Dendam Salah Alamat

Dendam Salah Alamat
Tusukan


__ADS_3

seperti janji-nya, Kevin langsung menemui Clery di restoran yang sering mereka bertemu. Kevin langsung masuk ke dalam mobil membawa wajah kusut-nya. Hari ini memang Kevin lagi bermalas-malasan di rumah-nya, Tapi malah di ganggu Clery untuk bertemu dengan-nya di restoran.


Clery sudah sampai dan langsung memesan minuman supaya tidak terlalu kosong di meja-nya. Ia celingukan ke sana kemari, tapi belum mendapatkan wajah Kevin. Ia berpikir Kevin tidak akan menemui-nya. Segeralah ia bangkit dari duduk-nya. Tak di sangka Kevin sudah ada berdiri di hadapan-nya.


Clery memasang muka kaget, saat tau Kevin sudah berdiri tegap di hadapan-nya.


"Lo, kayak hantu Vin, gue jadi kaget" ucapan Clery sontak mengagetkan Kevin atas ucapan-nya.


"Apaan sih Lo, gue baru datang juga! cepetan Lo mau ngomong apa sama gue, hari ini gue lagi bermalas-malasan di rumah tapi malah Lo ganggu, semuanya jadi kacau." ucap Kevin sambil mengambil duduk-nya, dan membuat Clery merasa bersalah.


Kevin sekarang berhadapan sama Clery, Ia langsung memanggil karyawan yang bertugas di sana dan langsung memesan jus.


"Vin, Lo marah ya sama gue?" ucapan Clery membuat Kevin melirik-nya.


"Gak marah kok, cuma kesel doang!" ucap Kevin singkat.


"Ah Lo, menyebalkan banget si Vin, gue mau minta bantuan sama Lo" ucap Clery pura-pura menangis di hadapan Kevin.


Sontak Kevin pun merasa bersalah sudah bersikap jutek sama Clery.


"Kok nangis si Ra? gue minta maaf deh, tapi Lo jangan nangis?" ucap Kevin sambil menenangkan Clery yang sedang menangis.


"Sebener-nya gue mau minta bantuan sama Lo, tapi gue takut Lo gak mau nolongin gue? jawab Clery sambil terisak, memelas.


"Lo, mau minta bantuan apa sama gue, ya udah gue mau kok bantu Lo" sontak saja ucapan Kevin membuat Clery berhenti dari tangisan-nya itu.


"Akhirnya gue berhasil nih kibulin Lo Vin" ucap Clara dalam hati sambil tersenyum geli.


"Gini, Vin, Papah gue maksa gue bawa calon mantu-nya akhir-akhir ini Vin, kalau enggak gue mau di jodohin sama om-om beranak 5 Vin" terang Clara membuat Kevin kaget. Ia yang sedang meminum jus-nya langsung tersedak-sedak.


"Apa Lo, becanda Clery? huuhh hidup Lo, sedih amat sih jadi orang! ya udah gue mau nolongin Lo, dari pada gue gak punya kerjaan" tapi Lo harus bayar gue oke?" jawab Kevin santai dan lanjut meminum jus-nya.


Clery bersorak gembira dalam hati-nya, Ia berhasil berakting pura-pura sedih.


"Waahh....., terima kasih banget Lo emang temen gue yang paling baik deh di dunia ini, hee...hee.." ucap Clery reflek memeluk Kevin saat itu juga, pandangan mereka beradu satu sama lain.


"Maaf gue reflek meluk Lo Vin" ucap Clery mundur dari hadapan Kevin.

__ADS_1


"Gak, Papa kok, emang gue ganteng sih, jadi bebas Lo peluk-peluk gue" jawab Kevin sambil tersenyum ke arah Clery.


"ihhh...., pede banget si Lo jadi orang!" terang Clery sambil berdecak kesal ke arah Kevin.


Akhirnya mereka melanjutkan ngobrol, di temani jus mereka. Clery senang karna sudah mendapatkan pacar pura-pura-nya untuk di bawa ke hadapan Papa-nya nanti.


🌸🌸🌸


Saat ini, Clara sedang asyik merapihkan baju dari koper milik-nya. Rey terus memperhatikan Clara, pandangan-nya tidak mau lepas dari wajah Clara.


Rey reflek memeluk tubuh Clara yang sedang sibuk merapihkan baju. Clara langsung merasa kaget ada tangan yang melingkari tubuh-nya dari belakang.


"Rey lepasin aku sedang beresin pakaian?" ucap Clara sambil berusaha melepaskan lingkaran tangan Rey.


"Dari tadi kamu sibuk terus aku jadi bete, mana besok aku harus brangkat ke kantor, jadi hari ini kita jalan-jalan yu, biarkan saja pakaian ini Bibi yang beresin oke" ucap Rey sambil mencium Pipi Clara.


Jantung Clara berdegup kencang, ia merasa heran saat berada di dekat Rey, jantung-nya sungguh tidak bisa Ia kontrol.


"Hmm..., baiklah, kamu mau kita jalan-jalan ke mana?" ucapan Clara sontak saja membuat Rey gembira dan langsung mencium Clara bertubi-tubi.


"Iiiihh...., Kamu genit banget sih Rey" Clara langsung merah merona di Bagian Pipi-nya.


Akhirnya mereka pamit untuk jalan-jalan keluar rumah, Mamah Rey sangat senang, kebahagiaan anak-nya telah kembali lagi. Terlintas di pikiran mamah Rey saat ini. Ia terpikiran Dewi, bagaimana anak-nya nanti menghadapai liku-liku masalah di dalam rumah tangga-nya.


"Mamah takut, Clara ninggalin kamu lagi sayang, apalagi kalau misal Clara sudah ingat semuanya! itu yang mamah cemaskan. Apakah Clara akan memaafkan kamu dan meninggalkan kamu lagi nak." ucap mamah Rey sambil terus melihat Rey, Clara beranjak ke dalam mobil.


Tidak terasa air mata-nya mentetes, Ia takut Clara jika ingatan-nya sudah kembali, apa dia akan memaafkan-nya dan akan membenci-nya? mamah Rey sangat takut akan hal itu, ia cuma bisa berdoa semoga Clara memaafkan segala kesalahan-nya waktu itu.


🌸🌸🌸


Di mobil Clara terdiam, Ia enggan untuk membuka suara duluan sebelum Rey, Terdengar deheman Rey membuat Clara tersadar dari lamunan-nya.


"Eheemmm..., Kamu kok diam saja sih sayang? tanya Rey sambil memegang tangan Clara dan langsung mencium-nya.


"Tidak Rey, aku hanya bingung mau ngobrol apa sama kamu?" ucapan Clara membuat Rey terkekeh, sambil mencubit pelan Pipi Clara.


"Kamu, kok lucu banget sih sayang, ya udah kita mau ke mana hari ini?" tanya Rey sambil terus menyetir Mobil-nya.

__ADS_1


"Ke Taman bunga saja deh Rey, aku suka banget taman bunga? ucapan Clara langsung di angguki Rey, saat itu juga Rey langsung memarkirkan mobil-nya di parkiran taman.


Seseorang terus memperhatikan gerak-gerik Clara dan juga Rey. Dua orang pria itu langsung turun dari mobil-nya sambil memasang masker andalan-nya.


"Kamu senang-kan sayang di ajak ke sini? ucap Rey sambil merangkul tubuh Clara sambil berjalan.


Clara hanya bisa terdiam tidak protes, Ia langsung tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Mungkin bagi Rey, ini bisa mengingatkan kembali ingatan Clara.


Karna Rey tau Clara suka banget sama taman, apalagi kalau melihat anak kecil.


langkah kaki mereka langsung terhenti, Clara mengajak Rey duduk di bangku dekat lampu taman.


Mereka duduk, sambil terus memperhatikan bunga-bunga yang berwarna warni, Clara terlihat sangat senang di ajak ke taman bunga ini.


"Terima kasih ya Rey, aku senang banget sama taman bunga ini, apa kita sebelum-nya pernah kesini?" tanya Clara sambil melirik ke arah Rey.


"Ia sayang, eh kamu jangan panggil aku Rey dong, gak romantis banget!" ucap Rey sambil memeluk Clara.


"Terus aku harus panggil kamu apa? tanya Clara membuat Rey antusias menjawab-nya.


"Panggil saja sayang, biar kita sama, aku panggil kamu sayang, dan kamu juga sama." jawab Rey sambil tersenyum lebar ke arah Clara.


"Boleh juga, ya udah sekarang aku panggil sayang sama kamu" ucap Clara tersenyum, ia merasa nyaman di dekat Rey, tubuh Rey sangat wangi membuat Clara betah di peluk-peluk Rey.


Mereka akhirnya bangkit dari duduk-nya itu, tangan mereka terus bergandengan kayak perangko yang tidak mau lepas.


"Sayang kita makan yu, aku sangat lapar?" ucap Rey sambil terus berjalan.


"Ya udah, aku juga merasa lapar saat ini" jawab Clara membuat Rey sangat senang mendengar-nya.


Mereka langsung menuju parkiran mobil untuk beranjak pergi dar taman.


Dua orang pria itu, langsung saja menerkam Rey dan berhasil menusuk bagian perut, Ia tak sempat melawan karena dua pria itu sangat cerdik dengan aksi-nya itu.


Clara yang melihat kejadian itu langsung menjerit meminta pertolongan kepada orang-orang yang berada di sekitar taman.


Clara juga sempat di hempaskan sama kedua pria misterius itu. Tapi untung Clara tidak kenapa-napa, hanya benturan badan-nya mengenai mobil.

__ADS_1


__ADS_2