
❤️❤️ Wanita yang pintar tahu bagaimana mencintai seorang pria, tapi wanita yang pernah terluka tahu siapa yang pantas dicinta. ❤️❤️
Pagi yang sangat cerah, di kediaman rumah mamah shiren. Terlihat wajah sedih murung dan juga sembab bekas menangis, suami mamah shiren hanya bisa menenangkan dengan pelukannya.
Ia tidak kuasa melihat sang istri terpuruk. Cobaan yang mereka alami sungguh sangat berat. Ayah Clery tidak bisa berbuat banyak untuk menentang ibu kandungnya.
"Pah, kenapa mamah sangat jahat banget sama Clara, apa dia masih sangat membencinya sehingga ia melontarkan kata-kata yang sangat menyakitkan?" tanya mamah shiren kepada suaminya.
"Sudah, kita berdoa saja mudah-mudahan mamah segera pulih dari rasa sakit hatinya. Lagian mamah juga lagi sakit gangguan mental. Kamu harus mengerti yah, hari ini mamah ada kontrol kamu mau ikut?" tanya Papah Farrel, mereka hanya bisa pasrah sama keadaan yang sangat menyakitkan ini. Bagaimanapun dia adalah ibu dari suaminya, rasa sesal dan marah ia pendam untuk mengontrol emosi pada sang mertua.
Clery sudah berada di luar negri bersama Rey menikmati liburannya. Semua itu ide dari nenek Sukma, Clery melawan namun yang di dapat hanya ancaman untuk dirinya dan juga Rey. Mereka hanya bisa pasrah dengan keadaan nenek Sukma yang mungkin agak kurang waras juga.
Mamah shiren hanya memikirkan Clara, ia takut di benci sama anaknya sendiri, karena tidak bisa membela dirinya saat di hina sama nenek Sukma.
"Aku takut Clara membenciku" ujar mamah shiren sambil terus menangis.
"Dia anak baik, kamu harus tau itu, mana mungkin Clara bisa membenci kita, secepatnya kita harus segera menemui dia dan menjelaskan perkara ini. Nanti papah akan ke sana ke rumah Surya biar tidak ada salah paham lagi di antara kita." Terang Papah Farrel.
Tak berselang lama nenek Sukma datang membawa raut wajah yang sangat seram. Ia seharusnya ada di rumah sakit jiwa untuk pemulihan, namun nenek Sukma malah mengamuk dan juga mengancam semua yang telah merawatnya. Sehingga mereka tidak bisa berbuat apa-apa, dan membiarkan nenek sukma berkeliaran.
Karena menurut nenek sukma dirinya tidak sakit gangguan mental, hanya sakit biasa. Jadi ia mengamuk tidak mau di rawat di rumah alit jiwa.
Tiba-tiba nenek Sukma datang ke rumah mamah shiren, dan langsung menghampiri mereka yang sekarang ada di kamar.
"Farrel, hari ini mamah jadwal kontrol kalian bisakan mengantar mamah ke rumah sakit." Tanya nenek Sukma.
"Iya mah, nanti kita antar kok" jawab Farrel suami mamah shiren.
"Ya sudah kalian segera sarapan pagi, mamah sudah sarapan di rumah" nenek Sukma langsung berlalu pergi meninggalkan mereka di kamar.
__ADS_1
Jiwa nenek Sukma terguncang, kadang sadar dan juga baik, tapi setelah kumat dan mengingat masa lalunya. Bagaikan singa yang lapar mencari mangsa, semua itu ia lampiaskan pada cucu bungsunya yaitu Clara.
Kakek Clara sudah meninggal beberapa tahun lalu, sejak Clara dan Clery masih umur dua tahun, kakeknya meninggal dunia.
Nenek Sukma tidak mau ada yang menyebut suaminya telah meninggal dunia, itu akan membuat dia marah besar bagai singa yang lagi lapar.
Nenek Sukma masih tidak terima suaminya sudah pergi meninggalkan dirinya di dunia ini. Sehingga ia suka mengajak ngobrol Poto suaminya, jiwa yang sangat terguncang membuat jiwanya terganggu.
Bila ada orang yang mengingatkan suaminya sudah meninggal, ia akan mengamuk dan histeris merasa tidak terima suaminya sudah meninggal.
Maka dari itu, mamah shiren hanya bisa pasrah dan diam ketika anaknya Clara di hina habis-habisan oleh nenek Sukma.
Sebelum Clara berpisah dari keluarga mamah shiren, sempat nenek Sukma mencoba membunuh Clara dengan sangat keji, hal itu membuat mamah shiren berinisiatip memisahkan Clara dan Clery. Tapi sekarang setelah mereka bertemu dan kumpul kembali, di pisahkan oleh nenek Sukma lagi.
Hati mamah shiren sangat hancur sama masalah yang ia hadapi, puluhan tahun ia merindukan anaknya, ia sangat sedih rindu dan juga kangen yang sangat mendalam. Tapi semua itu tidak bisa ia curahkan, saat Clara tau sudah berada di Jakarta, hati mamah shiren berbunga dan bisa melihat anak bungsunya sudah besar nan cantik.
"Ayo sayang kita turun untuk sarapan" ucapan suaminya membuyarkan lamunan mamah shiren. Ia pun langsung bangkit dari tempat tidur dan melangkah menuju ruang makan keluarga.
Di benak mamah shiren ia pengen mertuanya kembali sehat dan bisa menerima Clara sebagai cucunya, sebagai mestinya ia menyayangi Clery.
❤️❤️❤️
"Sayang, kapan kita liburan ke kampung bibi" tanya Surya pada istrinya Clara.
"Hmmm, aku tidak tau Sur..." Ucapannya Clara terhenti saat hendak menjawab pertanyaan suaminya.
"Kamu mau bilang Surya, iyakan? gak boleh, mulai sekarang kamu panggil aku honey." Seru Surya sambil menodongkan wajahnya ke arah wajah istrinya Clara.
"Ih lebay sekali, membuatku geli saja, kamu sungguh menyebalkan" ucap Clara ia langsung membanting bantal ke arah badan suaminya.
__ADS_1
"Sayang, biar agak mesra gitu, honey lebih pantas dan juga sangat enak di dengar." Seru Surya sambil memainkan alisnya ke atas dan ke bawah.
"Tapi, itu gak enak di dengar, aku panggil kamu sayang saja" ujar Clara tersenyum manja ke arah Surya.
"Gak mau, ucapan sayang itu aku ke kamu, tapi sebaliknya kamu harus panggil aku honey." Seru Surya.
"Hmmm, oke deh honey" ucap Clara sambil nyengir kuda.
Akhirnya Surya dan Clara sepakat buat nama panggilan masing-masing. Clara sangat beruntung Surya sosok suami yang lembut dan juga sangat penyayang, tentunya romantis juga.
"Besok kita ke kampung bibi" seru Clara.
"Benarkah, aku sudah tidak sabar sayang pengen honeymoon di kampung." Ujar Surya sambil memeluk Clara.
"Iya, nanti aku kasih kabar pada bibi, dan kamu tau, sekarang bibi lagi panen di kebunnya, nanti kita jalan- jalan ke kebun milik bibi." Seru Clara, ia merasa tidak sabar ingin segera berlibur ke kampung halamannya.
"Waah, itu sangat mengasyikan, aku sudah tidak sabar pengen cepat-cepat pulang kampung." Ujar surya senang, ia tidak mau melepaskan pelukannya dari tubuh istrinya.
"Ibu juga harus kita bawa honey, biar dia bisa menikmati suasana kampung halamanku, nanti kita ziarah ke makan ibu, ayah, nenek dan juga Abah. Kamu mau kan? tanya Clara sambil menatap wajah suaminya Surya.
"Pasti dong sayang, masa aku menolaknya sih" Ucap Surya sambil menyusupkan kepalanya ke leher Clara.
Sontak saja Clara langsung melepaskan pelukannya.
"Dasar suami mesum" seru Clara sambil beranjak pergi dan lari dari kamar.
"Kau sangat menyebalkan, aku pengen Kiss dari kamu sayang." Surya berteriak ke arah pintu yang kini sudah terbuka lebar bekas Clara keluar kamar.
__ADS_1