Dendam Salah Alamat

Dendam Salah Alamat
Liburan di kampung season2


__ADS_3

❤️❤️❤️ Jika kamu telah menemukan cinta sejati, jangan berniat untuk menemukannya lagi. Peluk dan genggamlah ia selama kamu masih memilikinya. ❤️❤️❤️


Di kediaman Surya


Pagi hari yang sangat cerah, semua sudah siap untuk berangkat ke kampung halaman Clara, terlihat banyak barang yang mereka bawa, untuk oleh-oleh.


Surya dan ibu Farah sangat senang sekali, ini pertama kali mereka berlibur ke kampung, biasanya paling ke luar kota atau luar negri, membuat mereka sangat bosan.


Clara sudah bersiap memakai baju yang ia kenakan saat ini sangat bagus. Ia juga terlihat sangat cantik dah rapih, rambutnya ia di iket kuda, membuat kesan kecantikannya terpancar, Surya yang melihatnya dari tidak tidak berhenti senyum-senyum sendiri.


"Jadi juga yah kita honeymoon di kampung, rasanya pasti sangat istimewa." Celetuk Surya sambil meraih tangan istrinya kemudian menciumnya.


"Masih pagi honey, kamu sudah membahas yang begituan" ujar Clara sambil mencubit hidung suaminya.


"Heheheh, aku sudah tidak sabar pengen tau kampung halamanmu" seru Surya merangkul tubuh ramping istrinya.


"Waktu dulu kamu menculikku secara halus, memangnya belum tau? kau sangat aneh honey, apa kamu lupa ingatan! andai dulu aku tau kamu menculikku, tak segan-segan aku memukulmu." Desis Clara menyipitkan matanya ke arah suaminya.


"Ahahahah, tapi pada akhirnya kamu di culik juga maukan, orang yang nyuliknya juga ganteng banget." Seru surya tak mau kalah.


"Pede banget kamu, gantengan idolaku dong duo Wang sama siapa lagi tuh ya, Jackon Wang. Ahh pokoknya mereka hampir sama nama belakangnya heee." Ucap Clara sambil melet ke arah suaminya.


"Tuhkan udah mulai, awas saja aku hapus tuh photo mereka, sangat mengganggu ketidak warasan kamu." Ujar Surya sambil mencubit pipi istrinya.


Akhirnya mereka main kejar-kejaran di kamar, ibu Farah langsung menghampiri mereka berdua, karena dari tadi ibu farah menunggunya.


"Kalian berdua ini, ayo cepat berangkat nanti keburu siang" ujar Bu Farah membuka pintunya mendapat menantu dan anaknya lagi lari-larian di sekitar kamarnya.


Akhirnya mereka beranjak pergi menaiki mobil, hati Clara campur aduk, ia merasa sangat senang, akhirnya bisa pulang kampung juga.

__ADS_1


Ia melirik ke arah suaminya, begitu sangat ganteng baik hati dan selalu ada untuk dirinya, Clara tidak pernah merasakan hal ini sebelumnya.


"Apa kamu sudah bersih dari lahar merahnya?" tanya Surya berbisik ketelinga istrinya.


"Dasar mesum" ucap Clara pelan di telinga suaminya


Clara POV


Hari ini, kita berangkat ke kampung halamanku, duh seneng banget pokoknya. Hari pertama aku pulang membawa suami, sekaligus mertuaku. Terlihat sangat menyenangkan bukan, mereka sangat baik memperlakukanku selama aku menjadi istri suamiku.


Dia menerimaku apa adanya, hingga membuatku nyaman berada di sisinya, dia tersenyum ke arahku. Duh hatiku mulai berdebar lagi, aku coba menahan gejolak yang ada di benakku, Semua masalah yang aku hadapi terasa ringan bila ada dia di sisiku. Terima kasih Tuhan, kamu telah mempersatukanku dengan cinta sejatiku.


Aku sangat mencintainya, dia orang yang sangat berharga, ingin rasanya aku berteriak, bahwa aku sangat mencintainya sungguh. Mungkin ini terdengar sangat konyol, orang yang sangat dingin, dan penuh misteri Itu adalah suamiku, jaga dia lindungi dia, karena ada yang merindukan setiap langkahnya yaitu aku sendiri. Eh dia kok mencubit pipiku, tuhkan kebiasannya, terkesan sangat unik, tapi dia juga romantis Pokoknya beruntung sekali aku yang menjadi istrinya.


"Sayang apa kamu lapar, sudah setengah perjalanan kita belum istirahat, bagaimana kalau kita rehat." Ucapannya penuh perhatian sekali, aku sangat suka.


"Baiklah kita makan dulu" Ucapanku buat ia tersenyum, duh meleleh banget aku di buatnya.


Kita sudah menemukan Rumah makan sederhana, kami turun dari mobil, oh tidak, dia selalu menggandeng tanganku setiap sentuhannya membuatku sangat nyaman berada di dekatnya. Dia terlihat sangat keren dan gagah.


"Waahh, terlihat sangat enak" Desisku melihat menu makanan yang ada di tempat makan itu.


"Ayo, kamu makan yang banyak, aku tidak mau kamu terlihat kurus" Ucapannya membuatku terharu biru, dia sangat perhatian.


Merekapun makan siang yang ada di pinggir jalan, bagi mereka makan di manapun sama saja, yang penting makanannya enak di lidah.


Di kediaman Rumah mamah shiren


Terdengar suara gemuruh, dan juga lemparan barang di kamar nenek Sukma Mamah shiren melangkah maju mendekati sumber suara.

__ADS_1


Ia mendapati nenek Sukma sedang mengamuk, Rasanya sangat gemas sekali, lagi-lagi dia berulah, membuat mamah shiren turun tangan.


Ia melajukan kakinya menuju kamar lagi, kebetulan Papah farrel sedang libur jadi ia ada di rumah.


"Pah, ibu mengamuk di kamar, apa yang harus kita lakukan, aku gak mau dia sampai menyakiti Clara." Ucap mamah shiren kesal.


"Sebaiknya kita hubungi dokter Gita, Papah juga bingung, kita paksa mamah di rawat saja, tau sendirikan dia nggak mau." Ujar Papah Farrel.


"Kita jelaskan semuanya pada mamah juga akan sia-sia saja, andai waktu bisa di ulang kembali pah, mungkin ini tidak akan terjadi. Mamah janji sepulang Clara dari kampungnya, mamah akan menjelaskan semua masalah ini, siapa tau Surya mau menolong kita pah dan menemukan solusi yang baik." Terang mamah shiren penuh harap.


Mamah shiren sudah tidak kuat lagi sama tingkah menyeramkan ibu mertuanya, salah berbicara saja membuat ia mengamuk sejadi-jadinya.


Mungkin bagi orang yang belum mengetahui nenek sukma pasti di sebut, dia baik-baik saja, karena memang, penyakitnya itu datang lalu, kumat lag. Ini membuat mamah shiren takut, apalagi dia sangat benci sama Clara, terkesan heran dan juga tidak masuk akal, namun ini benar nyatanya.


"Clara, andai kamu tau, pengorbanan kakek mu sangat luar biasa, tapi di tepis oleh nenekmu yang kini sudah menjadi orang stres. Dia tidak terima suaminya meninggal, membuat ia tidak bisa melupakan sosok suaminya, dan memilih membenci cucunya sendiri." Ucap mamah shiren, langsung di peluk oleh Papah farrel.


"Sudah sayang, nanti kita cari solusi yang tepat buat mamah, Semoga saja mamah cepat pulih, supaya dia tidak membenci anak kita lagi." Terang Papah Farrel menenangkan istrinya.


"Aku sangat khawatir, bagaimana nanti mamah nekad untuk mencelaki Clara Pah, rasanya mamah tidak sanggup lagi menahan semua emosi yang ada. Maafkan aku pah, bukan mamah membencinya, aku sangat takut pah." Ucap mamah shiren sambil terisak tangis.


"Kita bujuk mamah supaya dia mau di rawat di rumah sakit jiwa, di sana juga di sediakan psikiater. Semoga saja mamah mau di bawa ke rumah sakit lagi. Jiwanya sangat terguncang, Papah tidak mengerti semua ini, Papah kangen kebaikan mamah dulu di berikan Clara semasa kecil, namun momen itu hanya sesaat, kini hanya kebenciannya ke pada anak yang tidak tau apa-apa." Terang Papah farrel panjang lebar.


Mamah shiren sangat beruntung mempunyai suami yang sangat pengertian seperti suaminya.


Tiba-tiba ada telephone masuk, mamah shiren langsung mengangkatnya tanpa ia melihat layar nama di ponselnya.


Clery, dan Rey menghubungi mamah shiren, bahwa mereka akan segera tiba di Indonesia.


__ADS_1


__ADS_2