Dendam Salah Alamat

Dendam Salah Alamat
Kabur bersama Bodyguard Season2


__ADS_3

Dewi tertawa mendengar ancaman Clara. Dirinya menepis semua yang Clara katakan. Saat ini Clara lagi menodongkan pistolnya ke arah Dewi, namun Dewi berlaga so tidak takut, untuk tidak menaruh curiga pada Clara.


"Kamu takut aku bom rumahmu, kemudian David pacar gelapmu mati di sana haah? sama anak-anak kamu akan lenyap." Ancam Dewi sambil melihat mata tajam ke arah Clara.


Mendengar ocehan Dewi, Clara geram ia langsung menyalakan pistol yang ada di tangannya.


Dooorr...


Peluru itu ia arahkan ke dekat kaki Dewi. Sontak saja Dewi kaget, dirinya tidak menyangka Clara akan murka semembahayakan ini.


"Clara jangan gila kamu, aku tidak mau mati konyol!" geramnya.


Namun Clara acuhkan, baginya, kalau sudah menyangkut nama anak-anaknya. Tidak ada ampun bagi orang tersebut.


Clara menyeringai, ia langsung mendekat ke arah Dewi. Setelah itu, ajudan Dewi datang satu, dirinya syok, melihat Clara sedang memainkan pistol dan menodongkannya ke arah Dewi.


Ajudan Dewi mengarahkan pistol pada Clara namun, Clara ancam hingga dirinya tunduk dan diam.


"Kalau kamu berani melawanku, bosmu akan aku lenyapkan sekarang juga. Turunkan pistolmu dan duduk diam, jangan berani mengarahkan pistolmu padaku." Seru Clara sambil terus mendekatkan diri kepada Dewi.


Setelah itu, Clara mencengkram leher Dewi, hingga Dewi batuk akibat ke cekik oleh tangan Clara.


"Clara kamu apa-apaan sih, apa kamu punya ilmu hitam, hingga sekarang berbeda dari biasanya." Tanya Dewi hati-hati.


Clara hanya terkekeh mendengar celotehan yang terlontar dari mulut Dewi.


"Diam, itu tidak penting. Yang jelas sekarang kamu jangan pernah berani macem-macem kepada keluargaku. Termasuk anak-anakku, apakah kau mengerti Dewi." Teriak Clara membuat ajudan Dewi takut.


"Iya, aku mengerti, Dewi pura-pura lengah setelah itu. Dengan sigap, Dewi memukul Clara pakai balok yang ada di dekat Dewi.


buughhh...


Clara terjatuh dan pingsan, setelah itu Dewi langsung mengambil pistol yang ada di tangan Clara.


Dirinya langsung menghampiri cemilan yang di berikan orang tak di kenal tadi, karena Dewi tidak melihat Surya jadi Dewi menyebutnya orang asing.


Dirinya mengacak-acak makanan Clara namun hanya makanan saja, ia tidak menemukan yang lainnya.


Setelah itu, dirinya menyuruh mengikat Clara, dan meringkusnya kembali. Bagi Dewi, Clara sekarang lebih bahaya, dia banyak taktik dan juga bisa melawannya.


Dewi mendesah lega, karena hanya ada makanan tidak ada yang lainnya.


Bawa dia ke dalam mobil, kita harus pindah ke tempat lain, dia sudah berani mendatangkan seseorang ke sini.


Setelah itu, Clara di ikat dan di bawa ke dalam mobil untuk pindah lokasi. Namun sayang, kemana pun mereka pindah, Surya sudah mengetahuinya.


Clara tersenyum licik dan langsung pura-pura pingsan lagi.

__ADS_1


Semenjak Clara mati suri, dia bisa melihat kejadian yang akan menimpanya. Atau pun kepada sodaranya sendiri, perasaan orang lain pun Clara tau dari mata bathinnya.


Clara hanya bersyukur di percaya untuk mendapatkan kelebihannya, walaupun dia tidak tau entah sampai kapan dirinya akan begini. Namun ia berharap apa yang di milikinya bermanfaat bagi orang lain.


Clara juga tau, Dewi mengancam bom di rumahnya hanya taktik semata. Dan kini Clara tau Dewi telah merencanakan sesuatu lagi, namun kelebihan Clara tidak sehebat yang orang pikir. Dia cuma punya bayangan sekelibat jika bahaya itu benar-benar sangat bahaya, dan ada kalanya dia tidak bisa melihat apa yang akan terjadi setelah itu.


Tapi untuk hal lainnya Clara tidak tau, perasaan orang lain saja Clara tau. Makanya dia menghindari Rey karena Clara tau Rey belum bisa melupakan dirinya.


Mereka membawa Clara ke sebuah hutan di mana, hutan itu ada gedung kosong. Entah bekas markas apa yang jelas Clara tidak tau. Dan juga untuk sinyal lumayan bersahabat jadi Clara bisa memberitahu suaminya, bahwa dirinya baik-baik saja.


Dan juga ada dua bodyguard Surya yang menyamar jadi ajudan Dewi. Jadi Surya tidak terlalu khawatir, semua info akan di dapatkan oleh anak buahnya sendiri.


🌾🌾🌾


Saat ini, Darren dan Surya telah meringkus dua penjahat yang kini telah di tukar sama Izal dan Robby.


Surya meringkusnya dan juga memukulnya habis-habisan.


Flashback


Surya keluar dari mobil, ia mengendap dan menyuruh Izal mengikuti dirinya. Setelah Surya bertemu Clara, dan di ketahui oleh Dewi. Saat itu orang suruhan Dewi mengejar Surya dua orang itu membawa senjata dan menodongkam pistolnya.


Setelah di pertengahan jalan dan sudah tidak terlihat ke lokasi gudang. Orang itu di bekap oleh Izal dan Robby mereka langsung berganti pakaian, setelah itu dua orang penjahat di bawa oleh Surya dan Darren. Sesaat mereka berhasil penjahat lain mengejar mereka. Tapi Surya dan Darren berhasil menukar kedua anak buahnya.


"Rencana kita berhasil, tinggal kita urus dua preman ini." Ucap Darren melajukan mobilnya.


Clara sudah sadar, namun ia sengaja untuk tidak langsung bangun. Tempat yang sekarang lumayan tidak terlalu kumuh, lokasi di dekat hutan dan di perkampungan


Clara mendesah lega ia tidak di matikan oleh dewi.


Izal dan Robby di suruh untuk membawa Clara ke kamar untuk di kurung. Penampilan Izal dan Robby tidak Dewi curigai karena memang mereka memakai masker.


"Kenapa kalian berdua memakai masker terus,?" tanya Dewi kepada mereka.


"Maafkan Bos, kami lagi filek dan juga sudah nyaman memakai masker." Sahutnya.


Dewi pun langsung pergi tidak membalas ucapan mereka.


Clara membuka matanya, dirinya langsung mengeluarkan ponsel. Dirinya mendesah lega, karena ponselnya tidak Dewi temukan.


"Syukurlah ponsel ini aman," ucapnya. Sesaat Clara mau merebahkan badannya di tikar yang sudah tersedia. Tiba-tiba Clara mau menghubungi Surya, saat itu anak buah Dewi datang.


Mereka berdua menohok, Begitu pun Clara kaget. Namun mereka malah terkekeh dan menutup pintunya langsung.


"Kalian, awas jangan macem-macem, aku patahkan lehernya. Setelah itu, Izal dan Robby membuka maskernya dan Clara pun melongo melihat mereka berdua.


"Bagaimana mungkin kalian bisa-bisanya menyamar haahh,?" tanya Clara menohok.

__ADS_1


"Jalan ceritanya panjang Nyonya, yang terpenting kita bisa mengawasi Nyonya dari genggaman Dewi." Sahut Robby.


"Baiklah, kalian jangan sampai ketahuan, kalau kalian ketahuan bisa gawat. Kalian tau, anak buah Dewi sangat ganas." Ujarnya.


Robby dan Izal menelan salivanya susah payah mendengar ucapan Clara.


Setelah itu, Dewi datang. Ia heran melihat Robby dan Izal ada di kamar tempat mengurung Clara.


"Kalian lagi ngapain di sini,?" tanya Dewi.


"Kami ke sini, karena tawanan kita menggedor-gedor pintu." Sahutnya.


"Baiklah kalian urus wanita sialan ini, jangan sampai di kabur atau lolos dari genggaman kita." Seru Dewi melangkah pergi.


🌾🌾🌾


Dua hari telah berlalu.


Surya bisa menghubungi Clara dengan baik, dan juga Izal dan Robby memberikan info yang baik kepada Surya. Membuat yang ada di rumah, termasuk Ibu Farrah merasa lega.


Namun siapa sangka, Izal dan Robby Malah ketahuan bahwa mereka bukan anak buahnya Dewi.


Setelah itu, Izal dan Robby di keroyok, membuat mereka kewalahan. Clara yang mengetahui tidak rela bodyguard-nya di siksa.


Clara mendobrak pintu kamarnya, dan ia langsung mencari sebuah pistol di sana. Clara dengan cekatan mengambil pistol dari meja yang dekat dengan ruangan kamar Clara di sekap.


Ia tidak terima anak buahnya di keroyok sampai babak belur.


Clara berteriak dan langsung menembakan senjata api itu ke atas.


"Kalian minggir kalau tidak, aku akan menembak satu-satu dari kalian." Seru Clara Dan untungnya Dewi lagi pulang ke kota tidak ada di lokasi.


Clara membangunkan anak buahnya dan langsung membawa mereka kabur.


Setelah itu, Clara mengancam mereka untuk tidak mengikutinya.


"Izal Robby jangan lemas, kalian ayolah bangun, kita kabur dari sini," ucapnya. Anak buah Dewi malah terkesima melihat kecantikan Clara hingga mereka lupa mengambil senjata api dari dalam dan malah menohok menonton Clara dan anak buahnya kabur.


Habis itu, Clara dan kedua anak buahnya berlari, bukannya lari ke area perkampungan yang cuma hanya berjarak dua kilo meter dari lokasi mereka.


Clara malah masuk ke dalam hutan. Clara, Izal dan Robby berhasil melarikan diri. Terlihat wajah anak buahnya kacau Clara merasa iba dan kasian.


"Sekarang kita sembunyi dulu, dan kalian bisa menenangkan rasa sakit kalian dulu. Ayo kita mencari tempat yang aman di sini, dan aku yakin mereka pasti mengejar kita." Ucap Clara sambil melangkah maju mencari tempat persembunyian.


Izal dan Robby mencoba menahan rasa sakit di wajah mereka, pukulan yang anak buah Dewi lumayan parah untuk mereka berdua yang di bandingkan anak buah Dewi enam orang.


Tak menjelang lama, Clara dan yang lainnya mendekam di semak-semak ketika anak buah Dewi berhasil mengejar mereka. Namun mereka belum menemukan Clara dan kedua bodyguard-nya.

__ADS_1


Rasa was-was Clara karena mereka bersembunyi di dekat jurang, badan mereka menggantung dan berpegangan tangan pada akar pohon.


__ADS_2