
Besok paginya, Clara sudah bangun dari tidur. Seperti biasa Clara tiap subuh selalu bangun dan menyiapkan teh manis. Ia langsung mengetuk pintu kamar Surya, Baginya untuk bangun pagi itu wajib. Jadi ia harus membangunkan bosnya itu.
"Aduh, pasti si bos belum bangun, menyebalkan sekali dia. Katanya aku harus rajin, sekarang aku sudah rajin begini tidak tidak ada jawaban dari dalam, ah si bos kebo banget!" Clara mendengus kesal, ia membalikan badannya untuk melangkahkan kakinya.
Namun bahunya ada yang menariknya secara tiba-tiba. Ia terkejut dan langsung membalikan bandannya. Praaakk, teh tumpah mengenai baju Surya, dan langsung saja badan Clara menubruk tubuh kekar milik surya. Mereka saling bertatap muka, Surya tidak berkedip melihat wajah yang sangat cantik di hadapannya.
jantungnya berdegup kencang berasa mau loncat keluar, Ia langsung melepaskan rangkulan Clara, membuat Clara jatuh ke lantai.
Buuukkk..
"Awww..., bos kau sangat kasar sekali pada asisten mu ini! aduh sakit sekali tumitku" ucap Clara pura-pura menangis." Surya menohok melihat tingkah konyol Clara
"Sory aku tidak sengaja menjatuhkan mu! sini cepetan bangun, jangan cengeng seperti anak kecil saja yang tidak di beri jajan." Ujar Surya langsung membantu Clara bangun.
"Jadi cowok itu jangan jutek atau dingin bos, bagaimana nanti wanita gak mau sama kamu bos." Ucapan Clara membuat Surya menatap tajam ke arahnya.
"Sudah deh bos, aku tidak takut sama wajah tajam mu ini, malahan kamu terlihat ganteng bos, dan juga terlihat seperti hot Daddy saja." Clara langsung mengambil pecahan gelas yang bertaburan di lantai.
"Clara aku belum menikah, mana bisa aku jadi hot Daddy, sembarangan banget kamu! cepetan sana bikin teh manis lagi buatku dan antarkan lagi ke sini." Ucap Surya langsung melangkah pergi dan langsung menutup pintu.
"Aahhh, menyebalkan banget sih bos dinginku, dia tuh sudah tua, memang sih wajahnya sangat ganteng, tapi dia selalu menolak tua banget ah, so cool banget dia." Clara ngedumel sambil mengambil pecahan gelas dan langsung beranjak pergi menuju dapur untuk membuat teh manis lagi.
🌸🌸🌸
Sedangkan di hotel. Darren, Clery Rey dan juga Kevin, mereka bergegas untuk pulang ke Jakarta melanjutkan perjalanannya.
Rey sudah tidak sabar ingin langsung ke rumah Surya, namun di nasehati sama clery, membuat Rey menurut karena memang kondisi badannya saat ini kurang vit betul.
"Kita makan dulu saja, gue sangat lapar banget pagi ini" ujar Kevin sambil masuk dan duduk.
__ADS_1
"Ayo sudah kita makan dulu saja, kita juga harus memikirkan kondisi badan kita, takutnya nanti malah pada sakit." Ucap Darren sambil menyetir mobil, ia bergantian sama reyz karena Rey kurang baik.
"Lo harus priksa dulu deh Rey biar Lo agak mendingan?" ucap Kevin menasehati sahabatnya itu.
"Oke, nanti gue bakal langsung priksa kok, demi Clara gue gak boleh sakit. Kalau gue sakit, gue gak bisa mencari Clara." aucapan Rey membuat semua yang ada di dalam mobil terharu.
"Duh sial, Clery nanti malam kamu ikut ke acara kakak ya? temenin kakak ada acara di reunian kelas, waktu SMA. Bolehkan Vin pacar Lo gue ajak ke pesta? biar nanti gue gak sendirian ke sana?" terang Darren sambil menengok ke belakang.
"Kok ke gue sih?" Kevin keceplosan.
"Lo kan pacarnya adik gue Vin, makanya gue ijin dulu sama Lo?" Clery yang mendengar itu tersenyum canggung, padahal mereka cuma pacaran bohongan.
"Ya sudah sana bawa saja" ucap Kevin membuat Clery melotot ke arah Kevin.
"Si tengil itu sangat menyebalkan sekali sama ucapannya." gumam Clery dalam hati.
Mereka langsung menuju Jakarta, dan mulai cemas melihat kondisi Rey yang terlihat pucat.
Akhirnya mereka sampai di Jakarta, Kevin, Darren dan juga Clery langsung membawa Rey ke rumah sakit, sebelum mereka pulang ke rumah masing-masing. Rey sangat senang punya sahabat sekalian ipar seperti mereka yang sangat peduli sama keadaannya.
Mereka langsung membawa ke dokter dan menunggu antrian, tiba saatnya Rey di panggil dan ia masuk bersama Kevin, Clery dan Darren menunggu di luar.
Dokter mengecek kondisi Rey, dan ia pun langsung memberikan resep obat.
"Teman mu kecapean sehingga mengakibatkan daya tahan tubuhnya menurun. Ini saya sudah buatkan resep obat, semoga lekas sembuh?" Ujar dokter sambil tersenyum.
"Terima kasih dokter! kami pamit pulang dulu?" ucap Kevin sambil menyalami sang dokter.
Mereka keluar dari ruangan dan langsung menebus obat. Clery merasa cemas melihat kondisi Rey yang semakin pucat.
__ADS_1
"Sebaiknya Lo istirahat dulu saja, urusan Clara biar kita yang cari?" ucap Clery prihatin melihat kondisi Rey saat ini.
"Terima kasih banget, kalau ada kabar dari Clara kasih tau gue yah?" ujar Rey sambil bersandar ke jok mobil. Mereka mengantar Rey pulang menyuruhnya istirahat.
Pulang ke Apartemen rey tidak mau, karena ada Dewi di sana, jadi memutuskan untuk ke rumah orang tuanya.
Mereka sudah mengantar Rey bersama Kevin, sekarang tinggal Darren dan Clery yang berada di dalam mobil.
"Pokoknya malam Lo harus ikut, gue gak mau ke sana sendirian!" ucap Darren sambil terus menyetir.
"Bawel banget sih kak, nanti gue bakal temenin Lo! tapi dengan satu syarat? Lo harus beliin gue make up, punya ku sebagian sudah habis." Seru Clery sambil tersenyum manja kepada kakak laki-lakinya itu.
"Ia nanti gue beliin make up punya Lo, tapi jangan yang mahal" ucap Darren. Clery mengangguk senang.
Malam telah tiba, Clery sudah bersiap memakai gaun dan juga pake make up agak tipis tapi terlihat sangat cantik. Mamah shiren langsung tersenyum dan memeluknya.
"Ayo cepat, nanti kita telah datang ke sana?" ujar Daren sambil menarik tangan adiknya itu.
"Duh kakakku yang ganteng ini, makanya cari pendamping biar kalau kemana-mana gak sama gue terus?" seru Clery sambil memalingkan mukanya. Clery hanya pengen make up yang di berikan Darren kalau bukan karena itu, Clery gak mau nemenin kakaknya.
Mereka tiba di acara ulang tahun sekaligus reuni teman kelas Darren waktu SMA. Clery celingukan ia mencari makanan yang menurutnya lezat dan menggoda di mulutnya.
"Kak gue laper banget nih?" ucap Clery sambil memegang perutnya.
"Ah Lo baru juga nyampe sudah lapar saja, sudah sana cari makanan." Ujar Daren, tak lama kemudian, Darren menyapa seorang pria bersama wanita hamil.
Clery menengok kebelakang ia terkejut yang di sambut kakaknya itu adalah Dewi bersama pria yang cukup, dan lumayan ganteng.
Mereka terlihat akrab, Clery mengurungkan niatnya untuk mencari makanan. Ia terus memperhatikan kakaknya yang bersama pria asing, serta Dewi. Mereka terlihat seperti suami istri. dan terdengar juga bahwa Dewi istri dari teman Darren.
__ADS_1
"Apa gue gak salah denger nih, ternyata pria itu teman kakak gue! oh ini sangat mengejutkan, status Dewi telah gue temukan. Sekarang saatnya Lo mampus Dewi, kebohongan Lo gue nanti akan bongkar!" Ujar Clery sambil terus memperhatikan gerak-gerik Dewi.
Tak berselang lama, terdengar rengekan Dewi meminta pulang, ia merasa mual dan tidak karuan. Akhirnya mereka pergi dan pamit kepada Darren. Clery langsung menghampiri Darren ia ingin menanyakan soal pria yang bersama Dewi tadi.