
Perjalanan lumayan agak lama, mereka akhirnya sudah sampai di tempat tujuan. Rumah sederhana Clara terlihat sangat asri, membuat ibu Farah kagum. Rumah kecil namun asri dan terlihat sangat cantik terawat bersih.
Clara dan Surya langsung mengeluarkan semua barang yang ada di dalam bagasi. Terlihat pintu rumah terbuka, ibu Farah duduk di teras yang terasa dingin, ia langsung di sambut hangat oleh bibi yati.
"Alhamdulillah kalian sudah sampai, mari Bu masuk, maaf rumahnya kecil." Ucap Bi yati sambil membantu membawa barang mereka.
"Tidak apa-apa, saya sangat suka, terlihat sangat rapi dan bersih" balas Bu Farah.
Udara yang sangat dingin, dan juga adem, tidak ada kebisingan seperti di jakarta.
Mereka duduk di kursi yang terbuat dari rotan, sudah tersedia teh manis, ubi-ubian jagung, kacang tanah. Membuat Bu farah sangat senang melihat makanan yang ada di meja rotan itu.
"Waahh, ini sangat enak, boleh aku mencobanya, duh masih hangat." Ucap bu farah sambil meraih ubi ungu yang nenumpuk di piring.
"Sayang kamu pasti sangat cape, sini kepalamu senderkan ke pundak ku" ujar Surya terlihat lelah wajah istrinya membuat ia sangat khawatir.
"Hmmm, aku sangat cape honey, cuaca di sini dingin, membuat aku kedinginan." Ujar Clara sambil merangkul tubuh kekar suaminya.
"Pas banget yah cuaca begini buat kita bikin dedek bayi" ucap Surya pelan di telinga istrinya.
"Kau menyebalkan" desis Clara pelan.
Clara beranjak pergi meninggalkan Surya dan Bu Farah di ruang tengah, langkah kakinya menuju kamarnya. Badannya sangat lengket keringat, ia meletakan tas dan membawa kopernya.
"Huuhh, ini mungkin kali pertamaku membawa suami ke kamar ini." Ucap Clara pelan, ia mulai melihat ke sekeliling kamarnya.
Masih seperti yang dulu, sangat bersih Poto ibu dan ayahnya, setiap pulang Clara sudah kebiasaan mengintai photo yang terpang-pang di tembok kamarnya.
Surya membuka pintu secara perlahan, ia mulai menghampiri istrinya yang sedang memegang photo ibu dan ayahnya. Raut wajahnya terlihat sedih, Clara mulai menaruh lagi photo itu.
Clara belum menyadari kehadiran suaminya yang ada di belakang. Kemudian ia membalikan badannya. Betapa kagetnya Clara, Surya sudah duduk diam sambil memperhatikan dirinya.
"Iihh kau mengagetkanku saja" desis Clara sambil menghampiri suaminya lalu ia duduk.
"Lagian, mau ke kamar tidak ngajak-ngajak, kau sangat tega tidak mengajakku" ucap Surya sambil mencubit pipi istrinya.
"Maafkan aku, setiap pulang aku sangat rindu sama kedua orang tuaku yang sudah tiada, hanya bisa memandangi photonya saja." Ujar Clara sambil menundukan wajahnya.
"Kau ini sangat cengeng, besok kita ziarah, kirim hadiah doa buat mereka" ucap Surya sambil memeluk tubuh istrinya.
"Terima kasih honey, kau selalu menenangkanku di saat aku sedang sedih" seru Clara memeluk erat tubuh kekar suaminya.
"Aku kedinginan di sini" ucap Surya kode keras
"Sana pakai jaketmu" seru Clara
"Kau jaket terhangatku" sambil terus memeluk.
"Dasar mesum, aku mau ke ruang tamu, kasian ibu di sana sendiri" Clara langsung mengangkat tubuhnya kemudian tangan mulusnya di tarik suaminya.
"Mau apa" pelan Clara
"Minta kiss" desis Surya
"Kau ini sangat mesum sekali" Clara langsung mencium bibir suaminya seklilas.
Clara melangkah pergi meninggalkan suaminya yang sedang terkekeh geli melihat tingkah laku istrinya.
__ADS_1
"Kau sangat menggemaskan" ucap Surya, ia lalu membaringkan tubuhnya ke atas kasur.
Surya tertidur pulas, karena memang di perjalanan lumayan jauh dan juga ia merasa sangat cape.
dua jam sudah berlalu, Clara kembali ke kamar, ia sudah berpakaian kimono seperti biasa, rambut basahnya sudah di gulung handuk kecil. Badannya sudah wangi, dirinya baru saja habis mandi sore, kemudian ia duduk di atas kasur, untuk membangunkan suaminya.
"Honey, bangun ini sudah sangat sore, kamu pasti cape hingga terlelap tidur" ucap Clara sambil mengelus wajah ganteng sang suami.
Mata sayu Surya mengerjap, ia lalu membuka lebar-lebar, ia terkejut istrinya sudah sangat wangi dan juga terlihat lilitan handuk kecil di atas kepalanya. Wajahnya langsung berseri ia bangun dan langsung mengecup bibir sexsi istrinya.
"Kau sangat cantik sekali, aku tau kau sudah bersih dari laharmu" aku mau mandi dulu.
Surya beranjak pergi dari kamar dan membawa pakaian ganti ke kamar mandi. Hatinya sangat bersorak gembira melihat istrinya sudah membasahi rambutnya.
"Akhirnya malam ini akan gol juga" ucap Surya di kamar mandi.
Clara mengernyitkan dahinya heran, ia tidak mengerti atas sikap dan ucapan suaminya.
"Dasar suami aneh" ucap Clara ia bangkit dari tempat tidur dan beranjak pergi ke ruang tamu.
"Eh sayang, sini, bibi sudah masak hidangan makanan buat makan kalian" seru bibi sambil tersenyum. Terlihat ibu Farah menghampiri mereka, dirinya langsung duduk di samping menantunya.
"Cuacanya sangat dingin dan juga seger banget" ucap ibu Farah.
"Iya Bu, di sini cuacanya sangat dingin" jawab Bi yati.
Mereka langsung ngobrol dan becanda, membuat suasana rumah yang tadinya sepi sekarang terdengar suara canda tawa. Membuat suasana rumah hangat kembali seperti dulu.
Dua jam telah berlalu
Semua sudah makan hidangan yang sudah bi Yati sediakan, terasa nikmat membuat ibu Farah makan dua porsi, ini sungguh luar biasa baginya.
"Kau sangat menyebalkan lepaskan aku, ganas banget pelukanmu membuatku sesak nafas" seru Clara.
"Hehehehe, maafkan aku sayang, malam ini sangat spesial bagiku." Ujar Surya sambil mencolek dagu istrinya, setelah itu tubuh istrinya di gendong ke atas ranjang membuat Clara melotot kaget.
"Kamu mau apa honey, aku tidak perlu di gendong begini" ujar Clara.
"Kau sangat bawel, diam" desis Surya. Ia membaringkan badan istrinya ke atas kasur secara pelan, wajahnya ia belai dan juga tangan laknatnya menjalar kemana-mana.
"Honey, kita shalat dulu" ucap Clara.
Surya yang sedang fokus sama cumbuan laknatnya membuat ia berhenti dan mendesis kesal.
"Huuuhh, ya sudah kita shalat berjamaah bareng, ayo cepat buruan aku sudah gak sabar" seru Surya sambil memasang muka genit.
"Kau ini sangat mesum, aku tidak mengerti kau sangat menyebalkan sekali" ucap Clara mencubit hidung mancung suaminya.
Mereka langsung mengambil air wudhu, air itu terasa dingin ke pori-pori kulitnya, membuat kulit putih Surya merinding dan menggigil.
Surya tidak tahan dinginnya di malam ini membuat ia ingin segera memeluk tubuh istrinya.
Dua jam sudah berlalu, karena memang Clara membaca Al-Qur'an, untuk memberi Hadiah kepada kedua orang tuanya.. Clara sangat beruntung mempunyai suami yang lemah lembut memperlakukan dirinya dengan sangat baik. Membuat ia jatuh cinta terus menerus kepada suaminya.
Mereka selesai menunaikan ibadah shalat isya hingga saatnya Surya menerkam istrinya.
Jam menunjukan pukul 11 malam, Surya merasa lega, ibu dan bibinya sudah terlelap tidur. Ia bersorak riang dan juga sudah tidak sabar, Clara dengan santainya menghampiri suaminya yang kini sedang duduk di atas kasur.
__ADS_1
"Aku sangat kedinginan sayang, sini aku pengen peluk kamu" ucap Surya langsung meraih tangan istrinya yang baru saja duduk di sampingnya.
"Mau apa?" tanya Clara polos
"Diam kau sangat bawel sekali, kamu tau, burung gagahku ini sudah sangat lama menantikan kehadiran mahkota sucinya." Ujar Surya sambil membelai wajah sang istri. Tangannya mulai merajalela kemana-mana, lalu mendarat di gundundukan burung kembar istrinya.
"Kau sangat lihay sekali honey" desis Clara membuat sang suami meneruskan aksinya.
Tiga menit bergelut di burung kembar, kini tangan laknatnya membuka satu persatu bajunya kemudian celananya ia pelorotkan ke bawah. Mata Clara melotot ia tidak tau apa yang suaminya lakukan.
"Kau mau apa, ini sangat dingin, kenapa kau melepaskan pakaianmu, kau stres honey, ayo pakai bajumu lagi nanti masuk angin." Seru Clara sambil memungut baju sang suaminya kembali.
"Kau ini bawel banget, sini aku perlu kehangatan tubuh kamu" ucap Surya membuat Clara menohok tidak percaya.
"Apa yang kamu katakan?" tanya Clara
"DIAM" Surya meraih bajunya kemudian ia lempar ke bawah lantai.
Clara hanya bisa diam menelan salivanya susah payah. Surya melakukan lagi aksinya, ia meraih tangan istrinya hingga pandangan mata mereka beradu.
Clara terdiam merasakan tangan laknat sang suami, tangan laknat itu sudah mulai menjalar kemana-mana Clara hanya terdiam menikmati setiap sentuhan yang di berikan sang suami.
Surya sedikit demi sedikit membuka baju sang istri, terlihat sekali burung kembar yang sangat menggairahkan terpang-pang nyata di depannya. Ia langsung menerkam lalu mencumbunya secara perlahan. Clara mengerang setiap sentuhan tangan laknat suami membuat ia tidak kuasa menahan gejolak hasratnya.
"Aku suka burung kembarmu sayang" ucap Surya penuh hasrat. Helai demi helai ia berikan kepada sang istrinya, sentuhan yang di berikan sang suami membuat Clara merasa terbang ke angkasa.
"Kau sungguh luar biasa honey, aku belum pernah merasakan hal ini." Ucap Clara kalau mengerang kembali.
Surya langsung mengecup bibir sexsi milik istrinya, Clara langsung membalasnya secara perlahan. Tubuhnya melengking terlihat mulus dan sexsi membuat sang suami tidak tahan melihatnya. Ia terus mencumbu setiap sudut badan istrinya, malam pertama di kampung sungguh mengasyikan bagi surya, cuaca adem dan juga sangat dingin membuat malam pertamanya tambah aduhai.
"Aww, ini sungguh sakit sekali, pelan-pelan saja, mahkotaku sangat berharga, jadi kau jangan sakiti dia." Ujar Clara terengah
"Aku akan pelan sayang, bersiaplah" seru Surya
Perlahan ia mencoba menerobos terowongan yang menuju mahkota suci itu, terasa sempit dan juga nikmat, membuat Surya mengerang dan terdengar desahan kecil istrinya.
"Aku akan mulai menerobos langsung, diamlah aku akan mencumbuimu supaya kau tidak menjerit." Bisik sexsi di telinga sang istri, yang kini sedang merasakan hentakan kecil dari badan suaminya.
Cengkraman tangan Clara meraih sprei, ia tidak kuasa menahan setiap cumbuan sang suami. Dirinya mengerang kembali, kata-kata romantis terucap dari mulut mereka berdua. Menikmati momen yang sangat indah ini, Clara merasa puas dengan apa yang suami berikan kepadanya. Hingga saatnya mereka terus bergelut di atas tempat tidur, aliran keringat membasahi kedua tubuh yang kini telanjang bulat. Napas terengah, kini mulai saatnya lahar putih mereka keluar secara bareng membuat keduanya mengerang lalu melepaskannya.
"Ahhh aku sudah tidak tahan lagi sayang" ucap Surya sambil terus melakukan aksinya.
Clara tidak terlalu memperdulikan ucapan sang suami, ia lebih menikmati setiap gerakan yang di berikan suami kepadanya.
Sungguh ini momen yang sangat istimewa untuk keduanya.
#Maafkan aku readers semoga kalian suka aku tidak bisa bikin adegan yang panas, tidak bisa buat kalian hareudang 😂😂😂😂
like
komen
vote
hadiah
__ADS_1
Terima kasih episode ini khsusus buat mereka berdua dulu ya. next episode bahas nenek sihir