
Clara menghubungi Darren, dirinya di undang ke acara ulang tahun Zico dan Zaki yang kini sudah menginjak lima tahun.
"Hallo Kak, siang nanti jadikan ke sini bawa Amira juga ya." ~ Clara.
"Hmmm, dia sibuk Clara, bagaimana mungkin Kakak hadir ke acara ulang tahun bawa dia sih." ~ Darren.
"Tidak masalah, biar Kak Darren ada teman, boleh ya dia ajak main ke sini." ~ Clara.
"Baiklah, Kakak Usahakan dia pasti ikut, kalau kamu menyukai Amira." ~ Darren.
Setelah itu, telephone mereka terputus, dan Clara sangat senang Darren datang bersama Amira di acara ulang tahun kedua anaknya.
Surya menghampiri Istrinya yang terlihat bahagia. Tangannya ia lilitkan di perut ramping istrinya.
"Terlihat sangat senang banget sih kamu sayang," ucapnya sambil mencium dan memeluk istrinya dari belakang.
"Kak, Darren aku suruh datang ke acara ulang tahun anak kita membawa seorang gadis," sahutnya senang. Clara membalikan tubuhnya dan sekarang mereka saling berhadapan.
"Hmm, apakah dia menyukai sekertarisnya,?" tanya Surya.
"Kurasa belum, makanya aku dekatkan dia." Tuturnya senang, sambil mencium pipi suaminya.
Tidak lama, kedua anak mereka memergoki Momy dan Papihnya lagi bermesaraan membuat mereka langsung memisahkan keduanya.
"Papih ayo kita ke bawah," ucap Zico.
Surya pun pasrah di bawa oleh kedua anaknya, untuk melihat dekor ulang tahun mereka.
Surya mengundang semua karyawan kantornya agar menghadiri acara ulang tahun anaknya.
Clara hanya terkekeh melihat kepergian suaminya yang di bawa kedua anaknya.
"Mesum sih main sosor-sosor saja hahah," Clara tertawa lagi.
Selama ini, Clara berusaha untuk menasehati Kakaknya Darren agar menjenguk Mamah Shiren yang kini berada di sel tahanan.
Berkat kesabaran Clara membujuk dan menasehatinya, akhirnya Darren luluh dan bisa memaafkan Mamahnya tersebut.
Mamah Shiren sangat senang, akhirnya putranya datang berkunjung ke sel tahanan. Darren merasa curiga, terlihat wajah pucat dan tubuh kering Mamah Shiren.
Namun Mamah Shiren menepis kecurigaan anaknya supaya tidak mencurigainya. Sebelum menghadiri acara ulang tahun Zico dan Zaki, Darren menyempatkan dirinya ke sana, dirinya juga sangat kangen kepada mamahnya itu.
Darren juga meminta maaf kepada Mamah Shiren, keduanya saling berpelukan, melepas rindu dari keduanya.
Darren berkunjung dulu ke penjara, setelah itu, Mamah Shiren menitipkan surat dan memohon untuk tidak membukanya sekarang.
__ADS_1
"Maafkan Mamah sayang, kasihkan ini kepada Clara, maaf Mamah tidak bisa membelikan kado untuk kedua cucuku," lirihnya.
"Tidak masalah Mah, Clara pasti senang Mamah menitipkan ucapan selamat ulang tahun kepada kedua anaknya juga," sahutnya sambil memegang tangan Mamahnya.
Terdengar batuk parah dari Mamah Shiren, namun bel kunjungan telah habis, hingga Darren tidak bisa menanyakan kepada Mamahnya.
Darren curiga Mamahnya sakit keras, tapi hal itu di tepisnya, karena pihak polisi pun tidak memberitahunya.
Darren pergi membawa Surat itu buat Clara dari Mamah Shiren. Dirinya kembali ke kantor untuk mengajak Amira beli baju gaun ke butik.
"Huh, ini sangat menyebalkan, kenapa coba Clara sampe harus membawa Amira ke sana," ucapnya sambil melajukan mobilnya.
Di kantor polisi.
Seorang polisi wanita sahabat Mamah Shiren, sejak di suruh dan menjaga Mamah Shiren keduanya jadi akrab dan lengket.
Keduanya saling menghargai, Mamah Shiren juga sudah melupakan kenangan indah bersama Papah Farrel, yang kini sudah menikah dan punya anak. Bahkan tidak menampakan dirinya sudah lima tahun lamanya, Mamah Shiren tidak melihat wajah mantan suaminya itu.
Pikir Mamah Shiren, Papah Farrel di larang keras oleh istri keduanya. Hingga sudah lima tahun dia tidak pernah berkunjung, terakhir kali mantannya itu cuma memberitahu Mamah Shiren menikah lagi.
Rasa sakit mendalam untuk Mamah Shiren, hingga akhirnya penyakit yang dulu di derita datang lagi ke tubuh Mamah Shiren.
Polisi wanita itu khawatir akan kondisi Mamah shiren, hanya perawatan sederhana yang ia tempuh.
Mamah Shiren tidak mau merepotkan semua anak dan menantunya lagi.
Tak lama, Mamah Shiren pingsan di dalam sel tahanan, membuat Susanti cemas dan panik.
🌾🌾🌾
Di kantor Darren.
Dirinya bingung bagaimana caranya mengajak Amira datang ke acara ulang tahun keponakannya itu.
Dia takut Amira salah paham terhadapnya walaupun wajah Amira tidak buruk rupa juga.
Darren memberanikan dirinya untuk memanggil Amira ke ruangan kerjanya.
Amira langsung datang membuka pintu kebesaran Darren. Terlihat wajah cantik ayu membuat semua pria penasaran sama Amira.
Namun tidak dengan Darren, dirinya cuek dan menepis semua bayangan wajah Amira.
"Ada apa Pak," tanya Amira sambil menundukan wajahnya di hadapan Darren.
"Hmm, adik saya mengundang kamu ke acara ulang tahun anaknya. Kamu masih ingat tempo lalu dia ke sini membawa kedua anak kembarnya." Ucap Darren dingin dan serius, membuat Amira tidak berani menatap Bos besarnya itu.
__ADS_1
"Ya ampun aku kira, wanita itu pacarnya. Dan dia seorang janda, bagaimana bisa aku berpikiran begitu. Ternyata dia Adiknya," Gerutu Amira.
"Baik Pak, nanti siang aku langsung membeli kado buat anaknya," sahut Amira.
"Kita beli bersama, sambil membeli baju buat kamu," balas Darren dengan nada dinginnya.
"Ya sudah, kamu boleh pergi dan kerjakan lagi tugasmu," perintahnya yang di angguki oleh Amira.
"Ya ampun, bagaimana ini, aku tidak bisa lama-lama berdekatan sama Bos dinginku itu," gerutunya sambil kembali melanjutkan kerja.
🌾🌾🌾
Acara persiapan ulang tahun kedua anaknya yang sudah rapih dan tinggal menunggu para tamu undangan turut hadir di acara yang sangat bahagia ini.
Bukan untuk ke satu kalinya mereka mengadakan acara ulang tahun kedua anaknya. Setiap tahun Clara selalu mengadakan, karena Surya seorang CEO ternama dan semua pengusaha besar pun hadir ke acara anaknya itu.
Clara sedikit cemas ada rasa tidak enak di hatinya, namun Clara juga tidak tau. Clara menutup Indra keenamnya karena Clara merasa tidak kuat membawanya, dan akhirnya Clara di rukiyah tahun lalu.
Andai dia tidak menutupnya, mungkin akan tau Kondisi Mamah Shiren saat ini. Terlihat para tamu sudah turut hadir di acara yang meriah ini.
Beberapa pengusaha juga ada, hanya Clery dan Rey tidak hadir. Mereka masih di luar negri beliburan, hanya ucapan dari Vidio call lewat ponsel.
Tapi Clara tidak mempermasalahkan semua itu, tidak lama, Darren hadir bersama Amira. Terlihat wajah Amira yang cantik anggun membuat Clara tersenyum lalu menghampirinya.
"Kamu begitu cantik, ayo kamu ikut denganku, acara sudah di mulai," tuturnya sambil menggandeng tangan Amira.
Amira begitu takjub melihat Clara yang begitu cantik dan menawan. Baginya melihat Clara dan Surya membuat Amira menohok tidak percaya. Pasangan sangat serasi cantik tampan baik hati.
Beruntung sekali Amira ada di acara besar tersebut, karena kebanyakan tamu pengusaha semua.
Dua jam telah berlalu, para tamu sudah memberikan kado dan ucapan selamat kepada Zico dan Zaki.
Terlihat ganteng dan sangat pintar, membuat semuanya suka kepada anak kembar Surya dan Clara.
Tak lama, Surya mendapati telephone dari polisi bahwa Mamah Shiren masuk rumah sakit.
Surya memang tidak di beritahu kondisi Mamah Shiren selama ini sama Polisi penjaga mertuanya itu.
Karena di larang keras Oleh Mamah Shiren, kepanikan menimpa wajah Surya, dirinya langsung memberitahu Clara dan juga Darren.
Mereka langsung ke rumah sakit untuk mengjenguk Mamahnya. Perasaan was-was di Clara muncul.
"Semoga Mamah baik-baik saja," tuturnya.
BERSAMBUNG.
__ADS_1
Jangan lupa hadiah dukungannya, Like, komen, vote dan hadiah.