Dendam Salah Alamat

Dendam Salah Alamat
Jangan tinggalkan aku Season2


__ADS_3

Clara sudah pulang dari rumah sakitnya. Ibu Farrah mengutus dua Baby sister, agar Clara tidak kecapean mengurus Baby-nya.


"Lihatlah sayang, dia begitu sehat. Ganteng banget deh." Seru Surya sambil menghampiri kedua Twin Boy-nya yang kini sedang terlelap tidur di ranjang.


Clara sudah terlihat pulih. Dirinya akan berubah menjadi wanita kuat, ia kan membalaskan dendam Clery, Rey dan juga Kevin.


Clara mengajak Surya untuk bersiap ke rumah Mamah Bella.


Sebelum mereka berangkat, Clara mengusulkan agar Surya membawa satu buah pistol untuk jaga-jaga. Karena Dewi begitu licik.


"Pokoknya kamu gak boleh ikut ke rumah Mamah Bella. Kamu Diam di mobil, mengawasi setiap gerak-gerik anak buah Dewi. Aku takut dia membawa banyak anak buahnya." Ujar Surya sambil memakai jaket dan juga memasukan pistolnya ke dalam saku jaket.


"Kamu tenang saja, jangan sampai ponselmu mati, jadi aku bisa langsung menghubungimu." Usul Clara.


Walaupun sudah di larang untuk ikut ke rumah mamah Bella, Clara bersikeras untuk ikut. Dan akan menunggu Surya di dalam mobil.


Ibu Farrah merasa khawatir, karena yang mereka hadapi bukan orang biasa.


🌾🌾🌾


Di rumah David.


"Kamu mau kemana,? tumben banget jam segini sudah sangat rapih." Ucap David.


"Aku mau ke tempat teman kok, dia mengadakan reuni semasa kita sekolah di SMA dulu." Balas Dewi.


"Oh, kamu hati-hati saja di jalannya," ujar david.


"Ya sudah, aku. Berangkat dulu yah," Dewi bersalaman dan langsung berangkat.


Setelah itu, Dewi menjalankan mobilnya ke arah lain. Ia langsung saja mengganti baju dan semua yang ia kenakan. Jaket hitam topi hitam dan juga baju semua hitam.


Dewi menukar mobilnya di tengah jalan, yang sudah ia rencanakan sejak semalam.


"Kalian pergilah, nanti kalian nyusul. Dan ingat harus hati-hati dan jangan ada yang mencurigai kalian." Desis Dewi.


"Baik Bos," ucap para preman.


Dewi mengambil pistol di dalam tas yang ia bawa. Untuk persediaan bila ada sesuatu. Senyuman yang sangat menyeramkan terukur dari wajahnya. Ia berniat akan memberi pelajaran kepada orang tua Kevin.


🌾🌾🌾


Di rumah David ia sudah bersiap-siap berangkat ke rumah sakit. Ia sering kontrol rutin untuk kesembuhan penyakitnya.


Ia menyembunyikan semuanya dari istri dan keluarganya. David tidak mau merepotkan mereka dengan segala keluh kesahnya.

__ADS_1


Ia menyuruh supir untuk mengantarkan dirinya ke rumah sakit langganannya. David harap pengobatan yang ia jalani bisa membuahkan hasil yang maksimal.


David merasa kepalanya sangat sakit, ia menahannya. Sang supir sangat khawatir melihat majikannya terlihat pucat dan tidak berdaya.


"Bagaimana bisa, Pak bos menyembunyikan semua ini kepada keluarganya." Ucap


Pak supir dalam hatinya, sambil memperhatikan David dari kaca.


Tak berselang lama, perjalanan mereka sudah hampir sampai di rumah sakit. David langsung tidak sadarkan diri, membuat sang supir merasa cemas.


"Sabar, ya Pak. Sebentar lagi kita sampai ke rumah sakit," ucap Pak supir.


Ia sangat cemas, membuat dirinya langsung parkir buru-bur dan menggendong majikannya ke dalam rumah sakit. Tak berselang lama, satpam langsung membantu David dan di membaringkanlah ia ke ranjang dan membawanya ke ruang UGD.


"Dokter, tolong bawa majikan saja dan rawatlah dia secara baik." Ujar sang supir panik.


"Baik, kita akan selalu berusaha untuk penyembuhannya," balasan sang Dokter. Dirinya pun duduk menunggu kabar baik dari dalam.


🌾🌾🌾


Di rumah Clara.


Surya sudah siap, ia langsung membawa kunci mobil dan berlalu pergi bersama Clara.


"Pokoknya kalau ada apa-apa langsung saja beritahuku. Dia memang sangat licik, kasian sekali Mamah Bella." Ucap Surya menggandeng tangan Clara menuju mobil.


Anak buah Surya sangat banyak, ia pun ikut namun di belakang. Untuk jaga-jaga bila ada sesuatu di sana.


Surya melajukan mobilnya, Clara merasa cemas. Ia takut terjadi hal yang tidak di inginkan, mengingat di penglihatannya banyak darah. Namun ia tidak tau darah siapa itu.


Sepanjang jalan Clara terus berdoa, ia tidak mau suaminya, kenapa-napa.


Selang beberapa jam. Mereka sudah sampai di depan rumah Mamah Bella. Terlihat ada mobil baru yang terparkir di dekat rumah Mamah Bella.


Di dalam Mamah Bella lagi di tahan oleh Dewi. Ia menodongkan pistolnya, ke arah kepala Mamah Bella. Kebetulan di rumah itu hanya ada Mamah Bella seorang.


"Tolong, jangan lukai anakku," lirih Mamah Bella.


"Ini semua karena ulahnya, aku bisa saja membatalkan pembunuhan terhadap Kevin. Namun semua itu sangat kurang bagiku bila aku tidak membunuh Orangtuanya. Ini akan di jadikan bukti buat si Kevin sialan itu, bahwa ancamanku tidaklah bohong." Desis Dewi masih menodongkam pistolnya.


Surya datang, ia mendobrak pintu, membuat Clara merasa sangat khawatir di dalam mobil.


Dewi kaget karena Surya sudah ada di ambang pintu, sambil menharahkan pistolnya.


"Jangan kau macem-macem Dewi. Sudah kuduga ternyata di balik kecelakaan Rey dan Clara adalah ulahmu. Dan sekarang kamu menyekap Kevin dan juga mau membunuh Orangtuanya. Dasar kau gila Dewi!! ayo lepaskan Dia, Aku harap kau mau melepaskannya." Ucap Surya pelan sambil berjalan mendekati.

__ADS_1


"Jangan kamu ikut campur Surya, kau tidak berhak ada di sini." Ucap Dewi keras.


"Tidak, kau salah. Aku akan melindungi orang-orang yang tidak berbuat salah. Kamu yang salah Dewi. Jadi mohon lepaskan Mamah Bella." Usul Surya.


"Tidak kau jangan mendekat, kalau kau tidak mau mati Surya," ucap Dewi sambil menodongkan pistol ke arah Surya.


Dewi semakin menggila, Lia menjambak rambut Mamah bella, hingga mamah Bella terlihat kesakitan. Surya merasa geram, Karena Dewi tidak mau di bujuk.


Suasana semakin mencekam, mamah Bella merintih kesakitan akibat jambakan pada rambutnya membuat Mamah Bella menangis, Dewi melotot ke arah Surya.


"Jangan salahkan aku jika aku membunuhmu sebelum aku membunuh Kevin," ucap Dewi.


Ia melepaskan jambakan Mamah Bella dan..."


Dooorrr... doooorr...


Tembakan Dewi mengarah ke dada sebelah kanan dan kiri Surya. Clara merasa panik dirinya mendengar suara tembakan dari rumah Mamah bella. Dan terdengar juga suara Mamah Bella menjerit.


Surya langsung terjatuh ke lantai, dirinya penuh darah. Dewi panik ia langsung pergi meninggalkan Surya dan Mamah Bella keluar.


Mamah Bella menangis melihat Surya tertembak. Clara keluar mobil, ia tak sengaja berpas-pasa sama dewi yang mau keluar rumah. Sambil tergesa-gesa, Clara melihat Dewi membawa pistol di tangannya.


Clara geram, ia langsung meninju wajah mulus Dewi.


Buuugghh....


Clara merasa aneh, dirinya bisa bela diri dan melawan penjahat seperti Dewi.


Dewi terjatuh dan kesakitan. Ia langsung menodongkan pistolnya pada Clara, namun Clara lebih lihay, ia langsung merebutnya dan menampar lagi Dewi dengan sangat keras.


"Aku akan mengejarmu, ke mana pun kamu pergi. Aku akan terus mengincarmu Dewi." Ucap Clara melihat Dewi berlari ke arah mobilnya.


Dewi kabur, karena ia sudah menembak Surya secara tiba-tiba. Namun hatinya sangat puasa ia telah melenyapkan satu orang dengan sangat mudah.


Clara langsung masuk, karena di dalam terdengar tangisan Mamah Bella.


Matanya melotot melihat ke arah suaminya berlumuran darah dan tergeletak di lantai.


Mamah Bella menangis, begitu juga clara yang syok berat


"Honey bangun, honey lihat aku. Mah tolong panggilkan ambulance.


Clara memeluk suaminya yang kini sudah tidak sadarkan diri. Membuat ia sangat sakit, dan tidak percaya bahwa suaminya lah yang di tembak Dewi.


"Kau janji padaku bahwa kau tidak akan meninggalkan aku juga anak-anak kita. Aku tidak bisa hidup tanpamu honey. Cepat bangun, Hik... hik... hik..." Clara menangis sambil memeluk tubuh suaminya yang sudah tidak berdaya berlumuran darah.

__ADS_1


Tembakan Dewi tepat di dada kanan dan kiri Surya.


__ADS_2