
Sementara jam menunjukan pukul setengah lima sore, Clara, Rey belum juga siuman dari tidurnya. Rey tersadar dari tidurnya, posisi masih memeluk Clara Dari samping. ia tidak sengaja melihat tangannya memegang gundukan gunung kembar, yang mungkin terasa kenyal di tangan Rey.
"Awwshiiitt...., kenapa ini sangat mengasyikkan" Rey menatap wajah Clara, dan ia langsung meremas gundukan gunung kembar itu.
Rey terus menatap gundukan itu, hingga tak terasa kepunyaanya, langsung menegang.
"Tidak, ini bukan waktunya, kau sangat nakal sekali" ucap Rey sambil menunduk ke arah bawah.
Clara membuka mata pelan-pelan, terdapat wajah Rey yang sedang menatap wajahnya.
"Sayang, kamu ngapain" ucap Clara terdengar agak serak sambil mengucek-ngucek matanya.
Rey terkejut posisi tangannya masih menempel di gundukan gunung kembar Clara. Ia langsung menarik tangannya membawa hati yang sangat cemas, Ia takut Clara marah atas kelakuannya yang tak senonoh itu.
"Eehh...., aku, hmmm...., maaf tidak sengaja" Rey langsung bangun, ia turun dari tempat tidur dan pergi ke kamar mandi.
Clara merasa aneh, melihat tingkah suaminya itu. Sementara Rey harus bermain sendiri di kamar mandi, membuat ia merasa pusing dan frustasi.
"Clara langsung terbangun, ia melirik jam, dan mengucek-ngucek matanya lagi. Kurasa ia tidur terlalu lama, dan kepalanya terasa sedikit sakit, hingga kini waktu sudah sangat sore.
Clara langsung menuju kamar mandi, ia langsung menggedor-gedor. Rey yang sedang asyik bermain sendiri di kamar mandi, Rey merasa kaget dan berantakan. Ia segera buru-buru membuka pintu.
"Untung gue punya alasan" Rey langsung membuka pintu, terdapat Clara yang sedang menunggu di depan pintu kamar mandi.
"Sayang, kamu sedang apa? aku mau mandi, kalau kamu masih lama, buruan ya, aku mau shalat ashar." Ucap Clara membawa mata kantuknya.
"Oke, sebentar lagi ya sayang, aku juga lagi mandi" jawab Rey dan langsung menutup pintu.
Clara berbalik badan dan langsung duduk di pinggir tempat tidur, sambil menunggu Rey selesai mandi ia membuat teh manis buat suaminya.
"Sialan, kenapa harus sekarang sih gue kayak gini! ini benar menyiksaku! Clara kapan kamu siap melayaniku? hingga aku tidak akan melakukan ini lagi." Rey langsung mandi membawa perasaan yang campur aduk.
🌸🌸🌸
Kini Clara sudah membawa teh manis dan terdapat Rey sedang duduk di sofa sambil memainkan ponselnya. Clara tersenyum, melangkahkan kakinya untuk memberikan teh buatannya.
"Sayang, di minum dulu, aku mau mandi dulu ya sebentar?" Clara tersenyum sambil menaruh teh di meja depan Rey.
__ADS_1
"Oke, sayang terima kasih ya? Oh ia, jangan lupa nanti minum obat, tapi kamu harus makan dulu ya, aku sudah pesan makanan instan, soalnya di dapur masih kosong! nanti kita makan bareng?" jawab Rey panjang lebar.
Clara tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. Ia masih sedikit agak sakit di bagian kepala, tapi ia tidak terlalu di rasa, badan terasa lengket hingga Clara langsung menuju kamar mandi untuk mandi.
🌸🌸🌸
Kini keduanya sudah selesai shalat berjama'ah, mereka langsung keluar menuju ruang makan dan juga membawa makanan yang sudah sampai tadi.
Dewi langsung menghampiri Rey,Clara yang sedang asyik makan di meja makan. Dewi menahan salivanya pelan. Ia merasa pengen banget makan yang sekarang lagi di makan Clara.
Tidak menunggu lama, dewi langsung merebut makanan yang hendak Clara makan.
"Ini bagian gue, Karena bayi gue sangat pengen makanan yang ada di tangan lo" ucap Dewi sambil memakan makanan Clara yang ada di tangannya.
Rey emosi melihat tingkah Dewi yang sangat menyebalkan itu.
"Lo bisa gak sih, sopan dikit sama istri gue?" ucap Rey memandang tajam ke arah Dewi.
"Sorry sayang, Karena bayi kita maunya makanan yang ada di tangan istri tertua?" jawab Dewi enteng sambil melahap makanan itu.
Clara memutar bola matanya malas, ia langsung menjawab ucapan Dewi.
"Haa...haa.., kamu benar sayang, bayi yang ada di perut tidak akan bertindak konyol seperti ini?" ucapan Rey membuat Dewi emosi dan langsung saja Dewi menangis.
"Rasain Lo, gue kerjain kalian" ucap dewi dalam hati.
"Kok, kamu nangis sih Dew, kitakan cuma becanda" ucap Clara langsung mengahampiri dewi.
di dalam hati Dewi ia tertawa jahat, karena aktingnya berhasil membuat Clara bersimpati.
"sudah dong jangan cengeng, masa gara-gara begitu kamu nangis sih" ucap Rey jengkel dan langsung meninggalkan meja makan.
"Sudah, ini semua buat kamu semuanya, jangan lupa habiskan ya?" Clara langsung tersenyum dan melangkah pergi menyusul Rey.
Dewi lagi-lagi kesal, niat mau bersimpati sama Rey, ia malah di kerjain balik sama mereka. Tapi ia lapar jadi langsung saja makanannya terkuras habis.
Di kamar Rey, membuka kotak yang berisi photo dirinya dan juga Clara yang dulu di kirim orang misterius. Clara mengahampiri Rey dan langsung membuyarkan lamunannya yang sedang menatap serius photo mereka
__ADS_1
"Rey, kamu sedang apa?" ucapan Clara membuat ia langsung mengalihkan pandangannya dari photo itu.
Rey menaruh lagi photo yang bertuliskan, ( Kalian akan mati )
"Kamu, pasti tidak menyangka, ini adalah photo pernikahan kita, yang di kirim pria misterius itu, dan kamu lihat tulisan dengan noda darah di belakangnya?" ucapan Rey menarik perhatian Clara, ia langsung meraih Photo itu dari tangan Rey.
Clara merasa terkejut dan merasa tidak percaya apa yang kini di lihatnya.
"Siapa, orang yang mengirim semuanya Rey?" tanya Clara yang hanya di balas gelengan kepala Rey.
Clara kemudian duduk di samping Rey, ia mencoba menenangkan hati Rey, mungkin Clara bisa menenangkan pikiran Rey yang sedang kacau.
"Sayang, kamu tidak boleh takut, kita mati itu sudah takdir, kamu jangan pernah merasa takut, aku bisa jaga diri baik-baik kok?" ucapan Clara membuat Rey kembali bersemangat lagi.
"Aku sudah berusaha mengorek identitas pria itu sayang, dan kita tinggal menunggu hasilnya, kenapa, dia melakukan ini kepada kita?" Rey langsung memeluk Clara.
Saat ini Clara sedang mengatur debaran jantungnya yang membuncah, Rey melepaskan pelukannya dan langsung menatap wajah Clara.
Kini, wajah Clara terlihat memerah, membuat Rey gemas, di tambah lagi Clara mengigit bibir bawahnya. Pikiran mesum Rey Kembali meronta-ronta ia sudah tidak sabar, dan langsung ******* Bibir Clara.
Sontak saja Clara terkejut dan langsung menghempaskan dada Rey.
"Maafkan aku sayang?" ucap Rey memalingkan wajahnya.
Clara berpikir apa ia terlalu kasar pada suaminya, hingga ia melepaskan cium*an itu.
Clara tersenyum dan langsung meraih wajah suaminya itu.
"Maafkan aku sayang" ucap Clara sambil mengatur debaran jantungnya. Kini wajah mereka beradu pandang, Rey pelan-pelan meraih bibir Clara dan meluma*t, kembali Bibir sexsi Clara dengan sangat pelan.
Saat ini Clara tidak berani menolaknya lagi, karena ini sudah kewajiban mereka sebagai suami istri.
Kini, tangan laknat Rey mulai meraba gunung kembar yang ada di depannya. Ia tidak mau menyia-nyiakan lagi kesempatan ini, Clara mengerang dan langsung melepaskan ciuman maut suaminya itu.
Tanpa mereka sadari dari tadi Dewi melihat momen romantis Clara dan juga Rey.
Dewi membalikan badannya dan langsung pergi meninggalkan mereka, yang sedang asyik bermain.
__ADS_1
"Pokonya Minggu ini juga gue harus segera menikahi Rey, supaya gue bisa bebas memilikinya. Dan langsung menghempaskan Clara dari sini!" Ucap Dewi sambil berlalu pergi dari Apartemen.