
Pagi ini, Clara bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit. Surya hanya bisa mengantar istrinya itu ke depan rumah sakit dan tidak bisa ikut ke dalam.
"Semoga saja David bisa terus terang sama kamu sayang. Aku tidak tau dia sakit apa dan kenapa dia menyembunyikan ini dari keluarga kita, aku hanya tau di sakit keras." Ujar Surya sambil memandangi istrinya yang kini sedang merapihkan rambutnya di depan cermin.
"Mudah-mudahan saja Honey, dia mau terus terang soal penyakitnya sama aku.Tapi aku takut ada Dewi di sana, dan malah salah paham sama aku." Balasnya sambil menghampiri dan duduk di samping suaminya.
"Kita harus optimis, semoga saja Dewi tidak ada di sana." Ucapnya lalu, mengecup kening istrinya dengan penuh cinta.
Lalu, mereka menuju kamar Twins yang kini sedang di jaga oleh kedua Baby Sisternya. Wajah Clara berbinar melihat anaknya yang begitu sangat menggemaskan.
"Mommy tinggal dulu sebentar ya sayang, ada urusan yang harus di rapihkan dulu." Ujarnya sambil mengecup Baby Twins Boy satu-satu.
Begitu juga Surya, ia langsung mengecup keduanya. Mereka langsung pergi sambil bergandengan tangan sangat erat, dan kini mereka telah sampai di depan mobil mereka.
Clara membuka pintu mobil, begitu juga Surya. Lalu mereka, langsung duduk dan tancap gas.
Di dalam perjalanan, Clara merasa tidak enak hati, tapi ia tepis dan fokus pada tujuannya.
"Apakah david di sana baik-baik, saja! aku tidak mengerti kenapa dia menyembunyikan semua ini, kalau misal kondisinya parah, aku akan bicara sama Ibu di rumah." Ucap Surya sambil terus menatap ke depan dan fokus menyetir mobilnya.
"Semoga saja, dia hanya sakit biasa. Aku yakin David tidak jahat seperti Dewi istrinya." Ucap Clara menenangkan suaminya.
"Terima kasih sayang, kau selalu membuatku tenang berada di sisimu." Seru Surya sambil melirik ke arah istrinya dengan penuh cinta.
🌾🌾🌾
Di rumah Mamah Shiren.
Rey datang untuk menjenguk buah hatinya. Dirinya begitu yakin bahwa Clery pasti ikut lagi bersama dengannya. Dengan percaya diri, Rey mengetuk pintu rumah Mamah Shiren, hatinya sudah mantap bahwa Clery akan bertekuk lutut di hadapannya.
Setelah beberapa menit ia menunggu. Mamah Shiren membuka pintunya dan langsung mempersilahkan Rey masuk.
"Eh Rey, silahkan masuk,?" tanyanya.
"Apa Clery ada, aku ingin bertemu dengannya." balas Rey percaya diri.
"Oh, Maaf. Tapi Clery sedang keluar mengajak Twins Girls jalan-jalan, dia baru saja berangkat di jemput Kevin." Seru Mamah Shiren sengaja.
Rey menohok tidak percaya apa yang di katakan mertuanya ini barusan. Ia tidak habis pikir Clery dan Kevin jalan bareng, tanpa memikirkan perasaanya.
__ADS_1
"Brengsek sekali si kevin, berani sekali dia mendekati Clery." Gumam Rey dalam hati, tangannya ia kepalkan emosi.
"Ke mana dia pergi Mah,?" tanya Rey kepo.
"Oh, ia pergi ke mall, katanya sih mau berbelanja baju Twins Girls." Balas Mamah Shiren memanasi hati Rey.
"Terima kasih Mah, Rey pamit pulang dulu." Ucapnya sambil melangkah pergi membawa sulut emosi di hatinya.
Rey langsung memukul mobilnya, lalu ia masuk dan menyusul Clery yang kini lagi bersama kevin.
Setengah jam telah berlalu.
Kini, Rey sudah berada di Mall yang sudah di sebutkan Mamah Shiren. Ia celingukan ke sana ke mari, hatinya gelisah karena ia belum menemukan sosok Clery di sana.
Tak lama, terlihat Clery sedang duduk di kursi sambil berbincang bareng Kevin. Raut wajahnya berbinar dan terlihat tawa renyah dari Clery.
Clery tau Rey sudah ada di dekatnya. Maka dari itu, mereka langsung berlaga tidak tau dan bodoamat.
Rey mencoba duduk di dekat kursi yang kini sedang Clery dan Kevin duduki. Hati Clery senang, karena rencananya berhasil.
"Lihat deh Vin, Baby Auryn dan Airyn, terlihat sangat senang berada di dekatmu." Seru Clery sengaja sambil di kerasin suaranya biar Rey mendengar.
"Aku yang akan membuatmu mengejarku Rey, aku tidak bodoh seperti yang kamu pikirkan." Gumam Clery dalam hatinya.
"Anakmu terlihat cantik, sama persis seperti kamu." Gombal Kevin sengaja sambil mencium kedua anak Rey.
"Brengsek sekali si Kevin, beraninya dia mencium anakku." Gumam Rey, sambil mengepalkan tangannya.
Setelah itu, Kevin mengajak Clery berjalan-jaoan di sekitar Mall, sambil membeli pakaian yang di butuhkan kedua Twins Clery.
Tanpa Rey sadari, dirinya telah mengikuti tiap langkah Clery. Tak di sangka, Rey mendapatkan telephone dari kantornya. Bahwa siang ini di adakan rapat dadakan.
Dirinya mendesak kesal, dan langsung memutar balikan badannya dan berlalu pergi meninggalkan Clery dan juga Kevin yang sedang asyik berduaan.
"Sialan, awas saja lho Vin. Sudah berani menikam gue dari belakang, Clery juga tidak menghargai diriku sebagai suaminya." Ucap Rey sambil masuk ke dalam mobil.
Di Mall, Clery mendesah lega, ia langsung meminta maaf pada Kevin. Karena telah melibatkan dirinya untuk membuat Rey menyadari akan cintanya pada Clery.
"Maafin gue ya Vin, lho memang teman gue yang paling baik. gue gak tau, bisa bertahan berapa lama dia begini. Gue gak mau di diemin terus sama dia, bukannya bahagia karena gue telah memberikan dua anak buat dirinya. Sekarang sikapnya berubah, gue tau dia belum move on dari Clara, tapi gue harap Rey bisa menghargai perasaanku saat ini." Terang Clery menghembuskan nafasnya berat.
__ADS_1
"Sabar yah, semoga saja manusia itu bisa sadar. Dia masih kek bocah, lho tinggalin dia pasti dia stres, gue tau dia juga menyukaimu namun dia belum menyadarinya." Ujar Kevin sambil melirik ke arah Clery.
"Tidak, dia masih menyukai Clara, aku tidak tau perasaan dia padaku seperti apa Vin. Tapi aku akan berusaha menyadarkan Rey, bahwa dia sebenarnya mencintaiku. Heeeehee, aku begitu pede yah Vin." Ucap Clery sambil meneteskan air matanya yang jatuh secara tiba-tiba.
"Kamu jangan menangis, suatu saat nanti Rey pasti menyadari perasaannya padamu. Jangan menangis lagi, kau sangat cengeng, lihatlah anakmu. Mereka gak mau melihat Mamahnya bersedih, gak malu tuh di liatin sama anak sendiri." seru Kevin sambil mengusap air mata Clery, mereka pun tertawa barengan.
🌾🌾🌾
Sore ini, Mamah Rey mau bertamu ke rumah Mamah Shiren. Dirinya sudah berada di ambang pintu, hatinya ragu, namun ia paksakan untuk mengetuk pintu rumah Mamah Shiren.
Tak berselang lama, pintu di buka, terdapat Mamah Shiren, keduanya langsung berpelukan ala Ibu-ibu, cipika-cipiki.
Mamah Shiren langsung memanggil Art-nya untuk segera membawakan cemilan dan juga minuman untuk besannya itu.
Mereka duduk rendengan, Mamah Rey merasa bersalah atas sikap anaknya yang tidak bisa ia pungkiri.
"Kedatangan saya kemari, untuk meminta maaf atas sikap anak saya Rey." Ucap pelan Mamah Rey.
"Saya juga minta maaf jeng, sudah berani kirim pesan begitu. Maafkan saya, karena melihat Clery yang tiba-tiba saja pulang membawa semua pakaiannya dan juga Baby Twins. Maafkan yah Jeng, Clery memang sedikit manja, jadi dia langsung saja pulang, tanpa menunggu Rey pulang ke rumahnya." Ucap Mamah Shiren penuh kecemasan.
"Tidak masalah, malahan saya, yang seharusnya meminta maaf, atas sikap dan perilaku Rey pada Clery. Saya usahain dia supaya agak dewasa dan menghargai Clery." Ujarnya sambil menundukan wajahnya.
"Anak-anak kita memang tipe anak manja, jadi tidak heran mereka begitu. Saya harap jeng juga memaklumi anak saya Clery, semoga saja hubungan anak-anak kita kembali membaik." Seru Mamah Shiren tersenyum.
Tak lama, Clery pulang di antar oleh Kevin. Terlihat Baby Twins Auryn di gendong Kevin sangat lelap dalam tidurnya. Mamah Rey tercengang melihat mereka berdua.
Setelah itu, Clery langsung menghampiri mertuanya dan bersalaman. Setelah itu, ia permisi karena Baby Twins Airyn tertidur maka ia langsung ke lantai atas untuk menidurkan terlebih dahulu Twins Girls-nya.
"Semoga jeng tidak salah paham sama mereka, hanya mengetes Rey saja tadi di mall tadi.Apa kita mau bekerja sama demi kebaikan anak kita. Saya mau Rey menyadari akan cintanya pada Clery." Terang Mamah Shiren.
Tak lama, Mamah Rey mengerti maksud ucapan Mamah Shiren, ia mengangguk sambil tertawa.
"Boleh kita coba, dan saya akan berusaha meyakinkan Rey nanti di rumah. Semoga saja anak itu sadar. Saya sangat malu, Rey begitu menyebalkan buat kalian." Ujarnya.
Setelah mereka berbincang agak lama, Mamah Rey pamit, dan juga sudah ada Clery dan Kevin di sana. Pelukan hangat Mamah Rey mendarat di badan menantunya itu.
"Kamu yang sabar, semoga saja Rey secepatnya sadar. Mamah pulang dulu yah." Ucap Mamah Rey pamit pulang.
Tak lama juga, Kevin pamit pulang, Mamah Shiren langsung berterima kasih pada Kevin, karena telah membantunya.
__ADS_1