Dendam Salah Alamat

Dendam Salah Alamat
Apartemen


__ADS_3

Di kantor Rey terus memikirkan pria misterius itu, ia sungguh tidak mengenalnya. dan ia juga sangat heran mengapa pria itu terus-terusan meneror dan juga mengincar dirinya dan juga Clara.


Waktu menunjukan pukul tiga sore, ia langsung membereskan berkas yang sudah di tanda tangani. dan langsung memanggil sekertarisnya ia langsung pergi pulang.


Di dalam mobil Rey terus terbayang-bayang wajah Clara, sungguh ini sangat mengganggu pikirannya. Padahal sebentar lagi ia akan bertemu sama istrinya itu.


Klakson mobil di belakang membuyarkan lamunannya yang sedang menunggu lampu hijau. Rey langsung melajukan mobil, ternyata sudah lampu hijau.


Tiba di rumah mobil Rey parkir di halaman rumahnya. Ia langsung masuk dan bergegas menaiki tangga. Rasanya ia sungguh sudah tidak sabar ingin bertemu sama istrinya.


Rey membuka pintu kamar, terdapat Clara sudah merapihkan pakaian dan ia juga sudah terlihat sangat cantik memakai baju dres berwarna merah, membuat aura kecantikannya keluar.


"Kamu sudah pulang sayang? sebentar aku ambilkan kamu minum ya?" ucap Clara dan langsung melangkah pergi keluar. Tapi Rey dengan cekatan langsung menarik tangan Clara dan langsung memeluk badan mungil Clara.


"Rey, lepasin, aku mau mengambil air minum untukmu?" terang Clara.


"Baiklah tapi kamu harus menciumku dulu di pipi kanan dan kiri?" ucap Rey membuat Clara merasa malu dan langsung pipinya memerah.


"Kamu sangat genit" Clara langsung mencium Pipi kanan Rey, dan langsung melepaskan pelukannya itu. Clara berhasil melarikan diri dari pelukan Rey.


"Dasar, kamu sangat menggemaskan sayang" ucap Rey sambil terkekeh melihat tingkah laku istrinya.


"Clara sudah tiba di kamar, ia membawa minuman dan juga sedikit cemilan buat suaminya itu.Ia celingak-cekinguk kesana-kemari, tapi tidak dapat menemukan suaminya di dalam kamar.


Terdengar pintu kamar mandi terbuka, betapa kagetnya Clara melihat Rey yang mengenakan handuk setengah badan. Ia langsung menaruh nampan di meja dan menutup matanya.


Ia memalingkan wajahnya supaya tidak melihat badan Rey yang kekar. Ia sungguh tidak menyangka dan baru saat ini Clara melihat Rey habis mandi.


"Kamu kenapa sayang?" ucap Rey heran melihat tingkah konyol istrinya.


"sayang kamu tidak pakai baju, cepetan kamu pakai baju kamu dulu!" ucapan Clara langsung membuat Rey tertawa.


"Kamu sangat aneh sih, aku kan suami kamu, jadi tidak usah sungkan lagi untuk menutup mata kamu sayang?" ucap Rey langsung mengahmpiri Clara.


"Rey, kamu jangan mendekat! cepetan pakai baju kamu dulu?" ucap Clara sambil terus menutup kedua mata, sama tangannya sambil menundukan kepalanya.

__ADS_1


"Baiklah, aku, pakai baju dulu, dan stop jangan menutup mata kamu, aku sudah sah jadi suamimu. Nanti juga kamu bakal terbiasa melihat badan kekarku ini.


Clara berdecak kesal mendengar ucapan suaminya itu. Ia mencoba membuka pelan matanya, terlihat Rey sudah mengenakan baju santai.


"Hm..., silahkan di minum dulu teh nya?" ucap Clara gugup, ia begitu terpesona melihat Rey, wajahnya sangat tampan. Kini debaran jantungnya membuncah dan ia sulit untuk mengaturnya.


"Teh manisnya sangat manis, seperti yang membuatnya, Kita ke bawah untuk pamitan sama mamah." Ucap Rey dan di angguki oleh Clara.


Di bawah sudah ada Dewi yang sedari tadi sudah menunggu mereka. Clara memutar bola matanya malas ketika langsung melihat Dewi.


Dewi langsung antusias melihat Rey turun dari tangga tangan Clara menahannya.


"Kamu, mau apa haahhh?" tanya Clara pada Dewi


"Apan sih Lo, awas minggir gue mau peluk suami gue" ucap Dewi melirik Clara.


Setelah mereka berebutan Rey, akhirnya Rey mengandeng tangan Clara dan langsung duduk di sofa. Mamahnya hanya bisa tersenyum melihat tingkah anak-anaknya.


"Mah Rey, pamit dulu ya? nanti bila Clara bosan juga pasti ke sini kok, jenguk " ucap Rey sambil terus memegang tangan Clara.


Akhirnya mereka pamit dan langsung masuk ke dalam mobil. Mamahnya tersenyum sambil terus memandang mobil yang kini kian tidak terlihat dari pandangannya.


Di mobil Kevin di dampingi dua wanita. dewi di belakang dan Clara di depan. Dewi merasa bete karna ia di cuekin dari tadi sama Rey.


"Kita langsung ke Apartemen apa mau makan di luar dulu?" tanya Rey pada Clara dan juga Dewi.


"Kita makan di luar saja dulu bagaimana ucap Dewi?" Clara mendengar ucapan Dewi langsung setuju, karna dia juga merasa sangat lapar.


Akhirnya mereka parkir di sebuah rumah makan sederhana. Dewi protes pengennya di restoran mewah bukan di tempat makan kecil kayak gini.


"Gue gak mau makan, kenapa sih, malah makan di tempat kayak gini! selera makan gue jadi hilang" ucap Dewi sambil melirik ke seluruh ruangan tempat makan yang sederhana itu.


"Kalau kamu, mau makan di restoran sana pergi, lagian gue juga gak mau makan sama orang kayak kamu" ucap Rey sebal melihat tingkah laku Dewi.


"Ia lagian kenapa juga kamu ikut-ikut kita, mending kamu sana pergi" Clara langsung melotot ke arah Dewi.

__ADS_1


Dewi kesal dan ia langsung menerima tlp dari seseorang, saat itu juga Dewi langsung pergi. Clara dan Rey mengabaikan dewi yang beranjak keluar tempat makan itu, Ia merasa Dewi tidak punya tatak Rama yang baik.


🌸🌸🌸


Di tempat lain, seseorang terus memperhatikan gerak, gerik Clara dan juga Rey Ia adalah anak suruhan pria misterius itu.


Ia mengikutinya sampai ke Apartemen, kini Rey uihdan Clara sudah sampai berada di depan pintu Apartemen mereka.


Rey mulai membuka pintunya pelan-pelan, Clara hanya bisa mengikuti dari belakang. Clara mencoba melihat-lihat ke sekeliling ruangan Apartemen.


Ketika Clara melangkah maju, ia melihat sekilas bayangan di pikirannya, di mana ia melihat dirinya di tampar dan tersungkur. Bayangan itu membuat kepala Clara merasa kesakitan yang sangat hebat. Clara mencoba mengingat kembali ingatannya, tapi malah Kepala amat sakit yang di rasakannya, ia tidak bisa mengingat kembali.


"Sayang, kepalaku sakit" ucap Clara tersungkur di lantai, Rey terkejut melihat Clara memegang kepalanya sangat kuat dan langsung merangkul istrinya itu.


Ia membawa Clara ke dalam kamar dan langsung menghubungi dokter. Clara pingzan di pelukan Rey, Rey begitu panik, dan berpikir kenapa istrinya langsung pingsan dan merasa kesakitan di bagian kepalanya. Membuat Rey tidak karuan setengah mati.


Selang beberapa menit, Dokter telah tiba dan langsung memeriksa kondisi Clara. Rey menjelaskan kepada dokter sebelum Clara pingsan.


"Clara mencoba mengingat masa lalunya, tapi yang di dapat hanya rasa sakit yang melanda di kepalanya. Mungkin Clara belum sembuh betul, hingga ia sering merasakan kepalanya sakit" terang sang dokter menegaskan.


Rey yang mendengar ucapan sang dokter merasa cepas, dan langsung memegang tangan istrinya


"Apa yang kamu ingat sayang,? hingga kamu mengalami kesakitan kayak gini? maafkan aku sayang, gara-gara aku kamu jadi kayak gini?" ucap Rey menangis dan mengusap wajah Clara yang terbaring di sofa.


"Sebaiknya Clara harus sering kontrol tiap seminggu sekali, nanti Clara kalau sudah bangun, langsung berikan obat dulu. Biar rasa sakit di kepalanya ilang." Terang dokter sambil merapihkan alat-alat kesehatannya dan memberikan obat pada Rey.


"Baiklah dokter terima kasih banyak, maaf aku merepotkanmu lagi" ucap Rey.


"Tidak, ini sudah jadi bagianku Rey, saya pamit pulang dulu ya, masih bnyak yang harus aku kerjakan di rumah sakit" dokter langsung melangkah pergi dari Apartemen.


Clara masih belum bangun, Rey akhirnya memindahkan Clara ke tempat tidur di kamar. Ia merasa cape dan langsung tidur di samping Clara, sambil memeluknya.


🌸🌸🌸


Dewi telah tiba di Apartemen, ia langsung masuk, Ia celingukan ke sana, ke mari, mencari Rey dan juga Clara. Ia melihat pintu tidak tertutup rapat, dan ia pun langsung menghampirinya. Dewi merasa kesal melihat Rey sedang tidur sambil memeluk badan Clara.

__ADS_1


"Kurasa gue harus segera menyingkirkan wanita sialan itu dari kehidupan Rey" ucap Dewi sambil tersenyum sinis, Dan langsung melangkah mundur.


__ADS_2