Dendam Salah Alamat

Dendam Salah Alamat
Kembang gula


__ADS_3

Sehabis pulang dari acara, Clery langsung bertanya kepada kakaknya, di dalam mobil Darren melihat Clery seperti kebingungan.


Clery langsung bertanya, karena ini bisa untuk menyelamatkan Rey dari genggaman ular berbisa seperti Dewi.


"Kak, aku mau tanya? pria sama wanita yang tadi ngobrol bersama kakak siapa? ujar Clery sambil terus menatap kakak laki-lakinya itu. Ia sangat yakin bahwa Dewi cuma pura-pura hamil anak Rey.


"Oh dia David, teman sekelas kakak, dia tadi datang sama istrinya. Tau gak istrinya itu sedang hamil! dan dia itu adik kelasnya kita." seru Darren menceritakan masa lalunya.


Clery menohok ia melebarkan matanya merasa kaget apa yang di ucapakan kakaknya itu.


"Waahh ini benar-benar harus gue gampar itu si Dewi! seru Clery sambil mengepalkan tangannya.


"Dewi? maksud kamu apa Ra?" tanya Darren langsung berhenti di pinggir jalan mobil yang mereka tumpangi.


"Dewi itu, ngaku-ngaku bahwa bayi yang ada di dalam perut dia itu anak Rey! brengesek bangetkan dia, dia sudah menghancurkan rumah tangga Clara.


Darren menohok tidak percaya ia terus kepo sama cerita Clery. Pada akhirnya mereka berencana menjebak keduanya. Apakah david terlibat atau cuma Dewi seorang yang merencanakan semua ini. Dan mereka mau menggali inisiatip Dewi menghancurkan Rey.


🌸🌸🌸


Di rumah Surya sedang duduk santai di ruang tv, ia merasakan kenikmatan teh buatan Clara. Ia rasa baru pertama kali merasakan teh yang sangat nikmat, kemudian ia beranjak pergi dari sofa, namun pandangannya beralih melihat Clara turun dari tangga.


Dag-dig-dug


jantungnya berasa mau meloncat ke luar, ia merasa aneh, kenapa setiap ada Clara jantungnya bergejolak tidak menentu.


"Ini sangat sial, kenapa wanita itu menampakan diri lagi sih, gue gak bisa menahan deburan jantung yang mengoyak-ngoyak." Gumam Surya. Ia pura-pura tidak melihat Clara yang kini menghampiri dirinya.


"Eh, bos kok maen nyelong saja, sini dong, aku kan bukan hantu yang tidak terlihat!" ucap Clara sambil menarik tangan Surya.

__ADS_1


Debaran jantung Surya mulai membuncah, ia merasa sangat gugup tangannya di pegang oleh Clara. Lalu ia menepis langsung genggaman tangan Clara.


"Bos, aku nanya kenapa dingin seperti es balok yang baru di keluarkan dari freezer." Seru Clara, Surya merasa gemas sama cerocosan Clara yang ada di hadapannya.


"Eemm, ada apa? jangan membuang waktuku! cepetan ngomong?" jawab Surya ketus ia tidak berani melirik ke arah wajah Clara, pandanganya di alihkan ke pinggir.


"Bos, aku di sini, bukan ada di pinggir ha ha ha?" ucap Clara sambil tertawa. Surya merasa sebal atas tingkah laku Clara kepada dirinya. Niat mau menyiksanya atas perlakuannya nanti, malah ia terjebak sendiri.


"Anterin aku beli bakso dong bos? Clara memohon untuk di antar keluar.


"Sudah malam aku sangat ngantuk, sudah kamu pergi sendiri" ketus Rey sambil melangkah pergi. Terbersit di pikirannya, ia takut Clara pergi sendiri dan nanti ketahuan oleh Rey atau keluarganya.


"Eh, aku antar kamu, ayo cepat kita cari bakso?" ujar Surya langsung membalikan badannya dan menarik tangan Clery.


"Nah, gitukan enak bos, aku di kawal sama bos besarku." Clara langsung membungkam mulutnya sama kedua tangannya.


"Apa yang kamu katakan tadi? aku kawalan mu, enak saja, kamu tuh bawahanku!" jawab Surya dingin.


"Bos kaku bener, kayak patung yang ada di toko pakaian saja?" Clara langsung menyenderkan kepalanya ke jok mobil.


"Ya ampun ni cewek bikin gue gemes saja, sama ucapannya" ucap dalam hati Surya.


Bos aku mau kembang gula, ayo kita turun bos di pameran malam itu?" Clara memaksa hingga surya menuruti keinginan asisten bawelnya ini.


"Sabar, kita parkir dulu" surya langsung memarkirkan mobilnya. Clara bergegas turun, ia menghampiri penjual kembang gula.


"Ah ini sangat asyik, berasa masih anak kecil, kamu mau bos kembang gulanya." tanya Clara sambil terus memakan kembang gula yang mengembang.


"Gak mau, nanti terkena diabet" jutek Surya sambil terus memperhatikan Clara memakan kembang gula.

__ADS_1


Bagi Surya hal ini membuat ia merasa terhibur, selama ini Surya sendiri tidak ada yang menghibur dirinya. Sekarang sejak ia menculik Clara dari Rey, hidupnya mulai berwarna.


"Bos, kita pulang, aku jadi gak mau beli baksonya" Clara langsung menarik tangan Surya.


"Kamu ini plin-plan banget sih! tadi di rumah mau bakso, lihat kembang gula malah belok" ketus Surya langsung masuk ke dalam mobil.


"Sekali-kali dong bos, aku sangat senang makan kembang gula ini, dulu waktu kecil, aku sering di ajak main ke pameran yang ada di kampung bos. Waktu itu aku masih kecil dan masih imut cantik pula hehehe." Ucap Clara


"Kamu sangat pede, sekarang saja gak ada imut-imutnya" ujar Surya ketus.


"Itukan masih kecil tapi sekarang juga masih imut dan cantik kok bos! waktu itu aku menangis pengen kembang gula, tapi ibu melarangku beli kembang gula." Clara meneteskan air matanya. Surya yang melihat itu merasa iba.


"Kenapa kamu menangis, ayo lanjutkan curhatnya?" ujar Surya penasaran.


"Waktu itu aku sedang sakit gigi bos, jadi ibu tidak bisa membelikan aku kembang gula." celotehan Clara membuat Surya tertawa kencang.


Clara hanya bisa mengernyitkam dahinya merasa aneh, bosnya sampai tertawa lepas.


"Bos, emang ada yang lucu ya?" tanya Clara masih bengong melihat Surya tertawa.


"Kamu lucu Clara, ibumu benar ia melarang kamu membeli kembang gula, kamu kan lagi sakit gigi." Seru Surya sambil melirik ke arah Clara. Menurutnya ini pertama kali dalam hidup Surya seorang wanita bisa membuatnya tertawa lepas.


"Hemm, ia juga sih ya bos, aku sangat polos banget waktu itu." Ujar Clara tersenyum.


🌸🌸🌸


Sementara itu, di rumah Clery sangat sibuk ia mencari si sosial media tenatng Dewi dan suaminya itu. Menurut Darren mereka punya sosial media bukti bahwa mereka suami istri dan anak yang di kandung Dewi murni anak mereka berdua.


"Akhirnya gue menang juga nih, photo USG, photo pernikahannya. Ini cukup memuaskan bagiku untuk memberikan bukti ini pada Rey. Eh apa Rey sekarang sudah sembuh apa dia masih sakit, gue coba hubungi dia." Ujar Clery ia langsung mengeluarkan ponselnya dari saku miliknya.

__ADS_1


Telephone-nya tidak di jawab rey, Clery merasa cemas dan langsung berdiam. Ia merasa khawatir sama keadaan Rey, tadi pagi saja ia terlihat pucat. Ia takut Rey sakit parah karena memikirkan Clara.


"Besok gue ke rumah dia, sambil membawa bukti yang kuat, buat bukti mengusir Dewi dari kehidupan Rey." Ujar Clery mengepalkan tangannya, ia bersyukur banget bisa menangkap basah ular betina itu, dan impian Clery saat ini Clara segera di temukan.


__ADS_2