Dendam Salah Alamat

Dendam Salah Alamat
Minta calon mantu


__ADS_3

Clara POV 🌾


Setelah habis pulang dari taman, kita berhenti di lampu merah, tiba-tiba ada seorang anak kecil yang menarik perhatian ku.


Langsung ku buka kaca mobil, anak itu bernyanyi sangat merdu suaranya, aku suka mendengar anak kecil itu bernyanyi.


kasian sekali dia bernyanyi menggunakan gitar yang sudah hampir putus ujung-nya. Baju yang sangat kusut, hati ini teriris melihat anak itu. Ku kasih uang yang tidak seberapa. Tapi aku ikhlas, walaupun nominal yang ku beri tidak banyak, mudah-mudahan cukup untuk anak itu buat-nya makan.


Ia langsung mengucapakan terima kasih, kak Darren hanya tersenyum melihatku. Tapi saat aku hendak menutup kaca mobil. Terlintas bayangan yang sama persis kejadian-nya sama sekarang. Aku berusaha mengingat namun malah membuat kepalaku merasa sakit sekali.


kak, Darren yang melihat ku kesakitan langsung membawa ku ke rumah sakit. Ia terlihat sangat panik begitu melihat ku.


Aku kasian sama kak Darren berasa punya hutang Budi pada-nya.


Kami telah sampai di rumah sakit, kak Darren menggendongku ia sungguh sangat ketakutan ketika aku memohon kepadanya.


"Kamu akan baik-baik saja Clara, sebentar lagi dokter akan segera menangani-nya" ucapan kak Darren membuatku kuat.


Dokter panji langsung datang bersama perawat yang mengikuti-nya.


"Kamu tenang Darren, semua akan baik-baik saja kok, kamu tunggu dulu di luar, setelah kami selesai menangani kamu boleh masuk," dokter panji langsung menangani Ku dengan sangat baik.


Semua pemeriksaan telah selesai kak Darren langsung masuk, dan menanyakan keadaan ku. Ia sangat perhatian, betapa beruntung-nya aku di tolong sama orang kayak ka Darren.


"Clara, kamu jangan paksakan untuk mengingat kejadian yang terlintas di pikiran kamu, kamu masih lemah untuk mengingat-nya. Sudah ku siapkan obat buat menghilangkan rasa sakit di kepala mu" ucap dokter panji, aku hanya tersenyum mendengar nasehat-nya itu.


"Kamu, tadi mengingat sesuatu Clara" tanya Darren, ia terlihat sangat khawatir sama aku, Suster yang ada di rumah sakit ini, begitu sangat baik kepadaku.


"Sekarang Clara bisa pulang, kalau ada sesuatu panggil saja saya langsung" ucap dokter panji dan langsung berlalu pergi.


"Ayo kita pulang Clara, kamu harus banyak istirahat dulu, maafkan aku Clara, gara-gara aku kamu jadi kayak gini" ucap Darren sambil memegang tangan Clara dan langsung menuju ke parkiran mobil.

__ADS_1


Akhirnya mereka memutuskan untuk pulang ke rumah, di perjalanan Clara meminta maaf pada Darren, merasa ia sering merepotkan-nya.


🌸🌸🌸


Malam ini, Tante shiren mengetuk pintu kamar Clery, Ia mengajak makan malam bersama. Ia sengaja masak pake tangan sendiri, Clery sangat suka sama rendang ayam buatan-nya itu.


"Clery sayang, ayo kita makan malam, mamah sudah buatin kesukaan kamu Lo" ucap mamah shiren sambil terus mengetuk pintu kamar Clery.


Tak berselang lama, Clery membuka pintu kamar-nya.


"Duh anak perempuan mamah kok gini amat, kamu tidur Mulu sih hari ini, sebentar lagi kan kamu bantuin papah di kantor sayang" mamah shiren menggerutu kepada putrinya itu.


"Oalah mamah, Clara kan memanfaatkan waktu luang, apalagi setelah nanti Clery bantuin papah di kantor, pasti bakal sangat repot dan juga tidak ada waktu luang buat tidur seharian." Clery mengoceh, membela dirinya.


Tante shiren hanya menggelengkan kepala-nya mendengar protesan anak-nya itu.


Clery POV 🌿


Malam ini, tumben banget Mamah bikin makanan kesukaan, rasanya sudah tidak sabar ingin segera menyantap makanan yang di buat mamah.


gue, langsung menyalami tangan Papah, dan langsung memeluk-nya. Rasanya pengen kembali ke masa-masa kecil. Sekarang papah jarang banget di rumah, huuhhh rasanya menyebalkan.


"Sayang, kamu makan yang banyak, Mamah sengaja buatin kesukaan kamu, rendang ayam" mamah begitu berbinar malam ini, tidak seperti biasanya.


Padahal kemaren-kemaren kelihatan berbeda agak murung, tapi syukurlah sekarang Mamah sudah kembali ceria lagi.


"Ia mah, Clery pasti makan banyak malam ini" begitu menggoda makanan yang ada di meja makan, duh ini bakal gagal diet, pasti kiloan nambah, ah bodo amat yang penting gue sehat dan tetap terlihat cantik hehehe..


Kita makan tidak bersuara, cuma suara piring sendok dan garpu yang terdengar saat kita makan. Makan telah selesai, Papah langsung mengajaku dan juga Mamah keruang keluarga. Pikiran gak enak biasanya kalau sudah kayak gini ada hal penting, yang mau Papah sampaikan.


Aku duduk di sofa, Papah terlihat sangat berbinar melihat ke arah ku. Perasaan gak enak banget, Mamah hanya bisa tersenyum ke arah ku. Mereka belum mengucapkan sepatah kata-pun semuanya sunyi.

__ADS_1


"Hmmm..... Clery, usia mu saat ini sudah tidak muda lagi sayang, jadi kapan kamu mengenalkan calon mantu buat Papah dan juga mamah" deg... ucapan Papah berasa cabe yang sangat pedas di mulut.


"Apaan sih Pah, Clery kan mau bantuin Papah dulu, mengelola perusahaan." Sungguh pertanyaan papah membuat gue jantungan saja. Boro calon, pacar saja gak punya huuhh....


"Pokoknya dalam waktu dekat ini Papah mau kamu bawa calon mantu kesini" Mampus banget nih gue, gak ada alasan lain lagi kalau Papah dah minta sesuatu.


Rapat keluarga sudah selesai, duh "Papah mintanya, suka yang aneh-aneh. Boro calon Pah, pacar saja gue mah gak punya." habis ini kayaknya musti cari bantuan si Kevin, bocah tengil itu saja kali yaa gue jadiin pacar boongan hihihi...


Papah sudah minta calon mantu, ini membuatku merasa was-was, bagaimana mungkin, Papah minta mantu kayak meminta barang saja, dengan enteng-nya mana harus secepat kilat lagi. Ini membuat ku pusing, pacar saja tidak punya apalagi calon mantu pah, huuhhh menyebalkan.


Ku buka jendela kamar, malam ini begitu sunyi mencekam. Udara di luar sangat dingin dan segar, ku buka agak lebar jendelanya. Mungkin akan lebih Mantap sambil nyemil.


"Ahh sial, bisa-bisanya gue nyemil malam-malam omegot gimana kalau nanti gue gendutan ahhh mampus. Tapi sekarang sangat lapar, padahal baru saja makan malam, Gagal nih buat diet."


Ku langkahkan kaki menuju dapur, ada cemilan biscuit, kacang coklat, Ku bawa semua cemilan yang ada di dalam kulkas. Tidak lupa juga untuk membawa minuman.


Ku dudukan lagi badanku di jendela, sambil menatap ke atas langit, malam ini sungguh indah di atas langit, banyak bintang dan juga bulan yang menyinari.


suara hp berdering mengangetkan ku, dari lamunan. Ku raih ponsel, ternyata dari si tengil Kevin yang tlp. "tumben banget ni anak tlp malam-malm begini" ah ku coba angkat siapa tau kan penting banget.


"Hallo Vin, ada apa? tumben banget Lo tlp gue malam-malam" hanya suara tawa Kevin begitu nyaring di telinga.


"Sewot amat Lo jadi orang, gue cuma mau di temenin ngobrol saja, bete nih! mau tidur tapi belum ngantuk" ucap Kevin terdengar sayu, entah kenapa bocah itu tidak seperti biasanya.


"Ya sudah Lo, cerita biar gue jadi pendengar Setia buat Lo" walaupun gue gak mau mendengar ceritanya, tapi sesekali buat menghibur Kevin tidak apa-apa.


"Eh Vin bentar deh kok gue liat seseorang ya terus memperhatikan ke arah rumah gue, ih gue merinding, bentar Vin gue tutup jendela dulu"


Clery langsung menutup jendela, ia merasa takut, seseorang memperhatikan dirinya yang tengah asyik nongkrong di jendela kamar.


Clery begitu ketakutan tampilan pria itu serba hitam dan terus menatap ke arah Clery. Dadanya bergetar hebat membuat badan-nya gemetar.

__ADS_1


"Vin gue tutup dulu ya nanti gue cerita besok pagi dah" Kevin langsung mengerutkan kening-nya, ia merasa ada yang tidak beres.


"Clery bilang, ada pria berbaju serba hitam yang terus mengawasi-nya? kok aneh sih, apa clery juga dalam bahaya? ya ampun perasaan gue jadi gak enak gini." Kevin mondar-mandir di pinggir pintu kamar-nya, ia mau ke rumah Clery, tapi tidak memungkinkan karena ini sudah tengah malam.


__ADS_2