Dendam Salah Alamat

Dendam Salah Alamat
Teka teki


__ADS_3

Setelah Kevin menceritakan kisahnya bertemu Clery. Rey hanya terdiam dan tersenyum.


"Lo, kenapa senyum-senyum kayak orang stres saja" ucap Kevin sambil menjitak, kepala Rey.


"Aduh..... Lo kasar amat sama gue, hm..... kayak-nya, Lo jodoh sama Clery deh Vin?" terang Rey sambil melirik Clery dan juga Kevin.


"Ahahaha.... Apaan sih Lo Rey, ngada-ngada saja" ucap Clery sambil ketawa.


Kevin cuma bisa terdiam, mereka mulai berencana mencari Clery, saat mereka lagi asyik-asyik-nya mengobrol. Munculah Dewi, berjalan menghampiri Clery, tanpa permisi langsung saja nyelonong masuk.


Kevin cuma mengerutkan dahi, melihat tingkah wanita yang tidak ia kenal.


Tiba-tiba, Dewi mendekati Clery, dan langsung menjambak dan menampar-nya. Kevin dan Rey yang melihat kejadian itu langsung melerai, memisahkan amukan Dewi.


"Cewek sialan, harusnya Lo mati saja, kenapa Lo muncul lagi dari hadapan gue?" ucap Dewi sambil melotot tajam.


"Apa-apaan nih cewek, main tampar dan menjambak gue secara brutal, dasar cewek stres." Ucap Clery emosi.


"Beraninya Lo menghina gue, Rey liat perempuan ini menghinaku lagi" ucap Dewi.


"Apaan sih, itu Clery bukan Clara, sudahlah mendingan Lo pulang saja, dari pada di kantor gue Lo cari keributan." Ucap Rey emosi.


"Aku gak akan pergi, harusnya wanita ini yang pergi sekarang, bukan gue." Ucap Dewi sambil menunjuk tajam kearah Clery.


"Terserah Lo saja deh nenek sihir, Rey mending Lo usir saja deh dia dari sini, gue muak liat mukanya." Jawab Clery sambil memutar bola matanya malas.


Dewi berdecak kesal, langsung keluar setelah Rey menyuruhnya pergi.


"Pokok-nya Aku gak akan menyerah Rey, dan kamu harus segera nikahin aku" ucap Dewi langsung keluar meninggalkan Rey, Kevin, dan juga Clery.


Mereka melongo atas ucapan Dewi tadi, Kevin tidak habis pikir sama kelakuan Rey.


"Lo, kenapa ngelakuin ini sama Clara Rey?" tanya Kevin emosi.


"Lo, jangan salah paham sama gue Vin, nanti gue jelasin, dan gue juga tidak menghamili perempuan itu. Gue gak sebejad itu vin."


Jawab Rey sambil mengembuskan nafas-nya kasar.


Rey, menahan emosi, karna bagaimana pun Rey adalah sahabat-nya.


"Clara belum ketemu, Lo sudah bikin masalah baru lagi Rey" ucap Kevin mendengus kesal.

__ADS_1


"Sudah, kita dengar penjelasan dari Rey, Lo sabar dulu, napa jadi cowok" ucap Clery.


Rey terdiam sesaat, sebenarnya Ia, tidak ingin membahas soal Dewi, tapi biar tidak salah paham Clery dan juga Kevin. Maka Rey langsung menceritakan semuanya.


"Sudahlah, masalah Dewi kita skip dulu, aku punya info nih soal Clara yang dekat sama nyokap gue" ucap Clery sontak mengejutkan kedua pria yang sedang melamun itu.


"Haaahh.... beneran coba ceritakan Ry" ucap Rey penasaran.


Clery, langsung duduk di sofa, sambil memegang pipi dan kepalanya yang sakit, akibat di Jambak dan di tampar oleh Dewi.


"Ah sial, mana pipi gue sakit banget, sama ni kepala, gara-gara cewek sialan, awas saja gue nanti balas jambakan dan juga tamparan ini." Ucap Clery sambil menatap kearah pintu memasang mata tajam.


"Sudah, nanti saja Lo, balas dendamnya sekarang Lo, ceritain mengenai nyokap Lo sama Clara." Ucap Kevin tak sabaran.


"Lo sabar sih Vin, orang gue lagi kesakitan gini" ucap Clery kesal sambil menjitak kepala Kevin.


Rey yang melihat tingkah konyol mereka langsung tersenyum.


"Gini ya, gue nanya sama nyokap gue, tapi dia malah tertawa soal, gue nanyain mereka akrab, dan dia malah nanya balik sama gue, katanya gue tau dari siapa. Gue jawab dari temen gue pas dia lewat depan rumah." Ucap Clery.


"terus!" ucap Kevin.


"setelah itu, nyokap gue bilang, mereka cuma bertemu pas mereka ada di supermarket, nyokap kira, Clara itu gue yang pulang secara tiba-tiba." Ucap Clery sambil melirik ke arah Rey dan juga Kevin, yang sejak tadi mendengarkan cerita Clery dengan sangat serius.


"Katanya, mereka cuma berteman baik, setelah Nyokap gue tau kalau Clara itu bukan gue" ucap Clery santai.


"Lo, gak curiga gitu sama ucapan nyokap Lo?" ucap Rey menyipitkan matanya.


" Curiga apaan Rey, orang nyokap gue biasa-biasa saja menanggapi pertanyaan gue" jawab Clery santai.


"Siapa, tau kalian sodara kembar yang terpisah sejak kecil" ucap Kevin, seolah-olah Ia detektif.


"Hahahaa.... kalau misal Clara sodaraan sama gue, nyokap gue ngasih tau kali, lagian kan gue gak pernah punya sodara kembar dari gue bayi sampe sekarang, gue sendirian, terus juga Clara punya orang tua dan di asuh sejak kecil sama mereka. Mana mungkin gue sodaaraan sama Clara." ucap Clery panjang lebar.


"Tapi, kalian sangat mirip, suara Lo juga sedikit hampir sama dengan Clara" ucap Rey.


Clery cuma terdiam, mendengar ucapan Rey, Ia berpikir, mana mungkin Clara sodaranya.


Mereka terdiam sejenak, memikirkan tentang Clara dan Clery.


"Kurasa sekarang banyak banget ya, teka teki yang harus kita pecahkan" ucap Kevin.

__ADS_1


****


Di rumah sakit


Tit....tit......tit...


Darren, memegang tangan Clara, dan menciumi tangannya, Dia menatap dan membelai wajah Clara, yang sedang terbaring lemah.


Tangan Clara tiba-tiba bergerak, Darren langsung terkejut dan langsung menekan tombol panggilan dokter.


"Clara, kamu sudah sadar, ayo buka mata mu Clara" ucap Darren.


Dokter panji langsung keruangan Clara ,dan langsung memeriksa kondisi Clara saat ini.


"Hm..... Alhamdulillah, Clara sudah agak membaik, kamu tenang saja, kalau misal dia sudah membuka matanya, langsung kabarin saya." Ucap dokter panji sambil tersenyum.


"Terima kasih dokter, telah merawat Clara dengan sangat baik, hingga Clara bisa melewati masa-masa kritis-nya." Ucap Darren sambil tersenyum.


"Kalau begitu saya permisi dulu" ucap dokter panji keluar ruangan.


Darren kembali duduk di kursi dan memegang terus tangan mulus Clara. Ia berharap Clara segera pulih dan secepatnya sehat kembali.


dua jam sudah, Darren ketiduran, tak di sangka Clara menggerakan tangannya sedikit demi sedikit, tangannya di angkat, dan langsung memegang kepala-nya.


Ia melihat kesekeliling ya, Ia hanya merasakan sakit di bagian kepala yang di perban. Clara melihat pria yang tertidur di sebelahnya, di kursi sambil terduduk.


Melihat wajah pria itu, Clara hanya menatap agak lama, Dia langsung duduk dan minum air yang ada di sebelahnya.


Darren, tersadar dan langsung kaget, melihat Clara sedang terduduk dan sedang minum air mineral.


"Kamu sudah sadar Clara," ucap Darren dan langsung menekan tombol panggilan dokter.


Clara langsung menatap Darren, dan langsung menutup kembali gelasnya.


Dokter datang dan langsung memeriksa kondisi Clara.


"Dia sudah kembali sehat, tapi tetap ya masih dalam pengawasan, itu berarti belum bisa pulang" ucap dokter panji.


"Kamu siapa? Aku ada Di mana sekarang?" ucap Clara pada Daren.


"Kamu, ada di rumah sakit, dan aku Darren Clara" ucap Darren.

__ADS_1


"Clara? siapa Clara?" ucap Clara menatap aneh kepada Darren.


__ADS_2