
Saat ini, Clara sudah pergi meninggalkan Surya di rumahnya. Bagi Surya ia tidak mau memaksa Clara lagi, yang terpenting baginya, ia sudah mengungkapkan semua isi hatinya pada Clara.
Di perjalanan Clery terus meminta maaf pada Clara, mungkin dengan menjelaskan persoalan hidup mereka, Clara bisa memaafkan dirinya.
"Kakak bawel banget sih, aku sudah memaafkan kakak, Rey dan bos Surya! aku di ajarkan sama bibi dan ibuku, agar aku selalu memaafkan orang seperti kalian." Ujar Clara sambil tersenyum.
Clery menghentikan mobilnya di pinggir jalan, ia langsung memeluk badan Clara, ia menangis.
"Kamu bisa sekuat ini sih?" tanya Clery.
"Aku di ajarkan oleh bibi, ibu, dan tentunya sama Kakak dulu, waktu aku selalu di tindas dan di hina Dewi. Aku mulai berubah, rasanya semua permasalahan yang ada terasa ringan. Ceria itu sangat mengasyikan kak, terima kasih motivasi semua yang telah kakak ajarkan. Tapi sekarang kok kakak yang cengeng, sudahlah jangan berlalut dalam kesedihan. walaupun semuanya berat, tapi aku berusaha tegar dan ceria lagi." Ucapan Clara membuat Clery menohok tidak percaya.
Clara benar Clery kini berusaha tegar dan tidak berlalut menyalahkan dirinya sendiri.
"Aku sudah menghubungi Rey, besok aku ajak janjian, dan akan ku ajak juga Surya, biar permasalahan kita selesai! mungkin dengan adanya pertemuan nanti, semua salah paham akan segera terselesaikan dengan baik. Aku tau sipat Rey, mungkin dia akan memaafkan Surya, karena dia telah menjagamu dan tidak mencelakai mu atau membuatmu sedih." Ucap Clery tersenyum.
"Oh ia, kok kakak bisa kenal sama bos Surya sih?" tanya Clara penasaran.
"Hmm, aku dulu kenal dia pas pertemuan antar perusahaan papah dan juga perusahaan dia. Tapi aku tidak terlalu dekat juga sih, dan mungkin juga Surya tidak begitu mengenal namaku. Setelah itu aku pergi ke luar negri, ternyata dia salah paham terhadapku dan juga Rey. Akhirnya dia malah salah orang, dia mengincar mu saat kamu sudah berada ke Jakarta, dendamnya di lampiaskan pada Rey dan juga kamu Clara. Maafkan aku ya Clara?" ucapan Clery membuat Clara merasa lega.
"Sudah jangan terus meminta maaf, aku sudah memaafkan kalian juga, aku menangis memang hancur dan terluka. Tapi bagiku itu tidak baik bila aku tidak memaafkan kalian malah aku yang berdosa, Allah saja memaafkan sejuta umatnya dengan ribuan bahkan ratusan kesalahan. Masa aku yang cuma segini tidak memaafkan kalian." Seru Clara.
Akhirnya mereka langsung melanjutkan mobilnya lagi, bagi Clery mempunyai adik kembar seprti Clara sangat mengasikan, ia begitu sangat baik hatinya.
Setelah lama di perjalanan, mereka tiba di rumah miliknya. Terdapat mamahnya yang sejak pagi tidak enak hati, ia melihat kedua putrinya sudah berada di rumah, membuatnya senang. Ia langsung memeluk keduanya.
Clara dan Clery tersenyum, akhirnya mereka berkumpul bersama lagi. Clara sangat senang melihat mamahnya begitu baik padanya, walaupun dari bayi tidak pernah di asuhnya, tapi kasih sayangnya begitu besar.
Bagi Clara mamahnya mungkin punya alasan tersendiri memisahkan mereka berdua. Untuk saat ini Clara tidak mau membahas itu dulu, baginya sekarang melihat kedua orang tuanya menyayanginya saja sudah cukup bagi Clara.
Mungkin suatu hari nanti Clara akan meminta penjelasan Untuk masalah itu. Clara tidak mau membahasnya sekarang, Ia harus menyelesaikan urusan yang sekarang sedang menimpanya.
"Syukurlah kamu baik-baik saja sayang? mamah sangat khawatir. Apa Surya tidak menjahati mu?" tanya mamah shiren.
"Dia sangat baik kok, sudahlah mah, lebih baik kita memaafkan semua kesalahannya, dan juga dia telah jujur." Ucapan Clara membuat mamahnya sangat tidak menyangka, anaknya sesorang perempuan yang sangat baik.
"Apa kamu memaafkan Rey juga?" tanya mamah shiren.
"Aku memaafkan Rey juga kok, lebih baik kita lupakan saja dulu mah, aku sangat cape sama permasalahan yang ada di hidupku." Ujar Clara ia langsung memeluk mamahnya air matanya mamah shiren tak terasa jatuh.
"Apakah kamu bisa memaafkan mamah juga sayang." Ucap dalam hati mamah shiren.
Tiba-tiba papahnya muncul, Ia langsung memeluk kedua putri kesayangannya. Setelah itu, papahnya langsung bertanya pada Clery.
"Clery, kurasa papah sudah tau kebohongan mu." Ucapan Papahnya membuat jantung Clery mau copot.
__ADS_1
"Kebohongan apa pah?" tanya Clery gugup
"Kebohongan kamu pacaran sama Kevin. Jangan tanya dari siapa Papah tau semua itu. Tapi papah sangat senang, karena kamu tidak beneran pacaran sama Kevin. Ia masih terlalu muda, dan seumuran sama kamu. Papah mau menjodohkan mu, Dan papah juga sudah sepakat sama orang tua lelaki itu." Ucapan Papahnya membuat tiga wanita itu menohok tidak percaya.
"Kamu tidak boleh menolak, dan juga ingat sayang, ini demi kebaikan mu juga. Papah sudah tau dia siapa, ia pengusaha dan juga lumayan tampan, walaupun usia kalian beda beberapa tahun. Tapi kurasa dia sangat cocok sama kamu?" Ujar papahnya membuat Clery tidak percaya pada keputusannya.
"Clara sayang, semoga kamu bahagia menikah dan membangun rumah tangga kamu sama Rey. Papah harap Rey lebih dewasa, walaupun usia kalian seumuran." Terang Papah Clara
Clara hanya bisa tersenyum sama ucapan papahnya. Ia sangat menyayangi kedua putrinya ia kumudian memeluk kedua putrinya, Papah mereka memberikan hadiah berupa kalung liontin yang di dalamnya photo bayi mereka.
Clara dan Clery langsung memeluk Papahnya bersamaan, mereka menangis. Papahnya sangat senang akhirnya ia bisa melihat lagi kedua putrinya yang telah lama terpisahkan.
Darren datang, ia merasa heran sama mereka.
"Kenapa kalian menangis?" tanya Darren melihat Clara dan langsung memeluknya. Ia senang adik bungsunya sehat dan tidak terluka.
"Kamu baik-baik saja kan Clara?" tanya Darren, Clara menganggukan kepalanya.
Semua tertawa dan juga langsung berpelukan. Kebahagiaan keluarga mamah shiren akhirnya terkabul dengan mengumpulkan semua anaknya.
🌸🌸🌸
Malam ini Di rumah rey, ia menerima notif pesan. Rey membuka chat pesan itu, ternyata dari Clara, hatinya langsung berbunga. Ia sangat tidak percaya Clara akhirnya membalas chatnya.
Dengan sigap ia langsung membukanya.
#Clara
Notif pesan singkat namun bisa membangkitkan semangat dalam hidup Rey, ia harap Clara baik-baik saja. Rey akan menjelaskannya pada Clara, dan semoga Clara bisa memaafkan dirinya dan kembali lagi dalam hidupnya.
Rey langsung bersiap, untuk bertemu Clara. Rasanya campur aduk dan juga ia sangat cemas. Rey memikirkan apakah Clara bisa menerimanya lagi atau dia akan meninggalkannya. Sungguh ini rasanya campur aduk, senang khawatir beradu jadi satu.
Rey langsung mengambil kunci mobil, ia bergegas berjalan menulusuri tangga rumahnya. Ia langkahkan kakinya menuju garasi mobil, Rey berharap pertemuannya ini awal yang baik bagi dirinya.
Sudah lama ia merindukan istrinya itu, dan sekarang ia di pertemukan kembali. Sungguh di luar dugaan Rey, semuanya berasa mimpi ketika ia menerima notif pesan itu.
Bagi Rey ini adalah waktu yang sangat berharga, ia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini lagi.
"Aku sangat merindukan mu sayang! sangat merindukan mu. Aku tidak akan membuatmu kecewa untuk kesekian kalinya lagi." Ucap Rey sambil membuka pintu mobil, kemudian langsung tancap gas.
Di taman bunga Clara merasa cemas, apakah keputusan yang ia ambil adalah benar.
Tak lama, Rey turun dari mobilnya, ia langsung bersiap keluar dan menuju taman bunga. Terlihat seseorang sedang duduk di lampu taman, debaran jantungnya berguncang. Rey begitu gugup, ia langkahkan kakinya menuju Clara yang sejak tadi menunggu kedatangan Rey.
Clara bangkit dari tempat duduknya, ia langsung memutar balikan badannya ke belakang. Alangkah terkejutnya ia melihat Rey yang sedang tersenyum dan membawakan sebuah bunga mawar.
__ADS_1
Clara menohok, ia menutup mulutnya. Sungguh ini tidak di sangka Rey benar-benar datang dan membawakan bunga untuknya. Tidak berselang lama Rey langsung memeluk Clara dengan sangat erat.
"Rey lepas, aku tidak bisa bernapas!" ujar Clara, Rey langsung melepaskan pelukannya.
"Maafkan aku sayang" Rey langsung mencium kening Clara, membuat Clara terdiam sesaat.
Clara tersenyum dan langsung menyuruh Rey duduk.
"Aku sudah tau semuanya Rey, maafkan aku karena aku malah menghilang dan tidak mendengar penjelasan mu terlebih dulu." Mungkin aku egois saat itu, aku harap kamu tidak marah padaku Rey.
Ucapan Clara begitu lembut di telinga Rey, ia langsung menggenggam tangan istrinya itu. Lalu ia menciumnya, Rey memberikan sebuket bunga mawar pada Clara.
"Rey, terima kasih, aku mau bertanya pada mu? tanya Clara membuat dada Rey berdegup kencang.
"Apa sayang" jawab Rey ia langsung memeluk Clara dari samping.
"Kita kenal di mana? aku tidak begitu mengingat semuanya, hanya sebagian ingatanku yang aku ingat." Tanya Clara membuat Rey tersenyum
"Kita satu kampus dan aku kenal kamu di kampus, begitu juga Kevin kita satu kampus." Jawab Rey lancar sambil mengelus kepala Clara
"Clery sudah menjelaskan semua seluk beluk dendam mu padaku Rey." Ucapan Clara membuat Rey melepaskan pelukannya.
"Clery sudah menjelaskan semuanya? sekarang kamu membenciku? tolong maafkan aku Clara, kepergian mu membuatku tersiksa! aku tidak bisa hidup tanpa mu." Ucap Rey meneteskan air matanya.
"Sudahlah Rey, aku sudah memaafkan mu." Jawab yang di berikan Clara membuat Rey merasa lega ia langsung memeluk lagi istrinya.
"Jadi kita tidak jadi berceraikan? aku sangat mencintaimu Clara, kamu harus tau itu." Tanya Rey ia penasaran atas jawaban Clara
"Sudahlah Rey, aku sangat lelah, aku tidak mau membahas itu lagi. Hidupku di penuhi masalah yang sangat rumit, aku mau kita melupakan persoalan kita yang pernah kita lalui." Ucapan Clara membuat Rey tidak mengerti
"Apa maksud mu?" tanya Rey sambil menodongkan wajahnya ke arah Clara.
"Aku, mau pulang dulu ke kampung untuk menenangkan semua masalahku, aku sangat cape Rey batinku lelah." Ujar Clara membuat Rey gelisah
"Apa kita beneran bercerai?" tanya Rey
"Rey, kamu dari tadi yang di tanyakan cerai terus, apa kamu mau kita bercerai? kau sangat menyebalkan." tanya Clara sambil mencubit perut suaminya itu.
Rey mendengar ucapan Clara membuat ia berjingkrak dan langsung memeluk tubuh istrinya.
"Aku mau ikut ke kampung" ucap Rey sambil memeluk erat tubuh istrinya itu.
"Kau sangat menyebalkan Rey, dari tadi aku di peluk terus apa kamu, apakah kamu tau, pelukan mu membuatku sesak saja." Seru Clara membuat Rey terkekeh geli
"Maafkan aku sayang, aku begitu bahagia." Ujar Rey ia melepaskan pelukannya.
__ADS_1
"Rey, Clery mau di jodohkan" ucapan Clara membuat mata Rey membulat dan melepaskan pelukannya dari istrinya itu.