
Pagi hari di rumah, Clara langsung bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit. Clery ikut bangun pagi-pagi juga karna memang mau mengantar Clara.
Mobil Clery sudah di bawa semalam, jadi sekarang mereka pergi pake mobil. Clara terlihat cemas sekali pagi ini, Ia tidak begitu nyenyak akan tidurnya. Di pikirannya hanya ada Rey, bayangan saat kejadian itu membuat Clara merasa ketakutan.
"Kak apa Rey sekarang sudah sadar beluma ya?" ucap Clara yang terlihat cemas.
"Kamu jangan khawatir di rumah sakit ada Om sama Tante yang menjaga Rey, mudah-mudahan Rey sudah sadar hari ini." jawab Clery menenangkan Clara.
"Andai aku bisa menolong waktu, mungkin Rey sekarang tidak berbaring di rumah sakit." ucapan Clara seolah-olah menyalahkan dirinya sendiri.
"Kamu tidak boleh berucap begitu Ra, itu bukan salah kamu kok, ini kecelakaan" terang Clery sambil menyetir mobil dan sesekali melirik wajah adik kembar-nya itu.
Clara POV🌾
Pagi ini, Aku pergi ke rumah sakit, untuk menjenguk suami ku Rey. Semalaman aku tidak begitu nyenyak tidur, pikiran ku hanya tertuju sama Rey, yang sekarang lagi terbaring lemah di rumah sakit.
Sekarang Aku sama Kakak ku lagi di perjalanan menuju ke rumah sakit. Rasanya sudah tidak sabar untuk bertemu suami ku, Ku harap dia sudah siuman supaya aku melihat wajah segar-nya sekarang.
Sebelum kami masuk ke dalam, Aku tidak lupa untuk membawakan makanan, untuk sarapan kedua mertua ku.
Mungkin mereka sekarang sudah bangun, ku harap mereka belum membeli makanan, karna aku sudah membawakan sarapan pagi untuk mereka.
Langkah kaki ku menuju ruang rawat inap Rey, ku buka pintu kamar-nya, terlihat wajah lesu dari kedua mertua ku. Aku merasa kasian pada mereka, semalaman tidur di rumah sakit untuk menemani suami-nya.
Terlihat wajah mertua ku, tersenyum ke arah ku, Ia langsung menyuruh ku duduk di sebelah-nya. Ku coba beranikan diri untuk menyuruh mereka sarapan pagi.
"Mah, Pah, pasti kalian belum sarapan pagi?Aku sudah membeli nasi uduk buat kalian sarapan, ku harapan Papah sama Mamah mau memakan-nya?" ucap Clara sambil menaruh nasi uduk itu di meja.
"Kamu perhatian sekali sayang, kebetulan mamah Belum sarapan. Makanan yang di bawa Clara langsung di santap oleh kedua Mertua-nya.
Akhirnya Clara duduk di pinggir ranjang tidur Rey, ia terus memperhatikan wajah-nya. Saat ini terlihat sangat pucat sama seperti semalam.
Kedua mertuanya akhirnya pamit pulang, sekarang tinggal Clara dan Clery yang tinggal di ruangan itu.
__ADS_1
Clery tiduran lagi di sofa, Ia merasa sangat ngantuk. Clara hanya tersenyum melihat tingkah konyol Kakak-nya itu.
Clara mencoba memegang tangan Rey, ia tak kuasa membendung air mata yang akan terjatuh. Hati-nya sangat sedih melihat Rey yang berbaring lemah.
Tiba-tiba tangan Rey bergerak, Clara kaget dan langsung mengusap air matanya. Kurasa ia harus memanggil sang dokter. Clara langsung menekan tombol untuk memberitahu dokter.
Rey membuka mata-nya, terdapat wajah cantik Clara yang pertama kali ia lihat. Hatinya sangat senang istrinya yang ada di sisi-nya saat ini.
"Kamu kenapa menangis sayang?" ucapan Rey mengagetkan Clara.
"Sayang kamu, sudah sadar, sebentar lagi dokter akan segera memeriksa mu" jawab Clara lembut dan mengelus kepala suaminya itu.
Beberapa menit kemudian dokter telah tiba di ruangan, Ia langsung memeriksa kondisi Rey. Clara hanya terdiam melihat sang dokter yang sedang memeriksa kondisi suaminya.
"Alhamdulillah saat ini, pasien sudah pulih, tapi untuk luka di perut-nya belum pulih betul, ia harus di rawat beberapa hari untuk kesembuhan-nya." ucap sang dokter sambil tersenyum ke arah Clara.
Di sisi lain dokter tersenyum, melirik ke arah Clery yang sedang tidur di sofa.
"Ia dok, kami adik dan kakak" ucap Clara sambil melirik ke arah Clery.
"Maaf ya dok, Kakak saya tidur di sini, mungkin Ia lelah dan masih ngantuk" jawab Clara kikuk.
"Tidak apa-apa, kok kalau mau tidur di sini, saya pamit dulu ya? oh ia, titip salam kepada Kakak-mu?" ucap sang dokter membuat Clara merasa kaget atas ucapan-nya.
Dokter pun berlalu pergi, Clara masih bengong mencerna ucapan sang dokter.
"Apa dokter suka sama kak, Clery" ucap Clara pelan.
Tidak di sangka Rey sedang memperhatikan Clara, Ia berdehem, dan membuat Clara kaget di buat-nya
"Ekhemm..., kamu kok melamun sih sayang, sini dong? kamu lagi mikirin ucapan dokter tadi ya? untung dia bukan sama kamu naksirnya, kalau sama kamu awas saja, aku tonjok tu dokter sekarang juga? ucapan Rey membuat Clara menohok.
"Kamu gak, boleh ngomong gitu Rey, Dia kan sudah menolong kamu?" ucap Clara sambil duduk di sebelah Rey.
__ADS_1
"Ia, sayang he...he.." ucap Rey terkekeh pelan sambil menahan perut-nya yang sakit.
"Kamu, gimana sekarang? maafkan aku sayang, saat kamu lagi di kroyok kemaren, aku tidak bisa menolong mu." ucap Clara sambil menundukan kepalanya.
"Kamu gak boleh bicara seperti itu! semua ini bukan karna kamu, tapi karna kedua orang itu, siapa ya mereka, harus segera aku selidiki" ucap Rey sambil meraih tangan Clara.
Clery terbangun dari tidur-nya, ia langsung melihat pemandangan yang membuat ia berdehem. Clara dan Rey lagi saling memegang tangan satu sama lain.
"Ekhem..., duh sosweat banget sih kalian itu, gue jadi iri deh, he..he..?" ucapan Clery membuat Clara kaget.
"Kapan kakak bangun?" ucap Clara malu.
"Baru saja Kakak bangun" ucap Clery sembari cengir kuda.
"Clery, ada yang suka tuh sama Lo, dia ganteng banget Lo, pas tadi pagi dia melihat Lo lagi tidur di sofa, tiba-tiba ia langsung menitipkan sebuah ucapan kata ( salam ) buat Lo." terang Rey panjang lebar ke arah Clery.
Tampak wajah bingung, dengan wajah kusut-nya, Clery berpikir siapa orang itu.
"Siapa, Lo lagi sakit saja masih sempet-sempet-nya Lo, kibulin gue, huuuhhh" jawab Clara sambil memutar bola matanya malas. Dan menghempaskan badan-nya lagi ke sofa.
"Kak, yang di ucapkan Rey bener kok, dia adalah dokter yang tadi memeriksa Rey, wajahnya ganteng Lo kak, pasti Kakak suka juga kalau melihat dia." Jawab Clara membuat Clery menohok tidak percaya.
"Duhh, aib gue terbongkar sudah! ngapain juga tadi gue tidur di sini, ini sangat memalukan muka gue yang lagi tidur, di lihat sama orang ganteng" ucapan Clery membuat Clara tertawa geli.
"Sudah sana Lo, pergi ke kamar mandi, bersihkan muka Lo yang ada iler-nya?" ucap Rey membuat Clery langsung pergi ke kamar mandi sambil membekap mulut-nya pake tangan.
"Aduh, hancur sudah kecantikan gue ternodai sama iler gue" ucap Clery sambil melangkah pergi ke kamar mandi.
Rey dan Clara tertawa melihat tingkah konyol Clery.
"Kakak kamu sangat aneh sayang?" ucap Rey sambil menahan tawanya dan melirik ke wajah Clara.
"Aku juga tidak tau Rey" ucap Clery polos, padahal ucapan Rey cuma lelucon untuk Clery.
__ADS_1