Dendam Salah Alamat

Dendam Salah Alamat
Paket lagi


__ADS_3

Pagi ini, Rey kembali beraktivitas seprti biasa berangkat ke kantor, langkah kaki-nya menuruni tangga. Betapa terkejutnya Rey, melihat Dewi sedang asik duduk di sofa rumah-nya.


Ia berdecak kesal, padahal ini masih pagi, tapi Dewi langsung kesini untuk menemui Rey.


Dewi langsung menghampiri Rey yang sedang mematung di tangga rumah.


"Sayang, bayi kita manja banget Lo, masa dia pengen sarapan sama Ayah-nya sih" Dewi mencoba merayu Rey, ia sangat senang akhirnya bisa mengikat Rey sampai saat ini.


"Hentikan Dewi, itu bukan anak gue, dan jangan gangguin gue lagi, untuk saat ini, gue mau pergi kekantor ada urusan penting yang gue belum urus" Rey meninggalkan Dewi begitu saja.


Dewi menghentakkan kaki-nya ke lantai, ia gagal untuk merayu Rey lagi, mungkin sekarang Dewi harus mendekati Mamah-nya dulu, supaya pernikahan mereka segera di langsungkan.


"Tante, lihat Rey, begitu teganya meningglkan aku disini, padahal bayi dalam perut pengen sarapan sama ayah-nya." Dewi langsung memeluk mamah Rey dan pura pura menangis.


"Sudah sayang, kita sarapan saja. Biarkan Rey pergi, mungkin ia sibuk banget di kantor" Dewi pun langsung tersenyum begitu mendengar ucapan mamah Rey.


Ia berhasil menaklukan mamah-nya, nanti giliran Rey yang harus luluh juga sama kehamilannya.


Rey POV🍀


Pagi yang sangat menyebalkan, bisa-bisanya perempuan ular itu datang kerumah lagi.Ini sangat bikin gue aku frustasi. Jalanan sangat lancar, karna memang masih pagi, ahh mungkin saat ini sarapan bubur dulu yang ada di pinggir jalan, itu bisa mengganjal perut yang sudah sangat keroncongan.


Setelah mencari tukang bubur, akhirnya gue menemukan juga, yang jualan bubur, terlihat sangat ramai tukang bubur ini. mungkin bubur-nya sangat enak. gue pesen 1 mangkuk bubur, setelah beberapa menit bubur gue jadi. ku dudukan badan di bangku panjang yang sudah tersedia di dekat tukang bubur ini.


Satu sendok bubur, terasa nikmat, ahh ini bakalan jadi langganan gue, nanti kapan-kapan Clara sudah ketemu, gue ajak ke sini.


Ku coba melihat di sekeliling, area ini cukup ramai orang-orang yang beraktivitas juga banyak "Eh siapa itu, kok kayak tidak asing sama wajah-nya. Ah sial banget, kok mukanya di tutup masker sih!"


Gue terus mengamati mobil itu, jendelanya terbuka. wanita itu seperti tidak asing lagi, haahh Clara.!

__ADS_1


mata mereka beradu dengan jarak tidak jauh, mobil yang di tumpangi, Clara melintas di hadapan Rey. Clara cuma menatap Rey, dan tidak bereaksi sama sekali. Clara seperti aneh melihat Rey, tapi pandangan Clara langsung terbuang lagi. Ia langsung menutup lagi kaca mobil-nya.


Rey, langsung mengejar mobil itu, tapi tidak terkejar, Rey membayar bubur terlebih dahulu langsung bergegas pergi. Hal itulah yang membuat Rey lambat mengejar Clara.


"Aneh banget sih, kok Clara tidak mengenali gue sih, dia tidak bereksi apa-apa ketika kita saling menatap, ini tidak mungkin! apakah Clara sudah melupakan gue saat ini? aarrgghhh..... ini tidak boleh terjadi!"


Rey memukul stir mobilnya, dan sialnya Rey lagi-lagi tidak melihat plat mobil yang di tumpangi Clara. ini membuat frustasi, marah, dan juga kesal.


Rey langsung menuju kantor, karna mobil yang di kendarai Clara sudah hilang entah kemana.


Tiba di kantor Rey melamun, ia sangat menyesal tidak bisa mengejar mobil Clara saat tadi pagi. Hingga kedatangan Kevin sama Clery saja Rey tidak sadar.


"Woy..., Lo kenapa, pagi-pagi sudah melamun saja." Kevin langsung saja duduk di sofa setelah Rey sadar dari lamunan-nya.


"Sejak kapan kalian berdua ada di sini" ucap Rey terheran-heran, melihat Clery dan juga Kevin yang sudah ada di kantor milik-nya.


"Ah.., Lo nya saja yang lemot, gue ketok-ketok pintu saja Lo gak buka, ya sudah kita berdua nyelonong masuk. lagian nih Lo kenapa coba melamun begitu." tanya Kevin sambil memainkan ponselnya.


"Lo, liat Clara di mana Rey" tanya Kevin, langsung saja bangun dari tempat duduknya itu.


Clery juga sangat terkejut mendengar ucapan Rey, tampak di raut wajah Rey terlihat muram.


" Dia sama pria, entah gue gak liat wajahnya dengan jelas, dan yang lebih aneh! Clara tidak mengenali gue, ia menatap ke arah gue, lalu, kaca mobilnya ia tutup. Mungkin gue sudah banyak salah sama Clara. Clara membenci gue" Rey menangis, Clery merasa iba, setelah mendengar ucapan Rey.


"Gue kejar tu mobil tapi sudah hilang begitu saja, posisi gue lagi makan bubur saat itu, dan gue bayar bubur dulu, eh setelah gue mau putar balik mobil dah ilang jejak-nya."


Lo, gak liat plat mobil-nya Rey saat Lo kejar tu Clara" Kevin menghampiri Rey dan langsung menepuk pundak Rey, memberikan semangat untuknya.


Clery hanya bisa terdiam mendengar cerita Rey. Ia sungguh sangat kasian pada Rey, takdir yang memisahkan kisah cinta mereka hingga membuat mereka terpisah saat ini.

__ADS_1


"Sabar ya Rey? gue jadi simpati sama Lo, jangan pernah menyerah Rey, kita pasti bisa menemukan Clara lagi, saat ini Lo lagi di uji. seberapa sabar Lo di mata tuhan." Clery langsung mengahmpiri Rey memberikan semangat untuknya.


"Kalian tau gak, semalam gue liat pria aneh, yang bikin gue sedikit takut. Masa dia memperhatikan gue selama gue di jendela semalam sih! baju hitam semua." terang clery sambil bergiding ngeri.


"Mungkin itu hantu yang nyasar" ucap Kevin enteng. Clery hanya memutar bola matanya malas mendengar ucapan Kevin yang tidak masuk akal itu.


"konyol banget kalau itu hantu Vin, ia nampak di tanah dan juga pas gue sadar dia memperhatikan gue, ia beranjak pergi pake mobil, entahlah gue takut melihatnya lagi, pada waktu itu gue kan lagi ngobrol juga sama Lo." Clery menatap Kevin.


"Apa, mungkin ini bisa jadi ada sangkut paut-nya sama paket yang di terima Rey kemaren?" Kevin langsung menatap Rey.


"Hmm....., masa sih ada hubungan apa coba gue sama tu orang" jawab Rey sambil mengangkat badannya dari kursi milik-nya dan langsung menghampiri Kevin.


"Bisa jadi-kan Clery dia anggap Clara, di poto yang penuh darah itu kan ada Poto Lo sama Clara" terang kevin sambil tangannya memegang dagunya, menatap ke arah Rey dan juga Clery.


"Ahh.. gak deh Vin, gak masuk akal! ucap Clery, eh tapi nyokap gue beberapa hari yang lalu, juga menerima paket Lo! kata nyokap dari temen-nya, tapi gue gak yakin, melihat raut wajah nyokap gue ia seperti ketakutan!" ucap Clery antusias dan langsung merasa ketakutan.


"Siapa sih orang itu, perasaan gue gak punya musuh selama hidup gue deh" Rey langsung mengambil Poto Clara yang ada di meja kerjanya.


Tok..tok..tok..


Permisi pak, ada paket buat bapak, sekertaris Rey langsung memberikan satu paket misterius lagi.


"Haahhh, paket lagi" ucap Kevin langsung menghampiri Rey yang sedang memegang paket itu.


Clery jadi penasaran sama isi paket itu.


"Coba Lo buka Rey kita penasaran nih" ucap Clery.


Di bukalah paket itu, mereka terkejut begitu juga Rey.

__ADS_1


"Nama pengirim-nya juga tidak tertera di paket ini, brengsek, siapa yang kirim paket ini sama gue" Rey emosi hingga Clery dan juga Kevin terdiam melihat Rey.


__ADS_2