Dendam Salah Alamat

Dendam Salah Alamat
Butuh pendonor season2


__ADS_3

Di rumah mamah shiren


Clery dan mamah shiren sedang menunggu antrian, nenek Sukma merengek minta pulang karena dirinya merasa baik-baik saja.


Mamah shiren membujuk mertuanya agar sabar dan mau mengantri untuk berobat.


"Nek, sebentar lagi kok, nenek cuma di priksa doang" bujuk Clery pada nenek Sukma.


"Baiklah kalau cucu nenek yang minta" balas nenek Sukma.


Setelah mengantri beberapaa jam kemudian, akhirnya mereka bisa masuk dan siap untuk priksa nenek sukma, di dalam semua berjalan dengan lancar, dokter menyarankan agar jadwal kontrolnya jadi seminggu dua kali, tapi nenek Sukma tidak mau dan marah besar, ia langsung keluar meninggalkan menantu sama cucunya.


Clery berusaha mengejar nenek Sukma ke luar rumah sakit.


"Mah, biar clery yang ngejar nenek, mamah di sini saja ambil resep obat" saran anaknya langsung ia terima, terlihat dokter Gita tersenyum melihat Clery keluar ruangan.


"Hmm, perasaan aku gak enak ya dokter, aku ngejar mereka dulu gak apa-apakan dok, nanti aku balik lagi ke sini ambil resep obat" terang mamah shiren, ia merasa tidak enak hati anaknya mengejar mertuanya.


"Baiklah, nanti setelah nenek Sukma sadar dari marahnya ambil resep ke sini lagi" ucap dokter Gita tersenyum ke arah mamah shiren.


Clery terus mengejar nenek Sukma yang kini sudah keluar gerbang rumah sakit, ia berlari melihat neneknya menyebrang jalanan.


Clery merasa cemas dan terlihat panik ketika nenek Sukma menyebrang dan ada mobil dari lawan arah terlihat ngebut.


Sontak saja ia berlari kencang untuk menyelamatkan-nya.


"NENEK" teriak Clery mendorong untuk menyelamatkan neneknya.


Bruuukkk....


Nenek Sukma selamat dari maut yang menimpanya, terlihat mamah shiren yang menyaksikan kejadian itu berteriak sangat kencang hingga semua orang yang ada di sekitar rumah sakit melihat ke arah kejadian dan berhamburan.


"CLERYYYYYYYYYY" teriak kencang mamah shiren.


Clery terhempas lumayan jauh dari lokasi di karenakan posisi mobil sangat kencang, mamah shiren menjerit sekuat tenaganya melihat anaknya terpental jauh dari lokasi.


"TIDAK" ucap nenek Sukma.


Mamah shiren berlari ke arah Clery terpental, ia menangis histeris melihat anaknya berlumuran darah banyak di area wajah dan badannya. Clery pingsan dan tergeletak, membuat mamah shiren semakin histeris, semua orang yang menyaksikan kejadian itu ikut prihatin.


"Tidak nak, kamu pasti kuat, siapapun tolong anak saya bawa ke dalam rumah sakit, tolong bawa dia" jerit mamah shiren sambil memeluk tubuh clery yang berlumuran darah.


Nenek Sukma muncul melihat kondisi cucunya yang kini sedang meregang nyawa membuat ia menangis dan meminta maaf.

__ADS_1


"Maafkan nenek sayang, tolong bawa dia ke dalam" teriak nenek Sukma tidak di hiraukan mamah shiren.


Petugas IGD langsung membawa Clery ke dalam rumah sakit, mamah shiren terus menangis badannya lemas ia pun langsung jatuh pingsan, membuat nenek Sukma khawatir.


Satpam rumah sakit membopong badan mamah shiren ke ruangan rawat yang di suruh petugas IGD, badan dan tangannya terlihat banyak darah dari Clery.


Nenek Sukma merasa bersalah, ia menangis tubuhnya bergetar, ia sangat menyesal karena telah kabur dari pemeriksaan hingga membuat Clery kecelakaan.


"Aku harus menghubungi Farrel, ya tuhan tolong selamatkan cucucku" ucap nenek Sukma sambil mengambil ponsel dalam tasnya.


🌾🌾🌾


Di kantor Papah Farrel


Berasa di sambar petir siang bolong, mamahnya mengabarkan bahwa anaknya kecelakaan dan istrinya pingsan di rumah sakit, hatinya terasa di cabik-cabik. Ia bergetar kemudian langsung meninggalkan kantornya, tak lupa ia menghubungi Rey lewat pesan singkat yang ia kirimkan.


Rey, kamu kerumah sakit Husada, sekarang ini juga Clery kecelakaan, kamu datang sekarang juga!


Papah Farrel.


Setelah mengirim pesan singkat ia buru-buru pergi meninggalkan kantornya, hatinya tidak karuan mendengar kabar anaknya kecelakaan.


Di kantor Rey


Rey terkejut dan berasa nafasnya berhenti, pesan yang ia terima ternyata pesan hal buruk, ia langsung berlari keluar dan langsung menaiki mobilnya, kemudian ia melajukan mobilnya ke arah rumah sakit yang di beritahu Papah mertuanya.


Hatinya sangat tidak menentu mendengar berita yang tidak mengenakan itu, padahal dirinya sedang berusaha mencintai Clery lagi seperti dulu, namun setelah hatinya mulai terbuka buat Clery, hal buruk menimpa istrinya membuat ia Frustasi.


"Tidak Clery kamu pasti selamat, aku akan datang sayang, tunggu aku kamu pasti kuat" ucap Rey dalam mobil sambil mengacak rambutnya, hatinya tidak karuan mendengar istrinya kecelakaan.


Beberapa menit kemudian


Rey telah sampai di rumah sakit, terlihat Papah farrel sedang menenangkan istrinya begitu juga nenek Sukma, mamah shiren sudah sadar dari pingsannya, ia terlihat kacau dan noda darah di tangan bajunya menjadi saksi kecelakaan anaknya.


"Pah, Clery pasti selamatkan pah" ucap mamah shiren pandangannya kosong menatap kedepan.


Rey tiba di depan mertuanya dan langsung memeluknya ia menangis melihat noda darah yang sangat banyak di badan mertuanya, membuat ia sakit dan masih gak percaya.


"Mah, Clery pasti bisa melewati semua ini" ucap papah Farrel, Rey hanya menangis dan terlihat sangat kusut.


"Rey coba kamu hubungi Clara, kabari dia secepatnya" ucap Papah Farrel.


Nenek Sukma langsung emosi mendengar nama Clara.

__ADS_1


"Tidak, Clara tidak boleh datang ke sini" desis nenek sukma.


"Kenapa mah, bukannya mamah sudah memaafkan Clara? tanya Papah Farrel bangun dari tempat duduknya.


Nenek Sukma hanya terdiam dan emosi mendengar anaknya membela Clara, tiba-tiba mamah shiren bangkit dan marah kepada nenek Sukma.


"Mah, Clara juga anak saya, bukannya mamah sudah memaafkan Clara" desis mamah shiren emosi.


"Ya sudah terserah kalian saja" geram nenek Sukma.


Dokter keluar dari ruangan setelah bergelut beberapa waktu di dalam sana, akhirnya ia keluar dengan berat hati ia mengatakan.


"Dok, bagaimana kondisi anak saya?" tanya mamah shiren menghampiri sang dokter.


"Huuuhh, anak ibu membutuhkan donor darah AB" ucap sang dokter sambil menghempaskan nafasnya pelan.


"Golongan darah AB? aku bukan golongan darah AB Pah, kita tidak ada yang bergolongan darah AB?" jerit tangis mamah shiren memukul dada sang suami, hatinya hancur mendengar ucapan sang dokter.


"Sebelum jam empat sore darah itu harus sudah ada, sekarang pukul jam dua siang, tolong kalian cari demi keselamatan anak kalian, saya juga berusaha mencari darah golongan AB, saya permisi dulu, bila sudah ada pendonor kalian langsung hubungi saya" ucap sang dokter pamit pergi.


Tubuh Rey melemas mendengar ucapan sang dokter, ia menangis dan juga langsung menghubungi mamahnya.


"Pah, bagaimana ini, Darren dia bukan AB, siapa yang mau donor darah buat anak kita, mamah akan mencarinya, Papah di sini jaga Clery bersama Rey, mamah akan cari solusinya" ucap mamah shiren, Papah Farrel tidak bisa mencegahnya karena mamah shiren sudah berlalu pergi.


Hati mamah shiren hancur mendengar anaknya membutuhkan donor darah, ia tidak tau harus kemana lagi mencari orang yang mau mendonorkan darahnya. Semua rumah sakit sudah ia datangi, semua teman-temannya ia hubungi dan meminta pertolongan namun tidak ada yang cocok sama golongan darah anaknya.


Ia menangis di tepi jalan, tidak tau lagi harus kemana lagi, jam menunjukan jam setengah empat sore, sedangkan darah itu harus ada jam empat.


"Clara" ucap mamah shiren ia langsung menghubungi Clara saat itu juga.


Mamah shiren bergetar hebat, pikirannya sudah kacau, ia tidak tau kemana Clara saat di hubungi tidak ia angkat.


"Angkat sayang, siapa tau darahmu sama, mamah mohon angkat, waktu sudah sangat mepet" desis mamah shiren.



Reyyandra



Clery


#Hai readers kesayangan jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya hehehhe.

__ADS_1


Semoga kalian selalu sehat selalu 😘 terus saksikan karya amuradulku yaa


__ADS_2