Dendam Salah Alamat

Dendam Salah Alamat
Akhirnya di selamatkan juga Season2


__ADS_3

Tiga orang penjaga, menyamar sebagai Preman utusan Dewi. Mereka mengikat mata Kevin di dalam gudang.


"Lho udah urus-kan yang di depan. Kita pastikan mereka sudah pingsan dan langsung ikat." Ucap bodyguard Izal.


"Aman, mereka meringkuk. Gue sumpal mulutnya dan juga mereka gue ikat borgol." Ucap Robby sambil mengikat mata Kevin.


Dalam pikiran Kevin, dirinya aneh dan tidak mengerti apa yang mereka diskusikan. Setelah itu, datang bodyguard Surya satu lagi mengerahkan mereka agar pergi meninggalkan tempat itu.


"Ayo posisi aman, mumpung Dewi lagi ada di ruang markas khusus mereka yang berada di kamar paling belakang." Ucap bodyguard ke 3 yang bernama Husain.


"Bagus, sekarang ayo kita pergi Bos kita sudah menunggu kita di mobil bersama nyonya besar." Ucap Robby sambil membawa Kevin.


"Kau jangan berteriak, ayo kita pergi dari sini." Ujar Izal sambil pergi meninggalkan rumah kosong itu.


"Wahh, mereka berhasil honey, mereka memang top deh untuk urusan manipulasi orang hahahha." Clara tertawa renyah.


Habis itu, Kevin di bawa masuk ke dalam mobil. Posisi dia masih tertutup. Semua anak buah Surya sudah meninggalkan rumah kosong itu.


"Kita tinggal menunggu kabar Dewi mendekam di penjara, dan sebentar lagi polisi datang ke sana. Aku sudah tidak sabar mendengar berita ini dari polisi." Ujar Surya sambil tertawa kecil.


Setelah itu, mereka langsung bergegas keluar meninggalkan rumah kosong. Mereka buru-buru masuk ke dalam mobil yang sudah dari tadi menunggu mereka.


Kevin dan bodyguard Surya masuk dan mobil pun langsung melaju cepat.


Kevin masih mendengarkan secara seksama, ia tidak mengerti. Siapa orang yang membawanya, dan juga terdengar suara itu, orang yang dia kenal. Clara sengaja tidak menyebut nama kevin ia pengen tau nanti setelah Kevin membuka mata.


"Ayo buka mata dia, aku pengen lihat," ucapan Clara membuat Kevin mengerutkan keningnya. ia merasa kenal sama suara itu.


Setelah itu, ikatan kain yang melingkar dari mata Kevin sudah mereka buka. Kevin langsung membuka matanya secara perlahan.


Ia melihat dua orang di depannya sedang duduk terdiam. Kevin merasa aneh, bodyguard Surya tertawa melihat Kevin.


"Kalian penculik ke dua-ku," ucap kevin dan langsung Clara dan Surya menoleh barengan.

__ADS_1


"Kita menculikmu lagi Kevin." Ucap Surya sambil melihat ke arah Kevin.


Kevin langsung menohok tidak percaya, ia melihat Surya dan juga Clara. Sungguh ini berasa mimpi baginya dan juga merasa sangat tidak di sangka. Ternyata malaikat tak bersayap itu memang ada dan dia adalah Surya juga Clara.


"Kalian," lirih Kevin. dirinya terharu melihat Surya dan Clara yang telah menyelamatkan-nya.


"Bagaimana keadaanmu? kurasa kau harus belajar bela diri biar tidak lembek kek perempuan baru lahir hahahahah." Ucap Surya sambil terkekeh.


"Hahahah, kalian ini bisa bikin aku terharu tau. Bagaimana keadaan kalian? kenapa kalian bisa tau aku di sekap si iblis itu? dan lihatlah ketiga orang ini bukannya mereka suruhan Dewi. Tapi kenapa mereka bisa membawaku pada kalian?" ucapan Kevin membuat Clara dan Surya tertawa renyah.


"Lho diem Napa sih Vin, banyak banget yang lho tanyain. Satu-satu kek, kek kereta ajah gak berhenti." Ujar Surya sambil terkekeh.


"Habisnya gue heran tau, gue mau deh belajar bela diri sama lho Surya. Nyesel gue gak bisa melawan kek ikan teri di apa-apain pasrah ajah." Ucapan Kevin membuat bodyguard Surya juga ikut tertawa.


"Nanti kita jelasin di rumah lho saja, Orangtua lho sudah menunggumu di rumah." Ucap Surya sambil terus menyetir. Surya merasa sangat senang, karena istrinya sekarang bisa membantunya karena kehebatan yang ia miliki.


"Kak Kevin kemana saja sih, Clara kangen. Selama hampir dua tahun gak ada kabar," ucap Clara cemberut.


"Heeehee, aku sibuk dan tidak bisa menghubungi kalian. Nanti kita tuker cerita hehehe." Ucapan Kevin membuat Clara sangat senang. Kevin sudah selamat dan Dewi tinggal menunggu kabar dari Polisi.


🌾🌾🌾


Mamah Rey melamun di pinggir Rey sambil memegang tangan anaknya. ia mengingat masalalau, saat Clara masih bersama Rey.


"Andai Clara masih menjadi menantuku, Aku sangat kangen sama anak itu, walaupun Clery sangat mirip wajahnya. Tapi aku tetap Clara yang pertama jadi menantuku, walaupun dia sudah bukan siapa-siapa Rey." Ucap mamah Rey sambil mengusap wajah anaknya.


Tidak lama, tangan Rey ada gerakan kecil setelah Mamahnya menyebut nama Clara.


Mamah Rey kaget dan langsung memencet tombol pemanggil Dokter.


"Sayang, apa kamu mendengar apa yang Mamah ucapkan barusan. Tolong buka matamu sudah berminggu-minggu kamu begini sayang." Ucap mamah Rey menangis.


Tak lama dokter datang dan langsung memeriksa keadaan Rey.

__ADS_1


Mamah Rey hanya bisa melihat dari dekat sofa. Iya yakin tangan Rey bereaksi saat ia menyebut nama Clara di depannya.


"Anak ibu keadaannya sudah agak membaik, saya harap dia segera sadar. Semoga cepat pulih Rey kamu jangan tidur terus." Ucap dokter dan ia pun pamit keluar lagi.


"Terima kasih dokter."Ucap Mamah Rey dan ia langsung duduk kembali.


"Rey, apa kamu mendengar ucapan m


Mamah barusan. Oh iya Twin kamu sudah sehat dia ada di rumah Mamah Shiren cepat sembuh sayang. Dan apa kamu masih mencintai Clara, dia wanita sangat cantik, baik dan juga dia pintar. Namun sayang kamu tidak berjodoh sama dia, sudahlah itu hanya masalalu. Sekarang kamu sudah punya Clery sebagai gantinya Clara." Ucap mamah Rey.


pergerakan tangan Rey terlihat lagi oleh Mamah Rey. Mamahnya tidak menyangka setiap dia menyebut nama Clara, pasti Rey merespon baik.


"Apa aku suruh Clara untuk datang ke sini." Gumam mamah Rey bingung.


🌾🌾🌾


Di mobil, Clara masih dalam perjalanan menuju rumah Kevin. Setelah itu, Clara mendapat pesan dari Mamah Rey.


Surya menanyakan siapa yang mengirim pesan padanya.


"Siapa sayang, apa ibu,?" tanya Surya sambil terus mengemudikan mobilnya.


"Ini Mamah Rey, dia menyuruhku datang rumah sakit. Ada apa ya? apa Kak Clery baik-baik saja." Ucap Clara ia merasa ada yang mengganjal.


"Mungkin dia kangen sama mantan menantunya eheheheh." Jawab Kevin dari belakang.


"Apaan sih kak Kevin, dia masih Mamah aku kok, walaupun aku bukan menantunya lagi, tapi apa kak Clery dan Rey sudah ada perubahan,?" ucap Clara.


"Setelah kita mengantarkan si tengik ini, kita langsung ke rumah sakit saja sayang, kita jenguk Clery dan Rey." Usul Surya yang di angguki oleh Clara.


"Hahahah, lho pokoknya ajarin gue bela diri Surya, biar badan gue agak kekar dan sedikit menawan di hadapan para wanita ahhaha." Ujar Kevin dan semua yang ada di dalam mobil tertawa mendengar celotehan Kevin.


"Apa Rey, masih mencintai Clara. Dan apakah Clara tau soal itu, Rey kamu ini, Sudah punya Clery. Sudah gue ingetin jangan punya perasaan lagi sama Clara tapi lho masih berharap sama cinta Clara. Gue gak tau bagaimana nanti Surya tau, bahwa Rey masih mencintai Clara. Surya sudah banyak membantu aku dan kamu Rey, aku harap setelah sadar nanti kamu bisa menerima kenyataan ini. Bahwa Clara tidak akan pernah bisa bersamamu lagi." Gumam Kevin dalam hatinya.

__ADS_1


Selama ini, Rey selalu cerita tentang hatinya pada Kevin, ya walaupun Kevin dulunya punya perasaan sama juga pada Clara tapi ia berusaha untuk melupakan cintanya itu, tapi tidak dengan Rey. Dia masih mengharapakan cinta Clara kembali.


__ADS_2