Dendam Salah Alamat

Dendam Salah Alamat
Saatnya beraksi Season2


__ADS_3

Surya dan Darren merasa aneh karena rombongan anak buah Dewi menuju ke bukit. Namun Surya merasa ada yang ganjal, mereka menuju rumah itu karena tidak ada Clara dan anak buahnya yang di bawa ke dalam mobil tersebut.


"Sebaiknya kita masuk ke dalam rumah itu, tapi kita juga jangan gegabah siapa tau mereka masih ada di dalam." Ucap Surya membawa pistol di tangannya dan juga Darren.


Di dalam rumah.


Clara masih adu mulut sama Dewi, mereka saling melampiaskan kekesalannya.


"Lepaskan anak buahku, sebelum kamu membunuhku!! lepaskan mereka." Ucap Clara tajam.


"Tidak semudah itu Clara, tidak akan aku biarkan mereka bebas, nanti mereka malah melaporkan aku ke polisi. Sebaiknya aku membunuh mereka sekarang juga," Sahut Dewi sambil membalikan badannya menuju kamar sekap Bodyguard Izal dan Robby.


Clara dengan cekatan langsung menarik tangan Dewi dan membantingkan-nya ke bawah. Setelah itu dirinya menindih badan Dewi dan langsung menodongkan pistol itu ke arah kening Dewi.


"Jangan berani sakiti orang lain Dewi, sejatinya kamu yang harus aku siksa. Sebelum aku mati aku akan menyiksa mu terlebih dahulu." Geram Clara sambil menekan pistol itu.


Namun Dewi malah tertawa dirinya tidak takut sama ancaman yang di lontarkan Clara.


Surya dan Darren sudah mengerahkan anak buahnya sebagian di bukit. Surya menyuruh semuanya mengawasi anak buah Dewi, apa yang mereka rencanakan mereka harus melaporkan sesegera mungkin sama Surya. Dengan sigap berpencar di lokasi tersebut sambil membawa pistol satu orang satu.


Tanpa penjahat itu sadari komplotan Surya tengah mengepung lokasi tersebut.


Sedangkan kini Surya dan Darren mereka mau mengendap ke rumah sekap Clara dan kedua anak buahnya yaitu Izal dan Robby.


Sebelum mereka melangkah maju, terlihat Izal dan Robby di borgol dan di bawa ke dalam mobil menuju bukit. Surya dan Darren saling tatap mereka merasa aneh.


"Clara kemana,?" ucap Surya.


Sedangkan anak buah Surya yang lain masih mengamati lokasi yang di tuju anak buah Dewi di bukit.


Terlihat ada kain hitam yang mereka bawa, entah apa yang akan di lakukan Dewi nantinya.


Setelah itu, Surya dan Darren melangkah maju, mereka melihat Izal dan Robby di bawa. Menurut mereka urusan Izal dan Robby bisa di tangani sama anak buahnya yang lain.


Di perjalanan, kedua anak buah Dewi yang membawa Izal dan Robby di hadang sama kawanan anak buah Surya.


Mereka berhasil menghadang mobil yang di kendarai para penjahat itu. Dan siapa sangka mobil yang di hadangnya itu malah tancap gas dan mau menabrak mereka.


Dengan cekatan anak buah Surya langsung menembak ban mobil. Setelah itu mereka langsung mengkroyok anak buah Dewi dan mengikat mereka di sebuah pohon untuk di beri pelajaran.

__ADS_1


Izal dan Robby berhasil mereka bebaskan, kini anak buah Surya sudah lengkap dan mereka sesuai yang di perintahkan. Akan mengamati dan mengelilingi setiap sudut lokasi.


Untuk rencana mereka, Surya melarang dulu menampakan diri kepada para penjahat, karena malah bikin rencana Surya gagal untuk menangkap Dewi nantinya.


mereka di larang untuk menyerang sebelum Surya perintahkan. Semua sudah di posisi masing-masing, semua sudah mengintai tempat itu, tinggal menunggu Surya datang datang ke sana.


Di rumah sekapan, Dewi berhasil melerai Clara dan mereka saling memukul satu sama lain.


Brrakk....


Suara pintu terbuka dengan sangat keras, dan terdengar oleh Dewi, ia langsung melihat ke luar kamar, dan terlihat pintu sudah terbuka. Pikir Dewi anak buahnya pasti sudah membawa kedua Bodyguard Clara dan sekarang tinggal mereka berdua di rumah itu.


Andai Dewi tau, bahwa yang datang dan mengendap adalah Surya dan juga Darren.


Surya bersembunyi, Dewi tersenyum karena rencananya telah berhasil.


Badannya berbalik dan seketika juga matanya membulat karena melihat Surya, Darren dan juga Clara.


Dewi kaget dan terkejut sama sosok Surya. Dewi pikir Surya sudah mati hingga dirinya bisa semena-mena kepada Clara. Tapi nyatanya Surya masih hidup membuat Dewi menohok kaget.


"Apa kamu kaget melihatku, katakan padaku apa rencanamu,?" ucap Surya melangkah maju mendekati sosok Dewi yang kini ada di hadapannya dengan berjarak 3 meter.


"Semua hanya manipulasi saja Dewi, dan kau terperangkap dalam jebakanku hahah," sahut Surya puas.


Selang berapa lama, anak buah yang baru sampai dari kota Jakarta datang ke lokasi kejadian.


Surya menohok dan mereka langsung berkelahi. Begitu juga Darren.


Seketika juga Clara berhasil mereka bawa ke dalam mobil dan menuju ke bukit.


Dewi tertawa dan langsung pergi dari rumah sekapan membawa Clara.


"Aku bawa istrimu untuk aku habisi, dan kamu silahkan bereskan anak buahku hahaha." Ucap Dewi sambil melangkah santai.


"Brengsek kamu Dewi," ucap Surya menahan emosi sambil terus melerai anak buah Dewi.


Darren dan Surya mereka sekuat tenaga menghabisi preman baru Dewi.


Setelah itu, Surya berhasil mereka kalahkan karena perbandingan 6 lawan 2. Surya berdarah di bagain bibir begitu juga Darren. Tapi mereka tidak mudah menyerah, mereka bersatu dan langsung mengeluarkan senjata apinya.

__ADS_1


Dan 1 persatu mereka berhasil di kalahkan.


Surya merasa lega, begitu Darren. Setelah itu, dirinya langsung meninggalkan mereka untuk menuju ke bukit yang berada di dekat jurang.


Mereka berlari untuk menaiki mobil namun, dewi sudah mengempeskan mobil Surya hingga ban mobilnya Bocor.


Keduanya mendesah kesal, baru kali ini Surya bisa sial begini. Tanpa pikir panjang keduanya berjalan kaki menuju bukit yang telah membawa Clara ke sana.


Mereka berlari sambil menghubungi anak buahnya yang lain untuk membantu mereka memakai kendaraan.


Di perjalanan Dewi terus mencengkram Clara, yang kini sedang di pegang oleh anak buah dewi hingga Clara tidak bisa berbuat apa-apa.


"Kau sangat licik, kalau misal terjadi sesuatu kepada suamiku. Kau aku lenyapkan Dewi," ancam Clara. Namun Dewi tidak menghiraukan ucapan Clara.


"Cepat tutup matanya pakai kain hitam, jangan lupa juga tangannya ikat juga," gue tidak mau dia bisa kabur, kita harus segera menghabisi perempuan ini.


Setelah sampai, Dewi langsung membawa Clara ke luar mobilnya dengan tangan di ikat dan di tutup kain hitam.


"Dewi dengarkan aku, kamu akan menyesal seumur hidupmu. Jangan lakukan, aku mohon Dewi." Lirih Clara.


"Diam kamu, sebentar lagi ajalmu akan datang." Dewi tertawa.


Selang beberapa menit Surya datang membawa mobil baru yang mereka kendarai, dia memarkirakan mobil itu dengan cekatan mereka keluar karena melihat Clara sudah di. tutup kain hitam.


Surya emosi dirinya langsung mengeluarkan senjata api dan mengarahkan ke arah Dewi.


"Jangan sakiti istriku, cepat lepaskan dia. Kamu boleh membunuhku asal jangan istriku yang kau habisi," ucap keras Surya.


Clara kaget atas ucapan yang terlontar dari mulut suaminya.


"Oh, jadi kamu juga mau mati haah! baiklah kalau itu mau mu, tapi asal kau tau. Aku juga akan membunuh Clara hahahah, kamu tidak bisa melawanku lagi Surya ahhaha." Dewi tertawa semua anak buah Dewi mengarahkan semua pistolnya ke arah Surya.


"Turunkan pistol kalian, biar aku yang akan menghabisi mereka semua." Tajam Dewi, dirinya langsung mengarahkan pistol itu ke arah Surya dan....


Doorr... Door...


Darah segar keluar dari kepalanya dan gubrak badan itu terjatuh... Clara tau siapa orang itu setelah dia memikirkan hal itu dan sekarang jawabannya.


Dewi melotot begitu juga Clara, dirinya menjerit dan langsung melepaskan genggaman tangan penjahat, lalu membuka matanya yang tertutup.

__ADS_1


Semua menohok tidak percaya begitu juga Dewi.


__ADS_2