Dendam Salah Alamat

Dendam Salah Alamat
Si penembak di temukan Season2


__ADS_3

Clara masih menangis di pelukan Surya, ia tidak menyangka mendengar penjelasan dari Papahnya.


Hatinya tidak bisa di artikan sekarang Mamahnya tidak bisa melihat lagi.


Akhirnya sang dokter keluar memberi kabar kepada keluarga Mamah Shiren.


Dengan berat hati ia mengatakan, Dokter menghembuskan nafasnya berat.


"Istri anda mengidap kanker stadium 2" ucapan Sang Dokter berasa tusukan pisau tajam menyelimuti relung hati Papah Farrel.


Ia mematung begitu juga Clara terdiam sambil meneteskan air matanya. Tangisannya pecah lagi, termasuk Winda.


"Bagaiman keadaannya istri saya Dok" tanya Papah Farrel.


Istri anda kritis, kita tunggu perkembangannya, bila anda ingin bertemu silahkan masuk kedalam.


Papah Farrel masuk, tapi tidak dengan Winda, Clara juga Surya.


Dokter masih berdiri di dekat pintu, Winda menangis tidak kuasa menahan kesedihannya.


"Sejak kapan dia mengidap penyakit ini Dok" tanya Winda lirih.


"Setahun lalu, dia datang padaku, bahwa dia sering sakit-sakitan dan juga merasa pusing di bagian kepala. Saya memeriksanya dengan telaten dan sering memberikan obat untuk menghilangkan rasa sakit di kepalanya saja, tapi tidak untuk menyembuhkannya. Dia bersi keras untuk tidak memberitahukan semuanya kepada keluarganya sendiri. Dia sering ke sini untuk kontrol, mungkin ini sudah parah karena dia tidak mau di kemo" jawab Dokter lirih.


Clara masih tidak menyangka, ia berpikir mungkin alasan Mamahnya mendonorkan matanya untuk Clery umurnya tidak panjang lagi.


Tangisannya pecah lagi, Clara langsung masuk untuk melihat kondisi Mamahnya.


Terlihat wajah pucat pasi, Papah Farrel menangis di sampingnya sambil memegang tangan istrinya.


Terlihat jelas selang oksigen dan juga infusan di tangan Mamah Shiren, membuat hati Clara hancur.


Ia mengingat masa lalunya, Ibu angkatnya juga sama persis mengidap penyakit mematikan. Clara melemas, ia duduk di sofa ruang rawat sambil memandang ke arah depan Mamahnya.


"Honey, apa kamu tau! ibu angkatku di kampung dulu sama persis punya penyakit mematikan, ia tidak bisa bertahan lama dan akhirnya di panggil Allah. Aku tidak mau kehilangan Mamah" ucap Clara sambil di peluk hangat suaminya.


"Jangan bilang begitu, kita berdoa saja semoga Mamah cepat sembuh dari masa kritisnya lebih baik kita berdoa jangan berpikir yang tidak-tidak untuk Mamah. Ini ujian hidup yang harus kita lewati, kamu mengerti kan sayang" ucap Surya mengusap air mata istrinya.

__ADS_1


"Aku tidak tau nanti perasaan Kak Clery saat tau Mamah sakit yang begitu berat" lirih Clara menundukan kepalanya.


"Lebih baik kita Shalat dulu dan ajak Papah untuk ke mushala ayo" ajakan suaminya langsung di angguki Clara.


Setelah itu Clara mengajak Papah Farrel dan juga Tante Winda. Mamah Shiren di tinggal dulu sebentar, terlihat wajah kacau dari Papah Farrel membuat Clara merasa sangat sakit.


🌾🌾🌾


"Kalian sangat bodoh, menembak Surya saja kalian tidak becus, harusnya kalian bom saja mereka berdua di dalam mobil, anak buah tidak berguna, untuk apa aku membayar kalian" desis


Jesslin.


"Maafkan kami Nona" jawab preman itu dan langsung mematikan ponselnya Jesslin.


Di kamar jesslin menutup ponselnya, ia geram karena aksinya gagal.


"Aku harus berhati-hati sama Surya karena dia sangat cerdas mengungakap pelaku penembakan itu" ucap Jesslin.


Jesslin adalah saingan bisnis Surya, ia tidak terima proyek besarnya di tolak, dan memilih proyek punya Surya yang lebih menarik dan bagus dari visi misinya.


Setelah mengetahui Surya sudah pulang dari Bali, ia melangsungkan aksinya, tapi dia khawatir karena Surya bukan sembarangan, ia khawatir penembakan itu berhasil di ketahui dan akan berakibat fatal baginya.


"Bodoh sekali aku ini, kenapa tidak memikirkan hal kedepannya, bisa-bisa reputasi perusahaan gue hancur dan tidak ada yang bekerja sama lagi. Tidak, ini tidak boleh terjadi, pokoknya gue harus bisa bersembunyi Surya sangat menyeramkan untuk menangani hal semacam ini dia cekatan banget menemukan pelaku" desis Jesslin.


Dirinya baru sadar bahwa Surya ahli dalam menyelidiki kasus seperti ini, anak buah Surya yang banyak dan juga uangnya sangat berlimpah.


Perusahaan Surya begitu tersohor di mana-mana hingga orang yang bersaing sama perushaanya sudah sering Surya kalahkan. Termasuk Perusahaan Jesslin.


🌾🌾🌾


Di rumah sakit.


Surya mendapat notif pesan dari anak buahnya, Izal mengirimkan photo jesslin, Surya tersenyum sinis.


"Lancang sekali dia menembakku, bagaimana kalau tembakan itu mengenai istriku. Tidak ada ampun lagi untuk jesslin, aku tidak menyangka dia perempuan murahan dengan entengnya dia menyerangku. Kalau aku serang balik sepertinya akan sangat menyenangkan" ucap Surya lalu menyuruh anak buahnya untuk melakukan balas dendam terhadap Jesslin.


Clara datang menghampiri suaminya, ia heran terlihat wajah tersenyum dan berbinar dari wajah sang suami.

__ADS_1


"Kamu kenapa honey?" tanya Clara.


"Heee, ini orang yang menembak mobil kita sudah aku temukan, dan kamu tau siapa dia?" tanya Surya.


"Mana aku tau honey, kamu ini ada-ada saja" jawab Clara sambil mencubit hidungnya.


Papah Farrel dan Winda melihat tingkah mereka terasa terhibur. Papah Farrel merasa beruntung punya menantu seperti Surya yang selalu melindungi anaknya.


"Kau sangat beruntung Farrel, punya menantu seperti Surya siaga na cerdas dalam menangani masalah. Mamah Shiren memberi tahu kalau Surya dapat di percaya dalam setiap ucapannya. Makanya aku menghubungi dia, dan benar saja dia tidak langsung menceritakan kondisi Shiren kepada Clara. Itu yang membuat Shiren menitipkan Clara kepada Surya. Kamu tau, Clara berpisah sama Rey itu atas kehendak Shiren, dia tau mana yang harus di dampingkan sama Clara atau Clery. Setelah tau Clery mencintai Rey Shiren yang mengatur semuanya dan dia tau Clara pantas bersanding sama Surya yang selalu ada dan melindungi anaknya dalam situasi apa pun." Terang Winda yang membuat Papah Farrel tercengang.


"Dia tau mana yang harus bersanding sama anak-anaknya untuk masa depan, Shiren walau bagaimana pun dia tetap Istri terbaik dan Ibu terbaik untuk aku dan anak-anakku. Aku tidak tau harus bicara apa nantinya kepada Darren yang kini berada di luar negri, minggu depan dia sudah pulang, apa yang harus aku lakukan, aku tidak kuasa melihat anak-anakku rapuh" jawab Papah Farrel lemas.


"Kamu harus kuat, kita optimis bahwa ada keajaiban untuk Shiren sembuh kembali, kamu tau Shiren selalu bilang, bahwa dia mencintaimu dia ingin kamu bahagia walaupun dia menderita. Kamu harus kuat menjalani ini,semoga Shiren bisa sembuh aku yakin dia sembuh berkat doa kamu dan anak-anakmu." Terang Winda.


"Terima kasih nasehat yang baik, aku belum sanggup menambah kesedihan Clery lagi, aku harap Shiren kuat dan akan aku usahain dia sembuh total, tidak ada yang tidak mungkin jika Allah berkehendak, iyakan Winda?" tanya Papah Farrel.


"Iya Farrel, kamu harus kuat dan yakin suatu hari nanti Shiren sembuh, dan aku sudah berusaha untuk mendapatkan donor mata untuk Shiren" ucap Winda.


"Kamu memang Kakak yang hebat dan menerima segala kekurangan Adik Iparmu ini, maafkan aku Winda tidak bisa menjaga baik Adikmu itu" balas Papah Farrel.






REKOMENDASI NOVEL TEMAN SAY, SAMBIL NUNGGU UP SURYA DAN CLARA MAMPIR JUGA YAA BISA BUAT KALIAN TERHIBUR.


TAPI JANGAN LUPA BALIK LAGI KE SINI ehehehehehhee.....


#Hai semua jangan lupa hadiahnya dua hari lagi aku umumin, mumpung masih ada waktu untuk menambah hadiah eheheheh.


Terima kasih untuk hadiahnya yang paling banyak, semangat yaaa besok hari keputusan pemenangnya.


Jangan pernah bosan ya untuk membaca karyaku, sehat selalu buat kalian readers.

__ADS_1


__ADS_2