Dendam Salah Alamat

Dendam Salah Alamat
Surya dan Darren kerja sama


__ADS_3

Malam ini, Surya mendatangi kediaman Darren. ia tau hanya darren-lah yang bisa surya andalkan dalam aksi ini.


Surya bergegas menuju ke rumah Darren, Kakak Clara. Dan juga ia tau bahwa Darren cekatan dalam hal apapun. Dan dia juga tau Kakak Istrinya ini sangat sayang pada adik perempuannya itu.


"Darren, aku harap kita bisa bekerja sama untuk masalah ini." Ujarnya sambil fokus menyetir.


Tak lama, ia mendapati pesan singkat, terlihat ponselnya menyala dan, ia pun merasa harus membacanya. Setelah itu, ia parkir di pinggir jalan, Surya membuka ada nomor baru yang masuk.


Surya dengan seksama membaca pesan singkat yang di kirim oleh istrinya itu. Ia mendesah lega, karena istrinya bisa melindungi dirinya. Kini Clara sudah tangguh dan bisa melawan dan cerdas dalam melaksanakan aksinya itu.


"Kau memang hebat sayang, aku sangat merindukanmu juga. I love you to." Ucap Surya mengecup pesan singkat itu sambil meneteskan air matanya.


Dirinya takut istrinya itu, kedinginan di sana, ia tidak bisa berjauhan sama istrinya. Maka dari itu, Surya harus dengan gesit melancarkan aksi untuk menyelamatkannya.


Satu jam kemudian.


Karena memang rumah Darren agak jauh, jadi menempuh waktu yang lumayan. Surya berhenti di gerbang milik Darren, satpam membukakan pintunya dan langsung ia bergegas keluar mobil menghampiri rumah elegant tidak terlalu besar atau pun tidak kecil.


Ia langsung menekan tombol rumahnya, kebetulan juga Darren berada di bawah lagi bersantai ria di depan televisinya.


Mendengar suara bel berbunyi, pembantunya langsung membukakan pintu. Dan terdapat Surya, ia pun di persilahkan masuk, pembantunya menuju dapur untuk menyediakan minuman untuk mereka.


"Kau sangat santai," ucapnya sambil menghampiri Darren.


"Hehehee, ya beginilah yang jomblo akut." Balasnya tersenyum.


Surya duduk di pinggirnya, ia tidak tau harus berbicara dari mana pada Darren.


Umur Darren dan Surya seumuran, Dan juga mereka sudah kenal agak lama, namun dulu mereka tidak akrab.


"Aku tidak tau harus memulai cerita ini dari mana, kau harus tau Clara dalam bahaya dia di culik Dewi." Ucapnya lesu sambil memijit keningnya yang terasa pusing.


"Apa yang kamu katakan itu benar? bagaimana bisa Clara di culik! kita harus segera membebaskannya." Seru Darren menatap lekat Surya.


"Tidak semudah itu, kita harus merancang cara agar Clara bisa selamat dan mulus tanpa ada luka." Ujarnya.


Setelah itu mereka bercakap merancang misinya.

__ADS_1


Tak lama, Surya pamit pulang, karena ia sangat merindukan kedua Twins Boy-nya.


🌾🌾🌾


Di rumah Clery.


Mamah Shiren menerima telephone dari anaknya Darren. Ia langsung mengangkatnya.


"Hallo sayang, ada apa kamu menghubungi Mamah malam-malam begini," ~ Mamah Shiren.


"Mah, Clara di culik, kita harus segera menolongnya. Dan juga jangan terlalu memanjakan Clery, biarkan dia menyelesaikan masalahnya dengan Rey biar dia agak dewasa sedikit." ~ Darren.


"Apa, Clara di culik! sama siapa? cepat kamu bertindak, Mamah tidak mau dia kenapa-napa." ~ Mamah Shiren.


"Surya sama aku lagi berusaha, semoga dia baik-baik saja. Darren gak mau terjadi hal buruk pada Clara." ~ Darren.


Setelah itu, Darren menutup ponselnya, ia kecewa sama sikap Mamahnya yang selalu mengutamakan Clery di banding dirinya dan juga Clara.


"Maafkan aku Mah, aku masih kecewa sama Mamah. Semoga saja Mamah cepat sadar karena anak Mamah itu ada Clara dan aku Juga bukan Clery saja." Ujarnya menghembuskan nafasnya dalam.


"Mamah tidak andil dalam membagi kasih sayang, oke gue tidak masalah. Tapi lihatlah Clara, kasian dia, untunglah dia mendapatkan Surya dan memilih pilihan hidupnya yang tepat." Ucap Darren langsung menghempaskan badannya ke sofa.


🌾🌾🌾


Malam ini Rey sudah berada di depan rumah milik Clery. Dirinya terus menghubungi nomor ponsel Clery, namun tidak di angkat.


Ia berdecak kesal, Rey bersandar di depan mobil miliknya. Pak satpam pun langsung menghampiri karena merasa iba. Posisi Rey sekarang lagi di depan gerbang rumah Clery.


"Hmm, Tuan. Saya ada teman nih, tumben tidak akur, lagi marahan ni yee." Ucapnya sambil tersenyum.


"Biasalah wanita, lagian kenapa dia tidak mengijinkan aku masuk. Tega banget, masa aku harus tidur di sini." Ujarnya.


"Kalau misal Tuan mau menginap di sini. Saya ada teman jaga dong. Dan Tuan untuk sementara waktu jadi satpam di sini ehehehe..." Satpam itu tertawa renyah begitu juga Rey.


Mereka memang sudah saling kenal, jadi Pak Satpam pun tidak sungkan lagi becanda sama Rey.


"Bisa saja. Bisa jadi heeheee." Rey terkekeh, mereka pun langsung melanjutkan obrolan ringan.

__ADS_1


Di atas kamar Clery, ia sedang memperhatikan Rey yang kini sedang duduk di depan mobilnya bersama Pak Satpam.


"Rey, aku belum puas melihatmu berjuang untuk mendapatkan hatiku untukmu. Ini belum cukup untuk memberi kamu pelajaran." Desis Clery, ia pun menutup jendelanya yang ia buka sedikit untuk mengintip ke luar.


🌾🌾🌾


Surya sudah sampai ke rumah miliknya. Terlihat wajah khawatir ibu Farrah, ia langsung menyambut anaknya itu.


"Surya, bagaimana keadaan Clara saat ini. Ibu Tidak mau tau Clara harus segera bebas dia tidak boleh terluka, ibu sangat kesepian dia tidak ada di rumah ini." Ucap ibu Farrah lesu.


"Aku juga lagi berjuang Bu, semoga saja istriku tidak kenapa-napa. Baby Zo sama Baby Zi, bagaimana Bu, apa mereka rewel seharian ini,?" tanya Surya.


"Seharian ini memang ia rewel, mungkin tau Orangtuanya lagi dalam bahaya. Tapi baru saja mereka tidur, ibu juga ikut membantu Baby sister karena kasian kewalahan." Ucapnya sambil mengelus pundak anaknya.


"Aku kangen mereka, bagaimana keadaan David,?" tanya Surya.


"Dia sudah tidur, mungkin efek obat jadi dia butuh istirahat." Ujarnya.


Tak lama Surya menuju kamar atasnya, dirinya lelah, biasanya di saat lelah begini istrinya selalu ada dan dialah obat di saat suaminya sedang di landa kepenatan. Mau cape atau penat bila sudah melihat istrinya Surya pasti segar kembali.


Tapi untuk malam ini, Surya merasa dirinya tidak bernafas. Istrinya tidak ada, dia khawatir bagaimana dia makan atau tidur, pasti kedinginan.


Surya langsung menghampiri kedua putranya yang kini sudah terlelap tidur. Ia langsung mengecup kedua keningnya, rasa kangen dirinya kepada anak dan istrinya begitu besar.


"Semoga mommy mu cepat pulang, biar kita kembali berkumpul. Doakan Papihmu biar cepat membebaskan mommy mu di genggaman orang gila itu." desis Surya.


🌾🌾🌾


Di lokasi sekap.


Clara merasa dirinya kedinginan, ia merindukan sosok kedua anaknya, Ia tidak mau jauh dari mereka.


Namun Clara harus segera menyadarkan dewi yang kini makin menggila. Clara takut Dewi menyesal seumur hidupnya, hanya karena salah paham.


Hujan pun langsung turun, angin begitu kencang. Clara mengigil ia tidak di beri alas untuk tidur atau pun selimbut untuk menutupi seluruh badannya. Angin yang semakin kencang menusuk pori-pori kulit yang menerpanya.


"Aku kedinginan, bagaimana mungkin aku bisa tidur nyenyak di tempat begini." Ucapnya sambil merengkol sendirian di ruangan kosong.

__ADS_1


__ADS_2