
Tidak ada yang tau, di balik kebaikan dan permintaan maaf nenek Sukma tersulut dendam yang masih ada di benaknya. Bagimana mungkin, hanya sekejap nenek Sukma langsung berubah drastis, tanpa orang lain curiga pada dirinya, terkecuali mamah shiren dan juga Surya menantunya. Ia terus menyelidiki dan masih penasaran, apa yang membuatnya bisa berubah drastis hingga semua orang pun percaya.
"Ini tidak benar, mamah belum sepenuhnya memaafkan Clara, apa yang harus aku lakukan, untuk berbicara empat mata saja sama Clara ada saja halangannya, mungkin Surya bisa membantuku untuk bicara sama Clara" ucap mamah shiren sambil bersidakep memandang ke luar jendela.
"Sayang" ucap Papah Farrel membuyarkan lamunan mamah shiren.
"Eh, Pah, sejak kapan ada di sana?" tanya mamah shiren langsung membalikan badannya ke belakang dan menghampiri suaminya.
"Sayang, besok jadwal kontrol mamah lagi, hmm, kamu saja yang mengantarnya, Papah besok sangat sibuk, ada meeting dengan klien di luar" terang Papah Farrel.
"Baiklah pah, tidak masalah" ucap mamah shiren tersenyum.
Setelah itu mereka langsung bersiap-siap untuk tidur, karena waktu sudah menunjukan pukul sebelas malam.
πΎπΎπΎ
Di rumah surya
Kini Clara sedang membasuh wajahnya di WC, ia menatap cermin besar yang ada di depannya, dirinya tersenyum dan langsung mengusap mukanya dengan handuk khusus wajah. Ia menghembuskan nafasnya pelan, lalu melangkah keluar kamar mandi, karena sudah cukup membersihkan wajahnya.
Surya sedang membereskan laporannya di depan laptop, terlihat sekali wajah tampannya tersorot cahaya dari laptop yang sedang ia pijit. Clara menghampirinya kemudian ia mencium pipi suaminya.
Mungkin sekarang Clara sudah tidak malu lagi mencium duluan suaminya, membuat Surya senang di perlakukan demikian.
"Honey, malam ini aku sangat ngantuk, apa aku boleh tidur duluan?" tanya Clara sambil terus memeluk suaminya dari belakang.
"Boleh, kamu pasti cape sekali sayang, sana tidur nanti aku menyusulmu, sebentar lagi laporanku beres" seru Surya sambil mencium tangan sang istrinya.
"Terima kasih, aku sangat lelah sekali hari ini, good night honey, aku mencintaimu tanpa batas" ujar Clara ia melangkah pergi dengan nada suara sayu.
Surya yang gemas mendengar ucapan sang istri langsung berdiri dan menyusul istrinya.
"I love you sayang, aku juga mencintaimu tanpa batas waktu, dan aku juga sangat beruntung punya istri sepertimu, kaulah yang membuatku tergila-gila setiap waktu sama kamu" ucap Surya memeluk tubuh istrinya dari arah belakang.
"Heeee, kau ini membuat mataku menjadi segar kembali sama ucapanmu I love you to honey" seru Clara membalikan tubuhnya ke arah wajah suaminya.
Dua wajah yang beradu kini saling menatap dalam, Surya merasakan getaran dan deburan jantungnya seperti awal bertemu, ia tidak sabar dan langsung menciumi bibir sexsi istrinya.
Merekapun langsung berpelukan dengan pautan bibir dari keduanya. Selang beberapa menit permainannya sudah selesai, Clara melanjutkan tidurnya dan Surya pun membereskan laporannya.
__ADS_1
Dua jam kemudian
Surya merenggangkan badannya, ia melirik ke arah tempat tidur, terlihat istrinya sudah tertidur lelap, waktu sudah menunjukan pukul setengah dua pagi, ia mendengus kesal, pagi ini ia harus segera berangkat ke kantor untuk persiapan metting yang sangat penting untuk perusahaannya.
Ia menitipkan laptopnya, di benaknya ia pengen sekali menerkam istrinya yang sudah terlelap tidur, terlihat sekali wajah cantiknya dan juga balutan baju yang tipis menerawang badannya membuat Surya menelan salivanya susah payah.
"Ini sudah pagi, untuk saat ini libur dulu, besok kita mulai berperang lagi sayang" ucap Surya sambil melangkah gontay ke arah tempat tidur, dirinya menaiki tempat tidurnya lalu mencium kening istrinya dengan penuh cinta, lalu memeluknya dan tertidur.
πππ
Pagi telah tiba, Clara bangun seperti biasa jam lima pagi ia membangunkan suaminya untuk melaksanakan shalat subuh.
Dua jam kemudian
Terlihat jelas Surya sudah bersiap memakai stelan formal baju kantornya, ia ingin dasinya di pakaikan oleh istri tercinta. Clara hanya bisa tersenyum melihat tingkah manja sang suami.
"Jam berapa semalam kamu tidur honey?" tanya Clara sambil menerapkan dasi di lehernya.
"Kurang lebih jam dua pagi sayang" balas Surya.
"Lain kali jangan terlalu malam, itu tidak baik" ucap Clara.
"Iya sayang, semalam aku harus membereskan laporan itu secepatnya untuk hari ini meeting" balas Surya tersenyum lalu mencium bibir sexsi istrinya seklilas.
Selesai memasangkan dasinya, kini Surya dan Clara ke bawah menuruni anak tangga untuk sarapan pagi. Terlihat wajah berseri dari sang mertua menyambut anaknya dan juga sang menantu.
"Ayo sayang kita sarapan, ibu sudah dari tadi menunggu kalian" ujar ibu farah.
"Aku ada meeting penting pagi ini, jadi mau sarapan sebentar saja" ujar Surya sambil mengambil kursi meja makan.
"Tidak masalah asal kamu sarapan dulu di rumah, biar Clara siang yang mengantarkan kamu makanan ke kantor" ucap ibu farah langsung di angguki Clara.
"Baik bu, nanti siang Clara buatkan makanan buat Surya" balas Clara sambil mengambil roti tawar dan di olesi sley strawberry kesukaannya.
"Baiklah, aku tunggu istriku mengantarkan makanan buat makan siang" seru Surya langsung melirik ke arah Clara.
"Ya sudah kalian sarapan dulu" ujar Bu Farah.
Merekapun sarapan pagi bareng.
__ADS_1
πΎπΎπΎ
Di kediaman Mamah shiren
Seperti biasa Rey dan Papah farrel sudah berangkat ke kantor, kini hanya ada Clery mamah shiren dan juga nenek Sukma.
Posisi masih di meja makan, Tante shiren bersama Clery, mereka sarapan bareng, terkecuali para suaminya yang sudah berangkat bekerja pagi-pagi.
"Sayang, mamah nanti jam sembilan mau mengantar nenek kontrol, apa kamu mau ikut?" tanya mamah shiren.
"Baiklah, Clery ikut lagian di rumah juga bete sendiri tidak ada orang" ujar Clery sambil mengambil segelas susu.
"Oke, nanti kamu siap-siap saja dulu, soalnya kita harus agak pagi sayang, biar antriannya tidak terlalu panjang" ujar mamah shiren.
"Hmmm, emang nenek sakit apa sih mah, kok sering kontrol terus?" tanya clery penasaran dan langsung di jawab oleh nenek Sukma dari arah belakang menghampiri mereka.
"Nenek cuma sakit biasa, padahal nenek juga sudah sehat sekarang, tapi orang tua kamu saja yang selalu repot memaksa nenek berobat" balas nenek sukma sambil mengambil tempat duduk nya.
Mamah shiren cuma Bisa duduk diam, ia tidak bisa menjawab ucapan mertuanya itu. Walaupun ia balas ucapannya perdebatanlah yang akan muncul.
Semua orang yang belum tau nenek Sukma sakit gangguan jiwa kumatan pasti tidak ada yang percaya, termasuk Clery juga, di hanya tau nenek Sukma sakit biasa, membuat mamah shiren serba salah.
Beberapa menit kemudian
Nenek Sukma pamit untuk pergi ke kamarnya, pintunya ia kunci rapat-rapat dan hanya dia seorang yang boleh masuk ke kamarnya itu.
Senyuman sinis licik tersirat dari wajah seorang nenek Sukma.
"Tidak akan aku biarkan seseorang menggagalkan usahaku yang sudah aku rangkai sejak dulu" desis nenek Sukma.
Coretan tinta merah menghiasai kertas putih. Tidak lupa juga photo clara terpang-pang di sebelah kertas merah itu.
Nenek Sukma merancang aksi dengan sangat teliti, ia tidak mau semua orang tau bahwa dia hanya pura-pura baik. Itu akan menggagalkan rencana busuknya.
Senyuman lebar namun terlihat menyeramkan ada di wajah nenek Sukma, bisa di bilang dia itu psykopat berdarah dingin yang tega mau mencelaki cucunya sendiri termasuk bayi yang akan hadir di rahim Clara.
Hai readers kesayangan mampir juga di karya keduaku ada di profil klik saja ya profilnya.
__ADS_1
sudah 21 episode.
Semoga kalian sehat selalu, jangan lupa Like, komen, hadiah dan juga vote πππ