Dendam Salah Alamat

Dendam Salah Alamat
Kemana Clara


__ADS_3

Pagi hari, Rey terbangun dan tidak menemukan Clara di sisinya. Ia berusaha mencari ke kamar mandi dan juga ruang tengah.


Ia kebingungan kemana Clara pergi, tidak seperti biasanya Clara menghilang tanpa jejak.


Di satu sisi Clara menangis di jalanan, ia langsung naik bus, dan membawa ransel kecil, untuk bajunya yang ia bawa pulang kampung.


Ia merasa rapuh, selama ini ia merasa di manfaatkan oleh Rey. Air mata tidak berhenti mengalir ia mematikan ponselnya, supaya Rey tidak terus menelphone.


Bus itu menuju kampung halaman Clara, dulu sebelum kejadian kecelakaan Clara juga mau pulang, tapi naas kecelakaan menimpanya hingga ia tidak mengingat masa lalunya.


Kini Clara sudah mengingat sebagian masa lalunya, termasuk penghianatan cinta Rey. Ia mengingat Rey menampar dan memperlakukan dirinya sangat tidak baik. Membuat Clara merasa hancur, air mata tumpah di kedua pipinya.


Pikiran Clara saat ini kacau balau, mungkin dengan ia pulang kampung, jiwa dan pikirannya akan tenang.


Ia begitu sedih, Biarlah ia menenangkan hatinya yang terluka parah, untuk di bawa ke kampung halamannya. Clara sangat merindukan sosok wanita paruh baya, yaitu bibinya.


Rey panik, sudah jam sembilan tapi Clara belum juga di temukan. Ia langsung menghubungi Clery, perasaannya campur aduk dan sangat kacau. Dewi hanya tersenyum santai melihat Rey yang sedang menelphone kembaran Clara.


"Hallo, Ry? apa Clara ada di sana?" ucap Rey sambil menggigit jarinya. Sebenarnya ia enggan menghubungi Clery namun, tidak ada jalan lagi selain meminta tolong kepada Clery.


"Apaan sih Lo, bukannya dia istrimu, harusnya kan dia ada bersama lo?" ucap Clery sewot.


"Pagi ini, Clara hilang, saat gue bangun tidur, Clara sudah tidak ada!" Rey mengepalkan tangan, dan melangkah dengan berat.


Dewi yang melihat, memutar bola matanya malas, ia malah senang Clara tidak ada di rumah, hingga ia bisa berduaan bersama Rey dan pernikahannya akan sangat lancar tanpa kehadiran Clara.


Dewi merasa mual, dan ia langsung berlari ke kamarnya. Rey melihat Dewi cuma mengangkat bahunya dan kembali fokus sama telephonenya.


"Sebaiknya Lo tenang dulu, siapa tau Clara lagi belanja, dan lupa bahwa sekarang sudah jam segini" terang Clery menenangkan Rey.


Sudah dulu ya Rey, Lo tenang saja Clara tidak bakal Pergi jauh, selama hubungan Lo masih baik sama dia. Eh, apa Lo lagi berantem hingga Clara ngambek gitu sama Lo?" ucapan Clery membuat Rey tertawa

__ADS_1


"Apaan sih Lo, semalam kita baik, tidak ada yang aneh di antara kita kok" ucap Rey santai.


"Ya sudah, berpikir positif saja, mungkin Clara sedang belanja, dan lupa ngomong sama Lo" ucapan Clery membuat Rey agak tenang.


"Baiklah aku mau bergegas pergi ke kantor" jawab Rey sambil menutup ponselnya.


"Kini Rey langsung bersiap merapihkan dirinya, jam tangan, sepatu baju dan juga jas sudah ia kenakan.


Rey langsung beranjak pergi, ia masuk ke dalam kamar Dewi, terdapat Dewi yang sedang tertidur. Membuat Rey enggan membangunkannya.


Kini Rey mengirim SMS dan menaruh kertas di meja dekat kasur. Pikir dia bila nanti Clara pulang suratnya pasti di baca oleh Clara.


Rey langsung keluar Apartemen menuju parkiran mobil, ia tancap gas dan menuju kantornya.


🌸🌸🌸


Di perjalanan Clara istirahat bersama rombongannya, ia merasa sangat lapar, langsung saja Clara makan di tempat istirahat.


Ia akan menceritakan semuanya kepada Bibinya bila sudah sampai nanti, mungkin Clara akan mencari pekerjaan di dekat rumahnya dan itu yang terbaik, dia tidak mau kembali ke Jakarta.


Clara tiba di depan rumah sederhana, ia melangkah untuk mengetuk pintu rumah sang Bibi. Tangan terangkat, bibir menangkup jantungnya berdebar tidak karuan.


Lalu, tangannya meremas baju yang ia pake, kemudian mengigit bibir bawahnya. Ia bingung harus menjelaskan apa kepada Bibinya, apa yang harus Clara lakukan dan menjelaskan masalah ini! apa bibinya akan marah pada Clara atau sebaliknya.


Clara mulai mengetuk pintu, Jantungnya berdebar, ia sangat takut di marahi oleh Bibinya, hingga Ia menutup matanya ketika pintu itu terbuka.


Clara, suara itu mengagetkan dirinya, yang kini sedang menutup mata. Di rangkullah dan di peluk sangat erat oleh bibi, tangisanya kini pecah kembali. Clara sangat merindukan sosok bibinya sudah lama ia tidak mendengar nasehatnya.


"Ya Allah, kenapa kamu, tidak bilang kalau kamu mau ke sini?" ucap bibi Clara sambil terus mencium dan memeluknya lagi.


"Maaf Bi, ini Clara sengaja" jawab Clara lesu, terlihat wajah bibinya yang bingung atas ucapan keponakannya.

__ADS_1


Bibinya keluar ia mencari seseorang ke sana ke mari! lalu ia masuk lagi dan duduk di sebelah Clara.


"Kenapa nak Rey, tidak di ajak ke sini? Bibi juga ingin bertemu sama dia sayang?" ucap bibi Clara.


"Rey sedang sibuk Bi, hingga ia tidak bisa pulang kampung" ucapan Clara membuat Bibinya sedikit kecewa.


"Ya sudah, bibi mau ambilkan dulu minuman, kamu pasti lapar, kita makan ya?" ucapan bibinya langsung di angguki Clara dan langsung berdiri.


🌸🌸🌸


Di kantor Rey menggebrakan meja, wajah memerah, sorot mata tajam. Ia marah Clara tidak ada di mana-mana, Kini pikirannya kacau, baru saja ia mendapatkan Clara kembali sekarang ia harus kehilangannya lagi.


"Apa. mungkin Clara di culik sama pria misterius itu?" Gumam Rey sambil mengepalkan tangannya.


Kevin yang mengetahui Clara hilang, langsung datang ke kantor milik Rey bersama Clery. Wajah cemas terlintas di wajah Clery, Kevin mereka kini duduk di sofa sementara Clery langsung menghampiri Rey.


"Apa yang terjadi Rey sama adik gue? apa kalian bertengkar dan Clara langsung meninggalkan Lo? atau mungkin gara-gara wanita ular itu, Clara meninggalkan Rumah tanpa ia meninggalkan secuil pesan.


"Gue gak berantem sama Clara, semalam Clery pingsan, setelah itu ia, bangun dan langsung menangis. Sikapnya berubah dingin ke gue! tapi kita tidur bareng, cuma Clara tidak mau gue memeluk dia" ucap Rey panjang lebar, Kevin mencerna ucapan Rey.


"Apa Dewi mengucapkan sesuatu pada Clara?" tanya Kevin menyipitkan matanya sambil mencondongkan badannya ke depan.


"Oh ya, sebelum Clara pingsan Dewi membahas pernikahan gue sama dia?" Rey bangkir dari kursinya.


"Apa ingatan Clara sudah kembali" ucap Kevin.


Rey, Clery melebarkan matanya, mereka sama sekali tidak menyangka bahwa Clara akan secepat ini mengingat masa lalunya.


"Terus dia kemana Vin? kerumah gue juga gak ada? apa yang harus gue katakan sama nyokap gue nanti?" Clery mulai gelisah.


"Sebaiknya kita cari Clara, kita mulai dari tempat kostnya yang dulu, siapa tau dia ke sana" ucap Rey bergegas dan di ikuti Kevin dan juga Clara.

__ADS_1


Pria misterius itu mengetahui Clara kabur dari anak buahnya yang cekatan. Semua informasi pasti akan ia dapatkan segera mungkin.


"Gue harus menemukan Clara sebelum mereka menemukan duluan. Lihat saja Rey siapa yang akan duluan menemukan istri cantik mu" Pria itu tersenyum sinis.


__ADS_2