Dendam Salah Alamat

Dendam Salah Alamat
Perasaan Season2


__ADS_3

Saat ini, Clara langsung saja menepis pistol yang akan menembaknya ke arah kening.


Pistol itu terhempas jauh dari Dewi dan juga Clara. Mereka melotot melihat pistol yang sudah terhempas jauh kepojokan.


Clara dengan sigap menampar Dewi untuk ia lampiaskan amarahnya sekarang dan untuk masalalunya.


Plaakkk.... plaaakk....


Dewi menohok tidak percaya, ia memegang Pipinya yang panas akibat tamparan yang di berikan Clara pada dirinya.


Dengan sigap Clara memelintirkan tangan Dewi kebelakang.


"Kamu jangan seenaknya menghinaku atau menyebutku seorang jalang. Ketahuilah Dewi, jalang sesungguhnya adalah kau, apa ini kurang keras haahh." Desis Clara, ia memelintirkan tangan Dewi sangat kencang, hingga Clara tertawa licik pada Dewi.


"Diam kau Clara, awas saja aku akan membalas rasa sakit pada tangan dan juga pipiku ini. Kau harus menebusnya," ucap dewi. Namun pelintiran itu semakin kuat hingga Dewi meringis kesakitan.


Tak lama Clara melepaskan Dewi dan menghempaskan-nya ke lantai.


Setelah itu, Clara santai mengambil pistol yang ada di pojok. Clara memutar-mutar pistol itu, Dewi merasa takut, setelah itu dirinya menodongkan pistol itu ke arah Dewi, badan Dewi bergetar karena takut.


Clara menekan pistolnya lalu.


Doorr.... Doorr...


Clara tertawa renyah melihat Dewi ketakutan, Clara merasa puas karena telah mengerjai Dewi.


Arahan pistol itu di alihkan ke arah jendela hingga tembok dan kaca itu bolong akibat tembakan yang di berikan Clara.


Clara tertawa, setelah itu membuang pistolnya dan kembali duduk santai.


Dengan sigap Dewi langsung mengambil pistol itu, lalu menodongkan lagi ke arah Clara. Ia ingin sekali membunuh Clara dengan cara menembaknya saat ini.

__ADS_1


Setelah itu, Clara hanya duduk diam, dan...


Cleeekkk... cleeekkk... Kosong.


Pistol itu, tidak berfungsi sama sekali. Dewi menohok kaget. Sudah beberapa kali ia menekan tombol pistol itu, namun tidak ada peluru yang keluar dan tidak berfungsi sama sekali. Dirinya heran, saat Clara menembak jendela pun pistol itu berfungsi dengan baik. Tapi kenapa pas dirinya mau memakai menembakkan-nya malah tidak berfungsi sama sekali, membuat dirinya kesal, geram.


Clara tertawa, setelah itu Dewi keluar dan menutup pintu dengan sangat kasar lalu, menguncinya.


"Kau sangat bodoh Dewi, aku telah membuang biji peluru itu, dengan menembakkan-nya ke arah jendela. Dan yang lainnya sudah aku keluarkan tanpa sepengetahuan dirimu hahahha." Clara terkekeh melihat wajah ketakutan Dewi.


Jendela sudah terbuka namun sayang, ada penghalang yaitu tralis jadi Clara sia-sia menembak jendela itu.


"Surya kapan kamu datang, aku tau kamu pasti menemuiku." Ujarnya lalu, menghembuskan nafasnya pelan.


🌾🌾🌾


Di rumah Clery.


Dirinya tidak habis pikir, Kakaknya akan mengatakan hal itu pada adiknya.


"Jangan menangis sayang, mungkin Kakak mu lagi bete hingga ia bisa mengucapkan hal itu padamu." Ucap pelan Mamah Shiren sambil memeluk Clery.


"Apa aku salah, karena telah pergi meninggalkan Rey di sana sendiri, Clery tidak mengerti, apakah Rey benar-benar mencintaiku. Aku pengen lihat Rey mengejarku saat ini. Apakah ini salah Mah." Lirih Clery, Mamah Shiren langsung mengusap air mata anaknya yang berjatuhan.


"Tindakanmu benar adanya, biarkan Rey mengejar kamu, kalau misal dia mencintaimu cara apa pun akan ia lakukan untuk mendapatkan dirimu lagi." Seru Mamah Shiren.


Clery hanya mengangguk dan langsung tersenyum kepada Mamahnya.


"Terima kasih Mah, sudah memahami Clery saat ini." Clery mencium pipi Mamahnya.


🌾🌾🌾

__ADS_1


Surya bersama Darren, kini mereka sedang berada di jalan menuju tempat yang di tuju. Menurut anak buah Surya, penjagaan Clara di sana sangat ketat, jadi kemungkinan Surya akan lebih hati-hati dan mungkin juga ia akan mengendap untuk melihat keadaan Clara.


"Sebaiknya kita harus segera merancang aksi, setelah kita tau lokasi dan bagaimana keadaan di sekitar. Kita juga tidak boleh gegabah, harus hati-hati. Gue tidak mau mati sia-sia oleh Dewi." Ujar Darren sambil memandang ke arah depan.


"Kita harus menjebak Dewi, dia tidak ada kapoknya, malah berani sekali menculik istriku." Ucap Surya geram.


"Hmmm, Clara istrimu dan Clara juga Adikku yang sangat gue sayangi. Dia begitu tegar walaupun kasih sayangnya cuma sedikit dari Mamah. Kau tau, sebelum mengetahui bahwa Clara adalah adik sendiri yang dulunya di pisahkan begitu kejam oleh Mamah. Gue mencintainya hahahah." Ucap Darren sambil tertawa renyah.


Surya menohok tidak menyangka Kakaknya bakalan mengucapkan kalimat itu. Lalu, Surya menggetok kepala Darren pakai koran yang ada menyempil di joknya.


"Berani sekali lho mencintai adik kandung sendiri haahh," Kritik Surya.


"Itukan sebelum gue tau, karena, guelah yang menyelamatkan dia dari maut. Setelah gue selidiki dan menanyakan Clara pada Mamah, akhirnya tau, bahwa Clara adalah adik sendiri yang di pisahkan sejak masih kecil. Di situ gue merasa kecewa, namun semua perasaan yang pernah ada gue hapus, masa gue mencintai adik sendiri itu tidak masuk akal." Ujarnya.


"Sekarang apa kamu masih ada perasaan sama istriku," goda Surya.


"Yaelah, enggaklah, itu cuma dulu pas gue belum tau menahu. Sekarang hanya ada rasa sayang sebagai adik, lagian Clara di buang istilahnya sama Mamah. Di situ gue sangat kecewa kepada Orangtuaku, namun semua sudah terjadi, dan sekarang dia sudah menjadi milikmu. Jaga dia aku sangat menyayanginya adikku itu sangat pintar dan mandiri." Terang Darren.


"Baiklah, Gue akan menjadi Suami idaman untuk adik lho yang paling di sayangi. Gue sangat menyayanginya dan mencintainya,bgue gak akan siapapum menyakitinya lagi." Balas Surya.


Mereka melaju menuju tempat dari gps yang pernah Clara tanam di ponsel penjahat.


Dan juga info dari bodyguard Surya, bahwa lokasinya sangat bahaya. Maka dari itu, Surya akan sangat hati-hati menuju ke sana. Tak lupa juga Darren akan tetap setia di mobil nantinya menjaga dan mengawasi Surya yang akan mengendap menemui Clara.


🌾🌾🌾


Di tempat lain, Rey sedang gelisah. Dirinya menghubungi Clery namun tidak di angkat, kirim chat saja tidak di gubris. Rey akan menemuinya ke rumahnya lagi, dan akan membujuk istrinya agar pulang ke rumah.


"Clery sangat egois dan susah. Bagaimana caranya agar gue bisa menemuinya, di hubungi saja susah. Clery kamu gak tau, aku di sini, sangat kesepian dan juga merindukan anak kita. Aku akan berusaha menjadi suami terbaik buat kamu, tapi untuk memberikan hatiku sepenuhnya aku belum yakin dan siap. Sampai saat ini aku sangat merindukan wajah cantik Clara. Maafkan aku Clara, aku tidak bisa memusnahkan rasa cintaku padamu, walaupun kamu mengatakan bahwa aku harus menghapus perasaan ini padamu. Tapi aku tidak bisa membohongi isi pikiran dan hatiku, Aku mencintaimu Clara dan aku akan berusaha menaruh hatiku sedikit buat Clery." Ujarnya sambil mengusap wajahnya kasar.


Rey kemudian menuruni tangga untuk pergi menemui Clery.

__ADS_1


__ADS_2