
Dewi langsung pergi ke tempat persembunyian mereka yang berlokasi di dekat hutan.
Dirinya baru bisa di hubungi oleh anak buah suruhannya. Sebelumnya mereka sudah menghubungi Dewi namun, nomor ponselnya tidak bisa di hubungi.
Dewi berdecik kesal, karena tawanannya kabur. Dia juga tidak menyangka bahwa ada anak buah Surya yang menyamar sebagai anak buahnya.
"Mungkin sekarang di bisa lolos, tapi sebentar lagi kamu akan aku temukan dan akan aku kasih pelajaran." Ucap Dewi sambil melajukan mobilnya.
Dirinya menyesal, karena memang dua hari ini Dewi sedang memanjakan dirinya ke salon untuk di SPA. Dirinya berniat tampil lebih mempercantik semua tubuhnya, untuk memikat lagi david. Pikirnya David selingkuh sama Clara.
Maka dari itu, Dewi ingin memikat suaminya lagi. Dirinya sangat menyesal, karena telah menonaktifkan ponselnya selama dua hari.
Dewi pikir Clara tidak bakalan lolos dari sekapannya, makanya ia santai setelah pulang dari sana.
🌾🌾🌾
Clara sudah mendapatkan tempat untuk mereka beristirahat, hanya dengan cahaya bulan yang menerangi hutan. Clara dan anak buahnya rebahan di rumput, mereka bertiga berjaga jarak dan aman untuk Clara tidur.
Namun, Clara belum bisa tidur, ia hanya tersenyum mengingat ia melawan semua musuhnya dan juga telah berani membentak Dewi.
"Kalian tau," ucap Clara.
Izal dan Robby juga terlihat susah untuk tidur, maka dari itu. Mereka bersiap mendengarkan cerita Nyonya besarnya.
"Silahkan Nyonya, dari pada sepi kita dengerin Nyonya cerita saja." Sahut Robby sambil tiduran menatap langit.
"Baiklah, aku akan memulainya. Dulu diriku ini sangat lemah dan tidak bisa melawan orang yang telah menginjak harga diriku, hmm, kita seperti seumuran, jadi tidak perlu sungkan. Di dalam hidupku hanya ada kepedihan, Orangtua asli saya tidak menyayangiku sepenuh hatinya. Mereka membuangku dan, beruntungnya ada orang yang memungut diriku ini, aku di rawat dan di berikan kasih sayang sepenuh hatinya. Namun mereka telah pergi untuk selamanya. Dari kecil sudah merasakan apa itu susahnya mencari uang. Dan kalian tau, kalau aku tidak jualan gorengan buatan ibuku. Mungkin tidak akan pernah punya uang jajan, hidupku sangat kesulitan ekonomi. Aku sangat merindukan Ayah angkat dan Ibu angkatku. Ibuku penjual gorengan di kampung, dia sangat baik dan juga penyayang." Lirih Clara meneteskan air matanya.
__ADS_1
"Lanjut nyonya," sahut Izal mendengarkan dengan penuh penghayatan. Hingga dirinya berlinang air mata.
"Orangtuaku yang sudah meninggal sangat menyangiku. Kita sering mendapat hinaan dari orang kampung karena kita hanya orang miskin. Aku tidak tau, bahwa aku adalah anak orang kaya, dan mempunyai sodara kembar. Sejak kecil aku dan ibu sering berjualan keliling kampung. Terkadang aku sangat merindukan sosok Ibuku yang sudah meninggal itu, mereka sangat menyayangiku sepenuh hatinya. Bertolak dengan Orangtua kandungku yang asli, dia hanya menaruh kasih sayangnya sedikit. Tapi aku tidak marah, sosok pengganti Orangtuku yang telah tiada ada di dalam diri ibu Farrah dan juga suamiku Surya bos kalian. Beruntungnya aku mendapatkan sosok mereka, ibu Farrah yang selalu lembut dan tidak pernah marah sedikit pun. Menerimaku sepenuh hatinya, tidak memandang orang kaya atau miskin." Jelas Clara sambil menangis.
Kedua bodyguardnya juga ikut meneteskan air matanya, tanpa sepengetahuan Clara.
"Semoga kedua orangtuanya Nyonya tenang di alam sana." Sahut Robby.
"Aamiin, terima kasih karena telah mendengarkan curahatanku." Ujarnya sambil mengusap air matanya.
"Bos Surya memang baik, dia pernah berjanji bila ada seorang wanita yang bisa meluluhkan hatinya yang arogan. maka dia akan sayangi dan juga akan memperlakukanya dengan sangat baik. Dan orang itu adalah Nyonya sendiri. Hebat banget, karena bos kita itu, oranganya susah banget untuk jatuh cinta. Karena trauma masalalunya yang pernah di selingkuhin" Terang Izal,
"Dia sangat menyayangiku, begitu juga aku sangat nyaman berada di dekatnya. Kalian sudah berapa lama kerja sebagai anak buah suamiku." Tanya Clara.
"Sudah lima tahunan iya kan Robby. Karena keterbatasan ekonomi, tanpa pikir panjang kita jadi anak buah Bos besar." Serunya.
"Lumayan lama juga iya," sahutnya.
"Kurasa kita harus tidur, ayo kalian tidur sudah sangat larut juga." Usul Clara sambil merebahkan badannya ke rumput.
Mereka pun tertidur, Izal dan juga Robby terlihat kacau bekas tonjokan yang mereka dapat tadi siang dari anak buah Dewi.
"Kasihan mereka," lirih Clara tersenyum.
🌾🌾🌾
Dewi sudah sampai ke tempat tujuan. Dia memarahi habis-habisan anak buahnya, karena tidak becus mengurus Clara.
__ADS_1
"Bagaimana ini bisa terjadi, kalian sangat bodoh menjaga seorang perempuan saja tidak becus. Masa kalah sama seorang wanita." Amuknya sambil menatap tajam satu persatu anak buah suruhannya itu.
"Maafkan kami Bos, ini di luar dugaan kita, dia juga bisa melerai kita pakai pistol. Sekali lagi maafkan kami." Ujarnya sambil tertunduk.
"Besok kita lanjut pencarian ke hutan, ini sudah sangat malam." Ucap Dewi melangkah pergi dan duduk di depan mobil miliknya.
Dirinya masih merasa heran karena Clara sekarang begitu cerdik. Dewi merencanakan misinya lagi untuk menjebak Clara agar bisa mereka temukan secepatnya.
"Kau tidak akan aku lepaskan lagi Clara bila nanti kamu sudah aku temukan. Kamu sangat kurang ajar sekali berani sama aku sekarang haaaah." Seru Dewi sambil memeluk tangannya ke dada
🌾🌾🌾
Di perjalanan surya dan darren sudah hampir dekat, mereka langsung berhenti di dekat kampung.
"Kurasa kita harus tidur saja dulu, besok baru kita mencarinya. Dan juga ini sudah sangat malam," usul Surya.
" di sini, gak ada penginapan apa. Terpaksa kita harus tidur di mobil saja." Ucap Darren.
"Ayo kita tidur, semoga mereka baik-baik saja." Ujarnya lagi.
Darren dan Surya mencoba tidur dulu di mobil, dan akan melanjutkan aksinya besok untuk mencari istrinya itu.
🌾🌾🌾
Di hutan Clara tidak bisa tidur sama sekali, banyak nyamuk dan juga dia ke dinginan. Clara sangat merindukan sosok suaminya itu.
Dia sedikit melamun, karena memikirkan orang yang akan di tembak oleh Dewi.
__ADS_1
"Kapan itu terjadi, dan siapa Orang itu. Kita berada di bukit, lalu, Dewi mencoba menembak Suamiku. Tapi tembakan itu malah mengenai seseorang karena orang itu menyelamatkan suamiku dari tembakan Dewi." Ucap Clara sambil menatap ke atas langit.
"Kemampuanku hanya untuk hal yang sangat bahaya saja. Tapi aku masih penasaran siapa orang itu, Dewi? dia wanita arogan yang pernah aku kenal. Sipatnya keras dan tidak mau mengalah dalam hal apapun. Andai dia tau, bahwa suaminya sedang berjuang untuk hidup di dunia ini. Sayangnya dia malah salah paham dan tidak mau mendengarkan penjelasanku saat ini. Ahh dia memang sangat menyebalkan," lirih Clara dan dia pun tertidur karena memang sudah merasa cukup ngantuk.