Dendam Salah Alamat

Dendam Salah Alamat
Happy Ending Season2


__ADS_3

Mereka sudah tiba di rumah sakit, terlihat Pak Polisi Juga ada termasuk polisi wanita itu. Clara langsung menghampirinya dan di peluk oleh polisi wanita.


Clara menangis dan menanyakan apa yang terjadi, polwan itu hanya diam dan tidak kuasa memberitahukan semuanya.


Dokter keluar dan langsung menanyakan keluarganya, Darren dan Clara menghampirinya. Terlihat Dokter menghembuskan nafasnya berat, Clara dan Darren cemas.


"Maaf, saya tidak bisa menolong Orangtua kalian," ucapnya berat.


Bagai di sambar petir siang bolong, ucapan itu begitu menusuk relung hati keduanya. Clara jatuh dan langsung menangis, seketika hatinya hancur.


Darren berpikir, pertemuannya tadi awal dan akhirnya setelah sekian lama mereka tidak saling menatap wajah.


Semuanya masuk keruangan, terlihat jenazah Mamah Shiren sudah di tutupi kain putih. Clara memeluk dan mencium semua wajah Mamahnya itu.


"Tolong, Mamah bangun, jangan tinggalkan Clara sendiri di sini," ucapnya sambil mencium semua wajah Mamahnya.


Surya juga ikut meneteskan air matanya, tidak kuasa melihat istrinya hancur dan melihat jenazah Mertuanya itu.


"Maafkan Darren Mah, menyesal memang selalu akhir, Darren sayang Mamah," ucap Darren memeluk tubuh Mamah Shiren.


Semua tidak menyangka bahwa selama ini, Mamah Shiren menderita penyakit yang sama. Surya tidak habis pikir, mungkin karena Mamah Shiren stres, jadi gampang sakit dan penyakitnya pun datang lagi.


Ini sudah takdir Mamah Shiren, semua sudah berakhir. Mamah Shiren sudah benar-benar sadar, merasakan kasih sayang Clara kepada dirinya membuat ia semangat hidup.


Clara sering menjenguknya, membawakan makanan kesukaan Mamah Shiren, begitu juga kedua Cucunya sangat akrab.


Tapi Clery, ia masih acuh, hingga Mamah Shiren menyesali semuanya. Kasih sayang yang di berikan kepada Clery sia-sia, dan yang lebih menyayanginya hanyalah anak yang ia buang dan di bencinya.


Semua sudah keluar, karena Mamah Shiren akan di mandikan. Setelah itu, Darren menghubungi Clery untuk segera pulang.


Clara di hampiri oleh Darren yang kini sedang duduk bersama polwan Susanti. Sedangkan Surya, sedang mengurus semua administrasi dan surat kematian mertuanya.


"Surat untukmu dari Mamah, sebelum Kakak ke acara ulang tahun Zaki dan Zico. Dia menitipkan Surat ini untukmu, mungkin dia sudah ada firasat akan pergi." Ucapnya sambil menyerahkan secarik kertas.


Clara membukanya secara perlahan, di hatinya sangat pedih dan tidak bisa ia bayangkan. Sebegitu menderitanya Mamahnya yang sakit keras di dalam sel, dan hanya berobat biasa saja.


Padahal setiap kali bertemu, Mamah Shiren terlihat sangat sehat, mungkin tidak ia tunjukan, karena waktu kunjungan juga tidaklah lama.

__ADS_1


Surat itu Clara buka sambil menangis, di temani Polisi wanita itu.


"Assalamualaikum, sayangku. Maafkan Mamah yang penuh dosa padamu. Maafkan Mamah Sekali lagi, Selamat, ulang tahun Zaki dan Zico.


Semoga mereka sehat selalu dan di berikan Rizky yang mengalir. Nenek sangat menyayangi kalian. Satu hal lagi, maafkan Nenekmu ini, tidak bisa memberikan kado yang bagus dan mahal untuk kalian. Clara, terima kasih sudah menerima Mamah kembali, Mamah sangat menyesal, dan asal kamu tau. Mamah menyayangimu sangat menyayangi, ini adalah ucapan terakhir Mamah untukmu sayangku maafkan Mamah. Tidak henti-hentinya Mamah meminta maaf, karena kesalahan itu selalu menghantui pikiran Mamah. I love you Clara, anakku sayang Mamah pasti merindukan kalian, selamat tinggal."


Mamah Shiren.


Tangisan Clara pecah, sambil memeluk secarik kertas itu. Polisi wanita itu juga meminta maaf karena tidak bisa memberitahu semua keluh kesah Mamah Shiren.


"Mamah begitu cepat meninggalkan kita di sini, Clara sangat menyayangi Mamah," tuturnya sambil di peluk Polisi wanita itu.


Tiga jam telah berlalu.


Jenazah sudah di sembayangkan, kini tinggal ke makam, untuk di kebumikan. Sayangnya Clery tidak ada dan tidak melihat Mamahnya untuk trakhir kalinya.


Mungkin Clery akan sangat menyesal seumur hidupnya. Dirinya tidak seperti Clara, selalu ada di samping Mamahnya, walaupun mereka terpisah. Tapi Clara selalu berusaha menjenguk Mamahnya itu.


Darren dan Surya turun ke liang lahat, Darren juga yang mengadzan-kan terakhir untuk Mamahnya. Tetesan air mata mengalir deras dari pelupuk mata Darren.


Setelah semua selesai, kini mereka menabur bunga di atas kuburan Mamah Shiren. Nisan itu saksi bahwa Mamah Shiren sudah meninggal dunia.


Darren menangis terus dan memeluk mencium nisan yang bertulisan nama Mamahnya. Makam Mamah Shiren berendengan dengan Nenek Sukma, dan juga Suami Nenek Sukma. Setelah itu, di sambung Makam Dewi di sebelahnya Makam Darren.


Clara sengaja makam Mereka berdekatan, agar tidak ke sana ke mari saat dirinya ziarah.


Ibu Farrah juga merasa kehilangan dan merasa sedih, Zico dan Zaki juga meraung menangis melihat Neneknya di kubur dan di tiban tanah.


Clara menabur Bunga di atas kuburan Mamahnya dan mencium nisannya.


"Berbahagialah Mah, doa Clara selalu ada buat Mamah, Clara sayang sama Mamah," ucapnya sambil di rangkul oleh Surya.


Tidak terasa bulir air mata juga mengalir di pelupuk mata Surya. Amira yang hadir juga di acara pemakaman Mamah Shiren merasa sangat sedih, walaupun ia tidak mengenalnya.


Darren juga terlihat sangat terpukul, Amira berusaha menenangkan Bos dinginnya itu, baru pertama kalinya Amira melihat Darren sebegitu sedihnya.


Setelah acara sudah selesai dan tabur bunga juga sudah selesai, mereka pergi meninggalkan kuburan Mamah Shiren.

__ADS_1


Satu jam telah berlalu.


Clara berada di kamarnya, ia sedang mengelus kedua anaknya yang kini sudah tertidur pulas. Habis Maghrib acara tahlilan akan di adakan.


Clara masih tidak percaya begitu cepat ia mengambil orang yang Clara sangat di sayangnya.


Surya datang menghampirinya, dan langsung memeluk dan mencium kening istrinya.


"Sabar sayang, Mamah sudah tenang di alam sana. Kita doakan semoga Mamah di ampuni segala dosanya dan di terima iman Islamnya. Jangan menangis, Mamah sangat sedih melihat putrinya begini terus." Ucap Surya memeluk istrinya.


Ibu Farrah sedang sibuk menyiapkan untuk acara tahlil Almarhum besannya itu, terlihat juga Amira ada di sana membantu Ibu Farrah.


Darren masih terpukul dan menyendiri di taman belakang sambil memandang terus photo Mamah Shiren.


"Mamah sangat kuat, dia begitu hebat, tapi kenapa dia menyembunyikan semua rasa sakitnya," ucap Clara sambil terus menangis.


"Sekarang Mamah tidak merasakan sakit lagi, kamu harus ikhlas dan menerima kenyataan ini," sahutnya sambil mengelus kepala istrinya itu.


"Iya sayang, mungkin ini sudah jalannya, Mamah pasti bahagia di surganya Allah, semoga acara tahlil Mamah lancar malam ini," ucapnya.


Mereka berpelukan melepaskan kesedihan yang ada di benaknya.


Amira hanya melihat Darren sedang merenung di taman, tapi ia enggan untuk menghampirinya. Baginya itu sangat lancang bawahan kepada atasannya.


Sesalah-salahnya Orangtua, sebagai anak wajib memaafkan semua kesalahannya. Ikhlaskan semua masalah yang menimpa kita, agar hati selalu tenang dan maafkanlah bila ingin hidupmu penuh damai.


Jadilah anak yang berbakti kepada orangtua, tidak perlu harta atau pun uang yang kita berikan kepada mereka. Cukup berikan kasih sayang dan memaafkan semua kesalahannya yang telah mereka perbuat.


Menyesal memang selalu akhir, tapi tidak ada kata terlambat untuk bertaubat dan meminta maaf.


TAMAT


#Terima kasih yang sudah membaca sampai cerita ini tamat. Dan ini novel pertamaku, jangan unfavorite yah, nanti akan ada info dari novel ini, termasuk pemenang hadiah di akhir bulan. Maafkan karena masih ada typonya juga hehehe.


Jangan lupa dukungannya, hadiah, like, komen dan vote.


Mampir juga di novel kedua dan ketigaku.

__ADS_1


__ADS_2