Dendam Salah Alamat

Dendam Salah Alamat
Operasi lancar


__ADS_3

Clara terus menjerit histeris dan langsung merangkul Rey yang tersungkur kesakitan, Clara meminta tolong. Beberapa orang di sekitar mereka langsung menolong, tapi Rey langsung pingsan karna banyak mengeluarkan darah. perut-nya berlumuran darah dan mengalir cukup deras. Membuat Clara khawatir dan takut.


Sebelum di terkam Rey terbentur kepalanya di sisi mobil milik-nya ia tidak sempat melawan, tenaga kedua orang itu sangat kuat hingga Rey kewalahan tidak bisa berbuat apa-apa.


Ambulance telah tiba di lokasi kejadian, Clara terus menangis dan memeluk Rey, darah segar terus mengalir dari tubuh Rey. Pikiran Clara sangat kacau ia tidak bisa menolong suaminya ketika di terkam orang tak di kenal.


Akhirnya Rey tiba di rumah sakit, dan langsung di tangani sama dokter. Darah di tangan Clara dan di baju-nya terlihat banyak. Ia langsung menghubungi nomor ponsel Clery. Mau menelphone ke rumah Rey juga ia tidak tau nomor ponsel mamah mertuanya. Clara mencoba menghubungi ponsel Clery, akhirnya telephone nya pun langsung di angkat oleh Clery.


"Hallo Ra, ada apa tumben kamu tlp kakak" ucap Clery yang masih berada di restoran bersama Kevin.


Mendengar itu, Kevin sontak kaget, apa yang di ucapakan Clery menyebut Ra.


"Ry, siapa yang menelphone" tanya Kevin penasaran.


"Nanti gue jelasin sekarang kita ke rumah sakit harapan Mulya" jawab Clery langsung menarik lengan Kevin.


Ia memakai mobil Kevin, mobil dirinya ia tinggal di restoran.


🌸🌸🌸


Mereka akhirnya tiba di rumah sakit dan langsung menuju tempat di mana Rey di tangani.


Pikiran cemas di pikiran Clara membuat Ia terus menangis.


Kevin telah tiba di hadapan Clara, wajah Clara masih tertunduk dan menangis, Clery langsung merangkul-nya dan melihat bercak darah di tangan Clara juga di baju-nya.


Ia merasa heran kenapa Rey bisa tertusuk.


Kevin langsung memeluk Clara saat itu juga. tangis-nya pecah bersama tangis Clara.

__ADS_1


"Lo jahat banget sih Ra, Rey juga sangat jahat sama gue? kenapa kalian tidak beritahu gue kalau Clara sudah di temukan" ucapan Kevin membuat Clery tidak bisa berbuat apa-apa lagi.


"Maafin gue Vin, tadi juga gue mau bahas Clara di restoran itu cuma keburu kita di panggil kesini! jadi gue minta maaf banget sama Lo" ucap Clery merasa bersalah.


"Kak, Ini siapa?" tanya Clara sambil mengusap air mata-nya. Kevin langsung kaget mendengar ucapan Clara.


"Clara hilang ingatan Vin, nanti gue jelasin setelah Rey sadar" ucapan Clery membuat Kevin bingung saat ini.


"Kevin tersadar ia harus menghubungi orang tua Rey saat ini juga, Ia pun mengeluarkan ponsel-nya dan langsung menghubungi orang tua Rey.


🌸🌸🌸


Senyuman kemenangan terukir di bibir pria misterius itu, Ia langsung tertawa jahat dan memuji anak buah suruhan-nya itu.


"Tidak sia-sia gue memberi kesempatan sama kalian berdua, kerja yang sangat bagus untuk hari ini, oke gue akan menunggu kabar duka dari mereka haa..haaa..." pria itu pun langsung tertawa riang.


Ia segera menghubungi pelayan-nya dan meminta minuman untuk merayakan keberhasilan-nya saat ini.


Ia tak kuasa melihat tangan dan baju Clara berlumuran darah anak-nya. Clara menangis, sambil meminta maaf kepada Mertua-nya itu. Ia merasa bersalah karna tidak bisa menyelamatkan suami-nya dari terkaman orang jahat.


"Maafkan Clara mah, tidak bisa melerai kedua orang jahat itu" ucap Clara sambil terisak tangis.


"Tidak, sayang ini bukan salah mu, mungkin ini kejadian kedua kali Rey di celakai oleh orang yang sama. Minggu lalu Rey mau di tusuk juga sama dua orang yang tidak di kenal-nya. ia bisa melerai pisau itu, tapi tangan-nya kena sebatan pisau." ucapan mertuanya itu membuat Clara bersedih dan mencemaskan kondisi suami-nya.


Kedua wanita itu terus berpelukan, Clery yang melihat itu merasa sedih.


"Apa ini orang yang sama, yang telah mengirim paket misterius sama Rey" ucap Kevin sambil terus memandang ke arah pintu ruang di mana Rey sedang berjuang di dalam.


Sontak semuanya kaget apa yang di ucapkan Kevin saat itu. Mamah Rey langsung bertanya pada Kevin, karna ia tidak tau mengenai paket itu.

__ADS_1


"Apa maksud mu Vin, apa Rey di teror? tapi ia tidak pernah cerita sama Tante?" ucap mamah Rey heran dan merasa kaget.


"Sudah sayang jangan dulu di bahas, kita berdoa sekarang, semoga anak kita selamat di dalam sana.


Dua jam telah berlalu, akhirnya dokter keluar, semua yang ada di sana termasuk Clara langsung bergegas menghampiri sang dokter.


"Gimana Dokter keadaan anak saya? ucap mamah Rey menghampiri sang dokter yang yang tengah keluar dari ruang operasi.


"Ibu tenang saja, operasinya sangat lancar, hingga sekarang pasien sudah bisa di pindahkan ke ruang rawat inap. Tusukan pisau-nya sangat dalam, tapi Alhamdulillah anak ibu selamet dari maut-nya. Itu berkat doa-doa dari kalian." ucapan dokter itu membuat hati mereka merasa lega.


Semua orang membuntuti Rey yang di bawa langsung ke ruangan rawat inap. Terlihat wajah Rey yang terbaring lemah di ranjang rumah sakit, membuat Clara merasa sedih dan menangis lagi.


"Huuhh syukurlah sahabat gue selamet dari maut yang menimpa-nya" ucap Kevin sambil mendudukkan badan-nya ke sofa yang ada di ruang rawat inap.


"Clara sekarang kamu bersihin dulu baju dan tangan kamu, Mamah yang menjaga Rey di sini. Sekarang kamu pulang dulu, pasti kamu cape, biar nak, Kevin sama Clery yang antar kamu ke rumah." ucapan mertuanya di angguki Clara saat itu juga.


Sekarang Clara, Clery dan Kevin menuju rumah Rey untuk menemani Clara di sana, Clery menginap, tapi Kevin tetap pulang ke rumah-nya.


Clery langsung menghubungi kedua orang tuanya, bahwa malam ini Ia akan menginap di rumah Clara dan langsung memberitahu-kan bahwa Rey sedang di rumah sakit.


Mamah shiren langsung bergegas mengajak Suaminya untuk ke rumah sakit.


🌸🌸🌸


Di tempat lain pria misterius itu mengetahui bahwa Rey selamat dari operasi-nya. Ia langsung mengamuk dan membantingkan barang yang ada di dekat dirinya.


Baru saja ia bersenang-senang di atas kemenangan-nya. Dan sekarang malah mendapat laporan bahwa Rey selamat dan masih hidup.


"Brengsek Lo Rey, masih saja tetap bertahan, gue semakin benci sama Lo Rey. Pokoknya suatu hari nanti Lo bakalan mati di tangan gue Rey" ucap pria misterius itu sambil membantingkan gelas yang ada di tangan-nya.

__ADS_1


Anak buah-nya langsung kaget dan ketakutan melihat tingkah boss-nya yang arogan itu.


Mereka hanya menundukkan kepalanya ke bawah.


__ADS_2