
Clery tiba di rumah, ia terkejut melihat pemandangan yang tak terduga, Mamahnya sedang menangis tersedu. Clery melangkahkan kakinya cepat langsung menghampiri Mamahnya.
"Mamah, kenapa? tanya Clery sambil merangkul tubuh mamahnya.
"Tidak sayang, mamah hanya mengingat masa lalu mamah. Masalah ini sungguh menyiksa batin mamah. Kurasa suatu hari nanti adik kamu Clara bisa memaafkan kesalahan Mamah dan Papah yang sangat fatal.
Clery merasa bingung apa yang di ucapkan mamahnya barusan, Ia mulai bertanya.
"Masa lalu apa mah?" tanya Clery sambil melepaskan pelukannya.
Mamah shiren melirik wajah anaknya, ia enggan mengatakan hal yang menurut ia menyakitkan.
"Mamah....," jawab mamah shiren, pintu terbuka, tedapat mertuanya datang, Mamah shiren langsung mengusap air matanya. Dan tidak melanjutkan ucapannya.
Clery merasa aneh Sama tingkah laku Mamahnya, ketika nenek datang. Ia mulai mencerna pikirannya.
"Ada masalah apa di masalalu mamah, mengenai Clara, Ia terlihat sangat takut ketika nenek datang kesini?" ucap Clery di dalam hati sambil berdiri mengahampiri neneknya.
"Uuhh, sayang, nenek sangat senang melihat cucu kesayangan terlihat sangat cantik dan sehat" ucap nenek Clery.
"Mamah sehat?" ucap Mamah shiren sambil memeluk mertuanya.
"Sehat sayang, apa suamimu sudah pulang dari kantornya" tanya nenek Clery melepaskan pelukan mereka.
"Mungkin sebentar lagi dia datang mah, ayo mamah Duduk dulu, biar shiren mengambil minuman dan juga cemilan." Ucap mamah shiren dan langsung berlalu pergi.
Dalam batin mamah shiren, tersimpan luka yang sangat amat pedih, tapi ia sembunyikan demi keluarganya dan untuk menghormati ibu mertua.
🌸🌸🌸
Rey pulang dari kantor, sambil memijat kening. ia merasa kepalanya pusing, banyak sekali masalah dalam hidupnya. Hal tak terduga datang, pria misterius itu kini berada di depan mobil Rey. Sontak saja Rey merasa kaget sambil mencondongkan badannya sedikit ke depan, apa yang di lihat saat ini sungguh di luar dugaan.
Rey terus membuntuti kemana arah jalan yang di tuju pria itu, Kini mobil Rey di belakang menguntit.
__ADS_1
"Kesempatan ini tidak akan gue sia-siain, target sudah ada di depan mata, kini giliran gue yang mengincar Lo pria aneh?" ucap Rey sambil terus menguntit pria misterius itu.
Rey terkejut, ia tiba-tiba di hadang di tengah jalan, oleh beberapa orang, ia langsung menerobos orang yang ada di depannya. Mereka langsung menyingkir ketika mobil Rey tancap gas, Rey berhasil lolos.
"Brengsek..., Ternyata dia sangat licik, hampir saja gue masuk kandang macam yang telah memangsa gue, Sepertinya gue gak boleh gegabah sama pria itu." Ucap Rey sambil memukul stir mobil, dan mengepalkan tangannya.
🌸🌸🌸
Di rumah, pria misterius tersenyum sinis, ia senang sudah menjebak Rey ke dalam umpannya.
"Akhirnya Lo, kena juga Rey! tidak akan gue biarkan Lo berhasil mengetahui identitas asli gue!" ucap pria misterius, sambil memegang segelas minuman, lalu, ia pun langsung menegugnya.
Di jalan Rey, sangat emosi, ia memukul stir mobil berkali-kali.
"Licik sekali orang itu, beraninya kroyokan, awas Lo yah, gue jamin lo bakal gue temukan!" ucap Rey mengepalkan tangannya, sorot mata tajam kedepan, ia pun langsung tancap gas pergi.
Kini di Apartemen, Clara duduk di samping tidur Dewi, ia merasa kasian. Dewi kembali lagi, memuntahkan makanan dan minuman yang ia masukan ke dalam mulutnya.
"Ya ampun Wi, aku kira kamu gak akan mabok separah ini, ternyata sekarang kamu mabok juga. Aku jadi prihatin sama kamu." Ucap Clara sambil menguntit dari belakang,Dewi langsung masuk ke kamar mandi.
Clara keluar dari kamar Dewi, ia sangat marah mendengar perkataannya.
"Menyebalkan banget kamu Dewi, sudah aku tolong, kini kamu malah ngusir aku! awas saja, bila suatu hari nanti kamu butuh sesuatu, aku akan menolak mentah-mentah." Ucap Clara langsung duduk di sofa dan melanjutkan nonton televisi.
Terdengar pintu terbuka, Clara melirik ke arah sumber suara, terdapat wajah tampan Rey, namun terlihat sangat kusut. Ia langsung berdiri sambil melangkah maju untuk mengambil tas kerja yang di pegang Rey.
"Kamu terihat sangat kusut sayang?" tanya Clara sambil terus memperhatikan wajah Rey.
Rey menghempaskan tubuhnya ke sofa, ia memejamkan matanya sejenak, dan memijat keningnya.
Kemudian ia membuka matanya, terlihat wajah cantik Clara yang kini menjadi penyemangat, dalam situasi hatinya yang sedang tidak normal.
"Aku sangat lelah dan cape, mungkin efek banyak kerjaan yang menumpuk di kantor sayang" jawab Rey berbohong. Ia tidak mau istrinya mengkhawatirkan dan mencemaskan dirinya, saat tau ia di jebak pria misterius.
__ADS_1
"Aku ambilkan kamu minuman dulu, habis itu kamu istirahatlah di kamar" ucap Clara sambil melangkah pergi kedapur.
Rey sangat beruntung mempunyai istri pengertian seperti Clara. Rey takut suatu saat Clara sudah pulih ingatannya mungkin perhatian dan ucapan sayangnya berubah jadi kata benci, Rey tidak mau itu terjadi.
Mungkin saat ini Rey, lagi egois ia tidak mau Clara mengingat terlalu cepat, supaya ia bisa terus bersama Clara.
Clara tiba membawa satu cangkir teh manis, mungkin ini sudah jadi minuman pavorite Rey, teh manis buatan Clara memang sangat nikmat bila di minum.
"Habis ini, kamu mandi shalat dan juga langsung istirahatlah dengan tenang, aku tidak akan mengganggumu. Supaya pikiran kamu kembali Fresh setelah kamu tidur.
Nasehat yang di ucapkan Clara ia angguki sambil menegug teh manis. Bagi Clara ia males membicarakan soal Dewi di depan Rey, Itu akan membuat Rey tambah stres. Jadi Clara tidak memberitahu dewi sekarang sedang mabok parah.
"Aku mandi dulu ya sayang" ucap Rey sambil mengecup kening Clara, dan melangkahkan kakinya ke arah kamar mandi, di balas senyuman manis dari bibir Clara.
🌸🌸🌸
Di rumah Clery, Neneknya datang untuk menanyakan pernikahan Clery dengan Kevin.
"Jadi kapan kamu resmi di lamar sama pria yang bernama Kevin itu?" ucap Nenek Clery sambil terus memeluk cucunya.
Clery hanya bisa terdiam bagaimana bisa neneknya tau hal ini, padahal ia belum menceritakan apapun kepada keluarga besarnya.
"Nenek, tau dari mana berita ini?" tanya Clery melepaskan pelukan neneknya.
"Dari Papah kamu, dia sangat senang membahas pernikahan kamu?" jawab nenek Clery sambil mencubit pipi.
"Ahhh, ini menyebalkan sekali, kenapa coba Papah mulutnya sangat ember melebihi mulut aku ini!" ucap Clery dalam hati.
"Lo, kamu kok, melamun sih sayang? Nenek lagi bertanya sama kamu?" ucap nenek Clery tak sabar.
"Hmmm.., nanti kalau sudah saatnya Clery kasih tau kok ke nenek" ucap Clery ragu.
"Baiklah Cucu kesayangan nenek, kamu harus menjaga pasangan kamu, supaya tidak ada orang yang menggodanya.
__ADS_1
Terlihat senyuman tipis dari bibir mamah shiren, yang kini telah menaruh secangkir teh manis di meja. Dalam hati mamah shiren, sungguh ia tidak bisa membohongi perasaannya. Mungkinkah mertuanya masih ingat kembaran Clery yaitu Clara. Atau mungkin mertuanya sudah melupakannya. Hal itu membuat hati mamah shiren menangis perih.