
Melihat kondisi Rey sudah mulai membaik. Clara langsung menyuruh Clery untuk menghubungi Mertuanya, supaya mereka tenang mendengar kondisi Rey.
"Kak, hubungi Mamah mertuaku, bisakan? kasih tau mereka Rey sudah sadar, dan kondisinya cukup baik." ucap Clara sambil memohon di depan Clery.
"Baiklah, Kakak, akan kasih tau mereka, kamu tenang saja ya, tidak usah khawatir." Ucap Clery sambil mengelus pundak adik-nya.
Clery mengambil ponsel miliknya di dalam saku celana, ia langsung menghubungi mertua adiknya.
Di sisi lain Clara sedang menyuapi Rey makan bubur yang sudah di sediakan dari rumah sakit. Rey tampak terlihat bahagia, Ia terus memandangi wajah istrinya itu, hingga membuat Clara malu di buatnya.
"Kamu jangan liatin aku dong, aku jadi malu" ucap Clara, dan terlihat sekali Pipi tirusnya merah merona.
"Biarin dong, kamu tuh vitamin buat aku?" jawab Rey sambil mencubit Pipi merah Clara.
Akhirnya Clara beres menyuapi suaminya itu, dan langsung melangkah pergi ke kamar mandi. Ia memandang wajahnya yang tampak merah di bagian Pipinya.
"Kok, aku jadi baper kayak gini sih" ucap Clara langsung mengambil air dan mencuci wajah dengan air kran.
Tak berselang lama, Kevin datang, menjenguk Rey, Ia terlihat sangat berbinar terlihat dari wajah cerianya.
"Waah, sahabat gue akhirnya sadar juga sekarang! gimana bro sakit gak?" ucap Kevin dan langsung kena timpukan tangan Clery.
"Lo, dasar gak punya hati banget, yang namanya di tusuk ya pastinya sakit" ucap cleri sambil memasang wajah marah.
"Santai dong, gue cuma becanda" ucap Kevin langsung menghampiri Rey yang sedang berbaring.
"Terima kasih ya Vin, Lo sudah ke sini?" ucap Rey sambil menahan sakit di bagian perutnya.
"Kemaren juga gue ke sini Rey, dan gue juga sudah tau tentang Clara" ucap Kevin santai, sambil mengambil buah apel yang sudah tersedia di dekat ranjang tidur Rey.
Clery Kembali duduk di sofa dan langsung menyibukan dirinya fokus ke ponsel.
Clara kembali dari kamar mandi-nya, ia langsung duduk di bagian kanan Rey. Kevin cuma berdiam, tidak mengucapkan sepatah kata-pun kepada Clara. Karena ia tau Clara hilang ingatan.
"Andai Clara tidak hilang ingatan, mungkin gue sudah peluk dia saat kita berjumpa" gumam Kevin dalam hatinya.
Kevin langsung menyapa Clara, Ia hanya di balas senyuman kecil dari bibir manis Clara.
sungguh ini menyakitkan bagi dirinya.
🌸🌸🌸
__ADS_1
Mobil melaju sangat cepat, sorot mata fokus ke depan terlihat sekali tatapan tajam. Sesekali ia melirik hp yang ada di depannya.
"Kenapa? kemenangan selalu bertolak belakang sama gue?" ucap pria misterius itu, sambil memukul stir mobilnya.
Kini mobil hitam miliknya sudah terparkir di depan rumahnya. Ia langsung beranjak ke kamarnya, tangan mengepal, seperti akan memakan manusia dari raut wajahnya yang sangat menyeramkan.
"Nak, kamu kenapa? sudahi dendam yang kamu pendam. Ini tidak baik untuk kondisi kamu?" ucap wanita paruh baya menasehati.
"Tidak mah, ini belum berakhir!" ucap pria itu dan langsung masuk ke dalam kamar sambil membanting pintu yang cukup keras.
Wanita paruh baya itu langsung mengelus dadanya, ia sangat kaget melihat tingkah laku anaknya yang susah untuk di ingatkan.
Di kamar, pria itu langsung membanting pot bunga yang terletak di meja. Semua pecah berhamburan, Ia mengerang sorot matanya penuh kebencian.
"Gue gak, akan menyerah sebelum kamu mati Rey!" ucap tegas pria itu dan langsung meninju tembok ding-ding kamarnya.
🌸🌸🌸
Langkah kaki tergesa-gesa, ia sesekali meraba perutnya yang kian hari semakin membuncit. Perasaan-nya campur aduk, ia semakin tidak karuan setelah mengetahui Clara menemani calon suaminya.
Braakkk.....
"CLARA" teriak Dewi, sambil melotot ke arah Clara yang kini sedang asyik becanda sama Rey, Kevin dan juga Clery.
Betapa terkejut-nya semua yang ada di dalam ruang itu, termasuk Clara.
"APA-APAAN INI, CLARA ADA DUA!" teriak Dewi di ambang pintu.
Clara yang tidak mengenal Dewi, langsung gemetar mendengar ucapan wanita itu.
"Rey, siapa dia? kenapa dia marah-marah tidak jelas?" tanya Clara pada Rey.
Hati Rey berasa mau copot, ia tidak menyangka Dewi akan ke rumah sakit, ia pun heran kenapa, Dewi bisa tau, dirinya ada di rumah sakit. Ini sungguh menyebalkan untuk Rey bertemu Dewi, di waktu yang tidak tepat.
Rey hanya bisa berdiam tak bergeming sedikit-pun, Clara langsung bersembunyi di balik punggung Clery, tangannya mencekal bajunya, Ia sangat takut melihat amarah Dewi.
"Kamu wanita murahan, kenapa ada di sini? bukannya kamu mau bercerai sama suami kamu! yang kini akan menjadi ayah dari anakku?" ucap Dewi sambil meraba perutnya yang sudah agak membuncit.
Deeg....
Clara tidak mengerti apa yang di ucapkan Dewi, Kevin yang melihat Clara ketakutan langsung membawa keluar. begitu juga Clery ia ikut keluar juga.
__ADS_1
"Lo, urus Dewi biar gue bawa Clara dulu dari sini?" ucap Kevin sambil berlalu pergi.
Kevin tidak mau terjadi hal buruk kepada Clara, hingga ia langsung membawa keluar.
Hati Clara tidak karuan ia merasa ada yang aneh, yang ia tidak ketahui.
"Rey cuma mendengus kesal dan marah, tapi keadaan-nya sekarang lagi tidak stabil, jadi ia hanya bisa berdiam tidak membalas ucapan Dewi.
"Kamu, tega banget Rey sama aku? kamu tidak ingat sama anak kita yang ada di dalam perutku ini?" ucap Dewi sambil menangis di hadapan Rey.
"Itu bukan anak gue! jadi gue tidak perlu perhatian dan memikirkan kamu?" ucap rey, matanya mengalihkan pandangan-nya dari Dewi.
"Pokoknya kamu harus segera menikahiku secepat-nya Rey? ucap Dewi tegas.
"Gue gak mau menikahi mu! karna bayi yang ada di dalam perut mu itu, bukan nak gue?" ucap Rey tegas
Tapi Dewi tidak mau menyerah untuk mendapatkan Rey dari Clara. Segala cara akan ia lakukan demi mendapatkan Rey seutuhnya.
"Pokoknya kamu harus segera menikah denganku Rey! apapun itu alasannya tidak ada yang bisa mengahalangi semuanya." ucap Dewi sambil berlalu pergi.
Rey, mengepalkan tangannya dan ia langsung mengacak rambutnya frustasi.
"Bagaimana sekarang keadaan Clara? apa ia akan meninggalkan aku lagi setelah kejadian ini? ucap Rey gelisah.
🌸🌸🌸
Di luar Dewi, melihat Clara yang sedang
duduk bersama kembaran-nya Clery dan juga Kevin. Ia langsung mengahampiri Clara.
"Hei, wanita murahan, Lo gak bisa lagi bersama dengan Rey, Karena dalam waktu dekat ini Rey akan menikah denganku!" ucap Dewi sambil berlalu pergi dan meninggalkan senyuman mengejek.
Clara langsung lemas mendengar ucapan Dewi, ia sungguh tidak percaya, dengan apa yang terjadi saat ini.
"Siapa wanita itu Kak?" ucap Clara pada Clery.
"Aku juga tidak tau Clara" ucap Clery cemas, padahal ia tau Dewi itu siapa.
"Sudah jangan terlalu di pikirkan kita masuk lagi ayo" ucap Kevin menenangkan Clara yang sedang kebingungan.
"Aku tidak, tau apa yang telah terjadi sama aku di masa lalu" ucap Clara memeluk tubuh Clery sambil menangis.
__ADS_1