
Mendengar Darren menyebut Namanya, Clara tidak mengerti, dan juga tidak ingat siapa, Namanya, Di mana tinggalnya, Entahlah itu semua Membuat Darren khawatir sama kondisi Clara saat ini.
Darren, lalu, menekan tombol, panggilan dokter, Dia merasa was-was, kenapa, Clara tidak mengingat semuanya. Bahkan Nama dirinya sendiri Ia tidak ingat.
Dokter panji Kembali datang, dan langsung memeriksa kondisi Clara.
"Apa, Kamu ingat, siapa Nama kamu?" tanya dokter panji kepada Clara.
"Aku..... Tidak ingat siapa Aku dokter" ucap Clara menangis.
"Darren bisa di pastikan, Clara mengalami amnesia ringan, untuk membantu memulihkan, kamu harus mengenalkan keluarga dan juga temannya mungkin, Nama-nya tempat lahirnya, dan juga Photo keluarganya. Nanti lama-lama akan berangsur pulih, Tapi ingat jangan memaksakan, pelan-pelan saja oke." Ucap dokter panji.
"Baik dokter terima kasih" jawab Darren.
"Sekarang saya pamit dulu, semoga lekas sembuh" ucap dokter panji sambil melangkah pergi.
Clara, hanya bisa terdiam, mendengar percakapan dokter dan pria yang ada di sampingnya itu.
Clara, benar-benar tidak mengingat semuanya. Ia hanya bisa menatap ke arah Darren dan berkata.
"Kamu, siapa, kok aku bisa di sini, dan mengalami amnesia sih" ucap Clara bingung.
"Kamu, tenang saja, aku orang baik kok, dan nanti aku akan membantu mu untuk mengingat semuanya" ucap Darren sambil duduk dan tersenyum.
"Clara itu, Nama aku ya" ucap Clara sambil menunjuk dirinya sendiri.
"Ia, itu Nama Kamu yang sangat indah" ucap Darren tersenyum.
"Tapi, kenapa? Aku bisa ada di sini" ucap Clara.
"Kamu, mengalami kecelakaan yang cukup parah, di bagian kepala, dan kamu kritis selama tiga Minggu, dan sekarang sudah menginjak empat Minggu kamu di rumah sakit." Jawab Darren panjang lebar.
"Apakah Aku, mengenal mu?" ucap Clara.
"Kamu, jangan banyak bicara dulu, sekarang istirahatlah, nanti kita jalan-jalan ke taman depan rumah sakit" ucap Darren.
Clara hanya bisa mengangguk dan tersenyum. Ia beruntung sekali, bertemu sama Darren pria yang sangat baik.
Mungkin kalau, Darren tidak bertemu Clara saat itu, bisa di pastikan nyawa Clara tidak bisa di selamatkan.
Clara merasa bosan beraktivitas di dalam ruangan, Ia meminta jalan-jalan ke taman rumah sakit, seperti yang di janjikan Darren saat itu.
__ADS_1
Clara mencari Darren di ruangan, Ia hanya bisa terdiam, sambil cemberut.
Darren datang membawa makanan dan juga cemilan untuk Clara.
"Kamu, kok, kayak bete begitu, kenapa?" ucap Darren kepada Clara.
"Aku, mencari mu tadi, dan aku sangat bete di ruangan, Kamu mau-kan ajak aku jalan-jalan ke taman, rumah sakit.
Darren hanya bisa terkekeh melihat tingkah manja Clara kepada dirinya.
"Oke, baiklah Nona cantik, ternyata kamu sudah mulai bosan ya di ruangan ini" ucap Darren sambil menggendong Clara, dan langsung mendudukkan Clara di kursi roda.
Clara tersenyum senang, mendengar ucapan Darren kepada dirinya.
****
Clery, pulang kerumah, dan langsung di sambut oleh Mamah-nya. Ia langsung menyalami Mamahnya yang sedang asyik menonton tv.
Clery beranjak ke dalam kamarnya yang ada di atas, mukanya murung tidak seperti biasanya.
Mamahnya yang melihat langsung saja, menghampiri anaknya itu.
"Clery, kamu kenapa sayang? kok tidak seperti biasanya murung begitu sih?" ucap Mamah shiren.
"Mamah shiren langsung mengajak Clery kerumah sakit, Tapi Clery menolak-nya, hingga akhirnya Clery menyerah. Dari pada mendengar ocehan dari mulut Mamah-nya itu, mending Clery langsung menuruti keinginannya.
Mereka langsung menuju rumah sakit terbesar yang ada di Jakarta. Clery yang sedang menunggu dokter, memutuskan untuk jalan-jalan kecil ke dekat taman. Mamah-nya hanya bisa mengangguk.
"Kalau, nanti Mamah tlp, Kamu langsung angkat, takut dokternya keburu datang. Awas jangan jauh-jauh." ucap Mamah shiren.
Ia, Mah, tenang saja, lagian Clery cuma jalan-jalan liat taman doang kok" jawab Clery sambil melangkah pergi.
Mamah shiren hanya bisa tersenyum, melihat tingkah konyol anaknya. Clery sudah terbiasa gampang bosen, walaupun lagi sakit, tapi tetap ngeyel pengen jalan-jalan ringan.
Clery berjalan melihat banyak pasien yang sedang jalan-jalan melihat bunga dan menghirup udara segar.
Bagi dirinya, Ia sangat kasian kepada pasien-pasien yang sedang ada di taman itu.
Tak, di sengaja, Clery melihat wanita di dorong, seorang pria sambil bercanda ria.
Setelah Ia mengamati, karna merasa tertarik kepada kedua orang tersebut, Clara tak sengaja melirik ke arah Clery sekilas, betapa terkejutnya Clery melihat wanita itu mirip banget sama wajahnya.
__ADS_1
Clery hanya bisa tercengang kaget, sambil terus melihat kedua orang tersebut melangkah pergi.
Suara tlp, hp-nya berbunyi, Ternyata Mamah-nya yang tlp. Clery langsung beranjak pergi dari taman dan langsung keruangan dokter yang telah mamahnya sebutkan.
Clery tiba di ruangan dokter, dan langsung di priksa. Dokter hanya menyarankan Clery banyak istirahat dengan kondisi yang agak lemah.
Dokter langsung memberikan resep obatnya. setelah semuanya selesai, Clery dan juga Mamah-nya langsung beranjak pergi dari rumah sakit itu.
"Tuhkan kondisi Kamu itu lagi turun, kamu sih habis pulang dari luar negri malah kesana kemari main." Ucap Mamah Shiren.
Clery hanya bisa terdiam mendengar ucapan Mamah-nya itu. Tak terasa Clery tertidur di mobil efek kondisi badan yang lemah Clery tertidur.
Mamahnya yang melihat ke arah Clery dan tersenyum. Setibanya di rumah miliknya, Clery di pangku sama supir mereka untuk di tidur-kan di kamarnya.
Clery tersadar sudah ada di kamar miliknya.
Mamahnya hanya bisa tersenyum dan langsung ngasih air putih kepada anaknya.
"Kamu makan dulu ya, habis itu, kamu minum obat dan istirahat." Ucap mamah Shiren kepada clery.
Clery hanya bisa menuruti semua ucapan Mamah-nya.
makan dan minum obat Clery selesai.
Mamahnya beranjak pergi dan langsung menyuruhnya istirahat.
Clery teringat akan kejadian tadi siang, yang melihat wanita mirip dirinya.
Ia langsung menelphone Rey dan juga Kevin untuk datang kerumah miliknya.
Ia lupa belum cerita tentang Rey kepada mamahnya saat itu.
"Ahh bodo amat, nanti gue ceritain saja di sini dan jelasin semuanya sama Mamah" ucap Clery sambil kembali tiduran.
Clery langsung mengambil hp nya yang ada di sebelahnya.
Ia langsung tlp Kevin.
"Hallo, Vin, Lo, kerumah gue sekarang, tidak ada penolakan oke, ajak juga si Rey kesini" ucap Clery.
"Ada, apaan, kayak-nya serius banget nih" ucap Kevin.
__ADS_1
"pokoknya Lo sekarang berdua kerumah gue, ada yang mau gue ceritain hal yang sangat penting" ucap Clery sambil menutup tlpnya.
Kevin, langsung, mengerutkan dahi, tapi Ia juga sedikit penasaran, Kevin tlp Rey saat itu juga.