Dendam Salah Alamat

Dendam Salah Alamat
Bodyguard lagi buat Clara season2


__ADS_3

Mamah shiren menghampiri Rey di kamarnya, ia tersenyum menyambut kedatangan mertuanya.


"Rey, mamah mau bicara padamu, apa kamu sibuk?" tanya mamah shiren sambil ikut duduk di sebelah Rey.


"Silahkan mah, Rey tidak sibuk kok, ada perlu apa?" jawab Rey.


"Maafkan mamah sebelumnya, apa kamu masih menyimpan rasa pada Clara? hmmm, mamah harap kamu bisa melupakannya, Clara sudah bersama Surya dan juga kamu sudah milik Clery. Mamah tau kamu masih menyimpan rasa, tapi mamah juga ingin putri-putri mamah bahagia bersama pasangannya. Kamu mengerti kan maksud mamah apa?" terang mamah shiren sambil tersenyum ke arah Rey.


"Rey berusaha mencintai Clery lagi mah, maafkan Rey, belum bisa melupakan Clara, dan sekarang sedang berusaha melupakannya. Mamah mohon mengerti perasaan Rey juga." Jawab Rey dengan nada lemah.


"Baiklah, mamah mengerti istirahat yang cukup, ini teh buat kamu, semoga kamu bahagia bersama Clery." Ucap mamah shiren sambil berlalu pergi.


Rey mengusap wajahnya kasar, ia tidak tau kenapa mamah shiren bisa tau tentang perasaannya. Sungguh ini mengejutkan dirinya.


Tak berselang lama, mamah shiren langsung mengirimkan notip pesan pada Surya, ia berharap Surya segera membacanya.


🌾🌾🌾


Surya, Clara dan juga ibu Farah. Mereka sudah meninggalkan kampung halaman Clara, betapa singkatnya waktu yang mereka dapat di kampung. Ibu Farah masih betah di sana, tapi keadaanlah yang membuat mereka harus pulang.


Terlihat wajah Clara yang tertidur pulas, Surya tersenyum lalu mengusap kepalanya pelan.


Tak lama ponselnya berbunyi, terlihat ada notip pesan yang ia terima dari mamah shiren.


Surya berhenti di pinggir jalan, ia pensaran sama pesannya yang ia terima dari mertuanya itu.


"Nak, kenapa kok berhenti?" tanya ibu farah dari belakang.


"Ada notip pesan dari mamah shiren siapa tau penting, aku baca dulu ya Bu" ucap Surya yang di angguki oleh ibu Farah tanda setuju.


Surya langsung membuka pesan singkat yang membuat dirinya penasaran.


"Assalamualaikum, Surya, bagaimana kabarmu? mamah harap kamu baik-baik saja. Surya, tolong jaga Clara, jangan sampai dia percaya sama ucapan nenek Sukma. Mamah harap kamu mengerti ucapan mamah.


Mamah shiren.


Surya langsung menutup ponselnya kembali, ia menghembuskan nafasnya pelan. lalu melirik ke arah istrinya yang sedang terlelap tidur.

__ADS_1


"Ternyata dugaan ku benar, nenek sihir itu pasti ada rencana di balik kata maafnya. Awas saja jika dia berani menyakiti Clara, tidak ada ampun bagiku nenek sihir." Desis Surya sambil mencekram stir mobilnya dengan tatapan tajamnya ke arah depan.


"Ada apa Nak?" ucap ibu Farah yang membuyarkan lamunan Surya.


"Tidak Bu, hanya pesan biasa" jawab Surya singkat ia langsung melajukan mobilnya kembali.


🌾🌾🌾


Di kediaman Mamah shiren


Di kamar, mamah shiren lagi duduk termenung, dirinya tidak habis pikir sama mertuanya. Ia masih ragu setiap ucapan yang di lontarkan nenek Sukma. Dirinya bangkit dari tempat duduk, Ia merasa cemas, ada yang tidak beres dari kata-kata yang terlontar nenek Sukma.


"Masa mamah mau memaafkan Clara, alasannya tidak masuk akal, apa aku terlalu curiga hingga ia meminta maaf pun aku tidak


percaya. Tapi sebelumnya mamah menginginkan cucu dari Clery, ada apa sebenarnya, dan kenapa mamah bisa berubah drastis. Aku rasa Surya bisa di ajak kerja sama hmmm." Ucap mamah shiren masih termangu di tempat duduknya.


Empat menit kemudian


Nenek Sukma datang ke kamar Clery, dirinya langsung mengetuk pintu kamar dan menyuruh Clery ikut dengannya ke bawah.


"Ada apa nek" ucap Clery, yang kini sedang di gandeng ke bawah sama nenek Sukma.


"Nenek cuma mau bertanya sama kamu?" tanya nenek Sukma.


"Sebaiknya kita sambil duduk deh nek" ucap Clery berjalan menuju sofa ruang tamu.


"Ada apa sih nek, sepertinya serius banget" tanyanya lagi.


"Gini sayang, nenek sudah pengen menimbang bayi dari kamu" ucap nenek Sukma sambil tersenyum dan meraba perut rata Clery.


Wajah Clery tercengang mencerna ucapan neneknya yang tidak masuk akal.


"Maksudnya apa nek? Clery tidak paham?" tanya Clery memastikan.


"Kamu segeralah menimbang buah hati dari Rey, nenek sudah gak sabar pengen lihat Farrel menimbang cucu dari kamu." Terang nenek Sukma.


Ucapan nenek Sukma membuat Clery begiding ngeri, bulan madu saja belum pernah melakukan, apalagi hamil. Ini mungkin terdengar geli bagi Clery, selama di luar negri mereka berdua belum menyatu, di karenakan Clery masih halangan.Tapi ucapan nenek Sukma membuat Clery merasa geli di buatnya.

__ADS_1


"Nek, aku baru juga nikah sama Rey, masa sudah mau punya anak saja, kita juga pengen menikmati masa pacaran sesudah menikah." Terang Clery menjelaskan agar tidak ada salah arti dalam ucapannya.


"Ya sudah nenek akan menunggu mu sampai kamu hamil" Seru nenek Sukma meluk Clery dengan penuh cinta.


Tidak ada yang tau, percakapan Clery dan nenek Sukma, hanya mamah shirenlah yang sedari tadi mendengarkan mereka. Dirinya merasa heran, kenapa Nenek Sukma pengen sekali bayi dari Clery. Ini bisa jadi pertanyaan mamah shiren. Dirinya terus mengawasi mertuanya, ia juga takut nenek Sukma kambuh lagi. penyakitnya Itu akan membuat Clery syok berat kalau misalkan dia tau nenek Sukma sedikit stres.


🌾🌾🌾


Beberapa jam kemudian di kediaman Surya


Terlihat wajah berseri dari Clara, Ia sudah bangun dari tidur lelapnya, dirinya merasa sangat lega. Karena nenek Sukma sudah mau menerimanya sebagai cucu seperti pada Clery.


"Honey, malam jadikan kita ke rumah mamah?" tanya Clara sambil melepaskan sabuk pengaman.


"Jadi dong, pasti kamu senangkan nenek sihir itu mau meminta maaf sama kamu?" tanya Surya mengejek.


"Kamu tuh ya, siapa sih yang gak seneng, pokoknya malam ini sangat aku nantikan" Seru Clara.


"Semoga saja nenek sihir itu beneran bertaubat tidak berbohong" ucap Surya.


"Mudah-mudahan saja, kita berpikir positif saja honey, jangan banyak pikiran yang membuat kamu mikir jelek sama nenek, ayo ah kita masuk aku sangat lelah" ujar Clara, ia pun langsung membuka pintu mobil keluar menuju rumah.


Di dalam mobil Surya memperhatikan setiap langkah istrinya itu, ia berusaha melindungi istrinya dari orang yang berniat jahat.


"Bodyguardnya harus di tambah nih, biar gak kecolongan sama nenek sihir gila. Apa coba maksudnya ini, dasar nenek gila, gak akan aku biarkan istriku terjebak akal bulusmu." Desis Surya sambil meraih ponselnya.


Setelah beberapa menit, Surya masih berada di dalam mobilnya, ia mengerahkan satu bodyguard lagi buat menjaga Clara.


"Dua bodyguard kurasa cukup" ucap Surya sambil membuka pintu mobil.


Sekarang, Surya merasa lega. Setiap langkah istrinya nanti ada dua orang bodyguard yang melindunginya. Kecuali dirinya tidak bekerja alias libur baru dia yang jadi bodyguardnya.


"Tenang saja sayangku, kamu aman di sisiku, tidak akan aku biarkan satu orang pun yang akan mencelakai mu." Desis Surya sambil melangkah menuju rumahnya.



Hai semuanya jangan lupa kasih like, komen, hadiah, dan juga vote. Semoga kalian sehat selalu readers kesayangan.

__ADS_1


__ADS_2