
Dewi kesal, karena Kevin tidak ada di ruang sekap. Melihat anak buahnya di borgol dan juga pingsan. Dirinya mengamuk, hatinya dongkol dan sangat kecewa pada preman suruhannya.
"Kalian tidak ada gunanya, bagaimana bisa Kevin lolos. Aku penasaran siapa yang telah membawanya pergi, sedangkan Surya mati di tempat. Gak mungkin dia hidup kembali dan langsung ke sini, dan kenapa ada orang yang tau gue sekap dia di sini." Ucap Dewi marah.
Tak lama polisi datang untuk membawa Dewi ke kantor polisi. Dewi menohok ia tidak menyangka siapa orang yang telah melaporkan dirinya.
"Apa-apaan ini, kenapa saya di bawa ke kantor,? tanya Dewi cemas.
"Anda ikut saja ke kantor terlebih dahulu. Nanti Anda bisa jelaskan di sana sambil memberi keterangan." Balas Pak Polisi.
Dewi di bawa bersama preman yang lainnya untuk di mintai keterangan lebih lanjut.
🌾🌾🌾
Di rumah sakit.
Rey membuka matanya secara perlahan. Mamah Rey sontak saja kaget dan bahagia anaknya sadar dari koma.
"Rey, syukurlah kamu sudah sadar sayang, Mamah bahagia." Ucap Mamah Rey mengecup kening anaknya.
"Aawww perutku sakit," ucap Rey. Sekarang kita tunggu Dokter sebentar lagi datang untuk memeriksa kamu." Ucap Mamah Rey senang.
🌾🌾🌾
Di Rumah Kevin.
Terlihat Mamah Bella sangat senang, dirinya tidak menyangka anaknya selamat dari bahaya.
"Terima kasih sayang, semua berkat kalian. Kalau misal tidak ada yang menyelamatkan anakku. Tidak tau sekarang nasibnya bagaimana, Clara terima kasih banyak sayang." Ucap Mamah Bella memeluk hangat tubuh Clara.
"Iya Mah, semoga saja Dewi langsung di hukum biar dia jera," Balas Clara.
Tidak lama, Surya mendapat telephone dari kantor polisi. Dirinya terdiam dan lesu mendengar info yang di berikan Polisi.
__ADS_1
"Honey, kenapa? kok terlihat sangat lemas?" tanya Clara sambil pegang tangan Surya.
"Hmm, Dewi lolos ia tidak di penjara. Karena Pak Polisi tidak bisa menahan Dewi yang tidak punya bukti bahwa dia bersalah." Surya lesu dan menghembuskan nafasnya berat.
"Hmm, tenang saja, seiring berjalannya waktu kita pasti punya bukti kuat. Kita sabar dulu, biarkan dia senang sekarang. Tapi setelah kita kumpulin bukti bahwa yang membantai Rey, Clara dan menyekap Kevin adalah dirinya." Ujar Clara menenangkan.
"Aku takut dia menyakiti anakku lagi." Ucap Mamah Bella.
"Tante tenang, pokoknya kita akan melindungi kalian semua. Aku punya ide sayang, ide yang sangat manjur, pokoknya kalian tenang dan aku punya banyak anak buah buat jaga kalian di sini. Aku taruh anak buahku 3 orang buat menjaga rumah 2 orang dan satu orang buat bodyguard Kevin. Jadi dia aman, kasian Kevin dia tidak bisa bela diri." Ujar surya sambil terkekeh.
"Iya benar Surya, dari dulu Tante menyuruhnya untuk belajar bela diri namun dia susah di bilangin dan sekarang kena batunya. Dia di culik hanya pasrah saja." Balas Mamah Bella dan semua orang yang ada di ruangan itu pun tertawa.
"Vin, readers ngambek sama kamu, karena kamu lembek dan juga tidak bisa bela diri, sama tuh kayak Rey tidak bisa bela diri. Membuat para Readers yang membaca cerita kita ngambek." Ucap Surya sambil tertawa.
"Aduh, sorry ya leaders nanti gue belajar ya, dan gue ajak si Rey biar kita sama pinter kayak Surya." Balas Kevin tertawa.
🌾🌾🌾
Setelah itu, di rumah sakit. Rey hanya ingin bertemu Clara pada Mamahnya. Mamah Rey sudah menyarankan untuk melihat dulu Clery yang sedang terbaring di tempat tidur di sampingnya. Namun Rey tidak mau ia pengen bertemu Clara sekarang juga, sampai Mamah Rey pusing.
Rey merasa lega, walaupun Clara bersama Surya. Seengak-nya dia sudah bisa melihat Clara.
"Twin mu sangat cantik, mereka terlahir prematur namun sekarang sudah sehat kok, perjuangan Clery luar biasa. Ia sampai koma, kamu harus mencintainya Rey, dia sudah memberi keturunan sama kamu. Ingat istrimu yang sudah berjuang melawan maut, Mamah harap kamu jangan terlalu memikirkan Clara yang kini sudah bersama Surya. Biarkan dia bahagia sayang." Terang Mamah Bella.
"Tapi hati Rey tidak bisa di bohongi. Rey sayang pada kedua anak Rey Mah, namun cinta Rey masih untuk Clara. Dan setengah untuk Clery, maafkan Rey Mah, hati Rey tidak bisa bohong atas semua ini." Rey jujur tentang perasaannya pada Mamahnya mengenai Clara.
Tidak lama, Clara datang bersama Surya.
"Rey, kamu sudah sadar." Ucap Clara senang.
Rey melihat gandengan tangan Clara berpautan sama Surya, membuat dirinya sangat rapuh dan hancur. Ia kesal melihat mereka bermesaraan.
"Rey, syukurlah kamu sudah sadar. Apa Clery belum sadar.?" Tanya Surya.
__ADS_1
"Kemaren Clery sempat menggerakkan jarinya pelan, Saya harap dia segera pulih, karena Rey sama kedua anaknya sangat membutuhkan dirinya." Ucap Mamah Rey sengaja, agar anaknya sadar untuk perasaanya pada Clara.
"Semoga Kak Clery juga cepat sadar seperti kamu Rey." Ucapan Clara begitu lembut di dengar Rey, dirinya hanya bisa tersenyum.
"Andai kamu tidak bersama Surya, mungkin aku sudah menggandeng tanganmu saat ini, Clara aku tidak bisa melupakan momen saat waktu kita pertama bertemu. Gue bodoh sudah sangar kasar sama kamu. Dan mungkin cintaku akan selalu ada untukmu, walaupun aku sudah punya Clery. Aku sangat egois, namun perasaan ini tidak bisa aku bohongi padamu." Gumam Rey dalam hatinya sambil tersenyum ke arah mereka.
"Maaf, ya Rey. Aku tidak bisa berlama-lama Twins kami pasti sudah lama di tinggal." Ucap Surya sambil menggandeng tangan Clara, membuat Rey panas melihat mereka.
Dirinya sudah lama membendung semua perasaanya pada Clara, hatinya berbicara ia sakit melihat Clara bersanding dengan yang lain.
"Clara, aku tidak bisa melihatmu bersama yang lain, aku harap kamu tau itu." Gumam Rey sambil tersenyum ke arah Clara.
"Kita pulang dulu ya, semoga Clery bisa cepat sembuh juga." Ucap Surya, mereka langsung pergi meninggalkan Rey yang termangu.
Clara gelisah, ia tau Rey masih menyimpan rasa untuknya. Ia berjanji untuk menjaga hati suaminya dan juga hati Clery. Dirinya tidak akan berkhianat pada suaminya yang telah banyak berkorban untuknya. Cinta Surya pada Clara sangat besar hingga Surya tidak pernah menyakitinya, dan hal itu yang membuat Clara semakin mencintai lebih dalam pada Surya.
"I love you honey, aku sangat, sangat, sangat mencintaimu." Ucap Clara sambil memeluk tubuh kekar suaminya.
"Aku juga sayang, kita kerja sama untuk membasmi Dewi dari hidup kita. Mulai besok kita mulai rencanakan untuk misi kita pada Dewi okey." Ucap Surya sambil tersenyum.
"Aku takut kehilanganmu, dan aku juga takut kamu salah paham padamu honey. Aku tidak mau itu terjadi, aku akan menjaga cintamu sebaik mungkin. Cintaku sangat besar untukmu." Gumam Clara sambil meneteskan air matanya.
"Kamu kenapa menangis sayang, cup cup cup Aku mencintaimu sangat mencintaimu." Seru Surya. Mereka langsung berpaut cium di dalam mobil, melepas rasa cinta di antara mereka berdua.
Surya
Clara
__ADS_1
Twins Boy Baby Zo dan Zi