
Pagi ini, Rey bangun ia menangis, menyesali hal bodoh yang pernah ia lakukan pada Clara. Cinta Clara begitu besar, dulu saat Rey mau menghancurkan cintanya, sekarang ia menyesal sampai ke ubun-ubun.
Mamah Rey hanya bisa pasrah dan mendoakan semoga hubungan Rey dan juga Clara bisa secepatnya beres. Kini Rey sakit ia tidak berdaya dengan kondisinya, pikirannya stres terus memikirkan Clara yang di culik Surya.
🌸🌸🌸
Di rumah, Surya sudah pakai baju formal, stelan kerjanya yang sangat rapih, mengkilat dan juga wangi. Membuat Clara sedikit terpesona melihat kegantengan Surya, Clara langsung mengahmpiri Surya yang tengah turun tangga.
"Bos, apa yang harus aku kerjakan hari ini, bos mau pergi kerja terus aku bagaimana?" seru Clara sambil tersenyum manis di hadapan Surya.
Debaran jantung Surya melihat senyum alami Clara langsung meloncat-loncat, ia tak kuasa menahannya. Dan langsung berjalan lurus ke luar rumah, ucapan Clara ia hiraukan, baginya untuk menjawab pertanyaan Clara membuat Surya gugup.
"Bos, bagaimana sih, aku harus ngapain?" ocehan Clara membuat Surya gemas. Ia langsung menarik tangan mulus Clara untuk ikut ke dalam mobil.
"Kamu ikut ke kantor" Ujar surya sambil Menatap intens ke arah Clara, membuat Clara salah tingkah dan hanya bisa terdiam. Ia langsung masuk ke dalam mobil.
"Bos aku tidak yakin bisa menemanimu seharian di kantor, itu sangat membosankan sekali" oceh Clara sambil melihat keluar jendela.
Surya merasa gemas sama tingkah konyol asistennya itu. Ia langsung mengatur nafasnya kemudian membalas ucapan Clara.
"Piuuuhh, Jam istirahat kita pergi berbelanja buat kebutuhan mu dan juga pakaianmu?" ujar Surya sambil terus menyetir tanpa melihat ke arah Clara.
"Waaah, ini sangat menyenangkan boleh deh bos, tapi gajih jangan di potong ya bosku." Seru Clara sambil melipatkan kedua tangannya.
"Kamu sangat bawel sekali Clara, membuat kepalaku sangat pusing mendengarnya" Surya langsung memarkirkan mobilnya di depan gedung yang menjulang tinggi dan besar.
"Kau ini, aku sangat khawatir tau! aku takut suatu saat nanti gajihku tiba-tiba di potong, itu membuatku sedih bosku." Oceh Clara
Clara kemudian keluar membuka pintu, untung saja, pakaian yang dikenakan sangat rapih dan juga terlihat cantik, Rambut terurai dan make up yang simpel. Membuat kesan elegant menarik perhatian semua karyawan kantor.
Surya menggandeng tangan Clara ia terus melangkah ke depan tanpa memperdulikan ucapan karyawan di sana.
"Bos yang satu ini ternyata sudah menikah ya?" ucap Anton sambil menyapa Surya.
"Hmm, ini calon istriku perkenalkan namanya Clara?" Surya tanpa sadar mengeluarkan ucapan itu, membuat Clara menohok tidak percaya. Kemudian mereka masuk ke dalam ruang Surya yang sangat besar dan juga mewah.
__ADS_1
"Bos, aku bukan calon istrimu! dan aku juga belum menjadi janda?" seru Clara sambil menyipitkan matanya ke arah Surya yang tengah duduk di kursi mewahnya.
"Kau ini, aku cuma becanda, ribet menjelaskannya, kalau kamu adalah asisten pribadiku." Surya langsung membuka laptopnya kemudian mulai mengerjakan tugasnya. Ia tidak menghiraukan ocehan Clara.
Jam istirahat sudah di mulai, sekarang Clara di ajak ke mall, untuk berbelanja kebutuhan dan juga baju buat sehari-hari. Clara sangat senang kini ia sedang memilih baju yang mau ia beli, Surya hanya bisa melihat Clara sambil duduk.
Ia baru pertama kali mengajak wanita berbelanja. Melihat kekonyolan Clara membuatnya semakin dalam perasaan yang ia hadapi. Senyum tipis dari bibir Surya, ia sangat berbunga melihat Clara yang sangat senang bila ada di sampingnya.
Surya melangkah baju, ia heran sama Clara. Dari tadi cuma mutar-muter cari baju tapi tak kunjung dapat.
"Kamu mau yang mana, dari tadi kamu mondar mandir terus tidak kunjung kau bawa yang mau di beli?" ujar Surya ia berdiam diri di belakang Clara yang sedang memilih bajunya.
"Ah bos, aku bingung mau yang mana! harganya sangat mahal dan aku takut kamu tidak mau membayarnya." Clara membalikan badannya ke arah Surya, tidak di sengaja wajah mereka beradu pandang, Clara melihat kedamaian di mata Surya.
Surya langsung mengalihkan pandangannya dan langsung membawa Clara ke tempat pakaian lain. Ia tidak mau Clara tau bahwa ia sedang mengendalikan debaran jantung yang sedang meloncat-loncat.
Surya langsung merebut belanjaan Clara yang ada di tangannya, Tak sengaja Surya membuka belanjaannya dan mendapatkan kurung kembar, Ia terkejut dan menohok, Surya langsung mengangkatnya tinggi-tinggi.
"Clara apa yang kau beli ini, ukurannya L" ucap Surya membuat Clara berbalik badan dan mendapatkan Surya sedang menentengkan kurung kembar, membuat Clara menjerit dan langsung merebutnya.
"Haahh, kurung kembar, jadi ukuran kurung kembar kamu L baru tau aku! aku tidak melecehkan mu, tapi aku melecehkan kurung kembar mu itu." Ucapan Surya sangat enteng.
"Kau ini sangat menyebalkan bos." Clara menyipitkan matanya ke arah Surya.
"Ayo cepat sana kamu pilih lagi" ujar Surya menarik tangan Clara.
Mereka langsung melanjutkan perjalanannya, mencari baju yang di beli. Surya langsung menanyakan status Clara, Ia merasa penasaran masalah apa yang Rey buat hingga Clara tidak mau kembali padanya.
"Kenapa kamu tidak balikan sama suami mu? siapa nama suami kamu itu? ujar Surya pura-pura tidak tau.
"Aku tidak mau mengingatnya bos, itu akan menyakitkan hatiku dan juga perasaanku lagi, dulu aku di tindas sama dia dan juga di siksa habis-habisan. Di hina sama Dewi yang sekarang ada bersama Rey, dia mengaku hamil sama Rey, aku selalu di hina sama perempuan itu.
Hingga saatnya kemaren aku hilang ingatan dan tidak bisa mengingat masa laluku. Aku di tabrak sama orang yang tidak di kenal, dan kabur begitu saja. Aku singkat saja bos, kalau di ceritakan semua bakalan panjang, tiba saatnya aku kembali ingatanku, dan aku pulang ke kampung. Bibi berusaha membuatku harus ceria melupakan masa lalu yang kelam, dan berusaha menjadi orang yang ceria biar aku tidak bisa di tindas lagi." Clara meneteskan air matanya, membuat Surya iba.
"Sudahlah lebih baik kamu lupakan saja masa lalu kelam mu, apa kamu sudah bercerai sama suami kamu? tanya Surya penasaran.
__ADS_1
"Aku belum cerai, tapi aku akan menggugat suamiku dulu, makanya bos jangan potong gajihku. Itu buat aku menggugatnya, hingga dia tau bagaimana rasa sakit yang dulu aku alami, cinta kasih sayangku sudah terhapus untuknya. Aku benci pembohong." Ucapan Clara membuat Surya cemas.
"Kurasa aku sudah cukup, bos aku sangat lapar? dari tadi kita tidak makan bos. Rasanya sangat lelah dan juga haus bos." Clara terlihat lesu, Surya baru sadar dari jam makan siang sampai sekarang mereka belum makan.
Hingga akhirnya Surya langsung membawa Clara ke restoran yang berada dekat dengan mall.
Clara merasa girang ia bisa makan juga, Baginya bos yang satu ini sangat pengertian dan juga baik.
"Cepat kamu pesan makanan yang mau kamu makan, dan awas jangan minta bakso lagi! aku sangat males kita cari kang bakso." ujar Surya sambil melihat ke arah Clara.
"Ahahaha, bos trauma yah, aku bawa ke tempat kang bakso? sekarang aku mau makan ini saja bos. Ia menunjuk ke arah nasi goreng. Surya langsung memanggil waiters ia memesan 2 nasi goreng dan juga minumannya.
🌸🌸🌸
Di rumah Rey sedang berbaring dan trus menghubungi nomor ponsel Clara yang kini tidak aktif. Rey mendesah kasar ia tidak enak hati dan juga perasaanya, Terdengar suara ketukan pintu yang membuat Rey mendesah kasar. Ia langsung menyuruhnya membuka saja pintunya.
Rey tersenyum yang datang ternyata Clery dan juga Kevin, Ia langsung tersenyum senang melihat kedua sahabatnya datang menjenguknya kembali.
"Apa kabar Rey, kami ke sini membawa berita yang sangat menarik, dan pastinya bisa membuatmu sembuh dari sakitmu saat ini." Ujar Kevin, ia langsung duduk di sebelah Rey.
Setelah itu, mamah Rey datang membawakan minuman jus buat kedua sahabat anaknya.
Mamah Rey sudah berbincang sebelum mereka ke kamar Rey, dan juga mamah Rey di beritahu Clery ia akan mengatakan hal yang sangat menarik perhatiannya. Ia membawa amplop coklat yang berisikan photo Dewi dan bukti yang lainnya.
Semuanya duduk, dan langsung mendengarkan ucapan Clery, mamah Rey merasa cemas, takut ada berita buruk yang menimpa anaknya. Kemudian Clery langsung memberikan amplop itu kepada Rey, terlihat Rey kebingungan dan langsung membukanya.
Rey terkejut ia melebarkan pandangannya, Rey sangat tidak percaya apa yang di lihatnya dan langsung memberikan photo itu pada mamahnya. Begitu juga mamahnya menohok tidak percaya, Ia terlihat senang, sebentar lagi mereka bisa menuntut Dewi dan memberikan pelajaran pada dewi.
Informasi yang di dapat clery dari Darren kakaknya, Dewi ingin menguras habis harta kekayaan Rey Saja. Membuat semua yang mendengar itu gemas dan juga sudah tidak sabar pengen menuntut balik Dewi.
"Sudah gue duga, semua ini hanya tipuan saja, awas kau Dewi gue akan memberimu pelajaran hingga kau merasa kapok." Seru Rey bangkit dari tidurnya, Mamah Rey sangat senang anaknya terbebas dari bisa ular yang mematikan.
"Kita harus memberikan dia pelajaran, andai ada Clara mungkin dia juga bisa memberikan sebuah pelajaran pada wanita ular itu." Ucap Clery membuat mamah Rey merasa senang dan juga kagum padanya.
"Terima kasih Clery, berkatmu dan juga kakakmu, Rey bisa terbebas dari jeratan ular yang mematikan. Tante harap Clara segera di temukan." Ujar mamah Rey membuat Clery langsung memeluknya, mereka merasa sedih Clara belum kunjung ada kabar.
__ADS_1
Hasil pencarian nihil, rumah Surya sudah pindah dan tidak ada yang tau sekarang di mana.