Dendam Salah Alamat

Dendam Salah Alamat
Orang ketiga


__ADS_3

Rintikan hujan, mulai membasahi bumi, begitu juga dengan air mata-nya, mulai mebasahi pipi yang tirus dan juga putih mulus.


Rey membuka pintu kamar Clara, dengan sangat kasar.


"Cepat bikinin Kami makanan, pacar ku sangat lapar?" ucap Rey sambil menyeret Clara dari dalam.


"Rey, aku bukan pembantu mu, aku istri mu, kamu tidak berhak kasar kepada ku, tanpa alasan yang jelas Rey" jawab Clara sambil memegang tangan yang di pegang erat oleh Rey.


"Kamu berani membantahku haahhh....." Rey menjatuhkan Clara dengan sangat kasar.


"Aku tidak membantah mu Rey" jawab clara sambil menangis.


"DIAM" ucap Rey sambil menunjuk kepada Clara.


Clara hanya bisa menangis, tidak bisa berbuat apa-apa lagi.


"Sana kamu bikinin kita makan malam, pacar ku sangat kelaparan, dan itu gara-gara Kamu yang bermalas-malasan dari tadi" terang Rey kepada Clara.


Rey menuju Dewi yang sedang asik bermain ponsel.


**** Flashback ****


Dirinya bertemu Dewi di sebuah cafe tadi siang, Dewi menyapa Rey yang sedang duduk dengan minuman yang di depan-nya, Rey pergi ke cafe hanya untuk menghindari Clara.


Bagi Rey, melihat Clara sangat memuakan, hingga dirinya tidak mau berlama lama di Apartemen.


Dewi menyapa Rey, dan langsung duduk di kursi depan. mereka berkenalan dan langsung di manfaatkan oleh Rey, mengingat situasi sekarang, Dewi bisa jadi orang ketiga di dalam rumah tangga-nya.


Rey, membuat kesepakatan bersama Dewi, untuk membuat Clara hancur, mereka sepakat pacaran bohongan di depan Clara.


Dewi seorang model Papan atas, dan dia tidak peduli dengan status pacar bohongan Rey saat ini. Bagi Dewi suatu hari nanti Rey harus menjadi milik-nya dan menyingkir-kan istri-nya.


Rey pun mengajak Dewi ke Apartemen, untuk berakting menjadi pacar-nya. Rey tau Clara sudah mencintai Rey dengan tulus, jadi ini kesempatan yang berlian untuk membuat Clara hancur.


**** Flashback of ****


Masakan sudah siap, Clara buat untuk Dewi dan juga Rey, dirinya hanya melihat kemesraan yang di buat dua sejoli itu.


Hati Clara sangat hancur dan juga sedih melihat keadaan sekarang.


"Rey, Makanan-nya sudah siap" ucap Clara sambil menundukkan kepala-nya kebawah.


"Ayo sayang kita makan, kamu pasti sudah sangat lapar" terang Rey kepada Dewi, sambil merangkul tubuh Dewi.

__ADS_1


"Aku, tidak mau melihat wanita ini di depan ku sayang" ucap Dewi bergelayut manja pada Rey.


"Sana kamu pergi, pekerjaan mu sudah selesai, nanti kalau Kami membutuhkan mu lagi, segera datang dan jangan sampai telat" ucap Rey pada Clara.


Hati Clara terasa teriris mendengar ucapan Rey kepada dirinya. Rey hanya menganggap-nya, pembantu buat dirinya, bukan sebagai istri.


Air mata Clara kembali terjatuh, tubuh-nya lemas, Clara duduk di tepi ranjang, Memandang dengan pandangan kosong, air mata terus mengalir dari sudut mata-nya.


Suara, lembut dan ucapan sayang Rey pada dirinya sudah hilang, cinta yang Clara tanam di khianati begitu kejam-nya.


Tangan mengepal sprei dengan begitu erat, bibir mencakup, air mata yang terus mengalir, kelopak mata hitam, tidak ada kebahagiaan di hati-nya sekarang.


"Takdir tidak bisa di rubah, andai Aku bisa kembali menjadi anak kecil, mungkin sekarang Aku sedang tertawa bersama kedua Orang Tua ku" gumam Clara.


Brakk...


Pintu terbuka sangat lebar, mengagetkan Clara yang sedang melamun di atas ranjang.


Mata merah memandang dengan tajam, tangan yang kekar langsung menampar di pipi yang mulus milik Clara.


Clara di tampar oleh Rey, tanpa pikir panjang, rambut Clara juga di Jambak sangat erat.


"Apa yang Kamu masukan pada makanan Dewi, hingga Dewi sekarang merasakan sakit perut. Aku tida akan mengampuni mu perempuan sialan" ucap Rey penuh amarah dan langsung menghempaskan Clara ke lantai.


Clara hanya diam, membela diri-nya pun sungguh tidak ada guna-nya.


"Clara langsung berdiri bangkit dan langsung menemui Dewi yang sekarang sedang merasa kesakitan.


"Kamu kenapa? Aku tidak melakukan kesalahan, pada makanan yang aku buat" ucap Clara lirih,


"Kalau kamu tidak membuat kesalahan, kenapa Aku menjadi kesakitan begini setelah memakan makanan mu itu" ucap Dewi tajam penuh kebencian.


Rey langsung, merangkul Dewi dan membawa-nya keluar.


Clara berusaha tegar melihat kemesraan Mereka di hadapan Clara.


Langkah yang guntai, kepala yang sakit dan juga hati yang terluka, terasa berat menanggung semua ini, di pikiran Clara saat ini hanya kata Kesalah pahamanan.


Clara memakan makanan yang tadi Rey dan Dewi makan. Tapi Clara tida merasakan hal yang aneh di masakan yang di buat-nya.


Nafas yang lemah membuat badan kembali terkurai.


"Rey salah paham kepada ku, Andai Rey mengerti, yang Dia benci itu bukan Aku tapi orang lain" ucap Clara lirih sambil menatap makanan di meja.

__ADS_1


Rey membawa Dewi ke dalam mobil Dewi terus menangis di pelukan Rey.


"Pokok-nya kamu harus menjadi miliku-ku seutuh-nya Rey" ucap Dewi dalam hati.


Rey meminta maaf atas kesalahan yang istri-nya perbuat, Dewi hanya tersenyum dan langsung memeluk Rey.


Sekarang Rey sudah ada di rumah Dewi, rumah yang besar pelayan yang banyak, membuat Rey menggeleng-kan kepala-nya.


"Kamu yakin tidak mau di bawa ke dokter" ucap Rey kepada Dewi sambil membaringkan tubuh-nya di tempat tidur Dewi.


"Aku tidak apa-apa, ada obat yang nanti mengobati perut-ku yang sakit" jawab Dewi sambil tersenyum manis.


"Aku pulang dulu, maafkan aku telah lancang membuat hal konyol seperti ini, hingga membuat Kamu terluka" terang Rey sambil tersenyum manis di depan Dewi.


Hati Dewi membuncah melihat ketampanan Rey, dirinya harus mendapatkan cinta Rey secepat-nya. Apalagi sekarang Rey membenci istri-nya, Mungkin bagi Dewi kesempatan dalam kesempitan.


"Rey" ucap Dewi lirih sambil mengusap pipi Rey saat itu.


Rey hanya terdiam melihat wajah Dewi yang begitu cantik .


"Aku baru mengenal Mu, tapi Aku mau mengenal Mu lebih dalam" ucap Dewi sambil mengecup Bibir Rey.


Rey yang saat ini hanya terdiam, langsung membuka suara.


"Apa maksud mu Dewi" terang Rey sambil mengerutkan Kening-nya.


"Aku mau jadi pacar kamu seutuh-nya Rey, aku suka kepada-mu" jawab Dewi sambil bergelayut manja di tangan Rey.


"Tapi aku sudah punya istri Dewi" Jawab Rey


"Kamu kan tidak mencintai-nya Rey, aku baru mengenal mu tapi aku suka pada mu Rey" ucap Dewi sambil menangis.


"Oke, baiklah kita jalani dulu" ucap Rey tersenyum.


"Terima kasih telah menerima ku Rey" ucap Dewi sambil memeluk Rey.


Di Apartemen Clara sedang sibuk membereskan pekerjaan dapur, jam menunjukan pukul 11 malam. Tubuh-nya berasa remuk, Clara menatap pintu, tapi tidak ada tanda-tanda Rey pulang.


Hati-nya sungguh gelisah, walau Bagaimana pun Rey adalah suami bagi dirinya.


Perasaan cemas dan khawatir tercampur di pikiran Clara saat ini.


Hingga tidak terasa Clara ketiduran di atas sofa sampai waktu subuh, Clara melangkah menuju kamar Rey, tapi tidak ada Rey disana.

__ADS_1


Clara kembali menangis, Rey bahkan tidak pulang untuk malam ini. Entah Rey menginap dimana.


Clara melangkah ke kamar-nya untuk melaksanakan shalat subuh.


__ADS_2