
Seminggu telah berlalu.
Surya kini sedang memandangi istrinya yang tengah menenangkan Baby Zi yang sedari tadi menangis.
Surya langsung menidurkan Baby Zo yang kini tengah tertidur di pangkuannya. Setelah bersusah payah Clara menenangkan Buah hatinya, kini Baby Zi sudah tidur pulas di pangkuannya. Perlahan dirinya menidurkan ke atas kasur, terlihat wajah hati-hati dari Clara yang kini sedang menyimpan Baby Zi ke atas kasur yang sangat empuk bila bayi tertidur di atasnya.
"Sayang, sekarang kita tidur. Kasian sekali dari tadi kamu cape mengurus mereka berdua. Kalau misal ada waktu senggang kita liburan buat lepasin penat yang ada di kepala kita." Usul Surya sambil memeluk tubuh istrinya, yang semakin hari, semakin cantik saja di matanya.
"Hhmmm, boleh juga, idenya. Tapi kamu jangan terlalu memikirkanku, lihatlah dirimu, akhir-akhir ini selalu sibuk di kantor. Jaga kondisi badanmu sayang, aku tidak mau kamu sakit hanya karena mengurus kerjaan yang kian hari semakin banyak." Ujar Clara sambil memeluk kembali pelukan suaminya.
"Baiklah istriku, kamu juga jaga kesehatan, walaupun kita menyewa pengasuh untuk anak kita. Tapi tetap saja kamu juga sibuk mengurusnya, aku tidak mau kamu kecapean. Jaga selalu kesehatanmu sayang." Kecupan mendarat di kening istrinya.
"Terima kasih sudah menyayangiku, aku selalu mencintaimu suamiku. Kau tau rasa rindu ini selalu bertambah untukmu, aku ingin kamu selalu percaya padaku Honey." Ucap Clara menyusupkan kepala di leher suaminya.
"Kau ini, aku selalu percaya padamu. Cintaku padamu tidak pernah padam," seru surya sambil mengelus kepala istrinya.
"Oh iya, besok jenguk David di rumah sakit, aku belum siap menemuinya." Ujar Surya.
"Baik Honey, nanti besok kita jenguk dia. Kasian banget David sakit parah." Ucap Clara sedih mendengar kabar David.
🌾🌾🌾
Di rumah Rey.
Setelah mereka sembuh, Clery kini sedang menunggu Rey pulang dari kantornya. Mengingat hal tadi pagi, membuat Clery merasa sedih. Rey dingin dan juga tidak peduli sama Clery. Pulang juga selalu malam, bahkan Clery setia menunggunya di sofa bawah, hanya untuk menyambut Rey datang dari kantor.
Tapi ini sudah sangat larut malam, Rey belum pulang juga, membuat hati Clery cemas dan juga kesal. Mungkin Rey sedang lembur pikirnya sambil membaringkan badannya di atas sofa empuk yang terletak di lantai bawah.
Baby sisternya selalu mengingatkan Clery untuk tidur di kamar. Namun Clery bersikeras untuk menunggu suaminya itu pulang.
Subuh telah tiba.
Rey, masih belum pulang, Clery tersadar dirinya masih berada di ruang bawah dan tertidur semalaman di sofa. Pikir Clery mungkin Rey sudah ada di kamarnya sedang tertidur. Namun hal itu tidak terjadi, dirinya melihat kamarnya masih kosong, tempat tidur masih seperti semula tidak ada tanda-tanda Rey sudah berada di kamar.
"Kamu jahat Rey." Ucap Clery meneteskan air matanya.
__ADS_1
Clery langsung bergegas untuk pergi ke rumah orang tuanya, bukan maksud lari dari kenyataan. Tapi untuk memberi pelajaran untuk suaminya itu, yang kini tidak menghargai perasaan istrinya.
Clery melihat ponselnya, namun sama sepi tidak ada tanda kabar dari Rey.
Jam 7 pagi.
Clery sudah mengemas semua perlengkapan Baby Twins Girls-nya. Baby sisternya juga sudah siap berangkat pergi ke rumah Mamah Shiren.
Clery sudah bulat, ia tidak akan memberi kabar pada Rey saat ini. Ini adalah hukuman untuknya.
🌾🌾🌾
Rey terbangun, ia sedang berada di rumahnya. Ya memang, Rey semalam sengaja tidak pulang ke rumahnya, karena ia sangat malas untuk bertemu Clery.
Mamah Rey marah, karena Rey sangat egois. Dirinya tidak memikirkan perasaan Clery saat ini.
"Rey bangun. Kamu sudah punya Istri dan Anak, kenapa kamu masih seperti bocah haahh. Pantas saja Clara tidak mau balikan lagi sama kamu, karena sipat kamu seperti anak kecil yang tidak memperdulikan pasangannya. Jangan salahkan Mamah bila nanti Clery pergi dan bersanding dengan yang lain. Kamu akan menyesal seumur hidup kamu Rey, jangan bikin masalah seperti dulu lagi. Mamah takut Clery seperti Clara yang bisa mencari kenyamanan di hatinya. Clery juga bisa saja mencari Pria yang bisa membuat dirinya nyaman berada di sampingnya." Terang Mamah Rey menceramahinya di pagi hari.
Kesadaran Rey masih setengah, tapi setelah ia mendengarkan ceramah yang terlontar dari mulut Orangtunya. Membuat ia langsung membulatkan matanya.
Tak berselang lama, Mamah Rey mendapat notip pesan dari Mamah Shiren.
"Assalamuaalaikum, aku harap Mamah Rey sehat selalu ya. Dan ada yang ingin saya sampaikan, mungkin berat saya ucapkan. Tapi ini harus saya ucapkan juga dan tidak baik untuk saya pendam. Sebaiknya Rey harus benahi dirinya, jangan semena-mena memperlakukan anak saya. Dia juga punya hati apalagi sekarang Rey sudah punya istri dan anak. Mau di bawa ke mana hubungan Clery dan Rey, saya heran sama Rey. Dia memperlakukan Clery semaunya dia. Setelah dia punya keturunan. Kenapa Rey malah tidak peduli sama anak dan istrinya. Jangan menyesal bila suatu saat Clery menggugat Rey cerai."
Mamah Shiren.
Deeeegg...
Mamah Rey tersentuh hatinya dan merasa malu atas sikap Rey yang memperlakukan Clery.
"Mamah ingatkan kamu Rey, kesempatan hanya satu lagi. Bila kamu memang menyayangi istrimu jemput dia, Sebelum orang lain yang menjemput hatinya. Jangan salahkan Mamah dan jangan minta bantuan pada Mamah." Terang Mamah Rey Marah, dan langsung meninggalkan Rey.
Langkah gontay Mamah Rey menuju meja makan untuk sarapan pagi. Ia tidak tau harus membalas pesan ini bagaimana, sedangkan dirinya sudah sangat kesal memberitahu anaknya itu.
Dirinya mendesah kesal sambil memandang ponselnya yang ia letakan di atas meja makan. Ia malu, atas Prilaku anaknya.
__ADS_1
"Rey sudah sangat keterlaluan, bagaiman pun dia pasti mencintai Clery. Namun ia tidak menyadarinya." Ucap Mamah Rey
🌾🌾🌾
Di rumah Clery.
Clery harap, Rey bisa berubah setelah dirinya meninggalkan dia sendiri di rumahnya.
Tindakan ini memang ceroboh baginya, tapi apa boleh buat. Membuat Rey menyesal karena telah menyia-nyiakan dirinya.
Dan Clery pun berinisitip untuk membiarkan Rey mengejarnya, tapi ia juga takut Rey malah mengacuhkan dirinya untuk tindakan konyolnya ini.
"Biarkan dia merasakan apa yang aku rasakan saat ini. Dasar pria. Brengsek, bisa-bisanya aku terjebak cintamu Rey, untung saja Clara melepaskanmu, tapi tidak untung buat aku yang masuk ke dalam cintanya. Ini sangat menyebalkan." Ucap Clery sambil terus memandangi buah hatinya.
Mamah Shiren datang menyambut kedua Cucunya yang kini tengah berada di rumahnya.
"Kamu sabar, nanti juga Rey pasti ke sini menjemput kamu," Seru Mamah shiren.
"Aku tidak mau mah, biarkan saja dia sendirian akan buat dia gila setengah mati, kesal aku padanya. Sudah punya anak tingkahnya seperti bocah, dia tidak menghargai Clery Mah." Ujar Clery memasang wajahnya kesal.
Mamah Shiren hanya terdiam mendengar ocehan anaknya. Namun apa boleh buat, mungkin ini akan menjadi pelajaran untuk Rey, biar tidak seenak jidat memperlakukan anaknya.
"Mah, panggil Kevin ke sini, aku mau dia membantuku." Ujarnya sambil mengecup kedua Twins Girls.
Hobah, selamat kepada pemenang yang telah menerima hadiah pulsa.
Inbok ya di FB-ku. Naura Shafa mahbubbah.
Juara 1. Fatimah pulsa sebesar 25.000
Juara 2. Anisa Nurut Putri 20.000
Juara 3. Mende nuryanti 15.000
__ADS_1
Nantikan bakalan ada hadiah dari aku lagi.