursi, memakai kaca mata hitam dan juga topi warna putih. Badan tinggi tegap, tapi tetap saja gantengan Rey.


Ia mulai memasang telinganya lebar-lebar supaya tau apa yang di bicarakan Rey dan Kevin.


supaya tidak curiga pria misterius itu langsung memesan minuman dan juga sambil memainkan HP-nya, supaya terlihat sibuk.


"Bisa-bisa si Rey sudah sembuh dari lukanya itu! gue jadi gak sabar pengen ngabisin itu orang" sambil memainkan hp dan bergumam supaya tidak di curigai oleh orang sekitar.


Makanan dan juga minuman yang mereka pesan telah tiba, Rey hanya bisa menatap-nya. Tanpa ada rasa nafsu untuk makan. Ia langsung meminum jus yang di pesan tadi, Pikiran-nya kacau, Ia begitu rindu dan juga kangen sama istrinya.

__ADS_1


Kevin cuma bisa memperhatikan Rey yang ada di depan-nya. Ia mengerti saat ini Rey lagi memikirkan Clara. Ia langsung mencoba menghibur-nya, supaya sahabat yang ada di depan-nya itu tidak berlarut lama mengalami kesedihan yang di alami-nya.


****


Clery mengahampiri Mamah-nya yang sedang duduk menikmati teh manis. Langkah kaki mengahampiri, Clery duduk di sebelah Mamah-nya dan langsung memeluk tubuh-nya. Alunan musik membuat mereka terhanyut dalam suasana. Clery mencoba membuka suaranya.


"Mah, Clery mau bertanya? tapi jawab yang jujur ya mah? ucapnya sambi menggigit bibir bawah-nya, Ia merasa gugup untuk menanyakan hal itu kepada sang Mamah.


"Ia sayang" sambil mengusap kepala Clery dengan lembut, tak lupa senyuman manis sang Mamah.


"Clery, Apakah punya kembaran yang hilang atau di bawa orang lain gitu mah" ucapnya ragu dan gugup yang ada di benak Clery saat ini, takut pertanyaan dirinya ada yang salah.


"Kenapa kamu, bicara seperti itu? hm....." Tatapan yang sangat tidak bisa di artikan oleh Clery membuat ia enggan untuk melanjutkan ucapannya itu.


Semua sunyi, tidak ada lagi suara di antara mereka, Clery mungkin sudah lancang bertanya hal ini sama sang Mamah-nya. Tapi ini juga biar yang ada di pikiran Clery tidak terlintas terus di pikirannya.


"Hm... mungkin ini saatnya kamu tau sayang" tapi mamah harap kamu tidak boleh menceritakan ini kepada Kevin atau pun Rey! Kamu berjanjikan, biarlah waktu yang menjawab semua ini kepada mereka sayang" ucapanya membuat Clery merasa sedih dan juga penasaran.


"Ia mah, Clery berjanji" Sambil memeluk sang mamah yang ada di sisinya.


"Kamu sudah siap mendengar-nya" ucap Mamah shiren dan langsung mengucurkan air mata yang terjatuh.


Suara ketukan begitu nyaring di telinga mereka. Membuat Clery dan juga mamah-nya beranjak menghampiri pintu. Clery berdecak kesal. Padahal Ia sudah sangat serius ingin mendengarkan cerita dari Mamah-nya hari ini.


Seoarang kurir mengantar paket buat Tante Shiren. Ia langsung menerima paket itu, padahal dirinya tidak memesan paket apapun.


Pintu tertutup kembali, setelah kurir itu pergi. seseorang sedang mengawasi rumah-nya tersenyum kecut dan langsung berlalu pergi bersama sang kurir suruhan-nya.


Perasaan Tante shiren sudah mulai tidak enak ketika mengambil paket tersebut. Clery cuma bisa memperhatikan Mamah-nya dari sofa yang di duduki-nya.


"Mamah pesan paket apa nih" ucapnya penasaran, sambil menatap terus paket yang di bawa.


"Mamah buka dulu ya paket-nya" sambil terus memutar balikan paket yang ada di tangannya itu.


Ia sudah tidak sabar langsung saja paket di buka, dan isi-nya sangat mengejutkan.


Clery hanya bisa melihat tingkah aneh Mamah-nya.


Ia mencoba mendekati sang Mamah, melihat reaksi saat membuka paket itu. terlihat Mamah-nya menangis. Clery merasa penasaran apa yang ada di dalam paket itu.

__ADS_1


"Tidak sayang, ini hanya paket biasa dan ternyata ini paket dari teman Mamah dulu memberikan Poto kenangan kita" ucapan yang terlontar dari sang Mamah membuat Clery curiga.


Tante shiren langsung beranjak pergi ke kamar milik-nya. Ia menangis sejadi-jadi-nya. dan membekap suara tangisan itu, supaya Clery tidak tau.


****


"Vin, apa sebaiknya kita lapor polisi saja atas kasus Clara yang di bawa orang itu" ucapnya membuat Kevin tersedak saat lagi meminum jus yang lagi di sedotnya.


"Lo, gila ya, mau kita namain kasus apa coba? kita gak punya bukti kuat untuk melaporkan Clara di culik sama orang lain" ucap Kevin membuat Rey menjadi bingung mendengarnya.


"Ini semua salah gue, coba waktu itu gue bisa menahan Clara saat mau pergi. Mungkin hari ini dia ada di sisi gue" ucapan Rey membuat Kevin juga merasa sedih.


Mereka kehilangan wanita yang mereka sayangi saat ini. Entah bagaimana nasib Clara saat ini. Mereka hanya bisa pasrah dan berdoa semoga Clara di lindungi sama orang-orang yang berada di sekitar-nya.


Tak lama mereka mengobrol, Rey di kejutkan sebuah paket yang entah mengapa kurir itu bisa tau Rey ada di cafe itu. Bukankah kurir harusnya datang kerumah-nya.


Entahlah Rey langsung menerima paket itu, Kevin yang melihat paket-nya hanya bisa menatap dengan sangat aneh.


"Kurir sekarang hebat ya, bisa tau lokasi yang punya paket sekarang ini" ucap Kevin sambil terus memperhatikan paket tang ada di tangan Rey.


"Gue gak pesan paket apa-pun Vin, sumpah nih kurir mungkin salah alamat, mana dia datang ke sini! tau dari mana coba gue ada di cafe" terang Rey sambil menggeletakan paket itu di atas meja.


"Lo, bawa saja pulang dan buka langsung di rumah, siapa tau, Lo punya fans rahasia gitu" sambil terkekeh Kevin kembali mengambil jus-nya lagi.


"duh Lo, ada-ada saja, fans dari mana gue, tapi boleh juga emang ganteng dan juga perfect banget gue nih. jadi mungkin saja si pengirim paket ini dari penggemar berat gue, bahkan dia tau gue ada di cafe ini" jawab Rey sambil membanggakan dirinya di hadapan Kevin.


Kevin yang mendengar itu langsung sewot tak mau kalah. Ia juga merasa cool ganteng dan juga sangat Maco.


"Kapan Lo, masuk kerja Vin?" tanya Rey sambil menghembuskan nafas lemah.


"Gue belum siap, masih pengen main-main dulu gue tu" sambil menghembuskan nafas kasar-nya, bokap gue nyuruh Minggu depan sih, cuma gue belum siap banget. Ah gimana nanti saja deh Rey" ucap Kevin lemah, ia masih pengen menjalani hidup normal dulu, tanpa ada gangguan.


"Terserah Lo deh Vin" ucap Rey, mereka memutuskan untuk pulang, tiba-tiba Rey menerima tlp dari Dewi.


"Hallo" ucap Rey.


"Hallo, sayang aku sudah ada di depan rumah kamu nih" ucapnya membuat Rey tidak karuan.


Rey langsung beranjak pulang, Kevin hanya melihat heran ke arah rey yang langsung pergi tanpa pamit.

__ADS_1


"Dasar anak sialan ninggalin gue kan jadinya di sini" gerutu kevin dan langsung menuju kasir membayar tagihan makanan mereka.


__ADS_2