
Mobil Rey terparkir di depan rumah-nya ia langsung menggenggam tangan Clara. dan langsung melangkah ke depan pintu rumah Rey. pintu-pun terbuka lebar, perasaan was-was di hati Clara muncul. Ia agak tahu masuk ke rumah ini.
Rey langsung memanggil Mamah-nya, dan mungkin Papah-nya sudah brangkat ke kantor.
Langkah kaki Mamah Rey langsung di buat kaget melihat genggaman tangan Rey ke tangan Clara. Ia terlihat syok banget, dan mungkin yang ada di pikirannya itu Clara adalah Clery.
"Rey, kamu kok, bawa koper dan membawa Clery ke sini?" tanya mamah Rey dan langsung menghampiri mereka berdua.
Clara, dan Rey mereka langsung menatap bersamaan langsung tersenyum. Rey akhirnya membuka suara dan memberitahu pada mamah-nya itu.
"Mah ini Clara telah kembali kerumah, ini bukan Clery tapi Clara mah" ucap Rey langsung mencium dan memeluk Clara di hadapan Mamah-nya itu.
Sungguh mamah Rey tidak menyangka dan langsung menangis dan memeluk erat tubuh Clara saat itu juga. Ia merasa bersalah, dan terus mengucapakan kata-kata maaf.
"Maafkan mamah sayang, maafkan mamah" air mata mengalir deras di pelupuk mata mamah Rey saat ini.
Clara merasa iba dan tidak mengerti, mengapa, mamah mertuanya itu meminta maaf terus dan menangis, semua ini membuat Clara bingung.
"Mah, Clara hilang ingatan" ucapan Rey langsung mengagetkan Mamah-nya, pelukan itu perlahan di lepas dan langsung mengongkak tidak percaya.
"Apa ini benar Clara?" ucap mamah mertuanya itu membuat Clara merasa heran.
"Rey, kamu tidak sedang bercanda-kan?" langsung memeluk lagi menantunya itu.
"Clara tidak mengingat semunya yang telah terjadi di dalam hidup-nya. Nanti Rey akan jelaskan pada mamah. Sekarang Rey mau istirahat dulu sama Clara. Ucapan Rey membuat Mamah-nya tersenyum senang.
"Kamu harus menjelaskan ini Rey sama mamah, sekarang kalian istirahatlah di kamar" ucapan Mamah-nya membuat mereka tersenyum dan langsung pergi ke kamar.
🌸🌸🌸
Clara POV🌾
Bagiku ini sulit di percaya, aku sudah menikah sama pria tampan, bertubuh tegap dan sangat baik, setiap ucapannya membuatku jantung ku berdebar.
__ADS_1
Aku tidak mengerti, kenapa Rey bisa mencintaiku, sampai kita melangsungkan pernikahan. Kulihat di setiap ding-ding tembok, semuanya Photo ku dan Photo pernikahan kita.
Ini sungguh tidak di percaya, aku benar-benar sudah menikah dengan-nya. "Apa yang harus aku lakukan saat ini? Aku merasa canggung saat ada di sisi-nya."
Rey terus saja memeluk ku dengan erat dan ia pun tidak mau lepas dari tubuhku. Ya Allah apa yang harus aku lakukan saat ini.?"
"Sayang, kamu kok, diam saja sih? walaupun kamu belum mengingat semuanya, aku harap kamu tidak keberatan kalau aku mencium tangan kamu atau pun kening kamu" ucapan Rey sangat membuat ku malu di buat-nya.
"Aaa....ku, tidak keberatan kok Rey, tapi aku belum siap untuk memberikan hak mu, aku minta maaf, dan aku harap kamu tidak keberatan." ucapku mungkin membuatnya marah.
"Tidak masalah sayang, aku akan menunggu mu bila kamu sudah ingat semunya" jawaban-nya, membuatku tidak percaya, aku kira Rey akan marah padaku tapi ia benar-benar laki-laki baik.
Ku lihat Rey tertidur di pangkuan ku saat ini, kulihat wajah tampan-nya, membuatku sedikit berdebar, perlahan ku melepaskan kepalanya yang berada di atas paha ku.
Ia sama sekali tidak bergeming, mungkin aku akan mebuatkan sesuatu untuk-nya ketika ia sudah bangun. Ku coba melangkahkan kaki ku untuk keluar dari kamar.
Aku mungkin akan membuatkan-nya makanan untuk-nya setelah bangun dari tidurnya. Sebelum ia bangun aku harus segera bikin makanan-nya.
Ku pergi ke dapur terlihat ada seorang pembantu lagi beres-beres di sana, Aku langsung menyapa-nya.
"Apa, Aku mengenal Bibi sebelumnya" ucapku dan bibi itu langsung tersenyum, mungkin ia sudah tau bahwa aku tidak mengingat ingatanku saat ini.
"Ia non, Bibi mengenal non" ucapan itu terlontar dan aku sangat senang orang-orang di dalam rumah ini sangat baik pada ku.
setelah berulat di dapur akhirnya, Clara selesai membuat makanan untuk suaminya.
"Aku pergi ke kamar dulu ya bi, mau antar makanan ini untuk Rey" ucapan Clara di balas senyuman dan anggukan.
Rey terkejut saat membuka mata-nya, dirinya tidak melihat istrinya di dalam kamar. Rey langsung turun dari ranjang. Betapa kaget Rey melihat Clara membuka pintu dan membawa makanan. Clara langsung tersenyum ke arah-nya.
"Sayang, kamu kemana saja sih?" ucap Rey langsung merangkul tubuh Clara.
perasaan Clara campur aduk dan sangat gugup berada di dekat Rey. Ia langsung menyimpan makanan itu di atas meja yang ada di dekat ranjang mereka.
__ADS_1
"Aku, tadi habis buat makanan untuk mu" jawab Clara sambil tersenyum ke arah Rey.
"Kamu tau saja, aku tadi kebetulan belum sarapan pagi, dan saat ini sangat lapar" ucap Rey membuat Clara merasa malu.
"Hmm...., tapi maaf kalau makanan ku tidak enak" Clara menundukan kepalanya ke bawah. ia merasa sangat canggung saat berhadapan sama Rey.
"Masakan kamu sangat enak sayang, kita makan berdua ya? dan aku pengen di suapin sama kamu" ucap Rey membuat Clara merasa malu.
"Oke, baiklah aku kan menyuapi mu" Clara langsung meraih makanan dan langsung menyuapi Rey saat itu juga.
Clara merasa senang masakannya di habiskan dengan lahap oleh suaminya.
"Masakan kamu tetap sama sayang, rasanya enak" ucap Rey sambil terus mengunyah makanan di mulut-nya.
"Pelan-pelan Rey makan-nya, kamu kayak tidak makan sebulan saja, eh apa aku dulu suka masakin buat kamu ya? tanya Clara penasaran, sambil terus memperhatikan Rey yang sedang lahap menyantap makanan-nya.
"Kamu rajin banget, teh manis buatan kamu saja enak banget, bikin aku ketagihan" jawab Rey sambil mencubit Pipi tirus Clara.
"Kamu apaan sih rey" ucap Clara malu-malu.
"Sipat kamu, tidak berubah, cuma ingatan kamu saja yang belum ingat semuanya." Rey terus menggoda Clara, hingga Pipi Clara merah merona.
"Aku mencintai mu Sayang" Rey mencium kening Clara mesra, Clara sontak kaget mendengar ucapan Rey. Ia hanya bisa menunduk malu, andai saja ia tidak hilang ingatan mungkin ucapan Rey sudah ia jawab.
🌸🌸🌸
"Brengsek Gue tidak sudi melihat Rey bahagia, Apa-pun akan gue lakukan, supaya dia menderita" ucapan pria misterius itu menggetarkan anak buah-nya yang saat ini sedang ketakutan. Gebragan meja membuat semuanya merasa takut untuk melihat boss besar-nya. Sorotan mata yang tajam di tunjukan ke arah anak buah-nya.
"Besok kalian ada tugas dari gue, dan itu jangan sampai kalian gagal lagi, gue benci kata gagal dari kalian." Pria misterius itu langsung pergi dari kantor-nya menggunakan mobil hitam milik-nya.
🌸🌸🌸
Clery menghubungi Kevin, ia tidak tau harus minta tolong sama siapa lagi.
__ADS_1
"Hallo Vin, gue butuh pertolongan Lo, kita bertemu di restoran seperti biasa ya? gue tunggu Lo sekarang." Clery langsung menutup sambungan tlp-nya.
"Ni, anak nyebelin banget main mati-matikan saja ni tlp" ucap Kevin berdecak kesal dan langsung bersiap-siap menuju restoran untuk menemui Clery.