
Di rumah Dewi lagi memikirkan Surya. Ia takut bila nanti ialah yang membantai Keluarga Rey. Dirinya mendesah kesal, terlihat ponselnya menyala. Ia langsung mengangkatnya, terlihat nama Preman Anto yang memanggil.
"Ini pasti info tentang si Kevin sialan." Ucapnya sambil mengangkat ponsel itu dan beranjak pergi ke halaman belakang.
"Hallo, Bos."
"Hmmm, ada apa kamu menghubungiku." Balas Dewi.
"Tahanan ini, membuatku stress Bos, apa kita lepaskan saja dia Bos." Ucap Preman itu.
Dewi langsung emosi mendengar kabar buruk dari anak buahnya.
"Gue, bayar lho. Kenapa emangnya? dia berulah bagaimana,?" desis kesal.
"Dia selalu menyuruh-nyuruh kita." Ucapnya.
"Gue, tidak peduli. Pokoknya kalian harus jaga dia jangan sampai dia melarikan diri. Kau mengerti!!" Dewi langsung mematikan ponselnya. Dirinya kesal Karena anak buahnya tidak becus menjaga Kevin.
🌾🌾🌾
Di rumah sakit.
Kini, Clara lagi menjenguk Clery, Rey. Karena besok ia mau pulang.
Clery masih terbaring. Belum ada ciri-ciri dia bergerak. Clara selalu berdoa, untuk kesembuhan Clery dan juga Rey.
Terlintas di pikirannya, ia teringat suaminya Surya. Clara, langsung saja keluar sambil di dorong Ibu Farrah.
Tak lama kemudian, Clara mendapat pesan dari Surya. Bahwa ia akan segera sampai di rumah sakit.
Clara merasa lega, ia langsung tersenyum, dan akan menanyakan soal Dewi.
"Bu, kenapa ya, akhir-akhir ini, aku selalu melihat sekilas ada Pria yang sedang di sekap. Tapi anehnya wajahnya itu tidak terlihat, siapa ya dia." Ucap Clara sambil di dorong menuju ke ruangannya.
"Apa kamu mempunyai kelebihan? nanti ibu akan mengundang pak ustad ke rumah besok, untuk berkonsultasi padanya mengenai kamu." Usul ibu Farrah.
"Baiklah Bu, semoga saja ini cuma efek capean
Clara saja." Ucapnya.
Clara di bantu ibu Farrah menaiki ranjang untuk kembali istirahat. Tak lama Surya datang, membawa wajah berbinar, ia sudah membeli semua perlengkapan bayi karena besok nanti mereka sudah bisa Pulang.
"Sayang, apa kamu merasa senang?" tanya Surya, ibu Farrah hanya tersenyum habis itu ia keluar untuk mencari udara segar.
__ADS_1
Surya langsung saja mencium Pipi istrinya, Clara hanya terkekeh dan langsung memeluk suaminya itu.
Setelah itu Clara langsung menanyakan Dewi padanya.
"Honey, apa kamu sudah pergi ke rumah Dewi? kita jangan terlalu gegabah sama dia. Dan aku rasa kita harus hati-hati." Lirih Clara di dalam dekapan suaminya.
"Kok, kamu tau? memang benar Aku tadi habis dari rumahnya. Memberi pelajaran, namun tidak ada bukti kuat. Hanya memberi tinju sama suaminya David." Terang Surya.
"Aku selalu melihat kejadian aneh, seperti halnya. Clery di bantai dan juga kamu harus tau, aku melihat pria yang di sekap seorang perempuan dan itu adalah Dewi. Namun aku bingung pria itu siapa, karena dalam penglihatanku tidak terlihat jelas. Kamu mau menolongku." Tanya Clara meyakinkan.
Surya sedikit terdiam dan mencerna setiap perkataan istrinya itu. Ia langsung tersenyum.
"Kau punya kelebihan, seperti! Indra keenam." Jawab Surya enteng.
"Tidak mungkin, hal itu tidak ada." Seru Clara yakin.
"Hmm, kau tau tidak sayang. Itu adalah kelebihan mu, karena kamu sudah mati suri. Dan kalau orang itu beruntung bisa punya kelebihan. Dan gunakan kelebihanmu itu, untuk kebaikan." Terang Surya tenang.
"Apa iya, aku masih belum yakin honey. Dan mungkin aku hanya kelelehan dan berhayal hee." Ucap Clara.
Setelah itu, Mamah Shiren datang, untuk menjenguk putrinya.
"Hai sayang, bagaimana sekarang keadaanmu,?" tanya Mamah Shiren menghampiri.
Surya langsung pindah tempat ke sofa, ia langsung menghubungi seseorang bodyguard-nya untuk menyelidiki bayangan Clara.
Mamah Shiren, senang. Seenggaknya Clara masih bisa hidup kembali, dan dia hanya bisa berdoa dan pasrah dengan keadaan Clery.
"Semoga, Kak Clery cepat sehat kembali. Clara yakin Mah dia pasti sadar." Ucap Clara menyemangati Mamahnya.
Tak lama, Clara menjerit dan menyuruh Surya segera ke ruangan Clery dan juga Rey.
"Mah, apa di ruangan Clery dan Rey ada yang jaga?" tanya Clara.
"Tidak ada, Mamah Rey sudah pulang. Dan Mamah di sini." Ucapnya.
"Tidak mah, sebaiknya Mamah keruangan Mereka sekarang." Ucap Clara.
"Honey cepat keruangan Kak Clery dan Rey." Teriakan Istrinya langsung surya lari cepat.
Mamah Shiren hanya terdiam tidak mengerti.
Benar saja, seseorang keluar dari ruangan Kamar Clery. Ia menggunakan topi dan masker. Surya langsung lari ke arahnya namun kehadirannya di ketahui olehnya. Seseorang itu langsung langsung lari.
__ADS_1
Surya merasa bingung, antara masuk ke dalam mengecek keadaan di dalam atau mengejar Orang misterius itu.
Namun tekad Surya yakin, ia harus ke dalam.
Perlahan ia masuk, dan terdapat Clery dan Rey kejang-kejang. Akibat selang oksigen mereka di di lepas dari hidungnya.
Surya panik, langsung ia menekan tombol pemanggil dokter.
Setelah itu, ia memasangkan oksigennya kembali. Hatinya tidak karuan, hampir saja dia kehilangan mereka berdua.
Surya berpikir ia bisa kerja sama dengan istrinya untuk mengungkap kejahatan ini.
Tak berselang lama, dokter datang.
Dari arah belakang terdapat Mamah Shiren tergesa-gesa ke arahnya.
"Ada apa ini Surya? tolong jelaskan pada Mamah." Ucap Mamah Shiren.
Surya dan Mamah Shiren menunggu di luar, karena mereka lagi memeriksa keadaan pasien.
10 menit kemudian.
Dokter mendesah lega, karena Clery dan Rey berhasil di selamatkan. Dokter keluar untuk memberitahukan kepada Mamah Shiren.
"Dok, bagaimana keadaan anak saya,? tanya Mamah Shiren panik.
"Untunglah tepat waktu, kalau misal telat 5 menit. Saya tidak tau kedepannya." Ucapan dokter membuat Surya dan Mamah Shiren merasa cemas.
"Dok, sebaiknya ada perawat untuk tetap menjaga mereka. Karena penjahat itu masih mengincar mereka berdua" Usul Surya.
"Baiklah, akan kami turuti, karena memang ini sangat bahaya untuk mereka." Ucap sang Dokter dan pamit pergi.
"Ada apa Surya,?" tanya Mamah Shiren lagi.
"Tadi Pembunuh itu keluar dari ruangan Clery dan Rey. Aku mau mengejarnya namun hati naluri saya harus ke dalam. Dan benar saja, Oksigen Clery dan Rey sudah lepas dan mereka mengalami kejang-kejang." Terang Surya.
Mamah Shiren merasa takut, ia masih tidak percaya sama kejadian barusan.
"Siapa dia, dan ada masalah apa pada Rey dan Clery." Ucap Mamah Shiren cemas.
"Mamah, tenang saja. Kita pasti menemukan penjahat itu dalam waktu dekat ini." Ucap Surya meyakinkan Mertuanya.
"Ada masalah apa ini? Mamah jadi takut sama Bayi mereka juga." Ucapan Mamah Shiren membuat Surya merasa cemas.
__ADS_1
"Nanti akan aku kirim 2 bodygurd di depan pintu bayi Clery. Di depan pintu sini juga akan aku simpan 2 bodyguard. Jadi Mamah tenang saja." Ucap Surya menenangkan.
"Terima kasih Surya. Kamu banyak sekali menong Mamah." Mamah Shiren merasa lega atas bantuan Surya yang di berikan kepadanya.