Dendam Salah Alamat

Dendam Salah Alamat
Datang ke kantor Rey


__ADS_3

Hari ini Rey mulai masuk kerja lagi, untuk membantu perusahaan keluarganya.


Clara senang melihat Rey sudah sembuh dan bisa beraktivitas kembali.


"Nanti siang kamu ke kantorku ya sayang, aku mau makan siang sama kamu, biar nanti supir rumah yang mengantar mu ke kantor? ucap Rey sambil mengecup kening Clara dan berlanjut pergi.


Langkah terhenti, Rey melihat Dewi membawa koper kerumahnya. Ia terkejut, melihat koper yang di bawa Dewi si depan pintunya.


Clara hanya bisa diam melihat tingkah laku Dewi pada Rey.


"Mulai hari ini, aku akan tinggal di rumah mu Rey sayang" ucap Dewi sambil memeluk tubuh Rey. Seketika Rey langsung melepaskan pelukannya itu dan melirik ke arah Clara yang sedang melihat ke arah dirinya.


Mamah Rey terkejut melihat ada Dewi di rumahnya. Ini mungkin sudah keterlaluan tapi apa daya mereka tidak bisa menolak karna ancaman Dewi yang akan menggugurkan kandungan-nya itu.


"Kamu harus percaya sama aku, dan kita akan mengungkap ayah dari anak wanita sialan itu" ucap Rey pada Clara.


"Ia sayang, aku percaya sama kamu" ucapan Clara membuat Rey tambah semangat dan merasa sangat senang.


"Pokoknya kamu tetap ke kantor nanti siang, anggap saja Dewi tidak ada di antara kita!" ucap Rey tegas.


"Baiklah sayang, hati-hati ya, di jalannya" ucap Clara sambil melambaikan tangannya.


Dewi yang melihat mereka langsung memutar bola mata malas.


"Sayang hati-hati ya, ingat ada bayi kamu di dalam perut aku?" ucapan Dewi tidak di balas oleh Rey. Membuat Ia berdecak kesal atas sikap Rey pagi ini.


"Bi, tolong bawa koper ini ke kamar tamu ya" ucap mamah Rey sambil berlalu pergi, meningglkan dewi sendiri di ruangan.


Begitu juga Clara langsung menaiki anak tangga, berlalu pergi.


"Sialan semua orang yang ada di rumah ini" ucap Dewi sambil menuju kamar tamu.


🌸🌸🌸


Di jalan Rey memukul stir mobilnya, ia merasa sangat kesal.


"Bisa-bisanya perempuan itu, datang dan tinggal di rumah gue. Untung saja Clara sudah aku nasehati supaya tidak terpengaruh sama wanita ular." ucap Rey sambil terus menyetir.


Di rumah Clara dan mamah mertuanya sedang asyik nonton bersama di ruang tv. Clara bangkit dan langsung menuju dapur untuk membuatkan sesuatu untuk mertuanya itu.

__ADS_1


"Mah, mau minum jus, atau teh manis? ucap Clara pada mertuanya itu.


"Jus kayak nya enak deh sayang" Clara langsung tersenyum mendengar jawaban mertuanya itu.


Dewi langsung muncul di antara mereka dan langsung duduk di samping Mertuanya itu.


"gue juga buatkan jus biar sehat buat kandungan, oh ia sama cemilan-nya yah" ucap Dewi.


Clara, langsung menuju dapur dan membuatkan juga jus buat Dewi. walaupun dalam hatinya kesal, tapi Clara merasa kasian sama Dewi.


"Waaww asyik juga punya pelayan kayak kamu Clara" ucap Dewi mengejek Clara.


"Ini aku, cuma kasian sama kamu, karna kamu kayak-nya tidak bisa jalan ke dapur deh, kayak orang lumpuh" ucapan Clara pedas dan langsung menaruh jus dan juga cemilan di hadapan dewi.


Mamah Rey hanya bisa menahawan tawanya ketika melihat exspresi wajah Dewi saat ini.


"Sialan banget kamu Clara sudah berani sama aku!" ucapan dewi tidak di hiraukan Clara langsung menuju kamar bersiap-siap untuk bertemu Rey di kantor.


Clara sekarang mulai agak tegas, Ia tidak mau di tindas sama Dewi, sepertinya Clara mendengarkan nasehat Kakaknya waktu itu. membuat ia sekarang berani melawan Dewi.


"Terima kasih kak, sekarang aku bisa melawan Dewi" ucap Clara dalam hati dan langsung berlalu pergi meninggalkan wajah Dewi yang sangat marah.


Clara telah sampai di depan gedung yang menjulang tinggi dan besar, ia turun dari mobil dan menyuruh sang supir pulang.


Clara mencoba menelphone Rey, bahwa ia sudah ada di depan kantornya.


Rey sedang berdiri di dekat jendela sambil memandang ke arah luar, menerima tlp dari ponselnya itu. Terlihat nama istrinya ia langsung mengangkat-nya.


"Hallo sayang, oh kamu sudah ada di depan sebentar aku jemput kamu sekarang" ucap Rey dan langsung menutup ponselnya.


Ia bergegas masuk life, dan merasa sangat bahagia karna Clara datang juga ke kantor.


"Untung kerjaan gue sudah beres jadi bisa berduaan dulu di ruangan" ucap Rey sudah tidak sabar ingin langsung memeluk Clara.


Terlihat Clara sedang berdiri dan menenteng tas berukuran sedang di tangannya. Rey terpana melihat penampilan Clara saat ini, Clara sangat berbeda. Ia menggunakan sedikit make up dan juga baju yang ia kenakan benar-benar membuat penampilan-nya sangat waaww.


Rey yang melihat Clara tersenyum ke arahnya, membuat detakan jantung-nya berdetak lebih kencang hingga ia merasa gugup di hadapan Clara.


"Sialan, apa kah ini yang di namakan jatuh cinta setelah menikah" ucap Rey dalam hatinya.

__ADS_1


"Sayang, kok malah melamun di sana sih? tanya Clara heran melihat Rey malah melamun di hadapannya.


"Eeehh...., enggak, aku cuma terpesona saja melihat kamu sangat cantik sekali hari ini" ucap Rey sambil terus memandang Clara.


"Udah ah Rey kamu gombalin aku terus" jawaban Clara membuat Rey terkekeh geli.


"Kamu tuh lucu, di gombalin sama suami sendiri kok gak mau?" ucap Rey sambil menarik badan Clara ke dekapannya.


"Iihh....., Rey malu tau ini kan tempat umum,kita masuk ya?" ucap clara.


"Baiklah sayang" merekapun langsung masuk ke dalam, semua orang yang melihat Clara merasa iri dan patah hati.


"Yah deh ternyata bos besar kita sudah punya pasangan, mana pasangannya sangat cantik" ucap salah satu karyawan yang melihat Rey memegang tangan Clara.


"Sayang, aku malu di lihatin semua karyawan sini! apa penampilan aku ada yang salah ya?" ucap Clara merasa aneh dan gugup di liatin semua karyawan di sana.


"Mereka itu, terpesona melihat kamu yang cantik bak bidadari" jawab Rey sambil membuka pintu ruangannya.


Pintu terbuka, mata Clara langsung berbinar melihat isi ruangan kerja suaminya itu. Ia benar benar tidak menyangka bahwa ruangan suaminya sangat bagus, pernak-pernik yang sangat mahal terpang-pang.


"kamu duduk dulu ya di sofa, nanti aku mau rapihkan dulu kerjaan aku, sebentar lagi jam istirahat, kita keluar ya cari makanan? aku mau makan siang sama kamu di restoran." ucap Rey sambil melangkah maju dan langsung mengutak-atik laptopnya.


"Hhmmmm....., ia sayang" ucap Clara sambil terus memperhatikan wajah suaminya itu.


Clara terdiam di sofa sambil terus memperhatikan Rey, detak jantungnya mulai membuncah ia tidak tau harus mengendalikan-nya gimana.


"Sayang, apa tadi Dewi sama kamu berbuat macem-macem" tanya Rey sambil melangkah maju mendekati Clara yang tengah duduk di sofa.


"Tadi dia menyuruhku buatkan jus dan cemilan" ucap Clara gugup menahan gejolak yang ada di dalam hatinya.


"Kurang ajar banget tu perempuan! kamu harusnya jangan mau kalau di suruh sama dia?" Rey langsung merangkul Clara.


"Rey lepasin nanti ada yang ke sini malu tau" ucap Clara sambil berusaha melepaskan pelukan suaminya itu.


"Semua karyawan tidak akan masuk sembarangan ke ruangan ini sayang" ucap Rey sambil terus memeluk Clara.


"Katanya tadi mau keluar ayo kita keluar sekarang" ucapan Clara membuat Rey terkekeh geli, ia merasa Clara sedang gugup.


"Baiklah kita berangkat sekarang" Rey langsung mengecup tangan Clara dan langsung berlalu keluar ruangan.

__ADS_1


__ADS_2