
Dokter dan juga perawat panik dan langsung menangani clara yang tidak sadarkan diri.
Surya dan yang lain tidak enak hati di luar ruangan. Mereka berdoa semoga Clara tidak kenapa-napa.
Selang beberapa menit, Dokter keluar membawa Clara untuk di pindahkan ke ruang ICU.
Surya menangis begitu juga mereka kedua Orangtunya.
"Sebaiknya kalian berdoa, kita akan berusaha untuk Clara, kami akan membawa dia ke ruang ICU. Ia mengalami kritis" ucap sang Dokter yang langsung di buntuti oleh mereka mengantarkan Clara ke ruang ICU.
Di ruang ICU, Dokter berusaha sekuat tenaga untuk menyelamatkan Clara. Mereka meneteskan keringat dingin, mereka akan berusaha semaksimal mungkin dan berdoa semoga pasiennya sadarkan diri.
Namun detak jantung Clara melemah, Dokter mulai panik.
"Kamu pasti kuat Clara, ayo berusaha sekuat mungkin, aku yakin kamu pasti bisa melewati masa kritis ini. Anakmu, Suamimu, kedua Orangtua dan Mertuamu sedang menunggu kabar baik darimu Clara." Ucap sang Dokter meneteskan air matanya.
"Dokter" jerit perawat.
Dokter panik melihat detak jantung Clara lurus dan tidak berdetak.
"Tidak mungkin ayo sus dia pasti kuat, Clara bangun sayang, ayo buka matamu. Semua orang sedang menunggumu di luar ruangan ini" ucap Dokter menangis.
Namun tidak ada respon dari Clara, hidungnya juga sudah tidak ada nafasnya. Mereka pasrah dan langsung menutup wajah Clara dengan kain putih.
Dokter terduduk lesu ke lantai, hatinya lemas dan juga tidak kuasa menahan air matanya yang keluar.
"Tidak mungkin Clara, cepat kamu bangun, aku tidak tau harus bicara apa pada keluargamu" ucap Cika sang Dokter sekaligus teman kampus Clara. Mereka berteman baik, namun beda jurusan, Jadi mereka jarang bertemu dan setelah sekian lama mereka di pertemukan lagi Clara menjadi pasiennya.
Clara masih belum ingat akibat hilang ingatannya mengenai dirinya semasa kuliah.
Cika menangis tersedu, Ia bangkit di bantu sang perawat. Ia keluar membawa luka untuk keluarganya.
Pintu ICU terbuka pelan, Dokter Cika menangis, dan langsung jatuh tersungkur sambil menangis.
Surya dan yang lainnya kaget begitu sang Dokter tiba di luar.
"Maafkan aku, Clara tidak bisa di selamatkan, semoga ada keajaiban ia bisa membuka matanya lagi" ucap Cika.
"Apa maksudmu Dokter?" tanya Surya.
Dokter Cika tidak menjawabnya, dan Surya langsung masuk ke ruang ICU, matanya melotot tajam. Ia melihat Clara sudah di tutupi balutan kain putih.
__ADS_1
"Tidak, ini hanya becanda, sayang, buka matamu sayang" ucap Surya ia langsung membuka kain putih yang sudah menutupi seluruh badan istrinya.
Tangannya bergetar, berharap yang ia lihat bukanlah istrinya.
Ia menangis sekuat tenaga, semua orang termasuk Orangtua mereka menangis histeris. Melihat Clara sudah terkujur Kaku di ranjang dan di baluti kain putih.
"Tidak sayang, buka matamu, aku yakin kamu pasti akan membuka mata lagi. Kamu tau, bayi kita sudah lahir kedunia ini, itu berkat perjuanganmu. Kau janji padaku, kamu tidak akan meninggalkan aku sendirian, bukalah matamu sayang" ucap Surya sambil memeluk tubuh kaku Clara.
Ibu Farrah dan juga Mamah Shiren menangis histeris, mereka tidak percaya Clara akan secepat ini meninggalkan mereka .
Perawat datang membawa Bayi Surya. Perawat itu menyuruh Surya dan Papah Farrel mengadzan-kan bayinya di dekat Clara.
Mereka berdua Adzan bareng sambil menahan tangis dan sakit yang amat dalam. Setelah itu bayinya di berikan kepada Ibu Farrah dan Mamah Shiren.
Terlihat ganteng, putih, mancung dan tentunya sehat semua lengkap. Di ruangan semua menangis, tersendu melihat mayat Clara.
"Momy mu, pasti akan kembali sayangku" ucap Surya mengecup kening kedua anaknya.
Sudah 10 menit mereka di dalam, Surya masih menangis dan memeluk tubuh kaku Istrinya.
Setelah Surya sadar, ia langsung menutupi Kain putih ke wajah Istrinya. Hatinya hancur sehancur-hancurnya.
Langkah kaki gontay semuanya meninggalkan Clara di ruang ICU.
Layar detak jantung Clara berbunyi dan terlihat aliran jantung Clara menyala bergelombang normal.
Sontak saja Surya berlari menghampiri Clara lagi, dan membuka kainnya.
Mereka kaget melihat Surya yang lari sambil memanggil Kata ( Sayang ).
Mereka langsung berbalik badan, dan melihat aliran jantung Clara kembali normal.
Mereka langsung menghampiri Surya dan Clara. Mamah Shiren langsung memanggil Dokter untuk mengecek Keadaan Clara lagi.
Setelah beberapa menit, Dokter tiba dan kaget, ia melihat aliran detak jantung Clara kembali normal.
"Ya Allah ini keajaiban.Tolong kalian keluar dulu kita akan memeriksa Clara" ucap Dokter Cika.
Surya tersenyum bahagia, ia berjanji akan selalu bersama istrinya. Ini keajaiban untuk mereka, Clara di beri kehidupan kembali setelah 20 menit ia meninggal dan hidup kembali.
Mungkin bisa di sebut mati suri. Semuanya merasa bahagia Clara sudah di pindahkan ke ruang rawat kembali.
__ADS_1
Walaupun Clara belum sadar, tapi semua orang berharap Clara secepatnya sadar kembali.
Surya tidak mau jauh dari ranjang istrinya. Ia begitu bangga, perjuangan istrinya begitu besar untuk memberikan keturunan untuknya.
"Sebaiknya kamu makan dulu sayang,ini makanlah, Clara sebentar lagi akan sadar, kamu harus menjaga badan kamu" ucap Ibu Farrah memberikan kotak nasi kepada Surya.
"Dia pasti senang setelah sadar nanti Bu, melihat dua baby boy yang menggemaskan" seru Surya senang.
Setelah itu, tangan Clara bergerak, dan sedikit demi sedikit ia membuka matanya secara perlahan.
Terlihat Surya sedang melahap makanannya, Clara tersenyum, ia langsung berucap.
"Kau tidak mau menyuapiku makan" ucapan lembut itu membuyarkan keseriusan Surya yang sedang makan begitu lahapnya.
Surya melirik dan mendapati Clara sedang tersenyum manis kepada dirinya.
Surya langsung menaruh makanannya, bertub-tubi Surya mencium semua wajah istrinya termasuk tangannya, dan memeluk istrinya.
"Kamu sudah sadar sayang" ucap Surya sambil meneteskan air matanya.
"Jangan menangis, jelek kalau kau menangis"
guyon Clara sambil mengusap air mata suaminya.
"Jangan pernah meninggalkan aku lagi, aku sangat mencintaimu" ucap Surya mencium kening istrinya lagi
Tak lama, Ibu Farrah, Mamah Shiren dan Papah Farrel membuka pintu dan terdapat Clara sudah sadarkan diri.
Mereka merasa lega dan langsung mengerumuni Clara yang sedang terbaring.
"Kamus udah sadar sayang" ucap lembut Mamah Shiren sambil mengusap kepala anaknya.
Clara tersenyum, dan langsung menanyakan keadaan twin boy-nya.
"Honey, aku mau melihat anak kita" ucap Clara lembut.
Dokter Cika tiba, ia tersenyum bahagia melihat Clara kembali dari mati surinya.
Semuanya senang melihat Clara sadar dan kembali ceria lagi. Dokter Cika sudah memeriksa Clara, namun ia enggan untuk menyapa Clara. Baginya nanti saja saat Clara sudah normal betul.
Surya tidak mau jauh dari Istrinya ia langsung mengusap pipi Clara yang masih Cabby.
__ADS_1
"Aku mencintaimu" ucapan Surya tidak pernah bosan untuk Clara, kata-kata mesra dari suaminya sangat berarti untuk dirinya.