
Malam ini tidak seperti biasanya, Hawa panas AC On tapi bagi Clara ini masih merasa badannya gerah dan ruangan terasa panas. Clara langsung tertidur, Ia merasa sangat ngantuk.
Rey, masih di dalam kamar mandi, Ia belum tidur, Rey juga tidak seperti biasanya kegerahan. Maka dari itu dia mandi tengah malam.
Terlihat Clara sudah tidur duluan, ia mengacak rambut pake handuk, supaya rambutnya cepat kering. Sekarang ia mengenakan celana pendek warna hitam. Pelan-pelan Rey duduk di sebelah Clara, Terlihat gundukan gunung kembar yang terekspos.
"Awwsshiit, Clara kenapa kamu selalu menggodaku di waktu yang tidak tepat" Rey mengacak rambutnya frustasi. Matanya melebar melihat gunung kembar yang sangat mengiurkan penglihatannya.
Kini Rey mulai meraba gundukan itu, ia memejamkan mata. Lalu, mengecup bibir seksi Clara, Tangan laknat Rey mulai aktif, ia merem*s gunung itu dan mengerang.
Tidak lama setelah tangan laknat Rey bermain kini, Clara terbangun. Ia merasa ada sesuatu yang mengganggunya. di bukalah matanya, terdapat wajah Rey sedang tersenyum kikuk.
"Kamu belum tidur sayang? aku sangat ngantuk hingga terlelap ketiduran." Tanya Clara langsung bangkit dan mencondongkan badannya ke divan tempat ia tidur.
"Eh..., .enggak sayang, aku baru saja mau tidur kok" jawab Rey kikuk.
"Ya sudah ini juga sudah larut malam, ayo kita tidur?" ucap Clara sambil membaringkan badannya kembali.
Rey tersenyum dan langsung memeluk Clara. Ia enggan untuk bertanya pada Clara.
tapi ia merasa harus mencobanya, Biar Rey tidak penasaran atas jawaban Clara.
"Sayang?" ucap Rey sambil memeluk Clara erat.
"Ia ada apa?" jawab Clara, membuka mata menghadap wajah Rey.
"Apa, kamu tidak keberatan aku, meminta gunung kembar?" ucap Rey ragu.
"Aku, tidak punya gunung Rey, kamu nih ada-ada saja" jawab Clara tertawa.
"Maksud aku, ini sayang" tangan laknat Rey meraba gunung kembar itu.
Clara tercengang, Melihat tingkah laku Rey terhadapnya. Ia langsung bangun dan melirik langsung ke arah wajah suaminya itu.
"Maafkan aku Rey, kamu boleh merabanya, tapi aku belum siap untuk melakukan hubungan sama kamu, beri aku waktu untuk mengingat kembali?" ucap Clara, Rey bangun dan langsung memeluk tubuh istrinya.
"Aku tidak meminta lebih kok, di kasih gunung kembar saja sudah sangat senang" ucap Rey tersenyum lebar.
__ADS_1
"Baiklah silahkan" ucapan Clara membuat Rey tambah bersemangat, ia langsung meremas benda kenyal itu dengan sangat kuat, hingga Clara mengerang. Rey langsung ******* Bibir. Ia merasa sangat beruntung untuk malam ini, ya walaupun ini tidak bisa lebih. Tapi untuk Rey ini bisa mencerna dan menstabilkan otak mesumnya.
Akhirnya mereka berhenti dalam permainan panas itu. Kini kimono yang di kenakan Clara terbuka lebar, hingga Rey menelan salivanya susah payah. Clara menutup kembali, karena cuma bisa mengijinkan bagian gunung saja, Rey hanya bisa memegang tidak bisa lebih dari itu.
"Sialan kenapa harus menegang sih" desis Rey memalingkan wajah.
"Kenapa sayang?" tanya Clara mencondongkan wajahnya ke arah Rey.
"Tidak, aku kebelet dulu mau pipis" Rey langsung ke kamar mandi, mungkin ini jalan terbaik untuk melanjutkan pemuas napsunya di kamar mandi.
Clara langsung merapihkan kembali kimononya yang tadi terbuka. Ia meraba bibir dan tersenyum.
Di kamar mandi Rey berdecak kesal, tangan laknatnya itu sudah meraba gunung kesukaan Rey. Dan mulut laknatnya juga sudah puas dengan hasil malam ini.
Tapi tidak bisa memuaskan seluruh hasratnya.
Ia bisa sabar hingga Clara merasa siap, bagi Rey ini tidak masalah selagi Clara masih ada di sisinya.
"Lagi ngapain si Rey di kamar mandi" ucap Clara, ia turun dari tempat tidur dan melangkahkan kakinya ke arah kamar mandi. Tak di sangka ketukan pintu kamar terdengar sangat berisik.
Clara langsung membelokan langkahnya menuju pintu kamar, di bukalah pintu, dan terdapat wajah Dewi memelas, ia meminta Clara membuatkan teh manis untuknya.
"Bisakah Lo, membuatkanku teh manis sekarang juga?" tanya Dewi.
"Baiklah sekalian aku juga mau teh manis" mereka melangkah menuju dapur.
Clara langsung membuatkan 3 gelas teh manis, kini Rey ikut nimbrung bersama kedua wanita itu.
Ia sedikit heran kenapa Dewi tiba-tiba mau teh manis buatan Clara. Ia mulai meneliti Dewi takutnya ia merencanakan sesuatu.
"Tumben banget Lo, kelihatan baik di hadapan istri gue" tanya Rey.
"Emang kenapa sayang, diakan Istri tua dan aku calon istri muda, harusnya kamu bersyukur melihat kita akur kayak gini?" ucap Dewi langsung menarik tangan Rey.
Clara melihat tingkah laku Dewi merasa sangat kesal dan, ia mengatupkan bibirnya dan berlalu pergi.
Rey merasa Clara cemburu, ia langsung melepas tangan Dewi. Kini Rey menegug teh manis buatan istrinya.
__ADS_1
"Sayang, seminggu lagi kita resmi jadi suami istri, aku sudah mengurus semuanya" ucapan Dewi membuat Clara dan Rey menohok bebarengan. Mereka tidak percaya mendengar ucapan Dewi.
"Kamu, tidak berhak mengatur semuanya lagian bayi yang di kandung kamu bukan anak aku!" ucap Rey tegas.
Hati Clara terasa di sayat, Ia kini melangkah pergi ke kamar, membawa hati yang terluka parah. Hal ini membuat sekelebat bayangan di pikirannya dan terdengar seorang wanita mengucapakan hal yang sama tentang pernikahan.
Ia langsung terjatuh ke lantai, sambil memegang kepalanya, ia mengerang kesakitan, bayangan dan suara itu terus terngiang sangat jelas di telinga dan juga pikirannya.
Clara pingsan, Rey langsung panik dan menggendong Clara ke kamarnya. Ia tidak mengerti kenapa Clara tiba-tiba terjatuh.
Rey enggan menelphone sang dokter tapi ini sudah larut malam. Ia mondar mandir di pinggir tempat tidur, Rey mencoba mengoleskan sedikit kayu putih di dekat hidungnya.
Clara tersadar ia langsung melihat wajah Rey yang kini sedang bersama Dewi. Clara menangis sambil meringkuk tubuhnya.
Rey memeluk mencoba menenangkan istrinya.
Dewi berdecak kesal, ia menerima telephone dan langsung beranjak keluar kamar Clara.
Clara POV
Ini sangat aneh bagiku, sekarang aku sudah mengingat sebagian ingatanku. Apakah aku harus memberitahu Rey saat ini? atau aku harus Pura-pura masih tidak mengingat.
Terdapat wajah Rey cemas saat aku tersadar, kini ia memelukku erat dan terus menanyakan aku kenapa? ini membuatku sakit amat dalam.
Rey aku sangat membencimu, mungkin aku tidak akan mengatakan Clara dulu sudah kembali. Biarlah aku begini adanya dulu, Aku masih mengingat dengan jelas, kamu jahat kepadaku Rey, kamu berkhianat. aku sangat membencimu.
Biarlah aku membohongi Rey saat ini, hingga ia tersadar cintaku kini sudah terhapus terbawa air mata yang mengalir.
"Sayang?" ucap Rey berusaha membalikan badan Clara.
"Hmm..." Clara cuma menjawab singkat.
"Kamu kenapa, kok menangis sih, maafkan atas ucapan Dewi yang menyakitimu sayang?" ucap Rey terus memeluk Clara.
"Aku sangat ngantuk Rey, bisakah kamu melepaskan pelukan mu?" ucap Clara singkat dan dingin.
Rey mencoba melepaskan pelukan itu, ia merasa sangat sedih atas ucapan Clara terhadap dirinya sekarang.
__ADS_1
"Dan kini, kamu membawa Dewi ke Apartemen ini, apa yang telah terjadi semasa aku tidak mengingat semuanya" ucap dalam hati Clara dan meneteskan air matanya.