Dendam Salah Alamat

Dendam Salah Alamat
Perdebatan Dewi dan Clara Season2


__ADS_3

Pagi hari yang sangat dingin, bekas semalam di guyur hujan bumi Pertiwi ini.


Hembusan angin masuk ke dalam kamar milik Clery. Dirinya langsung membukakan jendela kamarnya, ia melihat mobil Rey masih terparkir di depan gerbang miliknya.


"Dia belum pulang," ucap Clery ia pun kembali dengan aktivitasnya lagi.


Sementara Rey menggeliat ia melihat ke sekelilingnya. Ia menguap dan langsung saja pergi meninggalkan rumah Clery.


"Kamu tega banget Clery, membiarkan suamimu kedinginan di mobil, tanpa kamu menghubungiku. Nanti siang aku ke sini lagi Clery." Ucap Rey sambil mengendarai mobilnya.


🌾🌾🌾


Di satu sisi, Surya terbangun ia meraba-raba di pinggirnya namun kosong. Ia membuka matanya pelan, biasanya sudah terlihat wajah cantik istrinya menyambut dirinya bangun tidur


"Sayang, apa kamu baik-baik saja di sana? aku sangat merindukan dirimu." Ujarnya sambil memeluk guling, rasanya bagi Surya ia males bangun. Dirinya kembali tertidur lagi.


🌾🌾🌾


Dewi kini berada di rumahnya, ia sedang menikmati secangkir kopi andalannya. Dewi tersenyum sinis, dirinya begitu puas karena telah menyakiti Clara.


"Nanti sebentar lagi akan aku cek keberadaannya, apa dia masih hidup atau tidak. Aku harap dia bisa memakluminya, karena ini adalah hukuman untuk dirinya." Desis Dewi sambil menyeruput teh hangat di tangannya.


🌾🌾🌾


2 jam telah berlalu.


Sedangkan ia sekarang lagi kedingin, rasanya lapar dan campur aduk ia merindukan pelukan hangat suaminya, menyambut pagi dengan penuh cinta. Dan mengecup kening anak-anaknya.


"Yang penting mereka aman dari Dewi, dan semoga saja Dewi cepat sadar, dia tidak boleh terpancing amarahnya sendiri. Aku tidak tauu bagaimana jadinya nanti, rasanya sesak di dada. Dewi kenapa kamu tidak sadar, bahwa perbuatanmu yang sekarang akan membawa malapetaka bagimu, aku harus bagaimana untuk mencegahnya." Lirih Clara sambil mengusap air matanya. Karena sekarang ikatan tangannya sudah di lepas waktu kejadian kemarin.


Tak lama, Dewi datang seperti biasa senyuman sinis andalannya mengembang begitu ceria. Kemudian ia duduk di kursi dekat Clara, ia langsung memainkan pistolnya itu sambil menatap tajam ke arah Clara.

__ADS_1


"Bagaimana pun, hari ini kamu harus mati! aku tidak tau, nasib David setelah kamu mati. Dia akan meraung? atau dia akan stres karena kekasih gelapnya sudah aku lenyapkan. hahahaha..., aku sangat puas menyiksa kamu dan begini adalah hobiku. Nikmati saja dulu udara segar ini Clara, karena sebentar lagi kamu akan menyusul suami tercintamu di alam sana ahhahaha." Terang Dewi sambil duduk dan memainkan pistolnya.


Kemudian ia bangkit dan menodongkan ke wajah Clara.


"Kamu akan menyesal, suatu saat nanti, tangisanmu akan menjadi darah. Aku mohon Dewi bertaubatlah, ini tidak baik untuk masa depanmu. Kau ini sedang di kelilingi setan biar amarah dan dendam mu berkecambuk." Ujar Clara menjelaskan.


"Diam kau, jangan berani menasehatiku! aku tidak butuh ceramah so suci darimu. Lihatlah dirimu seorang pelakor, yang tidak jauh dari seorang jalang kelaparan dan kehausan belaian Pria. Dan kamu adalah pelakor tidak tau diri, berani sekali dirimu merebut David dari hidupku." Derciknya lagi sambil melotot.


"Apa kamu tidak sadar juga, sebelum mengatakan aku seorang pelakor! sebaiknya kamu ngaca, siapa dirimu! kamu juga seorang pelakor. Apa kaca kamu tidak ada di rumah atau sudah pecah, lihatlah dirimu Dewi, kau juga pelakor, di saat aku sedang di landa mencintai Rey namun kau hadir di dalam hidup keluarga kita yang baru saja di mulai. Kau ingat kaulah dalang yang menyebabkan keretakan rumah tanggaku semakin parah. Dan bodohnya Rey malah mencintai seorang wanita bersuami hingga dia berselingkuh denganmu. Apa kamu ingat? oh ia, aku lupa, kamu hadir di saat Rey sedang melaksanakan aksi balas dendamnya padaku, dan kamu semakin memperkeruh diriku hingga aku pun di siksa hingga aku merasa trauma. Kalian memang tidak punya hati. Tapi untungnya aku sudah lepas dari Rey, walaupun dulunya aku berat melepaskan dirinya. Dan sekarang aku sudah menemukan Pria yang sangat menyayangiku, tidak ada kata kasar ataupun perbuatan yang kasar padaku dia adalah..." Seketika juga ucapannya di potong sama teriakan Dewi.


"Diam kau, aku tau kamu ingin menyebut nama David! sejak kapan kalian berhubungan haah, kau sangat pintar untuk balas dendam di saat aku sudah mencintai David sepenuh hatiku. Walaupun aku juga belum bisa melupakan Rey.


Tapi untuk hal ini, kalian sangat keterlaluan." Ujaranya sambil menodongkan pistol dan menekannya di kening Clara.


"Kau diam saja, bukan David yang aku maksud kau sudah gila Dewi. Pelakor sesungguhnya adalah dirimu sendiri dan bukan aku. Kau sudah punya suami yang sangat mencintaimu tapi kamu masih menginginkan Rey, wanita macam apa itu. Rey sudah bahagia bersama Clery jangan kau usik mereka lagi. Cukup aku saja yang dulu kau siksa dan kau hina, ah sudahlah, aku cape berbicara panjang lebar sama kamu yang tidak mengerti. Sebaiknya kamu taubat jangan menjadi wanita arogan yang tidak mempunyai hati nurani kepada wanita lain." Terang Clara sambil memalingkan muka.


"Hahahah..., dirimu ini sangat sombong, lebih baik aku membunuhmu sekarang juga." Serunya sambil berdiri dan menekan pistol yang ada di tangannya.


🌾🌾🌾


Setelah itu ibu Farrah datang membawakan teh hangat untuk anaknya.


"Kamu sudah bangun Sayang? Ibu dari tadi membangunkan dirimu, namun kamu tidak bergeming. Ibu biarkan saja, mungkin kamu lelah, lihatlah anakmu sudah wangi sekali, mereka sudah mandi tapi Papihnya belum juga mandi." Ujar Bu Farrah sambil meletakan Twins Boys di pangkuan Surya, karena hanya inilah untuk menghibur anaknya. Baby sister itu pun keluar setelah memberikan Baby Boys Surya kepada Bu Farrah.


"Aku sangat merindukan Mommy kalian, ketahuilah Bu, siang nanti aku dan Darren akan berusaha menemui Dewi. Tapi di rumahnya pun tidak ada, Surya lagi menunggu kabar dari anak buahku hari ini Bu." Ujarnya sambil mencium Baby Zo yang ada di pelukannya.


"Sabar sayang, semoga Clara baik-baik saja di sana, Ibu yakin itu. Dan ibu juga sangat merindukannya kau harus segera sigap menemukan menantu kesayangan Ibu oke." Ucap Ibu Farrah bersemangat supaya anaknya bersemangat kembali.


🌾🌾🌾


Di rumah Mamah Shiren.

__ADS_1


Hari ini Darren datang, ia membawa sulut kekecewaan di lubuk hatinya. Sebelum nanti siang melancarkan misinya untuk mencari Clara yang di sekap, sekarang ia ke rumah Orangtuanya dulu.


Ia membuka pintu kamar Clery, terdapat Clery sedang menyeruput susu coklat buatan Mamah Shiren. Darren tersenyum kecut melihat Clery.


"Apa hubungan rumah tangga kamu baik-baik saja,?" ucapnya menghampiri.


Clery kaget karena sudah ada Darren di dalam kamarnya. Ia mendesah kesal pada Kakaknya itu, karena datang secara tiba-tiba.


"Kakak, ngagetin saja, hmmm, seperti yang Kakak lihat." Ucapnya enteng.


"Kau jangan manja Clery, memangnya bersikap begini Rey bakalan terus mengejarmu? asal kamu tau Clery, sikap kamu begini itu salah. Kamu lari dari kenyataan, seharusnya selesaikan urusanmu bukan malah pergi ke sini dan mengadu ke sana kemari. Apa Rey pernah memukulmu? Clery menggeleng. 'Apa Rey berkata kasar padamu?" ucapnya lagi, Clery hanya menggeleng.


Darren menghembuskan nafas berat.


"Ketahuilah Clery, dia suamimu, hargai dia hormati dia selagi dia tidak melakukan kekerasan pada dirimu. Dia cuma dingin dan cuek, tapi kamu sudah pergi, pikirkan baik-baik jangan manja rumah tanggamu benahi sendiri! dia hanya memperlakukan dirimu begitu dan tidak ada kata-kata kasar atau kekerasan pada dirimu. Bagaimana kalau nanti Rey bosan untuk membujukmu dan dia minta cerai setelah itu dia mencari pendamping yang lain. Apa itu maumu." Ucap Darren kesal, dia pun melangkah pergi.


"Pikirkan baik-baik ucapan Kakakmu ini," Ujarnya lagi dan langsung melangkah pergi keluar kamar.


Clery hanya menangis mendengar ceramahan Kakaknya.


Setelah itu, Darren bertemu Mamah Shiren, mungkin Mamahnya menguping pembicaraan mereka.


"Mamah cuma kasian sama Clery, kamu jangan membentaknya begitu sayang. Lihatlah dia lagi terpuruk jangan memperkeruh suasana." Ucapnya lembut.


"Mamah salah besar dalam mendidik Clery, jangan biarkan dia manja terus dia sudah gede dan jangan mencampuri urusan rumah tangganya lagi. Biarkan dia menyelesaikan urusan pertengkarannya sendiri. Darren pulang dulu." Dia pun melangkah pergi turun karena Darren tidak mau mendengar penjelasan yang tidak masuk akal dari mulut ibunya, maka dari itu ia langsung pergi.



Visual Darren aku ganti yah.


__ADS_1


Jangan lupa mampir juga di karya othor yang kece badai okee...


__ADS_2