
Di kantor Darren berniat untuk menghampiri Clery dan Winda, ia dapat informasi bahwa mereka sedang jalan-jalan di mall. dan yang lebih parahnya, Clery membobol uang brangkas kantor milik Clara. Darren geram mendengar penuturan anak buahnya, Clery sudah sangat berubah. Ia harus menyelidiki sipat Clery yang berubah drastis. Rey lagi di luar negri mengurus proyek barunya yang ada di Amerika. Clery di ajak pun menolak, entah apa Clery sangat berubah, dia hanya mendengar Winda saja.
Rey juga sudah sangat lelah sama sikap Clery yang berubah. Darren curiga, Mamah tirinya memberikan obat atau apalah itu. Ini semua masih Darren selidiki, melihat kondisi Clery yang gampang terhasut emosi dan menurut kepada Winda Mamah tirinya.
Amira mengetuk pintu, rasanya was-was karena Darren begitu dingin dan sulit di mengerti.
Tok tok tok
"Masuk," ucap Darren.
Amira masuk membuka pintu, ia memberikan berkas untuk di tanda tangani oleh Darren. Darren masih berkutat di depan laptopnya dan langsung menandatanginya.
Amira pun keluar, tapi Darren malah menyuruh Amira membuatkan kopinya. Amira tidak bisa menolak, padahal ada OB, Amira juga punya pekerjaan yang begitu banyak hari ini. Mau menolak pun ia senggan karena Darren suka marah kalau di tolak.
🌾🌾🌾
Di rumah Papah Farrel.
__ADS_1
Papah Farrel menggugat cerai Winda, ia tidak mau berlama-lama lagi menjalani rumah tangga dengannya.
Winda adalah mantan kekasih Papah Farrel di masa lalunya sewaktu masa SMA dulu, setelah mereka berpisah karena fakultas mereka beda. Winda selingkuh dan Papah Farrel pun meninggalkan Winda, selang beberapa tahun Winda mendengar kabar bahwa Farrel telah menikah. Ia merasa geram karena tidak bisa merebut Farrel dari Shiren.
Setelah tau Shiren meninggal, Winda mencoba datang lagi ke kehidupan Farrel. Dan cinta lama mereka bersemi kembali, Winda juga yang menghasut Farrel untuk tidak datang ke makam dan melarangnya untuk menemui Shiren sewaktu ia masih hidup.
Winda berniat untuk balas dendam pada Farrel, padahal sudah jelas Winda lah yang salah di masalalunya itu. Farrel menyadari, cinta sejatinya hanya untuk Shiren seorang, Winda semakin mengekang Farrel, membuat ia tidak nyaman berumah tangga sama Winda.
"Putriku Anggel harus ikut bersamaku, kau Winda! tidak akan aku biarkan kamu membawa putriku." Hardik Papah Farrel.
Winda takut Putrinya Anggel ikut sama Papahnya, ia tidak siap untuk berpisah, kalau misal ia berpisah dengan Farrel hidupnya akan miskin lagi. Winda tidak mau pisah sama Farrel, dia membantah Winda pun mengancam Farrel. Namun Farrel tidak takut ancamannya itu.
Farrel sudah muak, ia pun pergi meninggalkan Winda yang tidak mau cerai dengannya. Clery hanya bisa diam dan menurut pada Winda, entah apa yang di lakukan Winda pada Clery.
Clara bingung, dia terus di teror mengenai harta warisan oleh Clery. Padahal Clara belum tau hal itu, karena Darren juga belum memberitahukan semuanya. Mereka berniat mencari tahu dulu Clery yang berubah drastis, setelah mereka berhasil mengumpulkan bukti baru mereka akan memberitahu Clara. Surya geram, dia kesal sama Clery. Clara juga tidak butuh warisan itu, karena harta Surya pun tak kalah jauh banyak.
Di kantor Darren.
__ADS_1
Ia mendapat informasi bahwa Winda sudah menyekok obat terlarang pada Clery. Ia mengepal geram, Darren keluar untuk memberi pelajaran pada Winda, karena bukti juga sudah ada.
Amira melihat Darren pergi meinggalkan ruangannya.Ia berdecak kesal karena baru saja ia selesai membuatkan kopi pesanannya. Tapi Darren malah pergi dan tidak meminta maaf padanya atau sekedar memberitahu. Amira menaruh kopi itu di mejanya dan langsung melanjutkan pekerjaanya.
"Dasar Bos tidak punya perasaan, padahal aku luangkan waktu buat bikin kopi dan menunda pekerjaanku yang banyak ini," gerutu Amira.
OB datang, Amira pun menyuruh membawa kopi yang di buatnya.
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA DUKUNGANNYA BUAT AUTHOR.
HADIAH
LIKE
KOMEN
__ADS_1
VOTE.