Dendam Salah Alamat

Dendam Salah Alamat
Menyelidiki


__ADS_3

Rey POV


Malam ini, Papah, menyuruhku untuk menemuinya di ruang kerja. Katanya sih, ada yang ingin di bicarakan mengenai orang yang telah menusuk dan menerorku.


Batin gue saat ini, Merasa sangat penasaran. Kulihat istriku sudah tertidur sangat lelap, mungkin dia lelah, jadi tidur terlebih dahulu.


Dia menggemaskan, wajahnya sangat cantik, apalagi saat dia malu-malu. Membuat gue ingin terus di ada di sisinya.


Ku kecup kening istriku, lalu, gue langsung melangkah keluar untuk menemui Papah, yang sedari tadi menunggu di ruang kerjanya.


Terlihat jelas Papah sedang sibuk di depan laptopnya. Gue langsung duduk di kursi yang ada di depan meja kerja Papah.


"Pah, apa ada informasi mengenai orang yang telah meneror dan menusukku?" ucap gue sambil terus memperhatikan Papah yang sedang sibuk di depan laptopnya.


"Buka Rey, amplop coklat yang ada di depan kamu" jawab papah sambil melirik ke arah gue.


gue langsung penasaran sama isi amplop yang di berikan Papah. Dan ternyata isinya.


"Hmmm.., Rey gak kenal sama orang ini Pah, wajahnya lumayan ganteng juga nih cowok! tapi kok dia menerorku, Apa dia sudah tidak waras?" ucapan gue membuat ayah langsung menutup laptopnya, dan langsung meraih kopi yang sudah tersedia di depannya.


"Rey, beneran kamu tidak mengenal orang itu? lalu, kenapa? orang itu mengincar kamu dan Clara? Kamu harus selidiki lebih lanjut?" ucap Papah Rey sambil terus memperhatikan anak prianya itu.


Merekapun langsung berdiri dan pindah posisi duduk mereka. Papah Rey meraih Photo dan biodata pria misterius itu.


"Rey, sungguh tidak mengenalnya pah? lagian Rey juga tidak merasa punya masalah sama siapapun itu. Ini orang mungkin stres dan salah orang! atau mungkin dia psykopat." ucapan Rey membuat Papahnya tertawa.


"Kamu, itu ada-ada saja Rey, mana mungkin, dia pengusaha kaya raya. Dan dia juga sangat berpengaruh sama perusahaan kita" Papah Rey langsung menaruh amplop coklat itu.


"Lalu, kenapa? dia mengincar aku sama Clara?"


Tanya Rey tidak mengerti.


"Besok, kamu selidiki lebih lanjut Rey, papah masih banyak kerjaan, jadi tidak fokus sama orang itu." ucap Papah Rey, sambil menepuk pundak anaknya.


"Baiklah Rey akan segera menyelidikinya lebih lanjut." Rey tersenyum dan langsung pamit pergi ke kamar.


Dalam hati Rey masih bertanya-tanya dan juga sangat aneh. Mungkin kalau dia menemuinya urusannya akan segera beres. Tapi itu sangat tidak mungkin.


Bagi Rey ini cukup berbahaya, apalagi melihat Clara, ia sangat khawatir bila nanti Clara di celakai sama orang itu lagi.

__ADS_1


Mendengar cerita Clara tadi siang saja, Rey langsung panik.


Pintu kamar terbuka, alangkah kagetnya Rey, melihat Clara yang sedang menangis memeluk kakinya menekuk di atas kasur..


Rey langsung dengan cepat menghampiri istrinya itu. Pintunya pun langsung Rey kunci rapat-rapat Ia mulai bertanya dan langsung memeluknya.


"Sayang, kamu kenapa menangis?" ucap Rey lembut sambil terus memeluk.


"Aku, tadi mimpi kamu terluka, dan mengeluarkan banyak darah, hal itu membuatku trauma akan kejadian Minggu lalu." jawab Clara sambil terisak salam tangisannya.


"Aku di sini, tidak kenapa-napa kok?" jawab Rey.


"Aku bangun, dan ternyata kamu tidak ada di kamar? itu membuat aku langsung berpikiran macem-macem" ucap Clara.


"Aku tadi ke ruang kerja Papah, Ia memanggilku ke sana. Untuk membicarakan orang yang sudah menyerang dan menerorku." Terang Rey wajahnya tertuju pada pintu kamar.


"Kamu, kok melamun sih sayang? Terus kamu kenal sama orang itu?" ucap Clara penasaran.


"Aku tidak mengenalnya, dia malah mau mencelaki kita, entahlah aku juga tidak tau, masalah apa yang telah kita perbuat Sama orang itu? ah sudahlah ayo kita tidur, ini sudah sangat larut malam. Nanti kita bahas lagi besok" ucap Rey melepaskan pelukannya dari Clara dan langsung membaringkan tubuh Clara. Merekapun, langsung tertidur.


🌸🌸🌸


Rey terlihat sangat rapi dengan stelan formal yang ia kenakan pagi ini. Wajah tampan dan tubuh tinggi tegap, membuat Clara jadi salah tingkah. Debaran jantungnya membuat ia tidak karuan, Rey langsung memeluk badan Clara yang sedang sibuk menyiapkan sarapan di meja makan.


"Kamu sangat sibuk sekali istriku?" hembusan nafas Rey di telinga Clara membuat bulu kuduknya meremang.


"Rey, kamu masih pagi juga, lepaskan nanti ada yang lihat malu tau?" ucap Clara berusaha melepaskan tangan Rey.


"Duh, masih pagi, sudah kegatelan saja!" ucap Dewi yang tiba-tiba nonghol di belakang mereka.


Sontak saja keduanya tertawa bersama, mendengar celotehan Dewi. Rey malah terus mengeratkan pelukannya dan mencium Pipi Clara di hadapan dewi.


Dewi yang melihat itu, langsung marah dan menampar Clara. Rey terkejut, melihat istrinya yang tiba-tiba di tampar sontak saja langsung marah besar.


"Kamu sangat keterlaluan Dewi, berani-beraninya kamu menampar istriku di hadapanku!" ucapan Rey membuat Clara kaget. dan ia masih memegang Pipi yang di tampar Dewi.


"Rey, sudah, kasian Dewi sekarangkan dia lagi hamil. Kamu jangan memarahinya, kalau dia stres bagaimana kita juga yang repot." ucap Clara sambil menatap sinis ke arah Dewi.


Clara sudah merencanakan sesuatu bersama Rey, bahwa mereka harus pura-pura baik, biar tau siapa ayah dari bayi yang di kandung Dewi saat ini.

__ADS_1


"Maafkan aku sayang, habisnya dia sudah keterlaluan banget" terang Rey, langsung melirik Dewi.


Dewi merasa kaget dengan sikap keduanya itu. Tapi dia langsung saja mengambil kursi dekat Rey.


Clara merasa panas di dada melihat Dewi Langung mendekati Rey, tapi ia tahan, demi rencananya, ia harus mengorbankan perasaannya dulu.


Mamah, Papah Rey, langsung ikut bergabung bersama anak-anak mereka yang sudah dari tadi ada di meja makan.


"Sayang, aku mau rotinya, tolong olesin sama selai strawberry ya?" ucap Dewi manja, membuat Clara sedikit emosi melihatnya.


Rey, merasa tidak nyaman sama perlakuan Dewi saat ini, kalau tidak untuk rencananya mungkin ia sudah mengusir perempuan ini.


"Mah, aku sama Clara mau pindah ke Apartemen, untuk sementara waktu, sebelum kami membeli rumah?" ucap Rey pada mamahnya.


"Baiklah jika itu yang terbaik bagi kamu, tapi ingat ya, kalian jangan berantem." ucapan mamahnya membuat Rey terkekeh geli, dan Clara menundukan kepalanya malu.


"Aku juga ikut sama kamu sayang?" ucap Dewi antusias.


"Baiklah kalau itu mau mu?" ucap Rey malas.


Akhirnya acara sarapan pagi sudah selesai. kini Clara mengantar Rey ke depan pintu yang mau kerja.


"Hati-hati di jalannya sayang?" ucap Clara sambil menyalami tangan suaminya itu.


"Itu pasti sayang, jangan lupa beres-beres nanti sore kita berangkat ke Apartemen.


"Baikalah sayang" jawab Clara sambil di kecup keningnya.


Dewi langsung muncul dan mencium pipi Rey, Clara menohok melihat kejadian itu, dadanya panas dan rasanya ingin menampar Dewi saat itu juga. Namun ia menahan amarahnya ia langsung pergi begitu saja.


Rey mengerti pasti Clara sangat sakit hati melihat kelakuan dewi pada dirinya.


Clara pergi ke kamar dan langsung membereskan pakaian dirinya dan juga Rey, dua koper sudah ia persiapkan untuk membereskan dan memasukan pakainya.


"Hei kamu perempuan sialan? asal kamu tau ya, Rey secepatnya bakalan jatuh cinta sama gue, karna derajat kita beda jauh" ucapan Dewi membuat Clara gemas ingin memarahinya.


"Kamu tuh tidak tau diri banget sudah menumpang di rumah orang, menumpang di rumah tangga orang! kamu yang sangat rendahan, karna kamu tidak bisa menjaga diri kamu dari laki-laki hidung belang? akhirnya kamu hamil, dan kamu kebingungan mencari ayah dari anak yang di kandung kamu? terus kamu menuduh suamiku untuk bertanggung jawab. Sungguh memalukan untuk kaum wanita!" ucapan Clara cukup pedas, membuat Dewi emosi dan langsung ingin menampar Clara.


Sorot mata tajam, Dewi langung mengangkat tangannya dan langsung melayangkan tangannya ke arah wajah Clara. Tapi dengan cekatan Clara langsung menahan tangan Dewi. ia langsung menghempaskan tangan Dewi ke pinggir dengan kasar.

__ADS_1


Dewi terkejut ia tidak percaya dengan semua yang di lihatnya. sekarang Clara sangat pintar dalam ucapan dan juga tingkah lakunya. Ia merasa heran, menurut Dewi ini sungguh aneh, beda banget dengan Clara waktu dulu, yang sering ia hina, tapi sekarang Clara yang balik menghina dirinya.


__ADS_2