
SATU TAHUN SETENGAH KEMUDIAN
ππππ
Setelah melewati masa sedih yang di alami Clara dan yang lainnya sekarang mereka lagi di fase bahagia. Membuka lembaran baru untuk mereka.
Taun lalu Clery ke guguran akibat stres yang menimpanya. Dan sekarang Clery lagi mengandung lagi untuk kedua kalinya, usia kandungan Clery menginjak 2 bulan. Rey stres karena Clery yang sedang mabuk berat membuat ia pusing melayaninya untuk meminta sesuatu hal yang harus di turuti.
Clery ngidam yang selalu bikin Rey kesal, ia kepingin menonton film horor di tengah malam. Rey sangat takut untuk menonton yang begituan.
Sedangkan Clara ia sedang mengandung Usia 3 bulan, setelah mereka menanti satu tahun lebih lamanya. Akhirnya mereka di kasih kepercayaan juga.
Mamah Shiren sudah sembuh dari kankernya, karena pengobatan yang di bawa Papah Farrel ke luar negri. Ia berusaha untuk kesembuhan Istrinya dan sekarang Istrinya bisa melihat lagi dan tentunya sudah sembuh kembali, walaupun harus kontrol dua Minggu sekali ke rumah sakit.
πΎπΎπΎ
Di rumah Surya.
Clara sedang duduk di balkon sendirian, seperti biasa ia selalu mamandangi pemandangan dari atas. Ia langsung mengusap perutnya yang masih rata belum kelihatan kehamilannya.
Sesekali Clara tertawa ia mengingat momen Surya yang sedang mabuk parah, Setelah itu Surya datang.
Ia selalu manja pada Istrinya membuat Clara menggelengkan kepalanya.
"Kau ini, aku yang hamil kau yang mengidam, aku repot tau, aku selalu menuruti keinginanmu yang serba aneh itu. Harusnya aku yang kau manjakan honey" ucap Clara sambil mencubit hidung mancung suaminya.
"Sayang aku mau ke WC lagi, tidak kuat sama mualnya" desis Surya ia langsung lari ke WC lagi.
Clara tertawa lepas karena bukan dia yang mengidam malah suaminya yang ngidam akut.
"Lihatlah Papihmu itu, dia sedang kamu muntah-muntah di WC. Tapi awas momy gak mau kamu meminta yang aneh-aneh lagi untu Papihmu itu, kasian dia heheee" ucap Clara sambil mengelus perutnya lagi sambil terkekeh.
Tak lama Surya sudah menghampirinya lagi, ia merengek minta di elus perut sama istrinya.
"Ngidamu sangat aneh honey, aku yang sedang hamil harusnyaa aku yang kau elus perutku ini. Apaan aku harus mengelus perut kau honey" ucap Clara kesal.
__ADS_1
"Tapi aku kepengen kamu yang mengelus perutku" balas Surya manja.
"Bayinya ada di perutku bukan ada di perutmu honey" ucap Clara.
"Aku pusing kenapa ngidamnya beralih padaku, semoga saja jalan 4 bulan sudah tidak ngidam lagi. Masa aku yang harus kau manjakan terus sih, seharusnya aku yang kamu manjain ishhh" desis Clara.
"Sabar sayang, Aku juga tidak tau kenapa ngidamnya malah berbalik padaku, rasanya tidak enak" ucap Surya ia langsung berlari ke WC lagi. Sampai-sampai badannya melemas.
Setelah itu Surya menghempaskan badannya ke kasur empuk miliknya.
Clara tertawa lagi melihat wajah suaminya, lalu Clara menghampirinya yang sedang tidur di kasur.
"Aku pengen rujak yang pedas sayang, tolong belikan aku rujak" perintah Surya.
"Isshh, aku mana bisa beli rujak dengan kondisi hamil begini, Izal saja ya yang beli rujaknya" balas Clara yang di angguki Surya.
Clara mengelus perutnya, ia mengomel karena yang merepotkan dirinya adalah suaminya. Berbalik pada Clery, dia yang mengidam akut membuat Rey ngeri saja.
Ibu Farrah datang menghampiri mereka, terlihat wajah berseri dari sang Ibu. Clara langsung memeluknya.
"Iya bu, eh besok aku jadwal kontrol Bu, biarkan saja dia di rumah, aku sama Ibu saja pergi ke rumah sakitnya" Clery sengaja biar Surya mau mengantarnya.
"Tidak aku saja, aku masih kuat kok, aku janji pokoknya setelah masa ngidam ini selesai akan aku manjain kamu sepenuh hatiku" rayu Surya sambil mengelus perut istrinya.
"Baiklah, semoga fase ngidam kamu cepat selesai, aku gak kuat kalau kamu seperti ini." Desis Clara, ibu Farrah hanya tertawa mendengar celetukan menantunya.
"Apakah anak kita kembar seperti dirimu sayang" ucap Surya mengelus perutnya sambil tiduran di kasur.
"Kalau misal kembar lucu juga yaa, ahh aku sudah tidak sabar Honey ingin segera USG janin kita" seru Clara sambil tersenyum bahagia.
"Kalau misal anak kita laki-laki akan aku kasih..." ucapan Surya di potong Clara.
"Upin Ipin" celetuk Clara.
"Ha... ha... memangnya mau anak kita seperti Upin Ipin yang tidak punya rambut, dan mereka tidak pernah beranjak dewasa sampai aku sudah punya anak sekarang. Tau gak dari aku remaja sampai sekarang masih kecil saja anak itu Upin Ipin" celetuk Surya.
__ADS_1
Clara hanya tertawa di buatnya, ia membayangkan bagaimana jadinya kalau anak mereka seperti Upin Ipin. Membuat Clara begiding ngeri.
Setelah itu mereka langsung melanjutkan perbincangannya.
πΎπΎπΎ
Esok harinya.
Di lain tempat mamah shiren, tersenyum bahagia ia telah melewati masa kritisnya dan juga sudah sembuh. Membuat dirinya banyak pelajaran hidup dari masalalu. Mamah Shiren tersenyum karena sebentar lagi ia akan mendapatkan Cucu dari kedua anaknya.
Hari ini Mamah shiren di beri kabar dari kedua anaknya yang kembar, bahwa mereka sedang mengandung anak kembar juga. Membuat mamah shiren girang, ia akan mempunyai 4 cucu sekaligus.
Ia tidak bisa membayangkan bagimana nantinya kalau misal anak Cucu mereka berkumpul bersama di rumahnya. Pasti sangat ramai dan juga rumahnya tidak sepi lagi.
Senyum lebarnya membuat ia gemas membayangkan Cucunya kembar semua ada di rumahnya kelak.
Ini anugrah dari yang maha kuasa, setelah mereka melewati masa yang sangat menyedihkan. Sekarang mereka menikmati kebahagiaan yang penuh cinta dan kedamaian.
Sudah lama Clery meninggalkan rumahnya, karena Clery sudah membeli rumah bersama Rey. Rumahnya pun tidak terlalu jauh dari kediamannya.
Mamah Shiren turun dari mobil, ia mengenakan baju serba hitam dan juga kacamata hitamnya.
Langkah kaki gontay dan tetesan Air matanya membuat ia sakit di relung hatinya.
Kenangan bersamanya tidak akan ia hapus dan tidak akan ia lupakan.
Taburan bunga mawar yang harum semerbak Ia amparkan di atas tanah dan mengusap batu nisan. Ia mengusap air matanya yang menetes dan memberikan doa terbaik buatnya.
"Tenanglah di sana, aku selalu mendoakanmu" ucap Mamah shiren.
Ia menangis sambil memeluk batu nisan yang sudah lama menancap di tanah merah itu.
"Aku tidak bisa melupakanmu, istirahatlah dengan damai" lirih Mamah Shiren sambil mengusap lagi batu nisannya.
"Aku tau, aku banyak dosa terhadapmu, mohon maafkan aku hik...hik..hik.." air mata Mamah Shiren begitu deras mengalir dari pelupuk matanya.
__ADS_1