
Pagi ini, sinar matahari menyoroti wajah Rey yang sedang tertidur pulas, ia melentangkan badan sambil tersenyum mengingat semalam ia sudah bertemu istrinya.
Kemudian Rey terbangun, langsung melirik jam yang ada di meja dekat tempat tidurnya.
Rey sudah mendengar penjelasan Clara mengenai Surya, mungkin keputusan yang di ambil Rey sudah benar. Ia memaafkan Surya, walau bagaimanapun Surya tidak berbuat macem-macem pada istrinya
Rey mendesah kesal, dalam lubuk hatinya ingin segera serumah lagi dengan istrinya, tapi untuk sekarang mereka tidak bisa bersama dulu. Mengingat perkataan Clara yang ingin menyendiri dulu untuk menenangkan hatinya.
Tak di sangka ponselnya berdering dan terlihat nama Clara di layar ponsel miliknya,
Rey langsung mengangkat telephone-nya.
πΈπΈπΈ
Di rumah Surya
Ibunya sudah tiba di Indonesia sejak malam tadi, Ia di paksa berangkat ke sebuah cafe untuk menemui wanita pilihan ibunya. Surya mendesah kesal, padahal di hatinya masih ada Clara, entah sampai kapan Surya bisa melupakan Clara, dia pun tidak tau itu.
Di perjalanan menuju cafe, Surya masih terus memikirkan Clara, ia merasa sangat kangen sama wajah serta senyumannya. Tapi Surya sadar bahwa ia tidak bisa merebut istri orang, karna itu akan menimbulkan citra buruk untuk keluarganya.
Kini Surya telah sampai di depan cafe, terdapat wanita yang sudah menunggunya, baju dan meja yang sesuai di sebutkan ibunya. dia mulai menghampiri meja yang sudah di pesan ibunya.
Tidak di sangka Surya duduk dan melihat ke arah wajah wanita itu, ternyata Clery. Mereka berdua tidak berkedip dan juga tidak ada sepatah katapun yang terlontar dari mulut kedunya. Semua menohok tidak di percaya, orang tuanya menjodohkan mereka berdua.
Surya langsung duduk dan berlaga dingin, ia kemudian menanyakan perkara ini sama Clery.
"Apa Lo setuju sama perjodohan ini?" tanya Surya jutek.
"Gue belum setuju, karena gue belum melihat wajah pria yang Papah jodohkan, maka dari itu gue ke sini, dan ternyata Lo orangnya, sungguh di luar dugaan." Jawab Clery males
Clery sudah tau Surya mencintai adiknya maka dari itu ia ragu untuk menerima perjodohannya.
"Ya sudah gue ngikut saja, kalau terima perjodohan ini, gue juga terima." Ujar Surya
"Dih lo kok gitu sih Surya, harusnya lo tolak dong! eh tapi kata Papah kalau misal gue tolak Lo, Papah akan mencarikan lagi pria yang lebih tua dari Lo." Ucapan Clery membuat Surya mendongkakan tubuhnya sedikit ke depan.
"Apa gue setua itu, gue cuma beda 5 tahun sama Lo." Seru Surya ia langsung menyenderkan lagi tubuhnya ke kursi.
"Gue gak bilang Lo tua, tapi yang lebih tua dari Lo." Ujar Clery
__ADS_1
"Itu sama saja" ucap Surya dingin
"Kita ubah cara bicara kita, aku, kamu, itu lebih enak di dengar." Ucap Surya dingin, ia memalingkan wajahnya ke arah jendela luar.
"Oke, gak masalah sih" ucap Clery
"Sekarang kita jalani saja perjodohan ini, aku sangat lelah sama ucapan Papah soal perjodohan ke sana kemari, di kira aku ini barang yang lagi di discount apa." Ucap Clery sambil memanyunkan bibirnya.
"Haahaa, sungguh memilukan kisah mu Clery." ujar Surya menertawakan Clery di depannya.
"Kamu sangat menyebalkan sekali surya, kalau kamu bukan orang yang papah jodohkan sudah ku bejek-bejek." Seru Clery sambil menunjuk jari ke wajah Surya.
"Sudah lupakan saja, aku ada beberapa pertanyaan sama kamu Clery." ujar Surya serius melihat ke arah wajah Clery
"Apaan cepat katakan?" ucap Clery males
"Sebenarnya aku tau, permasalahan kamu sama Rey di masa lalu. Kamu jatuh cinta sama Rey-kan? tapi ada orang yang tidak setuju sama perasaan mu terhadap Rey. Tolong jawab jujur Clery?" pertanyaan Surya menohok membuat Clery tidak berkutik.
"Aku tau orang yang sudah menembak Rey, dia adalah Dewi. Sejak lama Dewi mengincar Rey, namun tak kunjung ia dapatkan, setelah beberapa tahun ia tidak bertemu Rey, ia kemudian bertemu lagi sama Rey." jawab Surya membuat Clery tidak percaya atas apa yang ia dengar.
"Kamu cerdik banget Surya, hingga rahasia ini
"Anak buahku banyak untuk menyelidiki kasus sepertimu. Maka dari itu Dewi sangat membenci Clara, dia kira Clara adalah kamu. Tapi asal kamu tau, Rey juga mencintaimu, tapi semenjak kamu di tuduh menembaknya ia malah membencimu, Rey pikir kamu sudah berkhianat atas cinta yang ia pendam." Terang Surya panjang lebar.
"Apa Rey sudah tau hal ini?" tanya Clery
"Rey tau kok, tapi sekarang sudah ada Clara yang menghiasi hari-harinya." Ucap Surya, ia melihat Clery meneteskan air matanya.
"Aku memang sudah lama mencintai Rey, sejak kami SMA, tapi aku enggan mengatakan semuanya, aku takut cintaku bertepuk sebelah tangan. Maka dari itu aku pendam sampai sekarang, Dan apa kamu tau saat aku tau Rey sudah menikah sama kembaranku Clara. Semua itu membuatku sakit, tapi aku harus terlihat tegar." Ucap Clery panjang lebar.
Tidak di sangka Rey dan Clara sudah ada di belakang Clery, sejak tadi mereka menguping pembicaraan mereka.
"Clery kamu mencintaiku?" tanya Rey dari belakang
Clery mendongkakan kepalanya dan langsung melihat ke belakang. Ia tidak percaya Rey dan Clara sudah ada di belakangnya.
"Kenapa kamu tidak jujur Clery? sungguh aku tidak tau perasaan mu, dan kamu tau aku juga memendam rasa padamu." ujar Rey membuat Clery tidak percaya atas apa yang Rey ucapkan padanya.
Clery menangis dan reflek memeluk Rey, Clara tersenyum ke arah mereka.
__ADS_1
Surya bangkit dan langsung menghampiri mereka bertiga.
Clara kenapa kamu tersenyum, kamu lihat suami mu di peluk kakak mu? tanya Surya pada Clara.
"Diam bos" seru Clara ia langsung memeluk Surya membuat ia tidak percaya semua ini.
"Bos, aku sudah menjelaskan semua isi hatiku sama Rey, ia mengerti dan aku ajak dia ke sini, karena aku tau kak Clery tersiksa memendam perasaanya. Aku tau dari diary dia pas semalam tidak sengaja membacanya." Ucap Clara sambil tersenyum ke wajah Surya
"Kok kamu malah senang, ini apa, kamu memelukku Clara, ini pelecehan kita bukan suami istri." Ujar Surya membuat Clara langsung menyubit hidung mancungnya.
"Awww sakit Clara, kamu sangat menyebalkan." seru Surya
Rey dan Clery langsung melihat ke arah mereka berdua. kemudian Rey membuka suaranya.
"Aku sudah mengurus surat cerai aku sama Clara, dan aku tau kamu mencintai Clara sangat tulus. Clara sudah nyaman bersamamu surya. Semua ini salahku, cinta Clara untukku sudah hilang, dan aku tau Clery masih mencintaiku jadi aku membuka lagi masa lalu untuk Clery. Memang aku dulu sangat mencintainya begitu juga sekarang aku akan mencintainya lagi, jaga Clara yah Surya aku titip dia." Terang Rey panjang lebar sambil memeluk Clery
Sungguh ini di luar dugaan Clara dan Surya, cinta mereka akhirnya bisa bersama, dan Surya sudah kembali bersemangat lagi.
"Terima kasih Rey, dan aku juga sangat bangga padamu, karena kamu sudah memaafkan segala kesalahanku padamu." Ujar Surya tersenyum
Akhirnya mereka berkumpul bersama dan akan memberitahu semuanya kepada keluarga masing-masing.
Setelah mereka pulang dari cafe, Clara malah di ajak ke rumah Surya, ia akan mengenalkan Clara pada ibunya.
"Bos kita harus kerumah, kamu kok bawa aku kerumah kamu sih." Seru Clara sambil terus melihat ke arah wajah Surya
"Clara aku sangat senang kamu mempunyai perasaan yang sama terhadapku, jadi aku bawa kamu kerumah akan aku perkenalkan sama ibuku." Ujar Surya enteng
"Baiklah, apa ibumu baik?" tanya Clara
"Konyol sekali pertanyaan mu Clara, sudah jangan banyak bertanya kita kerumah sekalian kita urus pernikahan kita." Seru Surya ia memegang tangan Clara.
Debaran jantung Clara kembali bergetar, ia merasakan hal yang aneh. Clara merasa sangat gugup tangannya di pegang Surya.
πππ
HAI SEMUA AKU HARAP KALIAN TETAP TERUS MEMBACA KARYAKU. JANGAN KECEWA YAH ENDINGNYA TIDAK SESUAI YANG KALIAN HARAPKAN.
SEBENTAR LAGI AKAN SEGERA END. MOHON DUKUNGANNYA UNTUK MEMBERIKAN BUNGA 19 POIN ATAU KOPI 199 POIN JANGAN LUPA VOTE, LIKE, KOMEN DAN JUGA RATE BINTANG
__ADS_1